Covid-19 : Semua Tinggal Menunggu Giliran

Udah sepuluh bulan virus covid-19 menjadi pandemi di berbagai belahan bumi. Tak terkecuali Indonesia yang berdampak pada banyak aspek kehidupan masyarakat. Tak terhitung banyaknya perusahaan yang merugi, karyawan di PHK hingga banyaknya kematian yang diduga disebabkan oleh virus ini.

Saya pribadi memandang covid-19 pada akhirnya akan menjadi seperti flu biasa. Kalau di awal pandemi banyak orang yang membayangkan virus ini akan menyebabkan kematian dengan cara tragis seperti di film The Flu produksi Korea Selatan, sekarang banyak yang menganggap virus ini seperti virus flu pada umumnya. 

Saya pernah mendengar bahwa awal mula munculnya penyakit munmen alias muntah mencret yang banyak menyebabkan kematian. Semua orang juga merasakan ketakutan akan terinfeksi. Sama dengan awal munculnya pandemi virus covid-19 di awal 2020 lalu.

Namun sekarang kalau mendengar ada yang sakit munmen, reaksinya cuma "oohh.. munmen. InsyaAllah sembuh kok." 

Dengan banyaknya orang di sekitar saya yang pernah terinfeksi covid-19, reaksi saya saat mendengarnya saat ini juga nggak kaget-kaget banget kayak dulu.  Setiap orang tidak dapat menghindari paparan virus ini lagi. Pada akhirnya setiap kita hanya menunggu giliran saat imun tubuh lemah dan si virus masuk ke tubuh kita.

Tak peduli seberapa ketat kita menjaga protokol kesehatan, menggunakan masker, sering cuci tangan ataupun selalu di rumah aja dan menghindari kerumunan. Virus ini sudah ada dimana-mana, cepat atau lambat akan datang menghampiri kita dari orang-orang di sekitar.

Jadi inget teori herd immunity yang pernah saya baca. Virus nggak bisa dihindari lagi, hanya yang kuat imunnya yang dapat bertahan dengan virus yang menginfeksi tubuh mereka. Dengan atau tanpa gejala.

Saya saat ini menjadi covid survivor. Menghitung hari sejak gejala awal demam dan seluruh punggung serasa digebukin orang sekampung. Tubuh sering cepat capek, sempat tidak bisa mencium bau apapun dan nggak bisa nafas panjang. 

Awal demam di dua hari pertama saya pikir kena flu biasa karena anak tetangga juga pada sakit. Perubahan cuaca di bulan Desember yang sering hujan wajar membuat banyak orang kena flu dan demam. 

Sakit punggung yang saya kira masuk angin namun tak kunjung hilang walaupun sudah dipijat tiap hari, pun tak membuat saya curiga terinfeksi covid-19. Hingga akhirnya di hari kelima setelah demam, saya menyadari indra penciuman saya hilang. Bau lotion dan minyak kayu putih sama sekali tak terasa walaupun sudah saya oleskan berkali-kali hingga hidung saya lecet.

Esoknya saya langsung disarankan dokter untuk tes swab PCR. Dan hasilnyaaaaaaa positif. Apa yang saya rasakan kala itu? Pengen ketawa aja. Akhirnya kena juga.

Saya langsung isolasi di kamar sendiri. Kalo keluar kamar selalu memakai masker. Jarak dengan anak diusahain selalu dijaga. Walaupun pada kenyataannya anak selalu datang ke mamaknya, hix..

Saat ini sudah hari ke 13 sejak gejala awal. Dari yang pernah saya baca virus dalam tubuh saya udah nggak bisa lagi menular ke orang lain di sekitar saya. Kondisi saya pun pelan-pelan mulai normal. Indra penciuman sudah berfungsi kembali walaupun belum 100%.

Banyak yang nanya, anak-anak saya gimana? Nggak ketularan kah?
Kalau dari teori sih seharusnya udah jelas terpapar si virus. Namun sejak saya dipastikan terinfeksi covid-19, saya membekali orang serumah dengan vitamin dan madu untuk menjaga daya tahan tubuh mereka. Virus hanya bisa dilawan dengan imun tubuh yang baik. Selain isolasi, menjaga jarak dan berdoa, hanya itu yang memungkinkan untuk saya lakukan.

Berikut tips yang bisa saya berikan jika tiba giliran covid-19 menyapa kita.

1. Tetap tenang
Banyak orang yang masih kaget dan stress jika didiagnosa terinfeksi covid-19. Wajar saja kalau kaget, apalagi merasa sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Tapi kagetnya jangan kelamaan. Kondisi ini harus diterima. Anggap saja sebagai cobaan untuk meningkatkan keimanan pada Tuhan. Hadapi penyakit ini dengan tenang maka semua akan lebih mudah dalam proses menuju kesembuhan.

2. Tingkatkan imun
Virus hanya dapat dilawan dengan imunitas atau kekebalan tubuh yang baik. Konsumsi makanan dan minuman bernutrisi tinggi, vitamin tambahan, jamu atau herbal, berjemur dan istirahat adalah beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan imun tubuh dalam melawan virus yang masuk ke tubuh. Selain itu pikiran positif dan hati yang bahagia juga menjadi kunci utama baiknya imunitas seseorang.

3. Isolasi
Hingga saat ini sifat virus covid-19 yang diteliti masih berubah-ubah. Salah satunya mudah menular walaupun dari orang tanpa gejala. Dengan melakukan isolasi dan menjaga jarak, orang terinfeksi virus ini tidak dapat menularkan virus tersebut ke orang lain. Nggak mau dong kalau ternyata kita jadi buat orang sakit juga.. Jika mengalami gejala yang harus ditangani secara medis, isolasi di rumah sakit menjadi pilihan bijak hingga minimal 14 hari setelah gejala muncul.

4. Berdoa
Sakit adalah penggugur dosa sekaligus sebagai cobaan agar dapat menambah keimanan pada Tuhan. Yakinlah bahwa penyakit yang diberikan Tuhan karena sayangnya Tuhan pada kita dan Ia ingin kita lebih mendekatkan diri padaNya. Berdoa adalah cara yang dapat membuat kita lebih tenang dalam menghadapi penyakit yang ada.

Tenang... Cuma 14 hari kok insyaAllah. Dari gejala awal terinfeksi hingga sembuh. Memang sampai ada yang berkali-kali swab masih tetap positif. Namun dari penjelasan beberapa dokter, selama kondisi klinis/fisik pasien sudah baik tanpa gejala lagi, hasil positif dari tes swab kemungkinan berasal dari sisa-sisa mayat di virus yang masih terdeteksi alat swab tersebut.

Sekarang badan saya udah jauh mendingan. Masih agak sakit tapi cuma kayak digebukin satu dua orang aja. Nggak sampe sekampung lagi lah. Mudah-mudahan hasil tes swab beberapa hari lagi juga negatif sehingga saya bisa melanjutkan aktivitas saya sehari-hari dengan normal kembali.

Eh satu lagi. Walaupun udah pernah sembuh dari covid-19, kita tetap harus menerapkan protokol kesehatan ya. Jangan sampai kelalaian kita menjadi petaka buat orang lain.

Tetap sehat, semangat dan bahagia semuanyaaaa.💞💞

Masak Sehat, Pakai Debellin Aja

Pakai Debellin Aja
Grey Granite Series Debellin Premium Cookware (instagram)

 Sudah delapan bulan ini saya sulit bernafas plong dan dalam. Akhirnya saya memberanikan diri periksa ke dokter dan didiagnosa terkena GERD atau penyakit lambung akut. Sejak saat itu saya berusaha untuk menerapkan pola hidup sehat. Kalo udah ngomongin pola hidup sehat pastinya tidak terbatas pada olahraga secara rutin setiap hari. Namun harus satu paket dengan menjaga pola makan sehat yang saling mendukung dengan olahraga agar tubuh menjadi sehat maksimal. Selain itu dengan menerapkan pola hidup sehat untuk diri pribadi saya juga bertanggung jawab untuk menularkannya ke anak-anak agar suatu saat mereka tidak mengalami penyakit yang saya alami saat ini.

Olahraga

Olahraga atau istilah kerennya workout nggak harus berat dan dilakukan di lapangan. Jaman sekarang udah pada canggih. Banyak referensi olahraga ringan yang bisa dilakukan di rumah dan dapat disesuaikan dengan kemampuan setiap orang. Saya sendiri sengaja mengunduh aplikasi di smartphone untuk membantu kontrol kegiatan olahraga dan melihat hasilnya setiap hari. Biar tetap semangat dan menjaga konsistensi.

Membuat Makanan Sehat

Olahraga rutin saja belum cukup untuk menjaga kesehatan jika tidak diiringi dengan mengatur pola makan. Harus ada keseimbangan antara olahraga dan pola makan yang sehat dan benar. Jadi jangan berpikir dengan berolahraga saja seseorang bisa makan apapun sesukanya. 

Dalam proses diet sendiri olahraga hanya mengurangi berat badan sebesar 20% sedangkan 80% nya ditentukan dari pola makan sehat dengan gizi seimbang.

Adapun untuk memastikan makanan yang akan dikonsumsi tetap sehat tergantung pada tiga hal. 

- Bahan

Bahan yang baik, segar, dan tanpa pengawet akan lebih sehat untuk dikonsumsi. Hindari pemakaian bahan makanan yang sudah berhari-hari disimpan karena akan mempengaruhi nutrisi yang terkandung di dalamnya.

- Cara masak

Makanan sehat juga tergantung pada cara masak dan mengolah bahan menjadi sesuatu yang siap dimakan. Proses masak yang terlalu lama, suhu terlalu tinggi, penggunaan air dan minyak akan mempengaruhi zat gizi yang terkandung dalam makanan. Merebus dan menggoreng tidak terlalu disarankan untuk menyiapkan makanan sehat. Mengukus atau menumis tanpa dan dengan sedikit minyak lebih baik.

