Lebaran di Masa Pandemi

Assalamu’alaykum sobat mamak.


Gimana lebaran tahun ini? Teteup asik dong walaupun banyak yang di rumah aja. Terutama yang tinggal di zona merah wabah covid-19.


Lah, memangnya saya nggak? Alhamdulillah di sekitar saya belum banyak kasus. Anak-anak masih bisa main di lingkungan komplek dengan anak tetangga lainnya. Mesjid komplek tempat kami tinggal juga masih mengadakan Sholat Idul Fitri berjamaah seperti tahun-tahun sebelumnya, walaupun hampir semua orang menggunakan masker dan ritual saling bersalaman hampir tidak ada. Hanya beberapa orang yang kenal dekat saja yang melakukannya. Itu pun mending nanya dulu daripada nanti zonk ada tangan yang tak berbalas. #eh


Komplek jadi lebih rame dari tahun sebelumnya. Keluarga yang biasanya pulang kampung kali ini harus rela merayakan hari raya di komplek saja. Maklum, wabah covid-19 masih menghantui di sekitar kita. Setiap orang harus bisa menjaga diri dan orang-orang yang disayangi dengan tidak pulang kampung seperti biasa.


Pengen kemana-mana pun nggak bisa. Cuti bersama digeser sampai akhir tahun untuk mengurangi kemungkinan arus mudik yang dapat meningkatkan risiko penyebaran virus ke daerah lain selain zona merah. Otomatis banyak yang kecewa karena tidak bisa pulang ke kampung halaman. Padahal sudah jauh hari memesan tiket pesawat, kapal, kereta api dan lainnya. Memang sih uang bisa di-refund atau ada juga maskapai yang memberikan kesempatan terbang sampai tahun depan. Tapi ya tetep aja banyak yang kecewa karena momen kumpul-kumpul lebaran yang diharapkan buyar seketika.


Lagian saya pribadi masih was-was kemana-mana. Harus dipastikan saya dan keluarga menggunakan masker dan tempat yang saya tuju tidak terlalu ramai. Terutama saat akan berbelanja kebutuhan. Beberapa kali saya harus pindah minimarket karena melihat sudah banyak orang di dalamnya. Atau saya menunda belanja sampai tempatnya agak sepi.


Beruntungnya rumah orangtua dan mertua tidak jauh dari tempat tinggal saya. Jadi masih bisa menyempatkan diri untuk sungkem dan minta maaf seperti Idul Fitri biasanya. Nggak perlu pake zoom atau video call seperti orang lain yang tinggal di zona merah atau episentrum wabah seperti Jabodetabek atau lainnya. Walaupun sampai di tujuan tetap ya di situ aja, nggak ngeluyur kemana-mana. Lumayan lah bisa tetep ketemu langsung dan tatap muka.


Sejak kondisi pandemi diumumkan di Indonesia, praktis saya jarang banget keluar rumah. Kalaupun keluar karena memang ada keperluan. Itu pun harus pakai masker dan melakukan protokol kesehatan agar tidak membawa virus masuk ke rumah. Meskipun masih banyak orang yang tidak mempedulikan karena belum ada kasus COVID-19 mematikan di dekatnya, bukan berarti saya dan keluarga juga ikutan nggak peduli.


Bulan puasa kemarin misalnya. Tiap sore jalan utama dekat rumah saya masih ramai oleh penjual dan pembeli makanan untuk berbuka. Banyak yang tidak menggunakan masker seolah wabah COVID-19 tidak ada. Saya sendiri pusing melihatnya. Kok kayak nggak ada kejadian ya? Tapi apalah daya… di satu sisi saya juga coba paham akan kebutuhan masing-masing dan aturan Pemerintah yang tidak cukup ketat untuk membatasi pergerakan masyarakatnya demi menekan penyebaran virus ini.


Untungnya Pemerintah lebih baik lagi dalam mengawasi pelaksanaan takbir keliling di malam Idul Fitri kali ini. Hampir semua jalan di kota Medan ditutup. Kalo pun mau lewat, harus lewat jalan tikus atau gang sempit yang jelas mobil tidak bisa melewatinya.


Jadi lebaran kami tahun ini ngapain aja?


1.    Silaturahmi ke tetangga

Walaupun berbeda dari tahun sebelumnya, ada hal positif di lebaran tahun ini. Saya jadi lebih “kenal” dengan tetangga satu blok. Jarang-jarang lho bisa begini. Biasanya beberapa rumah kosong karena ditinggal pulang kampung. Sekarang, formasi jadi lebih lengkap dan lebih kompak saat bergiliran ke rumah tetangga. Lebih terasa momen silaturahminya. Bagaimana pun, tetangga adalah orang terdekat kita yang harus dihormati dan dijaga hubungan baik kan.

 

2.    Bertukar makanan

Ini nih yang bikin saya seneng, hehe… Antar rumah bisa saling bertukar makanan. Saya bisa berbagi roti jala buatan saya, yang lain ada lontong sayur, lontong bumbu kacang, dan ada lontong khas Tapanuli Selatan. Yang jelas sangat mendukung timbangan untuk bergeser ke kanan karena kebanyakan makanan bersantan, wkwk.

