Embun yang suci.. itu arti namanya. 

Anak kedua yang cukup membuat kami mengelus dada dengan segala tingkahnya. Kesal dapat menjadi senyum dalam hitungan detik, begitu juga sebaliknya. Embun punya sesuatu yang berbeda dari aku dan ayahnya. Kami adalah tipe manusia yang sampai sekarang masih bingung jika ditanya bakat utama dalam diri kami. Kami bisa semua, bisa menjawab soal-soal dari sekolah tapi tidak punya keahlian menonjol di satu bidang. Kelihatan sekali produk dari sistem belajar yang diikuti di sekolah era 90-an. Sedangkan dia, sejak umur 3 tahun sudah kelihatan kreatifitasnya dari hasil karya menakjubkan yang ada saja dibuatnya. 

Rumah kami dan kamar neneknya adalah media kreatif nya. Maka jangan heran jika melihat kondisi rumah yang jarang rapi dan banyak coretan serta tempelan hasil karyanya,, hmm.. yang sudah mulai menular ke adiknya. Kalau orang lain melihat pelangi setelah hujan reda, kami dan tamu yang datang ke rumah kami akan langsung disuguhi pelangi tepat di ruang tamu yang pertama dimasuki.

Aku yakin jika kami bisa mengarahkan embun ke media belajar yang tepat sesuai dengan minat dan bakatnya, kelak ia akan menjadi pemimpin dari salah satu atau dua industri kreatif di negeri ini. Tak lupa kami selalu mendoktrin pikirannya agar selalu dekat dengan agama Allah dan mudah-mudahan penghafal Al Qur'an juga.

Berikut hasil karyanya yang berhasil kami abadikan dari jepretan kamera hp sederhana.

1. Rumah dari buku Halo Balita dan EBM


2. Sepatu Kertas khusus didesain untuk adiknya



3. Baju Musim Dingin Special for Hijaber


4. Makeup Stylist

5. Wall Painting sebagai Desain Interior Rumah


Semoga kami sebagai orangtua yang dititipi amanah si embun sebagai anak kami, dapat memberikan didikan terbaik semampu kami. Agar embun, sesuai dengan doa kami, dapat menjadi penyejuk orang-orang di sekitarnya dan memberikan manfaat bagi semuanya. Allah Sang Pemilik Hati, biarkan kami mencintainya segala kekurangan dan kelebihannya, beri kami kesabaran dalam mendidiknya, dan jaga hatinya agar selalu mencintai-Mu dan ajaran-Mu. Amin.
View Post
Photo : grup Room for Children
Bagi para orangtua, momen mengajarkan anak untuk pipis (BAK)/pup (BAB) di toilet atau biasa dikenal dengan istilah toilet training (TT), adalah suatu fase yang harus dilewati. Dari The American Academic of Pediatrics sendiri tidak ada patokan kapan TT bisa dimulai. Saat yang tepat adalah tergantung pada kesiapan fisik dan emosional masing-masing anak. Ada anak yang sejak umur 1,5 tahun sudah lancar TT, namun ada juga yang hingga umur 6 tahun belum bisa menahan pipis/pup. Mamak sendiri sudah mengalaminya, sampai-sampai mamak berpikir hanya kekuatan doa mamak aja yang bisa buat anak gadis umur 6 tahunnya bisa pipis dan pup di toilet. Lumayan kan beban belanja popok bisa berkurang, apalagi yang biasa membeli popok sekali pakai. (Teutep yaaaa, hitungan emak-emak.. :D)

Namun ternyata tidak semudah itu. Jangan terlalu berharap dengan mengajarkan anak TT sedini mungkin, lantas anak langsung mengerti dan tidak mengompol lagi. Memang itu tujuan akhirnya. Tapi untuk mengajarkan sesuatu pada anak, termasuk TT adalah soal konsistensi dan kepercayaan. Butuh waktu, pengertian dan kesabaran orangtua agar proses toilet training dapat berjalan dengan lancar.