- Alat masak

Pemilihan dan penggunaan alat masak yang kurang tepat dapat menyebarkan racun ke dalam tubuh. Loh, kok bisa? Hal ini disebabkan alat masak dapat melepas senyawa seperti logam berbahaya saat proses memasak bahan makanan dalam alat masak tersebut. Seiring dengan bertambahnya waktu logam tersebut akan mengendap di tubuh dan dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker dan gangguan metabolisme lainnya.

Alat masak yang dijual di pasaran terbuat dari beberapa bahan berbeda. Bahan yang biasanya digunakan antara lain teflon, aluminium, keramik, dan stainless steel. Jujurly, saya paling sering menggunakan alat masak dari bahan teflon karena anti lengket walaupun tanpa menggunakan minyak. Ternyata oh ternyata alat masak dari teflon ini mengandung zat berbahaya bagi tubuh yang dapat tercampur ke dalam masakan jika penggunaannya tidak hati-hati. Duh!!!!

Masak Sehat dengan Alat Masak Terbaik, Pakai Debellin Aja

Cara masak dan alat masak sangat menentukan makanan sehat yang akan masuk ke tubuh. Jadi memang harus lebih hati-hati lagi dalam menentukan kedua hal tersebut. Miris banget kan kalo kita udah memilih bahan makanan yang segar dan bergizi, namun gara-gara cara masak dan alat yang digunakan kurang tepat jadi mengurangi nilai gizi bahkan malah menyumbang zat berbahaya bagi tubuh. 

Saya sebisa mungkin menghindari gorengan sebagai cemilan, tapi menghindari makanan yang digoreng sebagai menu utama sepertinya agak susah. Bayangin aja mau goreng ikan tapi nggak pake minyak, hmmm... bakal lengket dan gosong tuh ikan.

Nah, saya sempat cari-cari alternatif pengganti teflon yang sering saya pakai agar lebih sehat. Dan saya dapat solusi untuk panci sehat terbaik, yaitu dengan Debellin Premium Cookware. Debellin adalah peralatan masak yang menggunakan teknologi granit coating "Greblon" dari Jerman. Dengan adanya Debellin, memasak menjadi lebih simple, mudah, dan sehat.

Mengapa Harus Debellin?



Dengan menggunakan Debellin sebagai alat masak memungkinkan kita untuk menggoreng tanpa minyak. Ha? Serius?? Ya serius dong. Berikut alasan kenapa harus memakai Debellin Premium Cookware sebagai alat masak di rumah.

- Bebas PFOA dan PTFE berbahaya

PFOA (Perfluorooctanoic acid) dan PTFE (Politetrafluoroetilena) adalah senyawa yang sering digunakan sebagai bahan anti lengket pada produk teflon. Kedua bahan ini dapat berbahaya jika digunakan dalam panas yang tinggi dan tercampur dalam masakan. Dalam jangka panjang dapat mengendap dalam tubuh dan menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kanker. Produk Debellin bebas dari PFOA dan PTFE karena terbuat dari teknologi granit yang terbukti lebih sehat.

- Tanpa Minyak

Penggunaan minyak berlebihan dapat menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan. Maka itu memasak tanpa minyak menjadi pilihan untuk lebih sehat. Dengan Debellin kita dapat memasak tanpa menggunakan minyak dan bebas dari kekhawatiran masakan akan lengket dan gosong. Jika ingin menambahkan minyak sebagai penambah citarasa, dapat menggunakan minyak canola atau minyak zaitun yang lebih sehat kandungannya.

- Mudah Dibersihkan

Alat masak Debellin sangat mudah dibersihkan. Jika ingin menggunakan alat masak yang sama untuk memasak menu lainnya, cukup dilap dengan menggunakan kitchen towel hingga bersih tanpa perlu dicuci berulang-ulang.

- Lebih Ringan

Dengan bahan dasar die cast aluminium membuat Debellin menjadi lebih ringan dibandingkan panci lainnya. Nggak perlu khawatir tangan jadi sakit karena alat masak yang berat.

- Menyimpan Panas Lebih Lama

Teknologi granite coating yang digunakan Debellin menyimpan panas lebih tahan lama dibanding panci lainnya sehingga makanan tetap hangat walaupun telah  1 jam dalam keadaan tertutup.

- Hemat Gas/Listrik

Dengan kemampuan menyimpan panas lebih lama, memasak dengan Debellin cukup menggunakan api sedang/medium heat untuk sehingga akan menghemat penggunaan gas/listrik.

- Desain Eksklusif , Indah dan Instagrammable

Senangnya pakai Debellin salah satunya adalah desain yang eksklusif dan indah. Jadi abis masak bisa langsung disajikan langsung ke atas meja tanpa perlu dipindahkan ke piring saji. Gagangnya yang terbuat dari aluminium berlapis kayu dan bersuhu 55 derajat celsius membuatnya aman digunakan tanpa oven mitt.

- Konduktor Universal

Produk Debellin dapat digunakan di semua jenis pemanas, baik kompor gas, kompor induksi, kompor infrared, halogen, maupun kompor api. Panas dapat tetap dihantarkan dengan baik.

- Semi Slow Cooker

Debellin memiliki fitur semi slow cooking dengan menggunakan tutup semi kubah yang dapat memasak daging hingga matang dan empuk dalam waktu lebih singkat.

Keren banget alat masak Debellin ini. Fix saya harus nabung untuk bisa memiliki salah satu atau beberapa produk ini. Sekilas saya ceki ceki di website >> Debellin Premium Cookware << dan saya benar-benar suka dengan tampilannya yang elegan dan mewah dari Grey Granite Series nya. Dengan keempat panci granit ini udah kebayang saya bisa lebih fleksibel memasak menu sesuai yang saya suka.


Selain sehat dan tampilan yang memukau, panci sehat Debellin juga tahan lama lho. Tentunya dengan sedikit perawatan yang sesuai. Antara lain tidak memanaskan panci terlalu lama dalam keadaan kosong, tidak menggunakan api yang terlalu besar, tidak menggunakan sendok aluminium/stainless steel, dan membersihkannya cukup dengan spons lembut setelah suhu panci sama dengan suhu ruang.

Ribet?? Ya nggak lah. Udah punya barang bagus ya memang harus dirawat agar tetap awet dan tahan lama. Yakin deh nggak bakal menyesal karena dengan beli panci sehat kita sekaligus berinvestasi untuk kesehatan kita di masa depan.

Jadi, tunggu apalagi. Kepoin yuk produk panci Debellin di instagram nya. Masak sehat, pakai Debellin aja!

Iki Bakso Malang : Bakso Malang Enak di Medan

Desember tahun ini diwarnai dengan curah hujan tinggi seperti Desember di tahun-tahun sebelumnya. Hujan turun hampir setiap hari, biasanya menjelang sore hingga malam. Praktis jadi malas kemana-mana, pengennya cuma uwel-uwelan di pulau kapuk bersama keluarga. Ditambah lagi sejak pandemi kami memang lebih sering beraktivitas di rumah. 

Namun sabtu sore lalu saya tiba-tiba ingin makan bakso. Padahal baru minggu lalu saya membuat mie sop kampung sendiri yang rasanya tak kalah enak daripada yang dijual di warung. Namanya selera kadang tak bisa diduga. Apalagi saat hati lebih memilih makanan langsung beli itu lebih menggoda. 

Pas sekali ada teman mengajak makan bakso Malang di warung yang letaknya tak begitu jauh dari tempat tinggal saya. Langsung saya mengiyakan ajakannya dan datang sesuai waktu yang dijanjikan. Awalnya sempat mengurungkan diri karena awan hitam sudah menjadi pertanda hujan akan segera turun sore itu. Namun bayangan makan bakso Malang yang nikmat membuat saya tetap melaju kendaraan ke tempat tujuan yang direncanakan.


Diberi nama Iki Bakso Malang, warung ini didirikan saat masyarakat masih dihebohkan dengan pandemi pada bulan Juni 2020 di jalan Matahari Raya, Medan. Sejak bulan Agustus 2020 Iki Bakso Malang pindah lokasi ke daerah jalan Gaperta, tepatnya di seberang perumahan The Piazza. Pemiliknya bernama Kak Puri yang memang asli cah Malang dan sebelumnya memang sudah berdagang frozen food rumahan secara online. 

Bagi pecinta makanan pasti sudah tau bedanya bakso Malang dengan bakso biasa. Hayo apa coba???

Makanan bakso biasanya hanya disajikan dengan campuran mie putih (bihun) atau mie kuning (mie telur) dan bakso kecil atau bakso urat yang disiram kuah bakso panas dan ditaburi potongan seledri, bawang goreng dan kerupuk. 

Sedangkan untuk bakso Malang ada tambahan pangsit rebus atau pangsit goreng yang menambah cita rasa khas bakso Malang itu sendiri.

Nah, udah pada tau kan sekarang bedanya. Untuk saya pribadi yang memang suka mencicipi kuliner berbagai bentuk dan cita rasa, bakso Malang cukup menarik untuk disantap.


Lokasi warung yang sangat mudah diakses karena terletak di pinggir jalan utama membuat saya tak kesulitan untuk menemukannya. Sesampainya disana sudah ada dua teman saya yang sedang mengobrol dengan dua mangkuk bakso yang belum dihabiskan di depan mereka. Saya auto menelan ludah melihat bakso besar dengan isian tulang rusuk sapi yang sudah dimakan setengah. Rasanya pengen langsung comot untuk sekedar mencicipi.

Saya pun langsung meminta daftar menu dari sang penjual untuk segera memesan. Dari daftar yang ada, ternyata menu yang ada di Iki Bakso Malang melebihi ekspektasi saya. Sang pemilik berinovasi di menu utama bakso dengan menambah isian di dalamnya berupa keju, sambal mercon, bahkan tulang rusuk sapi yang telah dipesan oleh teman saya. 

Menu di Iki Bakso Malang

Berbagai varian bakso di Iki Bakso Malang

"Mantap!!!", ujar saya dalam hati.

Saya sempat bingung mau pilih menu yang mana. Rasanya ingin mencicipi semua. Kalo udah gini, kebiasaan lama saya kumat. Yaitu memilih menu berbeda dari yang sudah dipesan teman. Alasannya klasik, kami bisa saling berbagi untuk mencicipi menu yang berbeda dan menilai mana yang lebih enak, hehe..

