Hari Pernikahan Mamak : Hal Berkesan yang Tak Terlupakan


10 Oktober 2019



Hari ini istimewa. Bukan cuma karena banyak promo harbolnas atau ada temen yang ulang tahun di tanggal ini. 
Throwback sepuluh tahun lalu, mamak ganti status dan tanggung jawab diri mamak berpindah dari papa ke suami.


Banyak yang bilang berani banget, karena kami udah kayak abang-abang pom bensin pertamina, "dimulai dari nol ya.."😄

Tapi balik lagi ke komitmen dan keyakinan, menikah untuk dapet ridho Allah. Menikah untuk menghindari dosa. Menikah akan membuka pintu rejeki. Dan kami menjalani semuanya hingga sekarang.

10 Oktober 2009

Hampir sepuluh tahun lalu. Yang paling mamak ingat adalah hal lucu saat walimatul ursy alias resepsi pernikahan di rumah orangtua dan rumah mertua. Sekali dan tak akan pernah terulang.

Ijab kabul
Alhamdulillah cuma sekali tanpa pengulangan. Memang lega hati ini, andainya di tempat itu nggak banyak orang, rasanya mamak pengen jingkrak-jingkrak dan sujud syukur. Selesai juga si adrenalin ngutak ngatik perasaan.


Resepsi
Tiba saat yang paling mamak takutkan. Pakai baju adat yang pasti sangat amat memberatkan kepala. Kepala mamak serasa ditusuk hiasan yg menurut mamak "Nggak mamak banget!!". 


Mulai dari adat Aceh. Kaki mamak serasa sakit saat dipakaikan gelang-gelang di kaki dan tangan. Susah duduk euy,, sampai merah-merah kaki ini. Dalam 15 menit, akhirnya gelang kakinya patah. Entah bagaimana caranya.
Allah memang Maha Tahu. Tahu kalo mamak kesakitan memakai pernak pernik yang menurut mamak aneh itu, karena pada dasarnya mamak memang tomboy.

Next adat Jawa. Haduuuuhhh.. mamak udah bayangin si tusuk konde akan menyakiti kulit-kulit kepala mamak yang indah ini. Belum lagi dilukis cat hitam di jidat, lama banget lagi prosesnya. Padahal kan mamak masih mau ngobrol kesana kemari ama temen-temen mamak yang datang. Kali ini Allah juga paling tau perasaan mamak yang nggak mau disasak. Fungsi lain dari jilbab adalah menjadi pelindung dari kewajiban sasak menyasak di saat bersama bidan pengantin, hehe..

Next lagi, malamnya ganti pakaian kembang nggak jelas itu. Warnanya putih. Mamak lupa namanya, selayar apa ya?🤔
Hati mamak berkata : "Ya Rabb, kenapa si emak begitu tega nyuruh anaknya pakai pakaian 'norak' itu". Mungkin untuk orang lain biasa aja, tapi nggak untuk mamak. Mamak tetap berusaha untuk jadi diri sendiri. Walaupun udah pakai baju itu, mamak tetap bisa bolak balik kesana kemari untuk menyapa temen-temen mamak, makan bareng mereka, ketawa bareng, sampai mereka bilang "Baru kau lah pengantin yang bisa kayak gini, biasanya pada kalem-kalem..". Akhirnya kutukan si baju-baju yang mesti mamak pakai berakhir. Resepsi pun selesai.

Mitos terkait Pesta
Allah menunjukkan kalau memang Dia Maha Besar. Bisa mengalahkan kepercayaan orang-orang sekitar rumah orangtua mamak dulu, termasuk si emaknya mamak yang udah bolak balik ke "orang pintar"  biar hujan nggak datang di hari resepsi. 
Bukan tidak menghargai usaha emak, tapi anaknya ini lebih suka menyerahkan semua ke Allah, bukan ke yang katanya pawang hujan itu. Sia-sia kan si emak buang beras ketan yg dilempar ke atap rumah. Untuk yang satu ini, mamak dan ayah tertawa sampai berlinang air mata. Karena si pawang kalah telak!!!!! 
Hujan lebat, langit hitam, petir dan kilat yg menyambar datang menjelang sore. Rumah si emak yg biasanya nggak pernah kebanjiran pun kebanjiran. Alhamdulillah, makin lebat hujannya, makin banyak tamu yg datang. 