Ajarkan anak ketika secara fisik ia sudah dapat mengontrol dirinya untuk menahan BAK dan BAB. Pada anak normal biasanya mulai umur 1,5 tahun sudah memiliki kemampuan ini.
Secara emosional, pastikan anak sudah tidak memberontak atau menangis lagi saat akan diajak ke toilet. Anak juga tidak boleh dipaksa karena dapat menimbulkan trauma pada anak itu sendiri.

Menurut dr. Mohammad Muchlis, SpA berikut tanda-tanda kesiapan anak untuk TT :
- Anak anda tidak mengompol minimal 2 jam saat siang hari atau setelah tidur siang
- BAB menjadi teratur dan dapat diprediksi
- Ekspresi wajah, postur menjadi tubuh dan kata-kata yang menunjukkan keinginan BAB atau BAK.

Pengalaman mamak untuk anak kedua, sangat sulit untuk mengajarkan TT. Banyak faktor pendorong sebenarnya, terutama saat ia baru memiliki adik. TT yang sudah mulai lancar menjadi mundur jauh ke belakang disebabkan mental dan emosionalnya yang tidak siap menerima adik baru. Ditambah lagi mamak yang kurang konsisten mengajarkan ia TT dengan baik. Dan mamak harus memperbaiki kesalahan mamak selama bertahun-tahun.

Adapun tahapan untuk mendukung anak TT antara lain :
      1.  Memastikan anak siap untuk TT, baik secara fisik maupun emosional
2.  Kurangi penggunaan diaper agar anak mengenal kapan akan BAK dan BAB
3.  Mengajak anak ke toilet dalam kurun waktu tertentu, misal 2 sampai 4 jam sekali untuk BAK atau BAB di pagi hari. Lakukan secara konsisten setiap hari
4. Dapat menggunakan media yang menyenangkan bagi anak, misal training potty yang sesuai dengan ukuran tubuh anak dan memungkinkan kaki anak untuk menjangkau lantai
5.  Ajari anak mengenal fungsi tubuhnya. Ajari anak memberitahu anda  jika merasa ingin BAK atau  BAB dan ajak mereka ke training potty untuk mengeluarkan pipis atau pupnya
6. Ajari anak kebiasaan menjaga kebersihan. Misalnya cara cebok yang benar dan mencuci tangan setelah BAK dan BAB
7.  Berikan pujian jika anak berhasil melakukan tahapan-tahapan tersebut. Bagi yang belum berhasil,  orangtua harus tetap sabar dan konsisten.


Pengalaman mamak di tiga anak berbeda-beda. Yang cukup mengelus dada adalah yang kedua. Saat ini mamak cukup lega karena ia sudah tidak mengompol lagi di malam hari. Jika ingin BAK, ia akan membangunkan mamak dan minta ditemani ke toilet. Anak ketiga usianya 3 tahun, Alhamdulillah juga sudah tidak mengompol lagi saat tidur siang dan malam. Masih ada PR mamak untuk sabar mengajari cara BAB yang benar di tempat yang benar, semoga dalam waktu dekat ini si bungsu dapat segera lulus juga. Biar mamak bisa benar-benar mencoret diaper dari daftar belanja bulanan rumah tangga, dan ikut mendukung gerakan kurangi pencemaran terhadap bumi tempat tinggal kita, hehe.. 

View Post
Bagi masyarakat Medan dan sekitarnya, libur di akhir pekan maupun libur di tanggal merah merupakan saat yang tepat untuk beristirahat atau mengunjungi tempat-tempat wisata yang jaraknya relatif tidak terlalu jauh dari kota atau di dalam kota Medan sendiri.

Brastagi biasanya menjadi pilihan yang disukai karena udaranya yang dingin dan waktu tempuh yang relatif singkat. Kurang lebih dua jam dari kota Medan, kita sudah dapat mengunjungi tempat ini. Brastagi sebenarnya adalah kota yang terletak di Kabupaten Karo yang terkenal dengan kawasan wisata pegunungan dan dekat Danau Toba. Terdapat dua gunung di daerah ini, Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung yang masih aktif bererupsi hingga saat ini.