 

3.    Momen bakar ikan dan makan bersama

Malam terakhir sebelum masuk kantor, ada tetangga yang berinisiatif untuk mengumpulkan tetangga satu blok dan membuat ikan bakar. Tak tanggung-tanggung, sekitar 20kg ikan dimakan bareng-bareng hingga jam 10 malam. Serasa di kampung deh pokoknya. Bapak-bapaknya yang masak, potong bawang, potong cabe, buat sambal kecap, dan lainnya. Kaum emak bantu doa sambil ngobrol, hehe.. Jarang-jarang bisa kayak gini.

 

4.    Sungkem orangtua dan mertua

Momen ini sepertinya sudah biasa. Karena masih termasuk dekat dan bukan zona merah wabah, kami masih berani ke rumah para tetua untuk meminta maaf. Semoga temen-temen yang belum bisa seperti kami, tetap happy walaupun momennya cuma lewat video call atau telpon biasa. Kita semua berdoa agar wabah ini cepat berlalu dan normal kembali.


Libur lebaran cuma dua hari. Kalau kata suami, “macam nggak lebaran tahun ini”. Yah, mau gimana lagi karena semua mesti dihadapi. Anggap aja Allah sedang memberikan kesempatan kepada umat manusia untuk merasakan perubahan yang mudah-mudahan bisa ke arah lebih baik lagi. Tetap semangat dan jaga diri. Kita semua pasti bisa menang melawan virus ini.


SELAMAT IDUL FITRI 1441 H.

Taqabbalallahu minna wa minkum.


Nah, kalo sobat mamak ngapain aja lebaran di masa pandemi ini?
View Post

Momen bulan puasa terbukti meningkatkan motivasi memasak hidangan sebagai suguhan makanan saat berbuka. Terutama emak-emak. Coba deh cek IG, whatsapp atau media sosial lainnya. Pasti banyak postingan makanan berbagai rupa. Ada yang sejak pagi sudah berencana menu yang akan dimasak. Ada juga yang menjelang berbuka baru kepikiran pengen sesuatu atau bertanya anak atau suaminya pengen apa.


Kalau saya sih nggak tentu. Kadang sehari sebelumnya udah mikir pengen masak apa untuk buka puasa besok. Ini mah kemarok kata orang Medan. Atau mungkin otak saya ngikutin pola food preparation selama seminggu ke depan. Hmm,, bisa jadi.


Beberapa hari yang lalu misalnya. Saya kok tiba-tiba pengen buka puasa dengan segelas cendol panas buatan sendiri. Dan saat saya meminta daun pandan di rumah mertua, cukup banyak daun pandan yang saya dapat. Sayang sekali rasanya kalau tidak dimanfaatkan untuk membuat varian makanan lainnya.


Jadilah saya kepikiran untuk mencari resep yang salah satu bahan dasarnya adalah pasta pandan alami yang saya buat sendiri. Lumayan lah untuk stok ide selama lima hari ke depan. Pasta pandan banyak dijual dalam bentuk kemasan botol. Namun aroma pandan asli biasanya  kurang terasa. Jadi tetap membuat pasta sendiri menurut saya lebih baik. Caranya cukup blender daun pandan dengan sedikit air dan endapkan beberapa lama hingga air dan sari pandan asli terpisah.

Pandan

Berikut 5 kreasi menu buka puasa dari hijaunya pandan.

1.    Cendol Panas

Cendol panas adalah salah satu minuman “wajib” yang saya beli jika saya melewati kota Siantar. Pertama kali saya meminum cendol ini sekitar tahun 2010, saat saya ditugaskan sekitar daerah itu. Saya awalnya kurang suka minuman satu ini karena biasanya disuguhkan dingin karena ada es di dalamnya. Saya yang notabene alergi terhadap minuman/makanan dingin juga memang harus menghindari segala bentuk es-es an agar tenggorokan saya tidak meradang.

Karena judulnya cendol panas, minuman ini memang disajikan agak berbeda dari cendol biasanya. Santan yang digunakan memang cukup panas/hangat dan tidak diberi es ke dalam minumannya. Paduan cendol buatan sendiri yang kenyal, santan hangat dan gula merah membuat cendol panas menjadi menu buka puasa yang manis menyegarkan dengan warna dan aroma pandan di dalamnya.

 


2.    Bolu Pandan

Bolu pandan adalah cemilan yang cukup mudah dibuat. Namun perlu teknik khusus agar tampilan akhir tetap cantik, tidak bantet dan menggugah selera. Bolu pandan yang rasanya manis, bertekstur lembut dan beraroma pandan banyak disukai anak-anak sebagai cemilan. Tinggal berkreasi topping nya saja sesuai selera keluarga.

 

Sumber : tokopedia


3.    Bubur Sumsum Pandan

Bubur sumsum pandan hijau pada dasarnya hampir sama dengan bubur sumsum biasa yang berwarna putih. Namun dengan tambahan pasta pandan alami, warna hijau dan aroma wangi khas pandan membuat bubur ini semakin enak untuk dikonsumsi sebagai menu buka puasa. Campuran gula merah yang manis dan kuah santan kental juga akan mempercantik tampilan bubur sumsum pandan ini.

 

Sumber : cookpad

4.    Ketan srikaya

Kue jajanan pasar ini cukup legendaris dan cukup banyak ditemukan. Rasa manis srikaya dari campuran telur, daun pandan, gula, santan dan tepung dipadukan dengan ketan yang dapat meminimalisir manisnya. Membuatnya pun tidak terlalu sulit. Sehingga dapat menjadi alternatif menu buka puasa.

