Kisah Inspiratif : Suami Istri Beriman Jendral

Credit : kabariku.com
Kuceritakan sebuah kisah..
Aku mengenalnya sebagai pemuda potensial. Sebagian mengenalnya sebagai aktifis dakwah. Orang yang ketika berdekatan dengannya akan ikut terpanggil berbuat kebajikan. Suatu waktu kutanya arti namanya, dia bilang Allah Trima Kasih Karunia Mu (Altrika).

Kami satu kuliah, barengan tamat. Di masa kuliah, prestasi akademiknya lumayan, prestasi organisasinya yang luar biasa, hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden Mahasiswa USU. Oleh karenanya, banyak yang memprediksi kesuksesan dunia yg akan segera digapainya.

Lulus kuliah, aku berkarier di birokrasi. Dia memilih untuk mendirikan lembaga pendidikan bahasa inggris. Sebuah kenekatan, penuh risiko, karena jelas bukan zona nyamannya. Tapi, seperti dirinya, aku yakin akan jalan yg dipilihnya, karena tau kebulatan tekadnya. Alhamdulillah, untuk menemani jalan dakwahnya, dia menikah dengan seorang gadis sholehah.

Saat awal itulah, ternyata Allah berkehendak lain. Allah ternyata ingin menaikkan derajatnya dan keluarganya. Qodarullah, tidak lama setelah menikah, dia terkena stroke. Riwayat darah rendahnya mengakibatkan pecahnya pembuluh darah di otak. Seketika dia ambruk, yang memaksa dirinya tidak mampu lagi mensinergikan perintah otak dengan semua gerak motoriknya. Kelumpuhan tubuh & bicara merupakan efek dari kejadian itu.

Masya Allah, takdir itu ternyata memberi efek luar biasa bagi keluarganya. Istrinya, mampu tetap tenang menghadapi cobaan. Orangtua dan keluarga, bersatu memberi bantuan. Tidak hanya itu, aktivis dan sahabat dakwahnya pun semua datang ke rumah sakit memberi doa dan dukungan. Saat menjenguk, mata ini tak kuasa membendung air mata yang mengalir tak tertahan. Setelah beberapa kali operasi di bagian otak, dia akhirnya boleh kembali pulang ke keluarganya.


Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 286 :
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma’aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

Fase inilah yang kemudian menunjukkan kelas dirinya & keluarganya. Kalau mungkin sebagian wanita akan melepaskan diri dari suaminya, maka istrinya justru mewakafkan dirinya untuk semakin berbakti kepada suaminya. Ya, semakin berbakti. Pun dengan dia, justru semakin terlihat bersyukur dengan semakin seringnya ia beribadah dan menyebut Asma Allah.
Dalam surat Al Insyirah ayat 5-6 :
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
"Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Setelah kesusahan, pasti ada kemudahan. Alhamdulillah, ketika perlahan-lahan kondisinya membaik, Allah tambahkan dengan nikmat seorang anak. Saat masih proses terapi dan pemulihan dari kelumpuhan, istrinya mengandung. Lelaki kecil yg menemani hari2 mereka ke depan. Kali ini benar-benar kuasa Allah yang aku lihat, "Kunfayakun".. 
Sesekali aku menelepon, hanya kalimat takbir yang kuat terdengar dari mulutnya. Dan saat itulah lagi-lagi hatiku dan istriku bergetar mendengar suaranya. Begitu Allah sangat sayang pada ia dan istri sholehahnya.

Setelah sekian lama tak berjumpa, kemarin aku berkesempatan mengunjunginya di daerah Siantar. Disambut kedua orang tuanya, aku menunggu bersama istri & anak-anak.

"Sabar ya, dia kalau udah wudhu tu lama kali di kamar mandi", penjelasan ibu nya justru membuatku tersenyum bangga. 

Perlahan tapi pasti, dia kemudian menuruni anak tangga rumahnya untuk kemudian menyambut dan mengajakku ke mesjid. Ya, ke mesjid. dia tidak pernah meninggalkan shalat berjamaahnya. Masya Allah. Kata2nya yang sekarang sudah mulai bisa dipahami, tak lepas mengucap syukur & puji kepada Allah. Alhamdulillah, kabar terkini, istrinya sedang mengandung anak kedua.

Allah memberikan cobaan sesuai dengan kemampuan kita. Orang beriman jendral akan diberi Allah cobaan sekelas jendral. Terima kasih Diki dan Ana. Dari keluarga kalian, aku belajar memaknai kalimat itu. Kelas kalian sudah lebih tinggi, dari kami yang sering lupa untuk bersyukur. Pertemuan kita memang sebentar, tapi sungguh membekas di sanubari. Aku bangga bisa menyebutmu dengan sebutan teman. Semoga Allah semakin memberkahi keluarga kalian.