Kurang lengkap rasanya jika liburan ke Kabupaten Karo jika hanya menginjakkan kaki di Kota Brastagi. Masih banyak kawasan wisata yang nggak kalah indahnya dengan di luar Sumatera Utara. Berikut delapan tempat yang dapat menjadi destinasi selain pasar buah di Kota Brastagi.

1. Pemandian Alam Sembahe
Tempat wisata ini terletak di Desa Sembahe, Kec. Sibolangit, Kab. Deli Serdang. Cukup banyak pengunjung yang datang ke tempat ini karena airnya yang jernih dan dingin dari pegunungan. Batu-batu besar yang ada di aliran sungai pun menambah daya tarik untuk segera mencemplungkan diri ke air. Tiket masuknya pun cukup ekonomis, cukup dengan harga 5 - 10 ribu rupiah saja sudah bisa menikmati dinginnya air disini.


2. Bukit Kubu
Hotel Bukit Kubu yang terletak di Brastagi merupakan tempat yang cukup menyenangkan untuk anak-anak. Lapangan rumput yang cukup luas dan sedikit berbukit membuat anak-anak leluasa untuk berlarian, bermain layangan, bermain balon, bermain bola, dan seluruh keluarga dapat piknik di lapangan rumput tersebut. Tiket masuk nya Rp.100ribu/minibus pada hari biasa dan Rp.150ribu/minibus pada hari libur. Dengan membayar sejumlah itu, pengunjung mendapatkan fasilitas satu tikar dan satu layang-layang lengkap dengan benangnya untuk dimainkan.


3. Hillpark
Hillpark adalah taman bermain yang berada di Sibolangit. Di sebelahnya juga terdapat villa yang dapat disewa jika ingin beristirahat dari hiruk pikuk kota Medan. Tiket masuknya cukup menguras kantong sih, dimana tiket terusan dihargai Rp120.000 dan tiket reguler dihargai Rp90.000.


4. Funland Miki Holiday
Tempat bermain yang satu ini sebenarnya mirip dufan di Ancol. Banyak wahana bermain yang ada di dalamnya yang cukup menarik dan menguras adrenalin. Bagi pecinta permainan ekstrem, pasti akan suka dan cocok bermain di tempat ini. Namun jika membawa anak-anak, hanya sedikit permainan yang dapat dinikmati, lebih ke jalan-jalan di sepanjang areanya. Tiket masuknya juga tergolong menguras kantong, Rp100.000 s.d Rp120.000 per orang, tergantung hari biasa atau hari libur.
Liputan tim NetTv.
Jurassic Tree
5. Peternakan Sapi Gundaling
Tempat ini merupakan tempat yang wajib mamak datangi kalau mamak ke Brastagi. Sebelum banyak orang yang mengetahui tempat ini, cukup asyik menikmati suasananya yang asri, melihat sekumpulan sapi perah sekaligus membeli susu sapi segar atau es krim. Saat ini peternakan sapi sangat ramai dikunjungi pelancong setiap harinya, terutama di hari libur.
Masuk ke tempat ini gratis, namun membeli susu segar dibandrol seharga Rp30.000/botol dan es krim seharga Rp10.000/cone.
foto : wina


6. Kebun Stroberi
Memetik sendiri stroberi memiliki sensasi yang menyenangkan terutama untuk anak-anak. Setelah dari peternakan sapi, rute selanjutnya pasti ke kebun stroberi karena memang satu arah dan jarak keduanya berdekatan. Di tempat ini juga tersedia tempat/saung untuk bersantai menikmati pemandangan yang ada atau sekedar memesan teh panas atau mie instan. Jika ingin menikmati pemandangan, kita tidak perlu membayar. Namun jika memetik stroberi, harus ditimbang dan dihargai Rp.80.000/kg nya.