Sumber : blanja.com


5.    Puding lumut pandan

Menu ini pernah booming beberapa tahun lalu karena tampilannya yang cukup menarik. Tampilan seperti lumut yang berasal dari santan yang pecah saat dimasak dan mengapung di bagian atas puding membuat banyak orang penasaran ingin membuatnya. Rasa manis dan aroma pandan menjadikan hidangan ini cukup menarik disajikan selagi dingin sebagai menu berbuka puasa.

Sumber : cookpad

Dari tadi udah ngomongin tentang daun pandan yang biasanya diblender untuk dibuat pasta hijaunya atau dimasukkan ke masakan untuk mendapat aroma pandan yang khas. Tapi udah pada tau belum tentang manfaat pandan untuk kesehatan?


Manfaat Pandan untuk Kesehatan

Daun pandan memiliki kandungan alkaloida, polifenol, flavonoida, tannin, saponin, dan zat warna alami. Banyaknya kandungan tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk kesehatan. Baik dengan dicampur ke masakan atau direbus untuk diminum airnya.

-       Mencegah kanker

Dari suatu penelitian ditemukan bahwa daun pandan wangi yang diekstrak mempunyai efek antimiotik, sitotoksik, apoptosis, dan antiproliferatif yang efektif dalam menghambat pertumbuhan sel kanker.

-       Menurunkan stres dan tekanan darah

Meminum ramuan daun pandan dapat membantu menurunkan stres dan naiknya tekanan darah karena kandungan tannin sebagai zat penenang alami yang terkandung di dalamnya.

-       Meningkatkan nafsu makan

Aroma wangi daun pandan yang dapat menggugah selera makan juga dapat digunakan untuk meningkatkan nafsu makan.

-       Mengatasi rasa nyeri

Zat yang terkandung dalam daun pandan juga bersifat analgetik yang dapat meredakan rasa nyeri dan peradangan.

-       Membantu detoksifikasi

Hampir sama dengan air kelapa hijau yang dikenal mampu menghilangkan racun dalam tubuh, teh daun pandan juga sangat efektif untuk detoksifikasi terutama organ hati. Daun pandan juga bermanfaat sebagai pencahar ringan yang aman dan dianjurkan untuk anak-anak.


Nah,, bisa tambah ide kan untuk menu buka puasa yang simple dan juga menyehatkan tubuh. Sekian kreasi menu buka puasa dari hijaunya pandan. Semoga kita semua dilancarkan puasanya ya.
View Post

Nggak terasa udah masuk hari ke 18 Ramadhan tahun ini. Tahun 2020 atau 1441 Hijriah yang jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.


Ya, berbeda. Suasana setelah sahur dan menjelang berbuka yang biasa ramai nggak ada. Banyak masjid yang nggak mengadakan shalat tarawih berjama’ah dan tadarusan. Pedagang menu berbuka bisa dihitung dengan jari. Mal dan tempat makan yang biasa dipenuhi orang yang bukber alias berbuka puasa bareng, sepi. Jalanan yang biasa padat terlihat lengang. Orang lebih memilih untuk berbuka puasa di rumah bersama keluarga.


Perbedaan ini tak lain disebabkan wabah virus covid-19 yang masih belum usai. Masuk bulan ke-3 sejak diumumkannya pandemi virus ini di seluruh dunia dan Pemerintah Indonesia menghimbau seluruh masyarakat untuk karantina diri di rumah. Gerak terbatas, tempat wisata ditutup, kantor pindah ke rumah, dan berbagai usaha lain dilakukan untuk menekan masifnya penularan virus ini.


Siapa yang nggak sedih menjalani kondisi seperti ini. Apalagi banyak mata pencaharian seolah-olah menghilang. Banyak masyarakat yang semakin sulit mencari uang untuk makan sehari-hari.


Tapi hidup harus terus berjalan bukan? Mengeluh tidak akan dapat menyelesaikan masalah. Alih-alih hati akan semakin resah dan berujung stres yang tentunya tidak diinginkan semua orang. Lebih baik memutar otak agar tetap produktif dalam menghadapi situasi sulit ini.


Kembali lagi ke topik Ramadhan.


Dengan kondisi yang cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, saya juga mencoba untuk membuat perubahan pada rutinitas harian saya. Saya merasa ingin membuat Ramadhan kali ini lebih bermakna untuk ibadah saya. Sholat, puasa, tilawah, sedekah dan ibadah sunnah lainnya ingin sekali saya terapkan lebih maksimal di bulan ini.


Harus saya akui, Ramadhan yang saya lalui sebelumnya minim ibadah. Padahal harusnya saya lebih semangat. InsyaAllah dengan niat tulus, saya ingin lebih menyayangi bulan ini agar dapat mengecap kenikmatan ibadah dan lebih dekat dengan Allah.


Saya berusaha untuk membuat target ibadah harian.




1.    Sholat Dhuha

Dari dulu udah coba cari tau tentang keutamaan sholat Dhuha. Sering juga diajak untuk dhuha di kantor. Tapi kayaknya saya terlalu sibuk menyelesaikan pekerjaan sehingga hati saya tidak terketuk sedikit pun. Belakangan saya sudah mulai merutinkan ibadah sunnah satu ini sih. Biar lebih konsisten, saya coba untuk menjadikannya target selama bulan Ramadhan ini.

