Hari Pernikahan Mamak : Hal Berkesan yang Tak Terlupakan


10 Oktober 2009

Hampir sepuluh tahun lalu. Yang paling mamak ingat adalah hal lucu saat walimatul ursy alias resepsi pernikahan di rumah orangtua dan rumah mertua.
Sekali dan tak akan pernah terulang.

- Ijab kabul. Alhamdulillah cuma sekali tanpa diulang. Memang lega hati ini, andainya di tempat itu nggak banyak orang, rasanya mamak pengen jingkrak-jingkrak. Selesai juga si adrenalin ngutak ngatik perasaan.

- Resepsi. Tiba saat yg paling mamak takutkan. Pakai baju adat yang pasti sangat amat memberatkan kepala. Kepala mamak serasa ditusuk hiasan yg menurut mamak "Nggak mamak banget!!". 
Mulai dari adat Aceh. Kaki mamak serasa sakit saat dipakaikan gelang-gelang di kaki dan tangan. Susah duduk euy,, sampai merah-merah kaki ini. Dalam 15 menit, akhirnya gelang kakinya patah. Entah bagaimana caranya. Allah memang Maha Tahu. Tahu klo mamak kesakitan memakai pernak pernik yang menurut mamak aneh itu.
Next adat jawa,, Haduuuuhhh.. mamak udah bayangin si tusuk konde akan menyakiti kulit-kulit kepala mamak yg indah ini. Belum lagi dikasi cat hitam di jidat,, lama banget lagi prosesnya. Padahal kan mamak masih mau ngobrol kesana kemari ama temen-temen mamak yg datang. Kali ini Allah juga paling tau perasaan mamak yang nggak mau disasak. Fungsi lain dari jilbab, melindungi dari kewajiban sasak menyasak di saat bersama bidan pengantin, hehe.. 
Next lagi, malamnya ganti pakaian yg kembang nggak jelas itu. Warnanya putih. Mamak lupa namanya. Hati mamak berkata "Ya Rabb, kenapa si emak begitu tega nyuruh anaknya pakai pakaian 'norak' itu". Tapi mamak tetap berusaha untuk jadi diri sendiri. Walaupun udah pakai baju putih itu, mamak tetap bisa bolak balik kesana kemari untuk menyapa temen-temen mamak, makan bareng mereka, ketawa bareng, sampai mereka bilang "Baru kau lah pengantin yang bisa kayak gini, biasanya pada kalem-kalem.." :D Akhirnya kutukan si baju-baju yang mesti mamak pakai berakhir. Resepsi pun selesai.

- Mitos terkait Pesta. Allah menunjukkan kalau memang Dia Maha Besar. Bisa mengalahkan kepercayaan orang-orang sekitar rumah orangtua mamak dulu, termasuk si emaknya mamak yang udah bolak balik ke "orang pintar"  biar hujan nggak datang di hari resepsi. Bukan tidak menghargai usaha emak, tapi anaknya ini lebih suka menyerahkan semua ke Allah, bukan ke yang katanya pawang hujan itu. Sia-sia kan si emak buang beras ketan yg dilempar ke atap rumah. Untuk yang satu ini, mamak dan ayah tertawa sampai berlinang air mata. Si pawang kalah euy!!!!! 
Hujan lebat, langit hitam, petir dan kilat yg menyambar datang menjelang sore. Rumah si emak yg biasanya nggak pernah kebanjiran pun kebanjiran. Alhamdulillah, makin lebat hujannya, makin banyak tamu yg datang. 
اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
Allahumma shoyyiban naafi’aan [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].
Ditambah lagi mati listrik. KACAUUUUUUU!!!! Hanya bisa berdoa dalam hati agar acara tetap berjalan dan tidak mengecewakan si emak dan si papah. 
Cobaan yang sama juga terjadi di pesta kampung suami. Malam sebelum acara, pintu kamar kami diketok, terus ada tetangga yang bilang agar (maaf) celana dalam kami dilempar ke atap rumah.  #gubraaakkk 
Pengen pingsan rasanya. Ditungguin di depan pintu oleh si tetangga. Daripada dipaksa buka, aku dan suami punya ide dengan sedikit memodifikasi permintaan tetangga itu. Langsung bilang "Iya, sebentar ya." Selanjutnya kami keluar dan di depan orang itu memang kami melakukan hal yang ia inginkan, tapi tetap sambil ketawa-ketawa dalam hati. Dan besoknya, ternyata hujan datang sodara-sodara... Makasi ya Rabb, Engkau telah mendatangkan hujan saat itu, semoga berkah hujan tersebut dapat melunturkan mitos yang dipercaya warga sejak dulu.

- Lupa dikasi makan siang. Teman-teman SMA kami pada dateng euy. Mumpung lagi nggak ada orang yang menghampiri untuk berjabat tangan dan memberi selamat ke pelaminan, plus perut kami udah laper banget (raja dan ratu sehari ini lupa dikasi makan siang, hiks..), jadi kami langsung turun dari pelaminan dan ngobrol ria sekelak ama temen SMA.. LophU guysss. Tuhan telah mengirimkan kalian untuk memberikan kesempatan kami makan siang dan pipi kami bisa istirahat senyam senyum dan bilang makasi ke semua orang yang datang.

- Hiasan kepala jatuh. Tragedi yang tak pernah aku kira sebelumnya. Waktu acara di rumah emak mertua, si hiasan kepala yg membuat kepala mamak pusing setengah hidup akhirnya jatuh. Saatnya sangat amat tidak tepat wahai hiasan. Tepat di saat ada orang yang mengucapkan selamat dan bersalaman. Mamak malu sampai mau kabur rasanya gara-gara timing jatuhnya itu nggak tepat banget. Entah karena salah si bidan pengantin atau salah si pengantin yg nggak bisa diam grasak grusuk. Dan tragedi itu berhasil membuat salah satu sahabat mamak tertawa ngakak dari jauh.

Akhirnya bayangan mamak punya resepsi pernikahan yang diperdengarkan lagu-lagu romantis kahitna, endless love-nya siapa itu lupa, pokoknya lagu-lagu romantis tidak terwujud. Malah diganti dengan lagu ala melayu, hits indo, ditambah penyanyinya yg salah alamat.

Dibalik cerita2 yg menurut mamak lucu ini, mamak sadar. Pakaian adat memang indah untuk dilihat dan mungkin memiliki makna untuk tiap item nya. Namun maaf, mamak kurang cocok untuk memakainya.
Allah juga udah mengatur semua. Mamak dijauhkan dari perbuatan syirik dan tetap jadi diri sendiri. Hal ini hanya terjadi sekali seumur hidup, mudah-mudahan pernikahan mamak berkah dan bisa melahirkan keturunan yg sholeh dan sholeha, berguna bagi agama, bangsa dan negara. Amin..

Post a Comment

Copyright © Mom Blogger Medan - Jendela Mamak. Designed by OddThemes