Pesanan saya jatuh pada menu bakso pizza yang dari tampilannya benar-benar tampak seperti pizza. Sepertinya menu ini paling cocok untuk berbagi karena bisa dipotong-potong seperti layaknya makan pizza tanpa adanya kuah bakso.

Sambil menunggu dan mengobrol, tak lama pesanan saya tiba. Seporsi bakso pizza yang lagi-lagi membuat saya tak sabar untuk mencicipi. Benar-benar seperti makan pizza dengan taburan bawang bombai, paprika, potongan sosis dan lelehan keju mozarella yang menggoda. Bedanya, lapisan bawah adalah bakso berbentuk bulat pipih seperti adonan roti pizza. Rasanya juara dengan daging dan lelehan mozarella sebagai toppingnya.

Sesuai kesepakatan saya pun mencicipi bakso moza pesanan teman saya lainnya. Cakepppp!! Keju mozarella meleleh keluar saat bakso moza dipotong. Disantap dengan mie, kuah bakso dan pangsit rebus semakin menambah kenikmatan si bakso moza.



Rasa kuahnya pun alami. Tidak seperti kuah bakso lainnya yang menggunakan micin level maksimal. Kuah bakso di Iki Bakso Malang sangat mengutamakan rasa kaldu alami dari rebusan tulang dan daging sapi tanpa MSG buatan. Cukup saya rekomendasikan bagi kalian yang ingin jajanan sehat.

Dengan porsi yang disuguhkan, cukup membuat kami semua kenyang dengan harga bakso Malang sebesar 25 ribu rupiah. Bakso dengan porsi yang lebih besar seperti bakso rusuk dan bakso pizza dibandrol dengan harga 50 ribu rupiah per porsi. Tak perlu khawatir karena dijamin kenyang. Minuman berupa air mineral, teh, kopi, teh tarik juga dapat dipesan dengan harga standar warung kaki lima.

Nggak mau bakso? Tenang... ada cwi mie yang mirip mie ayam khas Malang.

Dari variasi menu, rasa, porsi dan harga, menu di warung Iki Bakso Malang sangat saya rekomendasikan untuk dicoba. Tapi ingat ya, jika ingin langsung makan di warungnya harus tetap menjaga protokol kesehatan. Agar kita semua tetap sehat dan bisa icip makanan enak lainnya.

Mau bakso Malang enak di Medan? Ke Iki Bakso Malang aja. Jangan lupa untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dengan menggunakan masker, membawa hand sanitizer dan jaga jarak dari kerumunan.

Ojo Lali Mampir Kerr!!!

Iki Bakso Malang (IBM)

Jalan Gaperta No. 100 (depan The Piazza)



Makanan Sehat Anak Nggak Harus Ribet


Makanan sehat anak nggak harus ribet - Pernah nggak sih merasa membuat menu untuk anak itu ribet banget? Menunya harus khusus, tekstur dan cara masak harus disesuaikan dengan usia, bahannya nggak boleh sembarangan, harus perfect lah pokoknya. Apalagi kalau anak baru satu. Semua jadi super ribet karena sang ibu ingin memberikan segala sesuatu yang super perfecto untuk anak semata wayangnya. 

Saat anak memasuki usia 6 bulan dan mulai diberi Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), waktunya ibu mengeksekusi menu makanan yang jauh hari sebelumnya sudah dikumpulkan dari berbagai sumber. Namun saat melihat bahan dan cara memasaknya langsung auto minder karena beberapa alasan. 

  • Bahannya nggak ada, harus beli jauh ke kota
  • Bahannya mahal
  • Cara masaknya susah, banyak tahapannya
  • Ribet lah pokoknya.

Itu pengalaman saya saat memiliki anak pertama. Seiring dengan waktu dan bertambahnya anak, saya lebih siap menghadapi masa awal mengenalkan makanan ke anak kedua dan ketiga. Bahkan saat ini untuk membuat menu ketiga anak di rumah, saya cukup menyesuaikan dengan bahan dan cara memasak sederhana namun tetap mengutamakan pemenuhan syarat makanan sehat untuk menunjang tumbuh kembang mereka.

Peran makanan sehat untuk tumbuh kembang anak


Makanan sehat memiliki peran yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Setiap orangtua tentunya tidak ingin anak kekurangan gizi yang dapat menghambat perkembangan baik fisik maupun mental mereka. Oleh karenanya saya harus berusaha agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi.


1. Sebagai nutrisi otak

Otak membutuhkan energi agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal. Energi untuk otak berasal dari nutrisi makanan yang dikonsumsi. Bahkan ada beberapa makanan yang diklaim dapat lebih meningkatkan kerja otak dalam konsentrasi dan kecerdasan.

2. Memenuhi kebutuhan energi
Anak membutuhkan energi yang cukup dalam masa pertumbuhan. Makanan sehat adalah salah satu sumber energi yang akan menunjang aktivitas mereka sehari-hari agar tetap semangat dan kuat. Kekurangan energi dapat menghambat tumbuh kembang mereka. 
 
3. Memenuhi berat badan ideal
Dulu tuh ya saya sering mikir kalau anak saya itu kurus banget lalu langsung membandingkan dengan anak tetangga yang terlihat lebih menggemaskan karena cukup gemuk. Padahal memang anak saya nggak punya riwayat keturunan dari yang gemuk juga. Makanan sehat yang diberikan sejatinya akan dapat menghasilkan berat badan yang ideal untuk anak.  

4. Meminimalisir risiko penyakit
Anak yang kekurangan atau kelebihan nutrisi berisiko terkena penyakit tertentu yang dapat menghambat pertumbuhan. Makanan sehat dengan nutrisi seimbang dapat meminimalisir adanya risiko tersebut.

Kebutuhan Nutrisi Anak

Anak yang masih dalam masa pertumbuhan membutuhkan nutrisi dan asupan makanan yang akan menunjang aktivitas sehari-hari. Masih ingat dengan pola makan 4 Sehat 5 Sempurna kan? Pola makan tersebut sudah digantikan dengan pola makan seimbang. Namun dalam keduanya nutrisi yang dibutuhkan relatif sama bagi pertumbuhan anak. 
  
1. Protein
Protein dapat diperoleh dari ikan, daging, telur, olahan susu, dan kacang-kacangan. Zat ini sangat dibutuhkan untuk pembentukan sel, mengubah makanan menjadi energi dan menjaga ketahanan tubuh anak. 

2. Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh disamping manfaat lainnya untuk menunjang fungsi organ tubuh lain. Nasi, gandum, roti, sereal, kentang dan beragam mie dan pasta merupakan sumber makanan yang mengandung karbohidrat.

3. Vitamin dan serat
Vitamin dibutuhkan untuk menjaga kekebalan tubuh dalam melawan radikal bebas sedangkan serat sangat dibutuhkan agar pencernaan tetap sehat dan mengurangi risiko penyakit kanker. Sumber vitamin dan serat banyak terdapat di buah dan sayur sehingga sangat penting mengenalkan anak untuk menyukai keduanya. 

4. Lemak
Lemak dapat bersumber dari hewan (lemak hewani) dan dari tumbuhan (lemak nabati). Fungsi lemak adalah sebagai cadangan energi anak dan membantu tubuh dalam menyerap beberapa nutrisi. Lemak bisa didapatkan dari ikan, daging, minyak goreng dan produk olahan susu.
 
5. Zat Besi
Tubuh memerlukan zat besi untuk dapat membawa oksigen ke seluruh sel tubuh dan untuk mencegah anemia pada anak. Zat besi dapat diperoleh dari daging, hati, sereal, dan kacang-kacangan.

Modifikasi Bahan Makanan Anti Ribet

Perkembangan zaman yang memberikan banyak kemudahan mendapatkan informasi menjadi tantangan tersendiri. Mengikuti grup yang berhubungan dengan anak dan pengasuhan di berbagai sosial media menjadi hal yang mafhum dilakukan oleh para ibu. Berkomunitas secara virtual dengan ibu-ibu di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri. Mempelajari pengasuhan, tumbuh kembang anak hingga makanan sehat beraneka rupa.

Menu makanan anak adalah salah satu yang sering dibagikan di grup. Hal itu sempat membuat saya khawatir dan minder. Dari tampilannya terlihat enak. Apalagi bahan yang digunakan adalah bahan yang sehat dan sering dibahas oleh ibu-ibu lainnya. Saya minder karena saat itu saya sempat tinggal di daerah yang jauh dari kota. Tak jarang bahan makanan yang disarankan sangat sulit didapat di sekitar tempat tinggal saya. Kalaupun ada harganya cukup menguras budget rumah tangga. Kok kayaknya ribet banget ya membuat makanan sehat untuk anak. Bisa-bisa anak saya jadi kekurangan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.

Hasil diskusi dengan teman-teman akhirnya membuat lebih lega. Ternyata saya nggak perlu stres dan takut tidak dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan anak saya. Banyak bahan makanan yang mudah didapat di sekitar kami bahkan dengan harga relatif murah dan secara nutrisi tidak kalah dengan makanan berbahan segala minyak, keju, gandum, yoghurt, pasta atau sejenisnya. Termasuk dengan ikan impor dengan harga yang sering bikin hati ini baper.

Saya pun mulai melakukan modifikasi berbagai resep disesuaikan dengan bahan yang mudah didapat  namun mengandung nutrisi yang hampir sama. Cara memasaknya pun saya sesuaikan dengan kondisi peralatan dapur yang saya punya.

Berikut beberapa bahan makanan yang sering saya modifikasi.

  • EVOO / ELOO (minyak zaitun) diganti dengan  minyak goreng 
  • ikan salmon diganti dengan ikan kembung, tongkol atau patin
  • susu cair diganti dengan santan segar
  • kacang edamame diganti dengan kacang merah / kacang hijau / kacang kedelai / tempe
  • spaghetti, makaroni dan pasta diganti bihun jagung atau mie telur
  • pisang impor diganti dengan pisang ambon
  • tofu diganti dengan tahu biasa
  • mozarella diganti dengan keju cheddar atau quick melt
Ini nih contoh hasil modifikasi bahan makanan dari resep Salmon Teriyaki untuk anak-anak saya.

