Parenting Blogger Medan : Anak GTM?? Ini tips menghadapinya..


Adakah emak-emak disini yang anaknya belum pernah mengalami GTM? Apa sih GTM?
GTM itu singkatan dari Gerakan Tutup Mulut. Pada bayi dan balita, hal ini seperti suatu fase yang pasti dialami yaitu menolak makanan yang ditawarkan atau susah makan. Bukan hanya mereka sebenarnya, orang dewasa pun kadang seperti itu. Namun kebanyakan orang dewasa lupa kalau GTM pada taraf tertentu masih tergolong normal. Bukannya mencoba mengerti, malah jadi stres bahkan ada yang memaksa anak dengan cara yang kurang baik.

Berikut tips dalam menghadapi GTM pada anak dari pengalaman mamak 3 anak ini :

1. Cek penyebab GTM
Banyak hal yang menjadi penyebab anak susah makan. Bisa dari faktor internal atau faktor eksternal.
Faktor internal misalnya kondisi fisik anak yang sedang kurang sehat, demam, sariawan atau tumbuh gigi. Mood atau perasaan yang kurang enak (trauma) juga dapat mempengaruhi.
Faktor eksternal seperti lingkungan bermain dan suasana makan yang kurang mendukung juga dapat membuat anak susah makan.

2. Ciptakan suasana makan yang berbeda
Suasana makan yang sama setiap hari bisa saja membuat anak bosan. Cobalah buat suasana baru, misalnya dengan menggunakan piring dan sendok yang berwarna. Atau anak diajak bercerita sambil menyuapi makanan ke mulutnya. Atau cukup letakkan piring berisi makanan di depannya. Usahakan tidak memberi makan anak sambil bermain atau menonton televisi. Agar fokus anak tidak berubah ke aktivitas lain tersebut.


3. Buat kreasi makanan, mulai dari bahan, bentuk, warna dan rasa
Makanan yang disajikan dengan cantik terkadang bisa membuat sebagian anak tertarik, minimal tertarik untuk memegang dan mudah-mudahan memasukkannya ke mulutnya. Tidak harus nasi, ibu bisa berkreasi dengan sumber karbo lainnya seperti ubi, jagung, oatmeal dan dicampur dengan protein dan sayuran warna warni. Kreasi bento juga menjadi alternatif yang baik.


4. Stok sabar dan doa
Last but not least. Jika segala cara di atas telah ibu lakukan dan anak masih belum mau makan juga, SABAR dan DOA adalah kuncinya. Yakin kalau anak kita pintar, dia sedang belajar untuk memahami proses lapar dan makannya. Selama anak tidak rewel dan tetap aktif, ibu tidak perlu khawatir berlebihan. Karena segala khawatir malah akan menjadikan ibu stres bahkan dapat menularkan stres tersebut ke anak. Tetap berusaha menyodorkan variasi makanan ke anak dan terus berdoa agar GTM anak kita segera berlalu.

Tetap semangat emak2 sejati!!!!

#sahabatkabolmenulis
#kamistips
Foto credit : Mother and Baby

Post a Comment

Copyright © Mom Blogger Medan - Jendela Mamak. Designed by OddThemes