Ya, ini cerita tentang kalian..

#Ditulis kembali dari cerita suami tercinta, Rahmad Fauzi Salim

21 comments :

  1. Altrika..

    Saya pernah baca tokoh suatu essay anak2.

    Namanya Aldiano. Pendekan dari Alhamdulillah Dia Nongol.

    Dan nama anak saya, milvinof, pendekan dari mirwan love vivi now and forevehh
    Hehhehe

    Saya suka nama2 yg sepeeti itu 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awak jd salfok ke komen kak vivy..lucu bgt itu namanya milvinof 😁😅😂😂

      Delete
    2. Awak jd salfok ke komen kak vivy..lucu bgt itu namanya milvinof 😁😅😂😂

      Delete
    3. Sama kayak una, ternyata nama anak kakak bisa buat dv ketawa, haha..

      Delete
    4. milivinof ya kak. gayak jargon,, buat semangat . kalo ini buat hari-hari berbunga2

      Delete
  2. Di friend list facebook awak, ada yang kayak gini..
    jangan2 ini orang yang sama..
    e hehehe

    Mencari yang bersama saat senang memang mudah, tapi saat susah belum tentu.
    Nice story to remind us

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aktivis dakwah kampus biasanya tau cerita ini kak. Pasangan yang fenomenal ini buat aku.

      Delete
  3. Semoga mendapatkan pasangan yang "menua bersama till jannah" ya kak. Aaaamiin ya Robb.
    Alhamdulillah. semoga selalu diberikan kesehatan buat keluarga yang dalam cerita.
    #jombloBaper

    ReplyDelete
  4. Mashaallah❤ semoga rumah tangga mereka menaburkan bibitbibit positifnya ya kak😍

    ReplyDelete
  5. MasyaaAllah, Diki Altrika ternyata.

    Pas baca diawal sudah kefikiran,apakah dia... Ternyata benar.
    Gimana kabar Ana skg?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kk kenal diki dan kak ana? Alhamdulillah mereka sehat, kak ana kerja di salon muslimah di siantar dan lagi hamil anak kedua.

      Delete
  6. Hmm sepertinya aq perlu menjumpai kedua org itu, mau bertanya ttg cara bersyukur nya. MasyaAllah

    ReplyDelete
  7. Laa yukallifullaha illa wus'aha. Tetap yakin bahwa mereka kuat menjalaninya. Allah memilih Diki dan Ana untuk menanggung cobaan yang demikian berat seukuran usia mereka. Tfs yaa

    ReplyDelete
  8. ya alah kak, ini beneran kisah nyata?
    Malu dan merasa tertampar saat baca kisahnya. jadi ingat kalau ada masalah kok ya lembek kali awak ini dikira lah udah awak kali yg paling diuji dimukabumi ini. astagfirullah....

    masyaAllah tabarakallah bt bang diki dan kak ana. semoga selalu istiqomah di jalan yang benar dan di agama allah. aamiin

    ReplyDelete
  9. Masyaallah cerita nya bikin awak tersentil menghadapi masalah kecil di keluarga aja buat awak baper dan misuh2 sama pak su, makasi sharingnya ya kk :)

    ReplyDelete
  10. Intinya ttp sbar dan semangat ya kak :"))) smua ada solusinya

    ReplyDelete
  11. Itulah sejatinya yang harus dilakukan suami istri yang memvisikan pernikahannya sebagai jalan menuju Jannah-Nya bersama-sama. Semoga aku dan suami bisa seperti itu selalu ada dalam suka dan duka.

    ReplyDelete
  12. Sama-sama beriman ya ka,
    Dalam beberapa kasus banyak istri yg merasa nggak sanggup dan memilih meninggalkan suami

    Kalau umi Una lain lagi,
    Ngurus Buya, eh setelah 2 tahun sok kompak ngikut sakit stroke,
    Akhirnya keduanya terbaring deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa lekas sembuh buya dan umi una ya..

      Delete
  13. Awalnya, Alfie pikir ini cerita kakak...

    Sesudah kesulitan, ada kemudahan. Namun masih banyak yang belum bisa mendapatkan kemudahan kalau ga mau berusaha dan beriman ya kak. Bersyukur dan bersabar juga sih perlu.

    ReplyDelete

Copyright © Mom Blogger Medan - Jendela Mamak. Designed by OddThemes