Simple Patin Teriyaki

Bahan :
- 3 potong ikan patin (salmon saya ganti patin)
- garam dan lada secukupnya
- 2 sdm minyak sayur - saya ganti minyak goreng
- 1 sdt butter - saya ganti margarin
- 1 sdm tepung sagu
- 2 siung bawang putih, parut halus
- 1 sdm Saori Saus teriyaki - di resep asli 2 sdm kecap kikkoman + 1 sdm gula

Cara memasak :
- Lumuri ikan dengan garam dan lada. Lalu balur dengan tepung sagu
- Panaskan wajan dan minyak goreng dengan api sedang, panggang ikan patin selama 2 menit lalu dibalik hingga dagingnya cukup matang.
- Di panci terpisah, tumis parutan bawang putih hingga harum lalu masukkan saus teriyaki.
- Masukkan saus teriyaki ke dalam panci ikan dan beri margarin. Tutup selama 2 menit. Matikan api dan diamkan selama 3 menit. Angkat dan sajikan

Ternyata menyiapkan makanan sehat untuk anak nggak seribet yang saya pikirkan sebelumnya. Menu yang ditunjukkan ibu-ibu lain bisa jadi karena memang gampang mereka dapatkan di sekitar mereka. Mungkin aja mereka ingin bisa memberikan tempe ke anak mereka namun terkendala sulitnya mencari tempe bagi mereka yang tinggal di luar negeri. Sama dengan saya yang kesulitan mencari edamame yang malah menjadikan tempe sebagai alternatif penggantinya.

Nah,, jadi ibu terkadang sering berpikir ribet padahal bisa dibikin gampang disesuaikan dengan kondisi sekitar. Biar nggak dikit-dikit merasa ribet sendiri, kita bisa cari tahu di web >> AsianParent <<. Ada banyak artikel tentang keluarga, parenting, tumbuh kembang anak, kesehatan dan gaya hidup yang tentunya sangat bermanfaat untuk keluarga. Pada akhirnya dengan menjadi ibu yang rajin cari tahu, kita bisa membesarkan anak yang sehat, bahagia dan percaya diri untuk masa depannya.





Diagnosa GERD dan Perubahan Pola Hidup


Sejak menikah, rasanya saya jadi orang yang paling malas berolahraga. Alasannya olahraga saya sehari-hari ya mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan menyapu, mengepel, mencuci dan memasak aja keringat saya udah lumayan keluar. Nggak perlu lah ditambah olahraga lain lagi. Toh badan saya tergolong masih "langsing" dibanding dengan emak-emak lain.

Sombong kamuh makkkk!!!

Diagnosa GERD

Pola makan saya yang nggak beraturan, pecinta karbo lebay dan makan sesukanya akhirnya membawa penyakit pada tubuh saya. Ya, sudah sejak akhir Februari tahun ini saya sering mengalami gejala sulit bernafas. Harus mengubah posisi agar bisa bernafas dalam dan lega. 

Saya sempat berpikir mungkin saya terinfeksi virus covid-19. Maklum, sejak pandemi segala penyakit sepertinya selalu dihubungkan dengan virus baru ini. Saat radang tenggorokan saya kambuh, mau tidak mau saya memaksakan diri untuk tes swab. Padahal seminggu sebelumnya hasil rapid test yang saya lakukan hasilnya non reaktif.

Alhamdulillah hasil tes swab saya negatif yang artinya insyaAllah saya tidak terinfeksi virus covid-19. Saya berusaha untuk tetap berpikir positif mungkin ada gangguan kecemasan akibat pandemi di hati dan pikiran yang tidak saya sadari dan berefek pada gangguan pernafasan. Dari dulu itu kalo saya sedang sedih menghadapi masalah, saya memang sering jadi sesak nafas.

Tujuh bulan berlalu hingga akhirnya di bulan Oktober saya memberanikan diri untuk memeriksakan diri ke dokter setelah gejala sesak nafas yang saya alami sudah membuat saya sangat tidak nyaman. Alhamdulillah prosedurnya nggak seribet yang saya bayangkan. Pada hari yang sama saya dirujuk ke dokter spesialis paru di rumah sakit berbeda dan langsung mendapat hasil diagnosa.

Diagnosa dokter dari hasil rontgen yang saya lakukan bahwa tidak ada masalah pada paru-paru. Dokter menduga saya terkena GERD, suatu penyakit lambung akut dimana asam lambung naik kembali ke kerongkongan akibat otot sfingter yang bertugas dalam buka tutup klep penghubung antara lambung dan kerongkongan kendur (lemah).

Efeknya saya menjadi sulit bernafas lega seperti kondisi normal. Bahasa awamnya tuh jadi senep gitu kayak abis kebanyakan makan. Jika dibiarkan terus menerus berisiko menjadi kanker esofagus.

Dokter hanya meresepkan obat untuk mengurangi kadar gas dalam lambung dan menyuruh saya untuk mengubah pola makan dan rajin olahraga. Hari itu seperti menjadi titik balik saya untuk bisa berubah mengikuti saran dokter tersebut agar lebih sehat.

Perubahan Pola Hidup

Saya mulai mengurangi porsi makan, terutama nasi dan makanan olahan dari tepung terigu. Diet ini cukup berat karena sejak kecil saya adalah pecinta karbo level akut yang tengah malam pun bisa bangun cuma untuk makan nasi atau mie goreng yang selalu dibawa papa saya sepulang kerja,, duh!!!

Saya berusaha untuk konsisten. Sarapan cukup dengan oatmeal dicampur sedikit susu dan kurma atau buah lainnya + air madu dan chia seed, makan nasi hanya saat makan siang atau makan malam dengan porsi yang sedikit. Kalo kurang kenyang, saya hanya menambahkan sayur atau lauk/protein.

Salah satu tantangan berat juga saat anak saya yang hampir tiap malam minta dibuatkan atau dibelikan makanan sekitar jam setengah 10an. Menjelang dia tidur gaesss... Mamaknya ini sungguh tergoda dengan ajakannya yang aduhai ditambah makanan yang seakan menari-nari ingin masuk ke mulut saya. Terkadang tergoda, tapi diusahakan hanya sedikit saja, wkwk.

Saya juga berusaha untuk mulai rutin berolahraga. Rutin ini yang sulit. Terus terang masih banyak bolongnya. Pagi hari setelah sholat dan tilawah saya usahakan jalan pagi bersama suami atau lari-lari kecil keliling rumah kami yang mungil selama 15 menit. Cukup buat saya ngos-ngosan lalu dilanjutkan dengan olahraga ringan bertahap dari aplikasi gadget.

Sudah hampir sebulan saya jalani pola makan dan olahraga yang dianjurkan walaupun sering bolong-bolong. Hasil positif mulai saya rasakan. Sesak nafas yang sebelumnya sering terasa berangsur-angsur sudah jarang sekali. Kalo pun masih ada hanya sesekali. Alhamdulillah, wa syukurillah.

Ternyata tubuh dengan berat badan relatif ideal seperti saya pun harus dijaga agar tidak sakit. Usia yang tak lagi muda menuntut saya harus lebih menjaga. Ya, saya harus lebih menjaga dengan tetap konsisten berolahraga dan makan sehat secukupnya.

Semoga tetap sehat ya kita semuaaaa....

5 Permainan Sederhana dan Seru Bersama Anak

Permainan Sederhana dengan Anak

Sering nggak sih bingung atau mati kutu mau main apa ama anak-anak di rumah? Bagi saya dan suami yang sehari-hari bekerja di kantor harus sebisa mungkin memanfaatkan waktu selama di rumah sejak sore hingga malam hari bersama anak-anak. Hal ini kami lakukan agar ikatan / bonding antara kami sekeluarga dapat cukup kuat dan saling memahami antar anggota keluarga.

Buku di rumah cukup bisa menjadi media. Ngobrol dengan anak-anak terkait kegiatan mereka seharian juga selalu dilakukan. Namun saat anak-anak bosan dan lebih tertarik bermain sambil beraktivitas fisik membuat kami harus mencari permainan sederhana yang bisa kami lakukan di rumah bahkan di dalam kamar. Ditambah lagi adanya gadget membuat kami harus memilih permainan yang bisa menjauhkan anak-anak dari gadget selama kami berada di rumah. Selain bermain, orangtua dan anak juga bisa berkreasi bersama.

Untuk orangtua yang pernah menghadapi mati kutu kayak kami, jangan khawatir. Saya ingin membagikan 7 permainan sederhana dan seru yang bisa dilakukan dengan anak agar dapat meningkatkan ikatan seluruh anggota keluarga di rumah. Yuk disimak ya, manatau bisa dijadikan ide di keluarga masing-masing.

1. Kuda-Kudaan

Permainan ini dapat dilakukan di kasur. Ayah berperan menjadi kuda dan anak-anak akan menunggangi punggung sang ayah. Jika jumlah anak lebih dari satu, ayah harus siap-siap encok,, hehe.. Permainan ini harus dilakukan secara hati-hati agar anak tidak jatuh ke lantai dan terluka. Biasanya ibu yang berperan sebagai pengawas yang memegang tubuh anak.

2. Tebak Kata

Permainan ini cukup menarik. Biasa dimulai dengan "teka teki teka teko" lalu lanjut ke pertanyaan. Misalnya nih, "teka teki teka teko, hewan hewan apa yang tinggal di dalam tanah dan badannya licin?". Anak-anak biasanya akan antusias rebutan untuk yang paling duluan menjawab. Yang menjawab dengan benar dapat diberi apresiasi ciuman dan pujian. Yang menjawab salah juga dapat lebih disemangati lagi.

3. Bermain Bayangan

Permainan bayangan biasanya dilakukan saat mati listrik atau lampu padam. Namun ternyata menarik juga lho bermain bayangan saat lampu masih menyala. Bayangan yang lebih gelap dapat diciptakan menggunakan senter. Kalo nggak ada senter biasa, senter di hp bisa menjadi solusi. Tapi inget, jangan bablas jadi buka aplikasi lain ya. Anak-anak saya cukup senang bermain bayangan dari jari-jari kami orangtuanya dan jari mereka sendiri. Nggak perlu ribet juga untuk berkreasi bayangan apa. Bisa buat bayangan kelinci atau buaya yang lebih sederhana namun tetap menarik bagi mereka. 