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً
Allahumma shoyyiban naafi’aan [Ya Allah, turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat].
Ditambah lagi mati listrik. KACAUUUUUUU!!!! Hanya bisa berdoa dalam hati agar acara tetap berjalan dan tidak mengecewakan si emak dan si papah. 

Cobaan yang sama juga terjadi di pesta kampung suami. Malam sebelum acara, pintu kamar kami diketok, terus ada tetangga yang bilang agar (maaf) celana dalam kami dilempar ke atap rumah.  #gubraaakkk 

Pengen pingsan rasanya. Ditungguin di depan pintu oleh si tetangga. Daripada dipaksa buka, aku dan suami punya ide dengan sedikit memodifikasi permintaan tetangga itu. Langsung bilang "Iya, sebentar ya." Selanjutnya kami keluar dan di depan orang itu memang kami melakukan hal yang ia inginkan, tapi tetap sambil ketawa-ketawa dalam hati. Dan besoknya, ternyata hujan datang sodara-sodara... 
Makasi ya Rabb, Engkau telah mendatangkan hujan saat itu, semoga berkah hujan tersebut dapat melunturkan mitos yang dipercaya warga sejak dulu.

Lupa dikasi makan siang. 
Teman-teman SMA kami pada dateng euy. Mumpung lagi nggak ada orang yang menghampiri untuk berjabat tangan dan memberi selamat ke pelaminan, plus perut kami udah laper banget (raja dan ratu sehari ini lupa dikasi makan siang, hiks..). 


Kami langsung turun dari pelaminan dan ngobrol ria sekelak ama temen SMA.. LophU guysss. Tuhan telah mengirimkan kalian untuk memberikan kesempatan kami makan siang dan pipi kami bisa istirahat senyam senyum dan bilang makasi ke semua orang yang datang.



Hiasan kepala jatuh. 
Tragedi yang tak pernah mamak kira sebelumnya. Waktu acara di rumah emak mertua, si hiasan kepala yg membuat kepala mamak pusing setengah hidup akhirnya jatuh. Saatnya sangat amat tidak tepat wahai hiasan. 
Tepat di saat ada orang yang mengucapkan selamat dan bersalaman. Mamak malu sampai mau kabur rasanya gara-gara timing jatuhnya itu nggak tepat banget. Entah karena salah si bidan pengantin atau salah si pengantin yang nggak bisa diam grasak grusuk. Dan tragedi itu berhasil membuat salah satu sahabat mamak tertawa ngakak dari jauh.

Akhirnya bayangan mamak punya resepsi pernikahan yang diperdengarkan lagu-lagu romantis Kahitna, Endless Love-nya siapa itu lupa, pokoknya lagu-lagu romantis tidak terwujud. Malah diganti dengan lagu ala melayu, hits indo, ditambah penyanyinya yang salah alamat.

Dibalik cerita-cerita, mamak sadar. Pakaian adat memang indah untuk dilihat dan mungkin memiliki makna untuk tiap item nya. Namun maaf, mamak kurang cocok untuk memakainya. Mungkin bisa jadi pelajaran untuk yang belum menikah agar pakaian yang digunakan lebih nyaman. Dan terkait mitos yang mengarah ke perbuatan syirik saat acara pernikahan, sebaiknya dihindari agar pernikahan lebih berkah.

Alhamdulillah mamak dijauhkan dari perbuatan syirik dan tetap percaya dengan kuasa-Nya. 
Pernikahan hanya terjadi sekali seumur hidup. Semoga pernikahan mamak berkah dan bisa melahirkan keturunan yg sholeh dan sholeha, berguna bagi agama, bangsa dan negara. Amin.

