Rafting di Sei Bah Bolon : The Sumatera's Green Canyon



Bagi pecinta olahraga atau rekreasi ekstrim, arung jeram (rafting) adalah sesuatu yang patut untuk dicoba. Di Sumatera Utara sendiri terdapat tiga aliran sungai yang sering dijadikan lokasi olahraga ini, yaitu Sei Bingei, Sei Bah Bolon dan Sei Asahan
Grade atau tingkat jeram dan debit arus nya pun berbeda. Sebagai rafter pemula aku dan teman-temanku mencoba arung jeram di Sei Bah Bolon atau yang sering disebut Ancol Arung Jeram.

Untuk mendaftar, aku dan tim membayar Rp. 190 ribu per orang dan tinggal tentukan harinya aja untuk diinfokan ke ranger yang kebetulan aku kenal. Itu sudah termasuk foto-foto yang nantinya diambil oleh ranger tersebut.

Jarak yang ditempuh dari Kota Medan tidak terlalu jauh. Dalam 2,5 jam saja kami sudah dapat tiba di lokasi. Lewat kota Tebing Tinggi, melewati jalan di perkebunan sawit yang saat ini sudah beraspal lalu belok kiri sebelum tampak aliran sungai yang akan menjadi titik akhir petualangan. Sampai di sana, kami langsung bertemu dengan ranger yang akan menemani di perahu karet dan ia langsung mengarahkan kami untuk memakai helm dan rompi keselamatan. Eittss, ini bukan ranger hitam, kuning, merah seperti di film anak-anak ya. 😄

Sembari menunggu tim lain, kami bisa berfoto-foto untuk mengabadikan momen sebelum kami diinstruksikan naik ke truk yang akan membawa kami ke titik awal aliran sungai. Here we go!!!!



Setengah jam perjalanan di truk melewati beberapa desa hingga kami diturunkan dan berjalan sekitar 200 meter ke dalam kebun sawit, akhirnya terdengar suara air yang mulai membuat kami semakin penasaran. 

Di lokasi telah ada beberapa ranger yang mempersiapkan beberapa perahu karet. Satu perahu karet sendiri dapat diisi oleh 5 – 6 orang ditambah satu ranger yang akan duduk di belakang atau depan. Sebelum mulai, tak lupa pemimpin ranger menjelaskan beberapa aturan terkait keselamatan dan mengajak kami berdoa agar perjalanan kami lancar sampai titik akhir.



Sepanjang perjalanan kami disuguhi oleh pemandangan yang sangat menyejukkan mata. Tebing-tebing hijau, mata air memancar dari lubang di antara tebing, berjuang masuk dan keluar air terjun, dan berenang di titik tertentu. Mengingatkan ku tentang green canyon tempat body rafting di Pangandaran.

Bisa berenang di beberapa titik.

Air Terjun Bah Gula

Gaya duluuuu...



Melewati tebing hijau
Aliran sungai di bawah tebing. Nggak jernih karena baru hujan.
Memasuki jeram, ranger akan menyuruh kami mendayung ke depan, ke belakang, ke samping, dan kadang suka usil membalikkan perahu karet yang dapat memacu adrenalin para rafter. Teriakan untuk mengurangi rasa takut pun tak dapat kami hindarkan. Tak lupa sesekali rafter mengabadikan momen dengan memotret kami semua.



Lima jam di air tak terasa. Kurang seru kalau tidak langsung merasakannya. Temanku aja nagih, kalau bisa yang lintasan di airnya sampai 7 jam lamanya.

Nggak laper 5-7 jam di air?? Alhamdulillah ranger nya baik. Dengan menambah biaya Rp 10 ribu per orang, ia mempersiapkan dua tong jagung rebus dan pisang rebus yang kami bawa di perahu. Jadi saat tidak banyak jeram, kami bisa sambil makan sepanjang perjalanan.

Asik bukan???

Hayo siapa yang mau coba???


21 comments :

  1. poto yang terakhir super sekaliii...

    but this sport not for me heheheheh... atut...

    ReplyDelete
  2. ngeri kak.. aq memabg gk hobi beginian..selain gk pande renang gk mau nyusahin org buat nyelamatin eyke haha

    ReplyDelete
  3. Keren juga ya pemandangannya kak, gak sangka di sumut pun ada wisata arung jeram kayak gini, pengen juga ngerasain gaharnya arung jeram

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keren memang, apalagi pas airnya lagi jernih. Ijoooo..

      Delete
  4. Sebelum nikah suami ke sini, udah nikah ga pernah diajakin. Haha jadi kepingin tp kayaknya ga sekarang dl kak.. 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Iya, karena abis rafting badan juga bakal sakit2 kecapekan kyk abis naik tornado di dufan, wkwk

      Delete
  5. Wow.. bisa jadi list buat yg suka travel ekstrem .. lokasi nya jga masih alami kyknya.
    Smoga tetap terawat

    ReplyDelete
  6. Wahh keren kak pingin coba ke sana juga. Apalagi lumayan rutin ke tebing tinggi (rumah nenek), jd bisa lah sekali2 nyobain

    ReplyDelete
  7. Aihhhh, hebat nih sikakak hobinya, kalau aku sih sudah angkat tangan duluan. Hihihihi

    ReplyDelete
  8. Mantap kale kk masih bisa ikutan rafting,, kalo aq udah ga dibolehin lg kegiatan ekstrim gini. Ingat badan katanya ahahha

    ReplyDelete
  9. Pertama kali mampir di Jendelamamak. Berapa sekali rafting kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Klo lewat temen aku, 200rb udah termasuk makan nasi dan cemilan selama di air (jagung dan pisang rebus) dan foto2.

      Delete
  10. Aakkkk jadi pengen
    Aku termasuk yg suka olahraga ekstrim tapi belum pernah.

    Cuma paragliding dan banana boat di pantai yg udah

    Berapaan kak sekali main 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok una, bareng aja ama temen2 komunitas lebih seru lhooo.. 200rb udah puas.

      Delete
  11. Waaah ini rupanya sungai bah bolon. Sayang banget dulu pas diajak temen rafting disini aku lagi di Aceh. Next wajib coba ni

    ReplyDelete
  12. Belum pernah nyoba beginian dan mungkin suatu saat nanti bisa ikut nyobain. Biayanya berapaan ya kak? Apakah harus nginap disana? Ada ga penginapan disana mana tau kesananya hari sabtu pagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cuma 200rb udah termasuk makan setelah rafting dan cemilan jagung/pisang rebus untuk selama perjalanan di air dan softcopy foto2 yang diambil ranger nya. Nggak ada penginapan, aku berangkat jam 6 pagi dari medan, sampai di lokasi paling lama jam 9 sejak ada tol.

      Delete
  13. Waahhh..keren sekali. Tapi 5 jam di air tu ngarungin jeram trs kak..? Gk kisut itu 😅

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,, kisut2 jambu lah.. :D Ada yang 7 jam malah.

      Delete
  14. Aakkkk rafting itu selalu seruuu dan super FUN!!

    Ngeri ngeri sedaapp sih, tapi intinya senaaangg banget ya

    ReplyDelete

Copyright © Mom Blogger Medan - Jendela Mamak. Designed by OddThemes