4. Petak Umpet

Memangnya bisa main petak umpet di dalam kamar? Bisa dong,, Kalo main ama anak-anak apa sih yang nggak bisa? hehe.. Sembunyi nggak harus keluar kamar. Bisa di dalam selimut, di dalam lemari, di bawah kolong tempat tidur, atau di balik tirai jendela. Kebersamaan dan lucu-lucuan bersama anak adalah kuncinya dan bisa jadi kesan tersendiri untuk seluruh anggota keluarga.

5. Wak Wak Udin

Permainan ini cukup hits untuk anak generasi 90-an. Dimulai dengan hompimpah untuk menentukan siapa yang bersujud duluan, lalu anggota keluarga lain meletakkan telapak tangan di punggung yang bersujud tadi. Salah satu anggota keluarga memindahkan suatu benda dari telapak tangan yang lain sambil bersama-sama menyanyikan lagu "wak wak udin wak udin mau kawin. Potong kerbau pendek potong kerbau panjang. Tak kuntelewelewe, Tak kuntelewelewe". Setelah lagu selesai, yang bersujud harus menebak di telapak tangan siapa terdapat benda tersebut.

Kelima permainan tersebut terkesan sederhana. Namun ternyata cukup dinikmati anak-anak saya sebagai aktivitas bersama kami di rumah. Kalo udah capek, bisa sambil uwel-uwelan di tempat tidur hingga waktu tidur malam tiba.

Selamat mencoba yaaa... :)

 

Tips Menjaga Kesehatan Mental Bagi Emak



Sudah setahun ini saya mulai sadar tentang pentingnya kesehatan mental bagi perempuan. Banyak berita tentang ibu yang membunuh anaknya lalu lanjut bunuh diri, ibu menyiksa anak, bahkan istri yang membakar suaminya hidup-hidup karena permasalahan rumah tangga.

Sampai segitunya ya kalo perempuan udah kehilangan kesadaran karena masalah yang dihadapi. Hal yang tak masuk logika pun bisa jadi jalan keluar terakhir.

Penyebab utama dari semua itu adalah MENTAL YANG TIDAK SEHAT. Sadar atau tidak, saya sendiri pernah mengalami masalah yang mempengaruhi jiwa dan mental. Hingga berimbas ke gangguan kesehatan. Sayangnya kebanyakan perempuan justru tidak sadar jika permasalahan yang pernah dialami menjadi noda yang sulit dihilangkan dari hati dan pikiran serta membuat mental menjadi sakit. 

Pada akhirnya yang tidak bertahan langsung mengambil jalan pintas mengakhiri kehidupan, sedangkan yang mencoba bertahan dapat mengalami gangguan kesehatan fisik berbagai rupa yang sulit disembuhkan hanya secara medis. Mental yang sakit harus disembuhkan secara psikologis agar hidup dapat lebih tenang.

Apa itu Kesehatan Mental?

Kesehatan mental diartikan sebagai kondisi saat jiwa kita berada dalam keadaan tenang dan tenteram sehingga memungkinkan kita untuk menikmati kehidupan sehari-hari dan menghargai orang lain di sekitar.

Orang yang bermental sehat dapat memaksimalkan potensi diri yang dimiliki untuk menghadapi tantangan hidup dan berhubungan positif dengan orang lain.

Sebaliknya, mental yang tidak sehat membuat seseorang tidak dapat menikmati hidup dan merasa tidak nyaman berhubungan dengan orang lain. Gangguan mental yang biasanya terjadi antara lain stres, gangguan kecemasan, dan depresi. Singkatnya bisa dibilang sakit jiwa lah. Semoga jauh-jauh dari kita ya makkk..
 
Penyebab Gangguan Kesehatan Mental

Banyak hal yang dapat menjadi penyebab mental tidak sehat. Kita harus berhati-hati karena bisa jadi pemicunya ada di sekitar kita tanpa kita sadari.

1. Faktor Biologi
Berupa gangguan sel saraf di otak, cedera otak, atau bawaan genetik sejak bayi. Faktor biologi ini biasanya menyebabkan gangguan kesehatan mental secara permanen.

2. Faktor Sosial
Berupa trauma, pelecehan, bullying, alkohol, obat-obatan, masalah keluarga dan lingkungan. Fakto sosial ini dapat disembuhkan dan hanya bersifat sementara dengan proses tertentu. 

Emak-emak rentan banget lho kena gangguan kesehatan mental. Tiap fase kehidupan mulai dari menikah, awal punya anak, menghadapi suami dan lingkungan baru, menjaga keseimbangan rumah tangga dan kantor bagi ibu pekerja dan lainnya sering menjadi pemicu gangguan kesehatan mental. Jadi sebagai emak harus aware ama hal ini.

Tanda atau gejala terganggunya kesehatan mental biasanya dapat langsung dikenali. Misalnya :
- susah tidur
- nggak nafsu makan
- dada nyeri
- sesak nafas
- merasa bingung dan cemas berlebihan
- merasa dikucilkan
- marah-marah
- nggak semangat mau ngapa-ngapain

Saya jadi ingat waktu saya mengalami baby blues saat awal melahirkan anak pertama. Tiba-tiba merasa tidak ada yang peduli dan perhatian, mengharapkan semua dari suami tapi tetap ada aja yang kurang. Itu salah satu pengalaman yang pernah membuat mental saya nggak sehat. Alhamdulillah udah bisa saya lewati walaupun dengan proses yang cukup panjang hingga saya bisa sadar dan kembali normal.

Tips Menjaga Kesehatan Mental Bagi Emak

Dari pengalaman tersebut, saya punya beberapa tips menjaga kesehatan mental bagi emak-emak. Yuk disimak ya..

1. Bersyukur
Saat sesuatu yang buruk terjadi biasanya seseorang akan langsung terpuruk. Namun masih bisa hidup, fungsi organ lengkap, masih berada di sekitar orang-orang yang disayangi juga harus disyukuri. Bersyukur atas nikmat yang masih diberi Tuhan akan memunculkan kesadaran bahwa masih banyak yang bernasib sama atau bahkan lebih buruk dari apa yang kita alami. Sehingga semangat baru akan muncul dan membuat mental seseorang semakin kuat lagi.

2. Berpikir positif
Apapun yang terjadi dalam kehidupan manusia sudah diatur oleh Tuhan dan pasti ada hal baik yang dapat diambil. Berpikir positif bahwa akan ada rencana Tuhan yang lebih baik akan membuat seseorang lebih kuat dalam menghadapi masalah yang mengganggu mental dan jiwanya.

3. Me Time
Namanya emak-emak tentunya tak terlepas dari rutinitas membereskan rumah, memasak, mengurus anak dan suami yang tidak terbatas 24 jam sehari. Rutinitas tersebut tentu dapat membuat jenuh jika tidak diselingi waktu emak beraktivitas lain yang disukai sendiri. Disini lah dituntut pengertian suami untuk memberikan waktu sendiri (Me Time) bagi para istri yang sehari-hari selalu full beraktivitas di rumah agar dapat mengistirahatkan jiwa dari kepenatan rutinitas sama setiap harinya.

4. Komunikasi
Kalo udah ada gejala kesehatan mental terganggu dan rasanya sulit untuk dihadapi sendiri, sebaiknya segera berkomunikasi dengan orang-orang terdekat yang bisa memahami kita. Minimal sebagai pendengar budiman yang rela mendengar keluh kesah masalah yang ada. Beneran hati bisa plong lho walaupun mereka cuma diam. Bagi emak-emak, suami lah yang diharapkan untuk bisa mengambil peran ini. Apalagi tambah dipeluk. Mudah-mudahan segala masalah yang dianggap berat bisa terasa lebih mudah karena ada yang mendampingi.

Oke deh. Itu dulu tulisan saya kali ini. Semoga semua emak bisa tetap sehat, baik secara mental maupun fisik agar selalu bahagia. Ingat ya, jadi emak tuh harus bahagia!! :)




Belajar Bisnis Lewat Drama Korea Start Up

Start Up


Saya udah jarang nonton drakor sebenernya. Tapi pas denger ada drakor baru berjudul Start Up saya agak sedikit penasaran. Ini drakor tentang apa ya? Hmm,, paling ceritanya kayak drakor biasanya.

Makin lama kok makin rame yang bahas. Rasa penasaran saya udah nggak bisa terbendung dan akhirnya memutuskan untuk nonton marathon drama ini dari episode 1 sampai episode 12 dalam waktu 4 hari. Lahhh,,, ini yang sebenernya ditakutin. Nggak bisa stop sampai selesai. Dan sampai saat ini si drama masih on going dan saya menunggu kelanjutannya.

Tentang Start Up

Start Up adalah drama bergenre bisnis, percintaan, komedi dan generasi millenial. Ditayangkan di TvN sejak tanggal 17 Oktober 2020 setiap hari Sabtu dan Minggu jam 9 malam waktu korea menggantikan drama sebelumnya Secret Forest season 2. Jadi hingga tulisan ini dibuat, drama Start Up sudah tayang sebanyak 12 episode.

Start Up berlatar Silicon Valley ala Korea yang disebut SandBox. Sandbox adalah tempat berkumpulnya para start up yang bermimpi untuk menjadi Google dan Amazon masa depan dimana kisah orang-orang di perusahaan start up dimulai.

Drama ini dibintangi oleh Suzy Bae sebagai Seo Dal Mi,  Nam Joo Hyuk  sebagai Nam Do San, Kim Kang Heun sebagai Han Ji Pyeong dan Nam Da Reum sebagai Won In Jae.

Pemeran pembantu lainnya juga nggak kalah oke. Wajahnya cukup familiar buat para pecinta drakor. Salah satunya si Stephanie Lee yang berperan sebagai Jung Sa Ha sebagai rekan satu tim Seo Dal Mi.