2.    Sholat Tarawih

Sejak kecil saya pahamnya sholat tarawih itu harus berbondong-bondong ke mesjid. Walaupun biasanya seluruh saf mesjid penuh di minggu pertama saja dan semakin menciut di akhir Ramadhan menjadi hanya 1 saf terdepan. Saya salah satu tim yang hanya minggu pertama, wkwk. Di Ramadhan kali ini, sholat tarawih saya jadikan target tidak ada bolong sedikit pun kecuali sedang datang tamu bulanan. Sholatnya pun di rumah aja. Karena selain masih masa pandemi, dari yang saya baca sunnahnya perempuan itu ya sholat di rumah.

3.    Tilawah

Awalnya saya merasa terlalu muluk-muluk untuk bisa mencapai target yang saya buat. Terutama untuk tilawah minimal 1 juz per hari. Tapi saya memberanikan diri untuk membuat target ini semata-mata hanya untuk men-challenge diri saya pribadi. Kalaupun tidak tercapai, minimal saya dapat setengah juz per hari.

Dulu merutinkan diri untuk tilawah itu adalah hal paling sulit bagi saya. Tilawah Al Qur’an satu halaman atau satu lembar per hari saja jarang. Ada aja yang menghalangi. Alhamdulillah sejak akhir Ramadhan tahun lalu saya coba ikut grup whatsapp One Day Half Juz yang merupakan salah satu program dari One Day One Juz. Masih terseok-seok untuk mencapai target setengah juz per hari walaupun sudah setahun dijalani. Tapi perubahan dalam diri sudah mulai saya rasakan jika sehari saja saya melewatkan tilawah. Seperti ada yang kurang aja gitu.

4.    Sedekah

Sedekah secara teori sangat lah mudah. Cukup dengan tersenyum, ya kan? Namun kalau nggak ada niat ya tetap aja susah. Target sedekah saya di bulan Ramadhan kali ini sih pengennya bisa berbagi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Apalagi akibat pandemi, banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Tidak ada uang untuk membeli kebutuhan. Minimal saya bisa berbagi makanan berbuka untuk tetangga sekitar saya.

5.    Menulis

Haduh, pengennya kemaren tu menulis rutin tiap hari selama Ramadhan. Tapi kayaknya target nya blas… Nggak apa-apa lah ya saya tetap jadiin target. Minimal tahun depan saya bisa ngaca ama target tahun ini.

Itu dulu deh cerita target Ramadhan saya tahun ini. Telat banget sebenernya buat ditulis. Tapi minimal nanti di akhir Ramadhan saya bisa cek sendiri berapa persen target saya bisa tercapai tahun ini. Mudah-mudahan saya masih dikasi umur untuk ketemu Ramadhan tahun depan supaya bisa mencapai target lebih baik dari tahun ini. Amin.

Kalau kamu, apa target mu? ^_^
View Post

Kalau mau bicara tentang kejujuran, kopi bisa jadi pelajaran. Seperti salah satu quote Dee Lestari dalam bukunya yang berjudul Filosofi Kopi.

Secangkir kopi lebih jujur darimu. Ia pahit tanpa menyembunyikan pahitnya. Ia hitam tanpa malu mengakui warnanya.”
Saya bukan termasuk penikmat kopi. Saya menyukai kopi apabila sudah dicampur dengan susu atau krim tambahan yang dapat mengurangi kejujuran kopi yang saya minum. Apakah saya juga kurang menikmati kejujuran? Hmm,, bisa jadi, hehe...
Berbeda dengan suami saya yang mulai menyukai kopi saat dia menjadi pegawai di salah satu wilayah yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Ia bisa berkilah untuk tidak merokok, tapi sangat enggan bila warga sudah menawarkan kopi saat berdiskusi tentang masalah yang sedang dihadapi. Banyak seniornya yang menyarankan, kalau mau dapat informasi, cari di kedai-kedai kopi. Dari sekedar perangkat basa-basi, dapat menjadi media inspirasi.
Walaupun dia sudah tidak langsung berhubungan dengan warga lagi, minum kopi menjadi aktivitas wajib setiap hari. Udah candu kopi dia mah. Baginya kopi dapat menjadi teman scrolling gadget atau berkumpul sambil menghilangkan penat.

Pengertian dan Sejarah Kopi

Selama ini saya sering menemani suami ngopi. Tapi kalau ditanya tentang sejarah kopi saya sendiri belum mengetahui sama sekali.

Menurut wikipedia, kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang disangrai dan dihaluskan. Serbuk kopi juga dapat dijadikan bahan campuran makanan atau minuman lain.

Kopi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Ethiopia sekitar 3.000 tahun yang lalu. Oleh para pedagang Arab, kopi tersebut dibawa ke negeri Arab untuk dibudidayakan dan disajikan dalam metode yang lebih maju.

Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu qahwah yang berarti kekuatan. Hal ini disebabkan karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan penambah energi  yang digunakan saat beribadah di malam hari. Seiring berkembangnya penyebaran agama Islam ke Eropa dan Asia, kopi semakin populer dan mulai dibudidayakan selain di daerah asalnya dikarenakan jumlah pasokan kopi yang ada yang tidak dapat memenuhi permintaan pasar.