Anak-anak memetik stroberi

7. Madu Efi
Madu Efi terkenal sebagai tempat yang instagenic sejak awal tahun 2019. Wisata alam dan edukasi ini terletak di Tanah Karo, sekitar 2 jam dari Kota Brastagi ke arah Siosar. Di areal seluas 28 hektar ini ditanami bunga-bunga tropis yang berbunga sepanjang tahun. Terdapat juga arena camping yang menyenangkan dan cocok untuk keluarga, peternakan sapi dan kuda. Tiket masuk ke Madu Efi Rp10.000/orang. Sayang sekali saat mamak kesini saat libur lebaran 2019, tempatnya penuh sesak oleh pengunjung. Mamak yang ingin melihat peternakan lebah pun harus kecewa karena lebahnya sedang tidak boleh dilihat. Semoga di kesempatan lain mamak bisa melihat lebah dan madu yang dihasilkan di Madu Efi ini.

instagram : Madu Efi

8. Air Terjun Sipiso-Piso
Yang suka travelling ke alam, pastinya sudah pernah mendengar air terjun Sipiso-Piso. Kawasan wisata ini terletak di daerah Kecamatan Merek. Waktu tempuh sekitar 2 jam lagi dari Kota Brastagi. Mamak yang sejak kecil belum pernah berkunjung, akhirnya punya kesempatan mengajak keluarga datang ke tempat ini sekedar menikmati pemandangan alamnya. Eksotis!!!! Tapi mengingat umur,, mamak nggak sanggup untuk turun ke bawah air terjun dengan harus menuruni anak tangga yang konon katanya butuh waktu satu jam. Gimana lagi naiknya ya?? Hmm...
instagram : devimamaraihan
Menatap Danau Toba dari Sipiso-Piso
Sekian cerita mamak. Nggak usah jauh-jauh kan untuk dapat berwisata melihat pemandangan indah sekaligus mengedukasi anak-anak untuk lebih bersyukur. Semoga bermanfaat dan dapat memilih tempat liburan sesuai kantong masing-masing.
View Post

Medan, kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kalau berkunjung ke kota ini, rasanya banyak tempat yang ingin dikunjungi dan makanan yang ingin dicicipi. Bahkan pernah ada yang bilang kalau udah pernah datang ke berbagai kota di pulau-pulau besar di Indonesia, namun makanan yang paling enak menurutnya tetap yang ada di Medan. Susah sekali mencari makanan yang tidak enak, hehe..

Untuk oleh-oleh pun banyak yang dapat dibeli dan dibawa pulang. Sebut saja durian, manisan jambu, bolu gulung khas Medan, sate kerang, sepertinya sudah menjadi beberapa pilihan pelancong yang datang ke kota ini.

Tak heran jika kue/cake kekinian yang menjadikan artis sebagai brand ambassador-nya pun mendirikan usaha oleh-oleh di tempat ini seperti di kota besar lainnya. Di lebaran kali ini, mamak mencoba Bolu Toba yang merupakan usaha dari keluarga artis Andika Pratama dan Ussy Sulistiawaty. Letaknya di Jalan Abdullah Lubis nomor 63/77 Medan, tepat di persimpangan lampu merah Jalan Wahid Hasyim dan Jalan Abdullah Lubis. Toko ini mulai buka jam 08.00 WIB sampai jam 22.00 WIB.

Front Counter yang ramah
Kenapa Bolu Toba? Namanya mungkin terinspirasi dari Danau Toba yang merupakan ciri khas Sumatera Utara. Mamak coba membeli bolu rasa spiku karena toppingnya ada dua, parutan coklat dan keju yang sangat menggugah selera. 

