Saat si Sulung ke Dokter Gigi : Bersihkan Karang dan Cabut Gigi Susu



Sudah hampir sebulan si sulung mengeluhkan gigi graham atasnya yang sakit karena mulai goyang. Sebelumnya mamak memang menemukan ada satu gigi tumbuh dari atas gigi yang goyang tersebut. Namun berpikir itu adalah gingsul yang selama tidak mengganggu bisa dibiarkan saja tanpa treatment medis apapun. Sudah ada rencana ke dokter gigi untuk diperiksa, namun seperti biasanya mamak selalu menunda-nunda karena si anak yang udah menolak duluan untuk ke dokter gigi. Takut sakit katanya.

Akhirnya tadi malam mamak terpaksa ke dokter gigi karena melihat perkembangan gigi (yang mamak anggap gingsul) itu semakin mendorong gigi di bawahnya. Sependek yang mamak baca, sepertinya itu bukan gingsul, namun gigi graham dewasa yang pertumbuhannya terhambat gara-gara gigi susunya belum dicabut. Si sulung pun mulai mengeluh sakit tiap menyikat gigi. Mamak nggak mau ambil risiko menghadapi anak yang sakit gigi di saat dokter gigi pada lebaran. Kasihan juga kan kalo si sulung jadi terbatas makannya gara-gara giginya yang goyang terasa sakit terus.

Setelah berbuka puasa mamak mengajak si sulung ke praktek dokter gigi langganan dekat rumah. Agak drama dan mewek sih karena lagi-lagi dia bilang takut sakit. Bukan mamak namanya kalo kalah ama anaknya, apalagi dalam kondisi yang levelnya sudah “WAJIB” seperti ini. Sesampainya disana ternyata prakteknya nggak buka, mungkin karena persiapan sholat tarawih kali ya, atau memang dokternya udah mudik mengingat beberapa hari lagi sudah lebaran. Oke, mamak cari yang lain. Sampai di klinik yang masih sekitaran rumah mamak, ternyata dokter giginya pun udah nggak masuk praktek. Haiyyahhh,,, bagaimana ini? Si sulung juga menambahkan drama nggak mau ke dokter lain lagi.

Mamak ingat masih ada dua tempat lagi yang mamak inget ada prakter dokter gigi. Tetap dengan motor kesayangan, mamak melaju kesana. Lagi-lagi di tempat ketiga praktek tutup. Alternatif terakhir yang mamak ingat adalah klinik khusus perawatan gigi di sekitar Jalan Merak, Medan yang masih bisa mamak tempuh dengan motor. Alhamdulillah,, masih buka ternyata, Primadona Dent Care namanya. Meskipun mamak harus menunggu sekitar setengah jam hingga dokternya tiba.


Menghabiskan waktu dengan ngobrol bersama suster dan satu pasien lain, akhirnya sang dokter yang ditunggu pun datang. Anak mamak langsung dipanggil masuk ke ruangan dan diperiksa giginya. Benar saja, dengan alat yang ada, dokter pun memfoto kondisi gigi si sulung dari dalam dengan alat yang tersedia. Cukup buat mamak meringis karena hampir semua giginya ditutupi oleh karang gigi yang membuat gusinya sering berdarah saat menyikat gigi. Dan si gigi yang awalnya mamak pikir gingsul, ternyata adalah gigi dewasa yang sudah mulai tumbuh namun pertumbuhannya terhalang oleh gigi susu yang masih ada. Nggak tanggung-tanggung, ada dua gigi susu yang harus dicabut agar gigi dewasa tersebut dapat tumbuh normal.

Langsung saja mamak minta dokter untuk mencabutnya. Namun dokter mengatakan akan membersihkan seluruh karang gigi yang menempel di gigi si sulung sebelum mencabut gigi yang harus dicabut. Kalo yang ini mamak nggak berani komentar, karena mamak sendiri belum pernah membersihkan karang gigi karena mendengar bunyi alatnya aja mamak udah ngilu. Tapi dengan cara menjelaskan dokter yang cukup komunikatif terhadap si sulung, akhirnya dia berani untuk dibersihkan karang giginya.