Di Indonesia sendiri, kopi dikenal saat dibawa oleh penjajah Belanda dari Malabar (India) ke Pulau Jawa dan dibudidayakan dalam suatu perkebunan. Saat ini perkebunan kopi yang dulu dikelola oleh Pemerintah Belanda telah dikelola penuh oleh Pemerintah Indonesia. Kopi dari berbagai daerah di Indonesia pun cukup dikenal memiliki kualitas baik dan menjadi komoditi ekspor ke beberapa negara di dunia.

Manfaat Kopi

Kebiasaan minum kopi di berbagai kalangan ternyata tidak terlepas dari manfaat kopi. Namun perlu diingat manfaat tersebut tergantung cara dan jumlah minum kopi itu sendiri.

Kopi yang baik bagi tubuh adalah Kopi Jujur, Kopi Asli Tanpa Campuran Essen. Essen atau biasa disebut perisa sering dicampur pada kopi karena tidak banyak membutuhkan biji kopi asli untuk menghasilkan kopi siap minum dalam jumlah banyak. Konsumsi kopi dengan essen dapat berbahaya bagi kesehatan karena kandungan zat lain di dalamnya walaupun harganya lebih murah dari biji kopi asli. Makanya saya yang lebih suka kopi sachet tidak boleh terlalu sering mengkonsumsinya.

Kopi hitam yang disajikan tanpa gula dan susu, kaya akan antioksidan dan beberapa nutrisi seperti riboflavin (vitamin B2), asam pantotenat (vitamin B5), mangan, kalium, natrium, magnesium, dan niacin (vitamin B3).

Banyak penelitian membuktikan bahwa orang yang rutin minum kopi dalam kadar yang ideal (2-3 cangkir kopi sehari) memiliki manfaat positif bagi tubuh.

1.        Mengurangi risiko beberapa jenis penyakit
Konsumsi kopi hitam terbukti mengurangi risiko penyakit diabetes tipe 2, penyakit saraf atau gangguan otak seperti parkinson, sirosis (kanker hati), dan menjaga kesehatan jantung.
2.        Mengurangi berat badan
Kalori yang terkandung pada kopi hitam tanpa gula cukup rendah. Kafein dalam kopi hitam juga dapat mempercepat metabolisme dan membantu membakar lemak dalam tubuh sehingga dapat mengurangi berat badan. Bisa tetap langsing dong ya.
3.        Menjaga mood dan mengurangi risiko depresi
Kafein yang ada pada kopi dapat memicu hormon dopamin dalam tubuh yang dapat meningkatkan suasana hati menjadi lebih baik. Suasana hati yang baik akan mengurangi risiko depresi pada seseorang.

Survei membuktikan, Indonesia adalah negara pengonsumsi kopi terbesar kedua di dunia setelah Brazil. Jumlah konsumsi kopi di Indonesia yaitu sebesar 4,55 juta karung kopi berukuran 60 kg dan jumlah tersebut masih meningkat 1% setiap tahunnya.

Kopi saat ini sudah menjadi gaya hidup. Mulai dari generasi ayah ibu  kita yang disebut babyboomers, hingga generasi anak millenial. Usaha minuman dengan berbahan dasar kopi mulai menjamur. Mulai dari franchise kopi luar negeri maupun warung kopi sederhana namun nikmat di pinggir jalan.

Berbagai kegiatan dapat disandingkan dengan aktivitas minum kopi. Apalagi di warung kopi nya tersedia koneksi wifi yang membuat orang lebih betah dan bisa sambil mengerjakan sesuatu. Saya termasuk orang yang suka bekerja di warung kopi. Me Time dengan menulis juga lebih menyenangkan dan ide-ide konten bisa bermunculan.

Kopi Blockchain

Tingginya peminat kopi membuat permintaan bahan dasar biji kopi cukup tinggi dan potensial bagi para pedagang. Banyaknya produsen kopi dan kualitas kopi Indonesia yang dikenal baik, menjadikan kopi salah satu komoditas ekspor unggulan negara ini yang cukup laris di pasar dunia.

Kopi blockchain adalah suatu platform atau sistem digitalisasi komoditas kopi yang menghubungkan para petani kopi dengan pedagang. Sistem ini memfasilitasi transparansi antar kedua pihak untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menjaga kualitas kopi yang diperjualbelikan. Digitalisasi ini membuat kopi diperdagangkan dalam bentuk aset BitCoin yang cukup dikenal dalam pasar komoditi dunia.


Bencoolen Coffee adalah merk yang dikembangkan dan dikelola Cyberindo Persada Nusantara (CPN) sebagai penugasan dari Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KP TIK). Pada tahun 2019, Bengkulu memperoleh berbagai penghargaan dari AVPA Perancis karena keunggulan kopinya untuk daerah Rejanglebong  dan Kepahiang.

Apa sih keunggulan digitalisasi kopi menggunakan Blockchain Technology ?
1. Membantu, mengembangkan dan mengelola kopi dari hulu ke hilir.
2. Mempermudah dalam mengontrol dan mengelola hasil perkebunan kopi.
3. Membuat transparansi dari produksi kopi sehingga bisa kita sebut sebagai “kopi jujur”.
4. Memfasilitasi proses pembelian kopi dari pembeli kepada petani.
5. Memproses kopi menggunakan standar internasional.
6. Meningkatkan permintaan dari ekspor kopi jujur.
7. Menyediakan kopi yang terpercaya dari pembeli karena lebih transparan dan bisa ditelusuri.
8. Lebih baik dalam mengelola penyimpanan dan pergudangan.