21 comments :

  1. Ngakak woii
    Gak sekalian pake sepatu Converse Mak 🤣
    Ka Dev berati orang Aceh tak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya una, orang aceh yang tak pande berbahasa aceh,wkwk

      Delete
  2. Wah sudah 10 tahun. Alhamdulillah. Semoga Sakinah Mawaddah Warahmah. Sebumi Sesurga-Nya Mbak Devi dan Suami.hihi penuh kenangan ya cerita nikahnya :D

    ReplyDelete
  3. Ga kuat sbenernya baca beginian. Yah rasa ingin di pelaminan makin tergoncang-goncang ini. Semoga saya bisa merasakan kebahagiaan seperti itu juga nantinya..aamiin

    ReplyDelete
  4. menarik sekali ceritanya, bisa berbagi pengalaman disaat hari pernikahan. semoga tulisan ini bisa menjadi sebuah kenangan bagi anak-anak, cucu.

    ReplyDelete
  5. Hiyahiyahiyaaaa kocaakk banget sih ceritanyaaa Mamaaakkk
    Ini hal yg berkesan bgt ya

    ReplyDelete
  6. Barakallah sudah 10tahun, make up nya gak terlalu nyentrik padahal jaman itu kayaknya tukang make up artist lagi tebel2nyaa hihi

    ReplyDelete
  7. Hahaha... maaf kalau saya tertawa ya, Mbak Devi. Soalnya ini lucu sekali. Kalau dikirim ke rubrik Gado=Gado Femina, pasti dimuat.
    Soal penangkal hujan pakai pawang sudah lumrah. Tapi sayang beras ketannya. mending dimasak lalu dimakan pakai serundeng hahaha. Dan itu acara lempar celana dalam ke atas atap, sungguh saya tak mengerti. talkutnya malah celdam itu digondol kucing hahaha.

    ReplyDelete
  8. Wah kita beda sehari kak , aku 9 Oktober . Tapi tahun nya juga beda sih aku 2011😁


    Selamat ulang tahun pernikahan kak. Semoga Allah senantiasa memberkahi keluarga kakak ya.

    ReplyDelete
  9. Hwaa.. samaan ini wedding anniv-nya. Kalau saya 10-10-2004. Jd kemaren ultah pernikahan yg ke-15 aka Crystal Wedding Anniv. Semoga samara selalu yaa kitaa... Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin kak Mia.. 5 tahun lebih senior dari kami nih..

      Delete
  10. soal adat istiadat menjelang penikahan itu kadang lucun dan anehnya gak ketulungan tapi anggap saja bumbunya nusantara

    ReplyDelete
  11. Wah sudah sepuluh tahun. Semoga selalu langgeng ya mbak, selalu sakinah, mawaddah wa rohmah. Selalu dalam ridho Allah...

    ReplyDelete
  12. mak devi, kita menikah dan resepsi di hari yang sama nih..

    toss dulu ah..
    sakinah , mawadah, warohmah bersama ya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wahhh,,, tos kak vi... Udah tua jugak kita yaa..

      Delete
  13. lupa dikasih makan, karena mungkin prinsipnya tu memuliakan tamu dahulu kak, jadi positif thinking saja hehehe

    Semoga sakinah mawaddah warahmah mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mendahulukan tamu dan raja ratu sehari kelaperan.. mantap mas,, wkwk..

      Delete
  14. Barakallah yaa mbak. Semoga langgeng dan berkah terus pernikahannya. Aih, tanggalnya tanggal cantik nih ya. Tahun pernikahannya lebih dulu setahun dari saya.

    ReplyDelete
  15. Ngakak parah mbak. Kocak ceritanya. Tapi memang sih mbak di Jawa tempatku ini tiap kali ada pernikahan, rata2 masih menganut kepercayaan ke orang pintar agar tidak hujan. Kadang suka heran juga sih mbak. Hihi

    ReplyDelete

Copyright © Mom Blogger Medan - Jendela Mamak. Designed by OddThemes