Bolu Toba rasa Spiku
Belum apa-apa anak mamak udah mencomot coklatnya yang cukup tebal sebagai topping. Potongan pertama mamak coba, mamak langsung suka. Bolunya lembut banget, coklatnya juga nggak terlalu manis. Dan ada satu aroma khas yang mamak doyan dari gigitan pertama, khas Toba kalau kata ayahnya anak-anak yang memang berdarah Mandailing tulen. Aroma ini berasal dari bubuk kayu manis. Mamak juga kurang tau dari lapisan yang mana karena bolu ini memiliki tiga lapisan di bawah topping nya, yaitu oranye (atas), coklat basah (tengah) dan bolu coklat (bawah). Mirip lapis legit namun lebih lembut dan coklatnya ada yang lumer di mulut. Tepat sekali jika disandingkan dengan kopi takar khas Mandailing yang mengaduknya juga dengan kayu manis.

Nyummy....
Ini menikmati cake ala mamak.. :)

Ada beberapa varian rasa lainnya, coklat padang bulan, tiramisu, japaris durian, titi kuning cheese dan pancing hazelnut oreo. Lain kali mamak harus mencoba satu per satu. 


Bolu Toba juga menjual oleh-oleh lain khas Sumatera Utara berupa hasil kerajinan masyarakat lokal dan cemilan. Jadi pelancong bisa sekaligus membeli beragam oleh-oleh di tempat ini tanpa harus keliling ke tempat lain. Lebih menghemat waktu lah bagi yang harus buru-buru.

Cemilan di Bolu Toba

Kaos Medan, clutch, kain batik dan berbagai merchandise 

Clutch dan kalung 
Bolu Toba ini cukup mamak rekomendasikan sebagai oleh-oleh dari Medan atau cake untuk dimakan sendiri di rumah. Nggak sampai satu jam, satu kotak bolu yang mamak beli itu pun habis. Enak kali bah!!!!
View Post

Udah lama mamak pengen eksekusi resep ini. Seperti biasa, tiap mencoba makanan yang dirasa enak, mamak selalu pengen bisa buat sendiri. Mamak dan ayah termasuk penyuka makanan berkuah seperti sup, soto, dan sejenisnya. Pertama kali mamak makan tomyam (mamak lupa dimana), mamak kurang menyukai rasanya. Lebih mirip sayur asem namun dengan isian yang beda.

Jadi kapan mamak mulai menyukai tomyam? Hmm,, sejak makan tomyam di wajir seafood bersama suami. Entah karena rasa tomyamnya yang memang enak, atau karena yang nemenin bikin enak, wkwk..

Memang enak sih, beda dari tomyam yang pernah mamak makan di tempat lain. Rasa kincong (kecombrang) nya kuat, lalu ada satu aroma yang mamak nggak tau itu apa. Bukan seledri atau daun bawang, apalagi daun jendela. #eh :D

Mamak coba browsing resepnya, mulai dari cookpad hingga youtube. Bahan-bahannya cukup kompleks. Jenis bumbu yang digunakan tidak sebanyak masakan Indonesia, mungkin memang begitu dari negeri asalnya, Thailand. Berikut resep yang udah dimodif ala mamak ya.

Bahan :
-   ¼ kg udang,
-   ¼ kg cumi
-   ¼ baso ikan
-   1 kaleng kecil jamur kancing (mamak pake yang kalengan)
-   1 batang sawi hijau
-   1 batang sawi putih
-   1 batang kincung (kecombrang)
-   ½ batang daun ketumbar
-   2 batang serai, geprek
-   1 lembar daun salam
-   2 lembar daun jeruk
-   2-3 buah jeruk nipis
-   2 sdm kecap ikan
-   Saos sambal secukupnya

Bumbu yang dihaluskan :
-   5 siung bawang merah
-   3 siung bawang putih
-   6 buah cabe merah (mamak buat nggak pedas biar si sulung bisa makan juga)
-   3-4 cabe merah kering