Secangkir Kopi Jujur, Bantu Lawan Corona
Sudah dua bulan ini wabah corona meresahkan warga, tidak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia. Kopi Jujur pun tidak bisa tinggal diam dan ikut berpartisipasi dalam melawan virus berbahaya ini.
Kopi jujur mengajak seluruh komunitas kopi, para barista indonesia, pengusaha, para-millenial influencer, selebgram, youtuber, blogger, tiktokers, Public Figure dan seluruh masyarakat luas untuk mendukung aksi satu juta kopi gratis sebagai bentuk solidaritas dalam melawan wabah virus corona di Jakarta.
Aksi #KopijujurLawanCorona akan dilakukan selama 2 bulan terhitung tanggal 30 Maret 2020 sampai dengan 30 Mei 2020 dan dapat diperpanjang sesuai dengan dukungan semua pihak dalam pelaksanaan aksi ini.
Sebagai langkah awal aksi baik ini, Bencoolen Coffee sebagai merk yang menggadang kopi jujur membagikan 10 ribu cup kopi jujur gratis berupa kopi tubruk 100%  Robusta murni, Kopi Filter, Kopi Jahe, Tenaga Barista dan Peralatan kopi lengkap bagi 8 RS Rujukan di Jakarta.
Tidak hanya rumah sakit, kini Kopi Jujur memperluas aksinya dengan memberikan Kopi, roti serta masker kepada pengemudi ojek online, supir taksi serta buruh lepas di beberapa titik kawasan Jakarta
Masih ada tambahan support lain yang dibutuhkan oleh tim Kopi Jujur, yaitu Tenaga Barista Pejuang, peralatan kopi & pendukung lainnya seperti kopi, gula sachet , hot paper cup , stirer , tenaga, roti, masker dan kendaraan untuk logistik, serta sembako.
Yuk kita dukung para tenaga medis sebagai garda terakhir yang siap 24  jam melayani pasien corona. Semoga dengan secangkir kopi jujur yang diberikan dapat memberikan motivasi para tenaga medis dan seluruh pihak rumah sakit yang bertugas. Dari Kopi Jujur, bisaLawan Corona Dari Secangkir Kopi.



Kita bisa juga lho ikut berdonasi mendukung Aksi Kopi Jujur Lawan Corona melalui benihbaik.com dan kitabisa.com . Mari kita bangkit bersama #KopiJujurLawanCorona.

Sumber bacaan :
https://id.wikipedia.org/wiki/Kopi
http://kopiblockchain.io/
http://www.kopijujur.id/

View Post
Sudah hampir dua bulan penerapan social physical distancing atau karantina masyarakat diberlakukan di Indonesia. Pada awalnya semua pihak merasa berat menjalaninya. Gimana nggak? Pola kehidupan sehari-hari berubah cukup drastis.
Pekerja kantoran yang setiap hari bekerja di kantor harus bekerja dari rumah. Rapat, diskusi dan koordinasi terkait pekerjaan dilakukan secara daring dari smartphone maupun laptop/tablet.
Seorang ibu yang setiap pagi sibuk mempersiapkan anak dan suami untuk berangkat ke sekolah dan ke kantor seolah lebih santai di pagi hari. Namun malah ngos-ngosan mendampingi anak belajar dari rumah mulai jam 8 pagi dengan mengirim dokumentasi belajar anak ke guru bersangkutan.
Bayangkan kalau ada tiga anak yang berbeda sekolah dan kelas, dengan rata-rata 5 mata pelajaran sehari maka ibu harus mengirimkan 15 foto/video ke guru sebagai dokumentasi. Pekerjaan ibu di rumah semakin bertambah. Nggak cuma beres-beres, masak, mencuci dan menyetrika. Ada tambahan ekstra harus jadi guru menggantikan guru di sekolah. Nggak heran sosok ibu seakan berubah dari yang manis kayak teletubbies jadi mengerikan kayak macan yang siap menerkam.
Kuota internet yang biasanya cukup untuk sebulan, dalam seminggu atau dua minggu bisa langsung menguap. Kegabutan di rumah ternyata mendorong tingkat ke-kepo-an semakin tinggi dengan rajin membuka media sosial dan melihat status dan story orang.
Saya dan suami yang seminggu atau dua minggu sekali punya jadwal berdua walaupun cuma nongkrong di warung kopi pinggir jalan, juga harus kehilangan momen berharga itu. Termasuk momen jalan-jalan sekeluarga saat weekend dengan anak-anak. Bisa ke taman sekedar lari-lari di lapangan rumput atau memberi makan rusa saja sudah cukup membuat kami senang.
Tanpa saya sadari stres mulai menghampiri. Berikut tanda-tanda stres yang saya rasakan.