Sinopsis 

Cerita diawali dengan flashback ayah dan ibu Seo Dal Mi dan kakaknya Seo In Jae yang bertengkar karena rencana sang ayah untuk berhenti kerja dari kantornya saat itu. Sang ibu tidak setuju karena pasti kondisi ekonomi keluarga akan berantakan bahkan minta diceraikan jika rencana itu direalisasikan. 

Perceraian tersebut membuat kedua saudara perempuan itu berpisah. Dal Mi ikut sang ayah dan In Jae ikut sang ibu. Ayah pun berusaha untuk merintis usaha pemesanan makanan online yang ia yakin akan maju seiring dengan perkembangan teknologi. Ia tau tidak gampang namun ia harus terus bertahan agar dapat bersatu kembali dengan ibu Dal Mi dan In Jae.

Di masa sulit tersebut, nenek Dal Mi ingin menghibur cucu kesayangannya dengan meminta tolong Han Ji Pyeong menuliskan surat cinta untuk menemani Dal Mi. Karena rasa hutang budinya, Ji Pyeong pun menuruti permintaan nenek dan menulis surat yang diminta dengan nama Nam Do San yang dipilih karena kebetulan melihat ada di surat kabar. Jadi deh mereka surat-suratan sampai setahun hingga Ji Pyeong harus pergi meneruskan mimpinya dengan kuliah di kota Seoul.

Saat itu pula Dal Mi harus kehilangan sang ayah karena kecelakaan sekaligus harus berpisah dengan In Jae yang pergi ke Amerika mengikuti ayah baru dari pernikahan ibunya.

15 tahun kemudian Dal Mi berencana untuk merintis usaha Start Up seperti ayahnya dan akhirnya membawanya bertemu dengan In Jae, Ji Pyeong dan Nam Do San asli.

Gimana kelanjutannya? Tonton sendiri aja ya, hehe..

Lika Liku Merintis Usaha Start Up

Dari drama ini banyak hal positif yang bisa dipelajari terutama tentang lika liku merintis usaha start up bagi pemula. Banyak usaha start up yang tidak berkembang karena tidak dapat menarik investor sebagai penambah modal usaha. Yang namanya investor juga nggak mau rugi dong dengan investasi di sembarang perusahaan.

Pelajaran banget buat yang niat merintis usaha start up supaya bikin usaha yang bisa menarik investor. Biasanya tuh investor akan melihat :

1. Produk yang dihasilkan punya model pendapatan yang jelas
Samsan Tech milik Nam Do San sudah dua tahun berdiri namun sama sekali belum bisa menghasilkan produk yang punya model pendapatan jelas. Ini kayak anak IPA yang suka bereksperimen tapi nggak tau gimana eksperimennya bisa menghasilkan uang. Disinilah butuh CEO dari anak IPS untuk perusahaannya yang dapat memikirkan darimana pendapatan dapat diperoleh atas produk yang dihasilkan oleh Samsan Tech, hehe..

2. Target bisnis harus jelas
Produk udah ada, model pendapatan juga udah. Selanjutnya pengusaha start up harus mengetahui target konsumen bisnis mereka. Karena target tersebut yang akan menggunakan produk yang akhirnya menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

3. Fokus pada pengembangan skala bisnis, baru keuntungan
Di episode 1 ada adegan ayah Dal Mi menjelaskan hal ini pada calon investor. Sebagai pengusaha start up harus bisa bersabar untuk bisa memperoleh keuntungan. Akan ada saatnya perusahaan dan produk dikenal banyak orang dan keuntungan yang akan mendatangi perusahaan melalui konsumen. Ibarat tersesat di tengah laut, mati karena kehausan atau bertahan hingga hujan turun. Pengusaha yang sukses tidak akan meminum air laut yang seakan-akan membuat bisa bertahan padahal malah akan semakin haus. Tapi mereka akan berusaha bertahan menunggu datangnya air hujan.

Jadi pengusaha itu nggak gampang, karena harus tahan banting menghadapi berbagai pandangan tidak percaya orang-orang dan harus punya modal yang lumayan. Jika jatuh, harus tetap semangat untuk bangkit kembali. Harus hati-hati juga dengan investor. Karena ini BISNIS yang menyangkut banyak uang dan sering nggak peduli ama perasaan.

Do San atau Ji Pyeong??

Namanya drakor kalo nggak ada bumbu percintaannya pasti kayak sayur yang nggak dikasi garam, hambarrr,, wkwk. Dari sekian banyak hal terkait bisnis start up, drama ini juga dibumbui kisah cinta Dal Mi, Do San, dan Ji Pyeong. 
Si Dalmi bingung antara kedua cogan ini. Dua-duanya masderah dan pintar. Bedanya yang satu udah langsung keliatan cerah, yang satu lagi masih merintis, terlalu naif dan harus banyak belajar. Yang satu cinta pertama masa lalu, yang satu lagi cinta saat ini. Yang satu anak IPS dan satu lagi anak IPA banget. 

Kalo saya disuruh milih, saya pilih yang pasti pasti aja udah berhasilnya. Makanya saya nggak cocok jadi Dal Mi, haha..

Kesimpulan

Drama Start Up cocok ditonton para anak muda yang berjiwa pengusaha. Minimal dapat sedikit ilmu yang bisa diterapkan untuk usaha start up yang akan dibangun. 

Belajar bisnis lewat drama Start Up mengajarkan bagaimana pengusaha harus belajar  terutama dari mentor yang senior dan pengalaman, pantang menyerah saat bisnis jatuh, menerima kritik dan menjadikannya cambuk untuk meningkatkan bisnis, dan banyak hal tentang investasi dari calon investor.

Penyampaian kritik investor dan mentor di drama ini nggak tanggung-tanggung cuy.. Pedessss dan nancep banget. Kalo nggak tahan mental bisa-bisa bunuh diri karena merasa usaha yang dilakukan gagal.

Udah ah,, nonton sendiri aja. Berasa bikin spoiler ni saya, haha..





Sharing Status Bijak, Belum Tentu Bijak


Kemarin saya ada baca status salah seorang teman di media sosial yang nulis gini :


Siapa disini yang hobi ngumpulin meme atau quote nasehat tapi gak pernah dipraktekkan? Haha..

Berhentilah wahai kisanak.. mubadzir dan percuma! Ngabisin memori hape ajah.


Saya setuju dengan kalimat tersebut. Mending memori hape dipenuhi ama foto kita yang ala-ala hartesss, ya kan? hehe...

Lalu, kenapa saya agak tergelitik? Baper yaaaaaaa???? haha...

Udah 3 bulan ini saya berkomitmen ingin menjadikan media sosial saya lebih bermanfaat. Nggak muluk-muluk harus untuk orang lain. Minimal sebagai pengingat diri saya sendiri. Saya mengikuti komunitas Spirit Nabawiyah Community (SNC : baca esensi) yang pada awalnya adalah komunitas yang dihuni oleh mamak-mamak pejuang siroh. Namun disini anggotanya juga mendapat banyak ilmu tentang pengasuhan, agama Islam, dan membuat kami para anggota belajar dan didorong untuk ikut menyebarkan siroh nabi dan sahabat melalui buku-buku yang dijual.

Nah, ilmu agama dan pengasuhan yang saya dapat setiap hari dari grup whatsapp (wag) komunitas lah yang saya share kembali ke media sosial saya. Target utama nya adalah SAYA SENDIRI

Ngebayanginnya sih kalau saya ingin berghibah ria di medsos atau komen negatif ke postingan orang lain, trus karena teringat pernah status nasihat agar menahan jari-jari untuk yang nggak penting, saya jadi mengurungkan niat saya itu.

So sweet banget kan bisa diingetin ama diri sendiri,, wkwk..

Nggak juga setelah merasa tergelitik saya langsung panas dan berapi-api dengan status teman tersebut. Justru saya bersyukur karena sudah diingatkan. Itu salah satu bentuk kasih sayang Allah melalui seorang teman agar hati saya tidak melenceng dari niat utama, yaitu mengingatkan diri sendiri ke kebaikan.

Dengan membuat status bijak atau nasihat, seseorang belum tentu bijak. Bisa jadi ya... bisa jadi...

1. Sedang belajar

Dalam proses belajar terkadang lebih cepat diserap dengan cara menuliskan kembali. Saat menulis kembali, otomatis kita harus membaca terlebih dahulu. Saat menulis kembali itu pun kadang kita bisa menambahkan kondisi yang dihadapi sekaligus menyelipkan doa agar bisa istiqomah dalam kebaikan sesuai nasihat atau status bijak tersebut. 

2. Menasihati Diri Sendiri

Status bijak yang dibuat bisa jadi sebenernya bukan untuk orang lain. Tapi untuk diri sendiri. Ada orang yang lebih nyaman dinasihati langsung secara verbal, tapi ada juga yang lebih suka dinasihati melalui tulisan. Status bijak bisa menjadi media yang efektif bagi sebagian orang untuk menasihati diri sendiri.

3. Alarm Pribadi

Membuat status nasihat juga sering dlakukan saat sedang berada dalam posisi galau memilih antara hal baik atau buruk. Jadi sebelum mengambil suatu keputusan atau tindakan, seseorang mengingatkan diri sendiri dengan nasihat yang pernah dibaca atau bahkan pernah dibagikan. Status nasihat itu ibarat alarm pribadi untuk mengingatkan kembali agar tidak ragu memilih hal baik.

4. Pemberi Semangat

Dalam hidup ada kalanya seseorang menghadapi situasi yang membuat sedih, kesal, dan demotivasi. Pengen curhat ke orang lain rasanya kurang nyaman. Sebenarnya sih bisa curhat ke Allah melalui ibadah wajib dan sunnah. Tapi namanya manusia suka merasa kurang puas karena butuh petunjuk yang lebih bisa menggugah hati. Bisa jadi semangat bangkit kembali melalui nasihat atau kalimat bijak yang tiba-tiba dibaca. Hati pun menjadi lebih lega dan ingin membagikan aura positif dari kalimat penyemangat tersebut melalui media sosial.