How To :
-   Bersihkan udang , pisahkan daging udang dengan kulit, kepala, dan ekornya
-  Buat kaldu udang dengan merebus kulit, kepala, dan ekor udang. Setelah matang, saring hingga  tersisa kaldu/air rebusannya saja. Sisihkan.
-   Tumis bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan ke kaldu dan panaskan di atas kompor.
-  Masukkan udang, cumi, baso ikan, jamur, kincung, daun ketumbar, serai, daun salam, dan daun jeruk ke dalam kaldu rebusan secara bergiliran.
-   Tambahkan kecap ikan dan saos sambal untuk menambah rasa gurih dan warna merah pada sup.
-   Jika sudah mulai mendidih, masukkan sayuran dan perasan air jeruk nipis.
-   Tambahkan gula garam secukupnya, koreksi rasa.
-   Sup tomyam seafood siap dihidangkan.


Menu ini mamak sajikan untuk makan malam setelah berbuka puasa. Rasanya segar, rasa asam dan kaldu seafood menambah kelezatan sup ini. Awalnya pernah coba pake tambahan susu dan santan, tapi kali ini lebih alami rasa kuahnya. Anak mamak pun suka karena mamak memang sengaja buat nggak terlalu pedas. Aslinya tomyam Thailand pedas, tinggal kita yang memodifikasi resep sesuai kebutuhan. Dan aroma yang mamak pernah rasa di tomyam yang ada di wajir seafood, ternyata berasal dari dau ketumbar. Khas sekali.. Dan mamak cuma bisa beli daun itu di toko tertentu, di warung-warung biasa dekat rumah nggak bakal ada.

Oke,, sekian resep dari mamak. Semoga bermanfaat ya..
View Post


Sudah hampir sebulan si sulung mengeluhkan gigi graham atasnya yang sakit karena mulai goyang. Sebelumnya mamak memang menemukan ada satu gigi tumbuh dari atas gigi yang goyang tersebut. Namun berpikir itu adalah gingsul yang selama tidak mengganggu bisa dibiarkan saja tanpa treatment medis apapun. Sudah ada rencana ke dokter gigi untuk diperiksa, namun seperti biasanya mamak selalu menunda-nunda karena si anak yang udah menolak duluan untuk ke dokter gigi. Takut sakit katanya.

Akhirnya tadi malam mamak terpaksa ke dokter gigi karena melihat perkembangan gigi (yang mamak anggap gingsul) itu semakin mendorong gigi di bawahnya. Sependek yang mamak baca, sepertinya itu bukan gingsul, namun gigi graham dewasa yang pertumbuhannya terhambat gara-gara gigi susunya belum dicabut. Si sulung pun mulai mengeluh sakit tiap menyikat gigi. Mamak nggak mau ambil risiko menghadapi anak yang sakit gigi di saat dokter gigi pada lebaran. Kasihan juga kan kalo si sulung jadi terbatas makannya gara-gara giginya yang goyang terasa sakit terus.

Setelah berbuka puasa mamak mengajak si sulung ke praktek dokter gigi langganan dekat rumah. Agak drama dan mewek sih karena lagi-lagi dia bilang takut sakit. Bukan mamak namanya kalo kalah ama anaknya, apalagi dalam kondisi yang levelnya sudah “WAJIB” seperti ini. Sesampainya disana ternyata prakteknya nggak buka, mungkin karena persiapan sholat tarawih kali ya, atau memang dokternya udah mudik mengingat beberapa hari lagi sudah lebaran. Oke, mamak cari yang lain. Sampai di klinik yang masih sekitaran rumah mamak, ternyata dokter giginya pun udah nggak masuk praktek. Haiyyahhh,,, bagaimana ini? Si sulung juga menambahkan drama nggak mau ke dokter lain lagi.