1.        Sering marah
Menghadapi rutinitas "baru" dengan selalu di rumah dan tidak bisa melakukan refreshing otak dengan jalan-jalan membuat saya jadi sering marah tanpa alasan. Suami dan anak jadi sasaran.
2.        Cemas berlebihan
Rasa cemas dan khawatir adalah hal yang wajar dirasakan oleh setiap manusia. Apalagi di masa pandemi yang saat ini sedang melanda. Berita di berbagai media selalu membahas tentang pasien corona, terutama meningkatnya jumlah pasien dan pasien yang meninggal. Saya jadi cemas mau keluar rumah, bahkan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Takut terjangkit dari orang-orang yang saya temui.
3.        Gangguan fisik
Saya mulai sering sakit kepala selama menjalani hari-hari di rumah aja. Alergi saya juga sering kumat yang menandakan tubuh saya memberi respon negatif atas situasi yang saya rasakan. Hal ini malah dapat menurunkan imunitas tubuh saya dalam melawan virus yang masuk. 

Jujur, saya sempat pengen teriak “Bosan!!! Saya pengen jalan-jalan!”. Namun saya harus bisa menahan diri untuk ikut berjuang melawan penyebaran virus corona dengan  tetap #DiRumahAja.
Hingga akhirnya saya mulai memahami pentingnya menjaga kewarasan saat menghadapi masa karantina seperti ini. Ada hal-hal yang tidak dapat dikendalikan manusia dan diberikan Tuhan agar manusia tidak sombong dengan dunia. Bukankan hidup di dunia adalah jalan untuk mempersiapkan hidup yang lebih kekal di akhirat? Disinilah saya menyadari pentingnya iman kepada Tuhan dan wabah ini seolah menjadi pengingat saya untuk lebih dekat dengan-Nya.
Setelah menjalani selama hampir dua bulan, saya  mulai menikmati saat-saat #DiRumahAja bersama keluarga. Banyak hal positif yang dapat dilakukan. Yang penting disiplin dan konsisten menerapkan rutinitas. #DengarkanHatimu untuk bersabar menghadapi masa karantina ini. Jauhkan segala pikiran negatif yang muncul dengan terus “bergerak”. Bergerak bisa ngapain aja, dalam arti melakukan hal positif yang bermanfaat.
Berikut hal-hal positif yang dapat dilakukan selama #DiRumahAja.
1.        Olahraga
Salah satu cara menjaga kesehatan adalah dengan rutin berolahraga. Dulu saya selalu beralasan tidak punya waktu untuk berolahraga karena sudah cukup sibuk dengan rutinitas sebagai ibu dan istri sekaligus bekerja di kantor. Sekarang sudah tidak ada alasan lagi karena saya bisa berolahraga dan berjemur bersama keluarga di pagi hari.
2.        Beres-beres
Sebagai orang yang cukup perfeksionis, saya selalu berusaha agar rumah saya tetap bersih. Selama di rumah saya bisa menjadikan beres-beres sebagai agenda rutin. Termasuk membereskan pakaian dan barang-barang yang jarang digunakan dan akan lebih bermanfaat jika diberikan ke orang lain. Rumah bersih, hati pun lapang dan senang karena bisa memberi.
3.        Kreasi Makanan
Tak bisa dipungkiri selama di rumah permintaan makanan dari anak-anak melonjak. Sebagai seorang ibu saya merasa harus mampu menyediakan makanan dan cemilan sehat dan menarik di rumah. Berbagai ide pun dieksekusi dengan bantuan resep memasak dari internet agar tidak bosan dengan makanan yang itu-itu saja.
4.        Bermain Kreatif
Banyak permainan yang bisa dilakukan bersama keluarga di rumah. Mulai dari menempel, menggunting, mewarnai, bersembunyi, hingga DIY yang menuntut kreativitas seluruh keluarga. Asyik juga lho ternyata.
5.        Menyalurkan Hobi
Bagi orang yang memiliki hobi tertentu, banyak waktu di rumah merupakan saat terbaik untuk menyalurkan hobi. Menulis, fotografi, dan bercocok tanam adalah beberapa contoh hobi yang menjadikan hari-hari di rumah lebih menyenangkan.
6.        Ikut Kelas/Belajar Online
Sejak diberlakukannya social physical distancing, banyak pihak yang mengadakan kelas/belajar online melalui aplikasi webinar, zoom dan sebagainya. Tidak sedikit yang gratis alias tidak berbayar. Kita tinggal memilih kelas apa yang ingin diikuti.
7.        Menjaga Kesehatan Dan Merawat Diri
Saya termasuk orang yang cuek dengan penampilan. Cukup menjaga wajah dengan cuci muka dan menggunakan krim pelembab agar tidak muncul jerawat yang mengganggu. Melakukan perawatan diri di rumah menjadi kegiatan menyenangkan selama di rumah. Selain untuk menjaga kebersihan agar tidak terjangkit virus corona yang sedang mewabah, tubuh akan terasa lebih segar dan lebih siap menjalani hari walaupun di rumah aja.
Perawatan diri sederhana yang bisa saya lakukan di rumah adalah merawat rambut saya yang sering rontok. Rambut adalah mahkota wanita. Dulu saya kurang peduli dengan kesehatan mahkota saya. Toh tertutup jilbab kok. Nggak ada yang melihat.
Saya lupa kalau diri saya sendiri juga kurang nyaman dan suami selalu mengeluh karena menemukan gulungan rambut rontok saya dimana-mana. Nggak di kamar, di ruang tamu, teras, dan lainnya. Saya punya kebiasaan setelah menyisir rambut langsung mengumpulkan rambut rontok saya yang menempel di sisir, lalu menggulungnya agar tidak berantakan.
Nah, selama di rumah aja, saya jadi punya waktu untuk merawat rambut agar tidak rontok lagi. Saya percayakan perawatan rambut rontok saya dengan Emeron Complete Hair Care.