Banyak alasan lain yang mendorong seseorang membuat postingan status bijak atau nasihat. Selama masih positif ya ambil positifnya aja. No baper baper club, tiap orang bebas berekspresi kan.

Lalu gimana kalo ada orang yang sharing status bijak dan menurut penilaian kita orang tersebut bertolak belakang dari apa yang dia sharing-kan? Tiga hal berikut mungkin bisa dilakukan.

1. Ingatkan

Bisa melalui komentar dengan kata-kata baik.

2. Doakan

Komentar baik atau cukup meng-AMIN-kan sebagai bentuk doa agar doi dapat hidayah dan bisa mempraktekkan nasihat yang doi sering bagikan.

3. Biarkan 

Ya udah biarin aja. Itu kan media sosial dia. Mau dia jungkir balik buat status baik atau jelek ya tanggung jawab dia. Ibarat rumah, itu rumah pribadinya. Capek juga kita mikirin orang trus ujungnya ghibah dan jadi dosa ke kita sendiri. Kalo perlu nggak usah lihat lagi statusnya atau un-friend sekalian selama-lamanya, wkwk.. Ya nggak??

Nah,,, jadi kalo ada yang suka sharing status bijak, belum tentu orang itu juga bijak. Ambil positifnya aja. Sama dengan teman yang awalnya buat saya tergelitik. Setidaknya mengingatkan saya pribadi kalau saya sendiri belum bijak jadi harus makin banyak pasang status bijak,, haha... 

Beruntung kalo ada yang jadi berubah baik juga dengan nasihat yang saya bagikan. Lumayan kan dapat cipratan pahala biarpun sedikit.

Potret Nabi dan Salafus Shalih dalam Membersamai Anak

Sumber : depositphotos

Jadi orangtua itu susah atau gampang sih?

Kalo saya mikirnya gampang-gampang susah, hehe...

Susah kalo nggak ada ilmunya kali ya. 

Anak adalah amanah Allah. Tugas menjaga dan mendidik anak adalah kewajiban orangtua - ayah dan ibunya -. Sebagai penerima amanah Allah, maka keduanya akan dimintai pertanggungjawaban kelak atas amanah yang telah diberikan.

Sosok seorang ayah sangat menentukan pola asuh seorang anak. Apalagi dalam Islam seorang ayah adalah sosok Qowwaam (pemimpin) dalam keluarga. Dia akan menjadi sosok yang akan selalu menjadi perhatian bagi keluarga. Lantas bagaimana Nabi, para sahabat, salafus shalih membersamai anak mereka? Mari kita lihat cara Nabi dan Salafus shalih membersamai anak-anaknya?

Masalah klasik para ayah di Indonesia : Nggak mau belajar!

Jadi inget ada ayah yang sering ngomong gini : Ahh,, udah lah. Mamak aja yang ngurusin anak-anak. Ayah cari duit aja.

Serasa minta ditabok kan ya.... wkwk

Oke, balik lagi ke cara Nabi dan Salafus shalih membersamai anak-anaknya.

1. Memberikan Keteladanan

Karena seorang ayah menjadi pemimpin dalam sebuah rumah tangga maka keteladanan menjadi hal yang paling mendasar bagi seorang anak. Hal yang paling mendasar bagi seorang anak adalah kejujuran yang perlu ditanamkan sejak dini. Dan ini perlu mendapatkan keteladanan dari orangtua. Rasulullah bersabda “Barangsiapa berkata kepada anaknya, “kemarilah nanti kuberi kemudian tidak memberi maka ia adalah pembohong,” (H.R. Ahmad dan Abu Hurairah).

Abdullah ibn Amir bercerita bahwa suatu ketika Rasulullah berada di rumahnya, ibunya memanggil, “Kemari, saya ingin memberimu.” 

“Apa yang akan kamu berikan?” 

“Saya akan memberinya kurma” jawab Ibu Abdullah. 

Nabi bersabda “Ingat jika kamu ternyata tidak memberinya apa-apa maka kamu akan tercatat sebagai pembohong” (HR Abu Daud).

Nah lho, jangan sembarang janji2 ke anak yaaaa.

Begitupun keteladanan dalam ibadah. Peran orangtua apalagi seorang ayah akan sangat memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap diri seorang anak. Ibnu Abbas kecil begitu terkenang saat bermalam di rumah bibinya, Maimunah. Ibnu Abbas kecil melihat Nabi bangun di tengah malam kemudian berwudhu dan qiyamul lail. Dia pun mengikuti apa yang dilakukan Nabi.


Jadi teringat nyuruh Raihan shalat tahajud. Mamaknya harus mencontohkan dulu baru bisa ngajak anaknya ikutan bangun di tengah malam dan sholat minimal dua rak'at. Kalo nggak ya sama aja boong mak..


2. Berdialog dengan anak dan mendengarkan pendapatnya

Dalam membangun pola asuh yang baik juga penting memperhatikan metode dialog yang dilakukan. Dengan membiasakan dialog akan membantu menumbuhkan akal dan menajamkan nalar. Dengan membiasakan dialog akan mendorong anak untuk menyampaikan pendapatnya. Dan menumbuhkan sikap berani berpikir dan bertindak.

Cara paling gampang membuat anak melakukan sesuatu adalah menakut-nakuti dan ini nggak meninggalkan perubahan yang permanen.

Hayooo gimana cara nyuruh anak sholat? Nakut-nakutin pake neraka kah? Percaya deh, sampe mereka besar kesadaran akan shalat ga akan tumbuh permanen.

Orangtua kadang-kadang ya pengen cepet-cepet aja gitu. Pingin mendapatkan pengakuan ini itu. Anaknya udah bisa A, B, C.... Haloooo makkkk, apakah mendampingi anak-anak kita memang untuk sekedar dapet pengakuan saja??

Yuk bangun suasana yang menyenangkan di rumah. Anak nyaman curhat dengan orangtuanya. Anak ga takut sama orangtuanya. Anak ga overdosis nasihat dari mamaknya. Yuuuk rem mulut. Kadang emang jahat banget ini mulut para mamak, hiks 🙈

Kasih jatah buat para bapak  menjalankan perannya sebagai ayah. Menyampaikan kebaikan tanpa ceramah panjang ga berujung 🙈 bisa jadi lama-lama anak-anak kita jadi ga betah berlama-lama.

Buat yang anaknya masih kecil-kecil, yuk bangun suasana menyenangkan... Sama-sama sinergi dengan pasangan untuk jalankan peran masing-masing sesuai dosisnya.

Ngobrol dengan pasangan, ini anaknya mau diasuh begimaneee?

Dulu saat aku masih mengajar dulu, banyak anak-anak di usia SMP mengaku ga betah di rumah, karena males dicerewetin mulu 🙈🙈🙈

Coba deh posisikan kita seperti mereka, kita pernah jadi anak usia 14-15th kan?

Bangun iklim dialog iman bersama anak-anak!

Kita lihat yuk model dialog di masa Umar bin Khattab ra.

Hal ini pernah dicontohkan oleh khalifah Umar bin Khattab ketika didatangi seseorang yang mengadukan anaknya yang durhaka dan ketika ditanyakan kepada anaknya mengapa si anak durhaka kepada orangtuanya, maka si anak bertanya balik kepada Amirul Mukminin tentang hak anak yang harus ditunaikan orangtuanya. Dan setelah tahu haknya maka anak tersebut anak itu menyatakan bahwa orangtuanya tidak menjalankan kewajibannya terhadap dia. Sehingga kemudian Umar bin Khattab bisa memberikan tindakan dan keputusan yang tepat karena mendengarkan masukan sang anak.

Hal serupa juga terjadi saat kepemimpinan Umar bin Abdul Azis. Saat khalifah menerima kunjungan masyarakat dari berbagai wilayah, dari salah satu utusan penduduk hijaz ada anak-anak yang menjadi utusan mereka dan berbicara kepada khalifah. Pada saat itu khalifah Umar bin Abdul Azis mengatakan, “biar orang yang lebih tua dari kamu yang berbicara”. Maka anak itu berkata, “wahai Amirul Mukminin kecilnya orang itu bergantung pada hati dan lisannya. Jika Allah menganugerahkan kemampuan bicara dan kekuatan hati pada seorang hamba. Maka dia berhak bicara. Wahai amirul Mukminin, jika seorang utusan ditentukan oleh umurnya, maka tentu ada orang yang lebih berhak menduduki tempat Anda sekarang dibandingkan Anda.”

Dari dialog ini, terlihat bahwa anak-anak diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangannya. Mereka ga payah menyampaikan pendapat. Karena apa? Bisa jadi karena dosisnya pas. Sehingga mereka tampil PD, ga takut disalahin, bashirahnya tetep jernih, dll


3. Memberikan motivasi kepada anak

Memotivasi memberikan efek positif dalam diri anak karena akan mendorongnya menjadi manusia yang lebih baik dan maju. Hal ini pernah dilakukan oleh Umar bin khattab yang mendorong anak-anak mengutarakan pendapatnya sekalipun di hadapan orang-orang tua. Inget, nggak boleh otoriter ya.


4. Memberikan apresiasi atas apa yang dilakukan anak

Anak-anak butuh apresiasi saat melakukan hal-hal baik (terutama yang termasuk amal shalih). Hal ini dilakukan sebagai wujud penghargaan atas pencapaian mereka melakukan hal-hal baik. Bahkan bisa mendorong mereka menjadi lebih baik.

Khatib al-Baghdadi dalam bukunya Syarfu Asha bil Hadits menceritakan bahwa An-Nadhr bin Harits pernah berkata, “aku mendengar Ibrahim bin Adham berkata, ”ayahku pernah berkata kepadaku, wahai anakku carilah hadits maka setiap kali engkau mendengar sebuah hadits dan engkau mampu menghafalnya, maka engkau berhak mendapatkan satu dirham. Maka untuk itulah aku mencari hadits.


Lalu udah sejauh mana potret kebersamaan saya mendampingi anak-anak saya di rumah? Haduhh,, jadi sedih karena masih banyak kurangnya. Raihan udah 10 tahun, nyuruh sholat aja masih harus puluhan kali baru mau bergerak. Memang udah ada sedikit perubahan sih. Nggak perlu sampe nangis-nangis lagi disuruh sholat. Magrib dan Isya' pun udah sering di masjid walaupun sekalian langsung main ama temen-temennya. Nada yang udah 8 tahun juga masih ogah-ogahan disuruh sholat lima waktu.