Mamak ingat masih ada dua tempat lagi yang mamak inget ada prakter dokter gigi. Tetap dengan motor kesayangan, mamak melaju kesana. Lagi-lagi di tempat ketiga praktek tutup. Alternatif terakhir yang mamak ingat adalah klinik khusus perawatan gigi di sekitar Jalan Merak, Medan yang masih bisa mamak tempuh dengan motor. Alhamdulillah,, masih buka ternyata, Primadona Dent Care namanya. Meskipun mamak harus menunggu sekitar setengah jam hingga dokternya tiba.


Menghabiskan waktu dengan ngobrol bersama suster dan satu pasien lain, akhirnya sang dokter yang ditunggu pun datang. Anak mamak langsung dipanggil masuk ke ruangan dan diperiksa giginya. Benar saja, dengan alat yang ada, dokter pun memfoto kondisi gigi si sulung dari dalam dengan alat yang tersedia. Cukup buat mamak meringis karena hampir semua giginya ditutupi oleh karang gigi yang membuat gusinya sering berdarah saat menyikat gigi. Dan si gigi yang awalnya mamak pikir gingsul, ternyata adalah gigi dewasa yang sudah mulai tumbuh namun pertumbuhannya terhalang oleh gigi susu yang masih ada. Nggak tanggung-tanggung, ada dua gigi susu yang harus dicabut agar gigi dewasa tersebut dapat tumbuh normal.

Langsung saja mamak minta dokter untuk mencabutnya. Namun dokter mengatakan akan membersihkan seluruh karang gigi yang menempel di gigi si sulung sebelum mencabut gigi yang harus dicabut. Kalo yang ini mamak nggak berani komentar, karena mamak sendiri belum pernah membersihkan karang gigi karena mendengar bunyi alatnya aja mamak udah ngilu. Tapi dengan cara menjelaskan dokter yang cukup komunikatif terhadap si sulung, akhirnya dia berani untuk dibersihkan karang giginya.

Selama proses pembersihan, dokter tetap bercerita agar si sulung tidak fokus ke ngilu dan sakit pada giginya akibat dibersihkan. Beberapa kali si sulung meringis, tapi alhamdulillah bisa bertahan hingga proses selesai. Dokter pun menunjukkan foto gigi setelah dibersihkan. Dan mamak sendiri cukup senang dengan hasilnya, begitu juga si sulung. Tak lupa dokter memberikan salep anti nyeri untuk gusinya.

Masuk ke tindakan selanjutnya, mencabut dua gigi graham atas. Mamak pikir bius yang digunakan masih berbentuk gel atau semprot seperti saat mencabut gigi anak di dokter sebelumnya. Namun mungkin karena ini gigi graham, biusnya harus melalui suntikan. Si sulung pun ketakutan sampai menangis. Sepertinya dia trauma melihat jarumnya yang mirip jarum suntik untuk membius saat akan dikhitan/disunat. Terang saja mamak langsung tertawa dan berusaha menenangkannya. Tak lama setelah dibius, dua gigi graham pun dicabut oleh dokter tanpa rasa sakit sedikitpun.

Selesai kewajiban mamak membawa si sulung ke dokter gigi. Biayanya pun tidak terlalu mahal untuk hasil yang mamak lihat, peralatan yang cukup memadai, dan komunikasi yang nyaman dari sang dokter. Terima kasih bu dokter, anak mamak puas sekali dengan kondisi giginya sekarang. Di jalan pulang mamak bertanya pada si sulung, enakan mana dokter di tempat sebelumnya atau di tempat barusan? Dan dengan tegas dia bilang, yang barusan. Mulutnya pun terasa lebih nyaman dan nafasnya tidak bau seperti sebelum dibersihkan karang giginya. Sahur ini juga terasa lho, biasanya gelas yang dipakai si sulung langsung berbau tidak enak, namun sahur kali ini tidak begitu lagi.

Ternyata melihat hasil si sulung, si ayah pun pengen ke primadona lagi. Sepertinya ini akan menjadi agenda 6 bulan sekali ayah dan anak untuk cek gigi atau membersihkan karangnya. Mamaknya?? Mmm,, nanti dipikirin dulu, hehe..
View Post