Selama proses pembersihan, dokter tetap bercerita agar si sulung tidak fokus ke ngilu dan sakit pada giginya akibat dibersihkan. Beberapa kali si sulung meringis, tapi alhamdulillah bisa bertahan hingga proses selesai. Dokter pun menunjukkan foto gigi setelah dibersihkan. Dan mamak sendiri cukup senang dengan hasilnya, begitu juga si sulung. Tak lupa dokter memberikan salep anti nyeri untuk gusinya.

Masuk ke tindakan selanjutnya, mencabut dua gigi graham atas. Mamak pikir bius yang digunakan masih berbentuk gel atau semprot seperti saat mencabut gigi anak di dokter sebelumnya. Namun mungkin karena ini gigi graham, biusnya harus melalui suntikan. Si sulung pun ketakutan sampai menangis. Sepertinya dia trauma melihat jarumnya yang mirip jarum suntik untuk membius saat akan dikhitan/disunat. Terang saja mamak langsung tertawa dan berusaha menenangkannya. Tak lama setelah dibius, dua gigi graham pun dicabut oleh dokter tanpa rasa sakit sedikitpun.

Selesai kewajiban mamak membawa si sulung ke dokter gigi. Biayanya pun tidak terlalu mahal untuk hasil yang mamak lihat, peralatan yang cukup memadai, dan komunikasi yang nyaman dari sang dokter. Terima kasih bu dokter, anak mamak puas sekali dengan kondisi giginya sekarang. Di jalan pulang mamak bertanya pada si sulung, enakan mana dokter di tempat sebelumnya atau di tempat barusan? Dan dengan tegas dia bilang, yang barusan. Mulutnya pun terasa lebih nyaman dan nafasnya tidak bau seperti sebelum dibersihkan karang giginya. Sahur ini juga terasa lho, biasanya gelas yang dipakai si sulung langsung berbau tidak enak, namun sahur kali ini tidak begitu lagi.

Ternyata melihat hasil si sulung, si ayah pun pengen ke primadona lagi. Sepertinya ini akan menjadi agenda 6 bulan sekali ayah dan anak untuk cek gigi atau membersihkan karangnya. Mamaknya?? Mmm,, nanti dipikirin dulu, hehe..

5 comments :

  1. Ya Allah jadi kangen almarhum bapak.
    Dulu pas kecil2, selalunya diajak ke dokter.

    Bahkan masalah seperti si sulung mamak itu pernah awak alami.

    4 gigi susu harus diCabut.

    Dokter nya ngasih permen dulu. Ternyata itu vit. C

    Trus habis ke dokter gigi biasanya bapak selalu bertanya, mau beli apa?

    Martabak manis, sate, durian, atau makanan lain.

    Jadi merasa bersalah sama anak2 emak sekarang karena ke dokter gigi kalo ada masalah saja.

    Padahal dulu bapak rajin membawa kami ke sana..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok ke dokter gigi ajak anak kak. Cari yang ramah di kantong aja, wkwk

      Delete
  2. Ya Allah jadi kangen almarhum bapak.
    Dulu pas kecil2, selalunya diajak ke dokter.

    Bahkan masalah seperti si sulung mamak itu pernah awak alami.

    4 gigi susu harus diCabut.

    Dokter nya ngasih permen dulu. Ternyata itu vit. C

    Trus habis ke dokter gigi biasanya bapak selalu bertanya, mau beli apa?

    Martabak manis, sate, durian, atau makanan lain.

    Jadi merasa bersalah sama anak2 emak sekarang karena ke dokter gigi kalo ada masalah saja.

    Padahal dulu bapak rajin membawa kami ke sana..

    ReplyDelete
  3. Harga oke kak? Wkwkwk ke dokter gigi nih harganya kadang ga kira2 wkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anak kk kemaren total 350rb karena sekalian bersihin karang gigi (200rb). Mending lah daripada dokter gigi anak yang bisa sampe sejuta sekali dateng, hehe..

      Delete

Copyright © Mom Blogger Medan - Jendela Mamak. Designed by OddThemes