Merawat rambut ternyata nggak harus ke salon. Dengan paket perawatan rambut dari Emeron, membuat aktivitas perawatan rambut saya jadi lebih menyenangkan. Mulai dari shampo, conditioner hingga vitamin lengkap disediakan oleh Emeron.
Untuk rambut rontok, pilihan saya jatuh pada Emeron Hairfall Control.
Mengapa Pilih Emeron?
Emeron adalah sebuah merek produk perawatan rambut yang mulai diproduksi sejak tahun 1982 oleh PT. Lion Wings Indonesia.  Kebayang dong sudah hampir 30 tahun produk ini digunakan masyarakat, maka PT Lion Wings sebagai produsen pasti lebih meningkatkan kualitas produknya.
Emeron Complete Hair Care dengan formula baru Triplecare yang merupakan kombinasi Pro-Vitamin B5, Panthenol Etil, Glycerine, Active Provit Amino yang memberikan kelembaban pada rambut dan memperkuat akar rambut.
Produk terkini Emeron Nutritive Shampoo memiliki 6 jenis varian, yaitu :

DAMAGE CONTROL
Kemasan berwarna kuning. Memiliki kandungan Active provit amino dan diperkaya oleh ekstrak buah alpukat yang berfungsi menutrisi rambut dari akar dengan melindungi rambut dari kerusakan dan melembabkan di tiap helainya. Emeron Nutritive Shampoo Damage Control cocok digunakan pada rambut rusak yang ditandai dengan rambut yang bercabang, kering, kasar, dan mudah patah.

NATURE SHINE
Kemasan berwarna ungu. Memiliki kandungan Active provit amino dan Pomegranade, menutrisi rambut dari akar dan menjaga protein pada rambut normal. Emeron Nutritive Shampoo Nature Shine cocok digunakan pada rambut kusam agar tampak bercahaya.

BLACK and SHINE
Kemasan berwarna hitam. Memiliki kandungan Active provit Amino dan diperkaya oleh urang aring, menutrisi rambut dari akar hingga tiap helainya. Emeron Nutritive Shampoo Black and Shine cocok digunakan pada rambut yang kusam agar tampak lebih hitam berkilau.
HAIR FALL CONTROL
Kemasan berwarna hijau. Memiliki kandungan Active provit amino dan diperkaya oleh ekstrak tanaman lidah buaya (aloe vera) yang dapat merawat kekuatan akar rambut yang sensitif, mencegah kerontokan dan menutrisi hingga ujungnya.
DANDRUFF CONTROL
Kemasan berwarna putih. Memiliki kandungan Active provit amino dan ZPTO+Lime atau ekstrak jeruk nipis) yang  bekerja mengatur kadar minyak di kulit kepala dan mengurangi ketombe menjadikan rambut tetap sehat dan indah alami. Emeron Nutritive Shampoo Dandruff Control cocok digunakan pada rambut yang berketombe.
SOFT and SMOOTH
Kemasan berwarna pink. Memiliki kandungan Active provit amino dan diperkaya oleh ekstrak bunga matahari (sunflower) yang bekerja untuk menutrisi rambut dari akar dan melembabkan di tiap helainya. Emeron Nutritive Shampoo Soft and Smooth cocok digunakan pada rambut kering dan kasar karena kehilangan kelembaban.

Nggak cuma shampo, rangkaian Emeron Hair Complete Care juga dilengkapi dengan conditioner dan vitamin untuk rambut. Yaitu pada varian Emeron Nutritive Soft and Smooth, Emeron Nutritive Damage Control, dan Emeron Nutritive Black and Shine.

Cara  Menggunakan Rangkaian Emeron Hair Complete Care
Shampo
Seperti shampo pada umumnya, menggunakan Emeron shampo cukup dengan menuangkan shampo di telapak tangan secukupnya lalu diusap ke seluruh bagian rambut yang telah dibasahi dengan air sebelumnya. Sedikit pijatan pada kulit kepala dapat membuat pikiran menjadi lebih rileks dan santai. Bilas rambut setelah shampo cukup merata.
Conditioner
Conditioner digunakan setelah rambut diberi shampoo dan dibilas air. Gunakan conditioner saat rambut sudah tidak terlalu basah. Cukup diusap pada tiap helai rambut agar dapat meresap ke elemen rambut dan membuat rambut lebih sehat. Diamkan selama 5-10 menit lalu bilas dengan air.
Vitamin
Vitamin rambut berfungsi untuk menjaga kesehatan rambut dari luar. Vitamin digunakan setelah rambut kering. Kalau saya suka menggunakan vitamin rambut salah satunya karena rambut menjadi lebih harum, lembab dan terasa lebih sehat.
Rambut yang sehat akan meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Rasa percaya diri membantu mengusir pikiran negatif dan rasa cemas berlebihan yang berusaha menghantui selama masa karantina, dan mengubahnya menjadi ide-ide positif yang dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Yuk selalu berpikir positif selama #DiRumahAja.
Kalau kamu punya ide positif lain apa untuk menemani hari-hari selama #DiRumahAja? Bisa share di kolom komentar juga ya.😊

View Post