Udah kayak weker ni si mamak.

Udah sholat belom ?

Udah ngaji belom ?

Udah muroja'ah belom ?

Padahal tugas mamak harusnya nggak se-gampang itu ya. Anak butuh pendampingan untuk memahami arti dan tujuan hal yang kita suruh untuk akhirnya masuk ke hati dan menjadi kebiasaan yang didasari iman pada Allah Sang Pencipta.

Kita harus sadar nggak selamanya kita bisa selalu jadi "jam weker" nya mereka. Mereka nggak dapet esensi atas semua suruhan kita. Sedihnya, kadang yang keliatan manut, manis, bisa jadi mereka melakukannya sekedar karena takut sama mamaknya kalo udah murka

Mamak dan ayah harus introspeksi diri lagi. Cari tau dimana letak kekurangan dalam pengasuhan kami lagi. Sesuai dengan kalimat, menjadi orangtua ibarat memasuki universitas kehidupan. Harus terus belajar dan belajar agar dapat membawa keluarga ke tujuan akhir utama yaitu akhirat yang lebih kekal. 

Belajar darimana????

Ya darimana aja bisa. Ikut komunitas salah satunya. Yakin lah kalau Allah akan mendekatkan kita dengan kebaikan jika kita fokus untuk berniat untuk menjadi lebih baik.





Anas bin Malik

Anas bin Malik


Anas bin Malik adalah putra dari pasangan Malik bin an-Nadhr dan Ummu Sulaim. Anak ini telah mengabdikan dirinya untuk melayani Rasulullah saw sejak awal mula Baginda Rasulullah SAW tiba di Madinah.

Saat hijrah itu, berbondong-bondong orang Anshar menawarkan bantuan apapun yang mereka bisa untuk diberikan kepada sang Baginda, juga kepada sahabat mereka dalam Iman dari kalangan kaum Muhajirin yang terusir dari Mekkah demi mempertahankan iman mereka

Kala itu datanglah Ummu Sulaim (sang ibunda) sembari bergegas mendatangi Rasulullah saw. bersama putranya Anas yang saat itu adalah seorang anak kecil berusia 10 tahun 

”Wahai Rasulullah saw. sungguh orang-orang anshar dan perempuan-perempuan anshar telah memberimu hadiah kecuali aku, dan aku tidak menemukan sesuatupun untuk dapat aku hadiahkan kepadamu kecuali hanya anak laki-lakiku ini. Maka terimalah dariku. Dia akan melayani keperluanmu.”

Sejak saat itulah Anas resmi menjadi pelayan Rasulullah SAW hingga beliau wafat 10 tahun kemudian. Ketika itu Anas masih berumur 20 tahun. Selama masa 10 tahun ini, Anas bin Malik hidup dalam naungan kasih sayang Rasulullah SAW dan langsung mendapatkan pengajaran dari Sang Baginda.

Kehadiran Anas Bin Malik di rumah Rasulullah SAW, jauh dari bayangan seorang pelayan, pembantu atau yang semakna dengannya.

Benar bahwa Anas membantu menyiapkan berbagai hal untuk Rasulullah SAW. Tapi lebih sebagai seorang murid yang siap memenuhi keperluan gurunya.

Anas ber mulazamah kepada Rasulullah SAW dan mereguk saripati kebaikan dari Sang Baginda, langsung dari sumber pertama, maka wajar rasanya bila kita analogikan kehadiran sang Ibunda dan menyerahkan Anas kepada Rasulullah SAW tak ubahnya seperti kepercayaan para orang tua yang menitipkan putra putrinya ke para kyai pengasuh pesantren saat ini.

Karena beliau tinggal bersama Rasulullah SAW, maka beliau pun bertemu langsung dengan guru-guru hebat lainnya. 

Gurunya selain Rasulullah saw adalah Abu Bakar, Umar, Usman, Usaid bin al Hudhair dan Abi Thalhah. Sebanyak 2286 butir hadits telah berhasil ia dapatkan dari guru-gurunya.

Bukti lain ia telah benar-benar melayani Rasulullah saw. adalah pengakuan Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Anas Bin Malik adalah orang yang paling mirip shalatnya dengan Rasulullah SAW. Rasulullah pun sangat sayang kepada Anas dan sering memanggilnya dengan Unais (Anas kecil) sebagai ekspresi kasih sayang padanya.

Tentang bagaimana Rasulullah SAW memperlakukan dirinya, Anas berkata, 

"Aku membantu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selama 10 tahun. Selama itu, beliau tidak pernah mengucapkan padaku "ah" sekalipun. Beliau tidak pernah mengomentari sesuatu yang kulakukan dengan mengatakan, 'mengapa kau lakukan ini'. 

Dan sesuatu yang tak kulakukan, "mengapa kau tinggalkan ini". 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang terbaik akhlaknya. Aku tak pernah menyentuh sutra yang tebal maupun yang tipis atau sesuatu yang lebih lembut dari tapak tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dan aku tak pernah mencium aroma parfum manapun yang lebih wangi dari keringat beliau shallallahu 'alaihi wa sallam."

Anas bin Malik radhiallahu 'anhu termasuk salah seorang punggawa di Perang Badar. Ia terus bersama Rasulullah dan membantunya. Padahal saat itu usianya baru 12 tahun.

Dan Anas terus berpartipasi dalam berbagai momentum lainnya. Berbagai peperangan beliau ikuti. Apapun yang terjadi bersama Nabi, Anas pun biasanya ada di sana turut menyertai.

Selain mendapat keistimewaan dapat melayani Rasulullah saw. Anas juga mendapat doa khusus dari Rasulullah saw. atas permintaan ibunya kala mengantarkan Anas untuk melayani Rasulullah SAW.

Maka Rasulullah SAW pun mendoakan Anas sebagai berikut :

“Allahumma Aktsir malahu, wawaladahu wa adkhilhul jannah.” (Ya Allah, berikanlah ia harta yang melimpah, keturunan yang banyak, dan masukkanlah ia ke surga).

Di sebagian riwayat lain disebutkan tambahan doa Rasulullah saw untuk Anas “Wa Athil Hayatahu.” (Dan panjangkanlah umurnya).

Berkat doa Rasulullah saw. tersebut maka Anas pun ketika dewasa memiliki kebun kurma luas, dalam setahun dapat panen dua kali. Demikian pula, anak dan cucunya banyak, bahkan hingga wafat ia memiliki anak 120. Ia pun dipanjangkan umurnya hingga 107 tahun.

Ada kisah menarik tentang Anas dan Tugas yang diberikan Rasuulullah SAW kepadanya

Suatu hari, Anas diminta untuk menyelesaikan sebuah urusan. Namun, ia melakukan kekhilafan. Anas malah bermain-main di pasar bersama sejumlah anak. Tiba-tiba, majikannya yang mulia itu muncul dan memegang bajunya dari belakang. Anas melihat wajah Muhammad. Bukan amarah yang terlihat, melainkan senyum yang menghias bibirnya. Dengan lembut, Muhammad berkata, "Anas pergilah ke tempat yang aku perintahkan.

Anas bin Malik radhiallahu 'anhu wafat di Kota Bashrah. “Tahun kelahiran Imam Malik menurut pendapat yang kuat adalah di tahun 93 H, bertepatan dengan tahun wafatnya Anas – pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Siyar A’lam an-Nubala’, 8/49).

Dengan demikian, ketika seorang sahabat Nabi yaitu Anas bin Malik wafat, muncul seorang muslim pilihan yaitu Malik bin Anas yang kini kita kenal sebagai Imam Malik. Sehingga, generasi shalihin itu tidak berakhir, tetapi terus berlanjut. Sejak dari masa Rasulullah, sahabat hingga tabi’ien.

Demikianlah sekelumit kisah Anas bin Malik, semoga Allah melimpahkan rahmat kepadanya dan keluarganya sebagaimana ia telah mendedikasikan hidupnya untuk melayani Rasulullah saw. dan sebagaimana rasa syukurnya atas limpahan ilmu, harta anak dan umur yang panjang yang Allah berikan kepadanya. 

Amiin.

Nge-Blog : Buat Apa?



Pandemi belum berakhir juga. Lelah? Pasti.. Semua orang juga lelah menanti perginya covid-19 dari muka bumi. Biar bisa bebas kemana-mana tanpa dibayangi ketakutan terinfeksi virus yang telah hampir 8 bulan menghampiri.

Aktivitas sehari-hari banyak dilakukan di rumah. Praktis mengubah pola hidup yang sudah menjadi kebiasaan sebelum pandemi. Dulu hampir setiap minggu bisa jalan-jalan atau minimal mengajak keluarga makan di luar. Sekarang kalau mau jalan, harus mikir dulu kondisi di tempat yang direncanakan. Sampai disana pun harus celingak celinguk memastikan tidak terlalu ramai.

Apalagi saya yang adalah ibu pekerja kantoran. Seminggu sekali saya mendapat jadwal bekerja dari rumah (Work From Home). Kedua anak saya yang biasa belajar di sekolah dari pagi hingga siang dan sore hari juga diharuskan belajar dari rumah. Awal menghadapi kebiasaan baru tersebut sempat membuat saya hampir stres. Menghadapi pekerjaan kantor dan menemani anak belajar daring malah bikin saya darting. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk mencari bantuan guru yang bersedia memberikan les privat ke rumah.

Kalau dipikir-pikir saya harus banyak bersyukur. Dengan adanya pandemi dan mengharuskan setiap orang untuk tetap beraktivitas di rumah, saya bisa lebih dekat dengan anak-anak. Walaupun kadang rasanya nano-nano menghadapi tingkah polah tiga anak super yang beda karakter, tapi mereka malah semakin dekat dengan saya.

Kegiatan apa aja yang dilakukan bareng anak selama pandemi?


Saya bisa belajar, membaca, bermain dan membuat cemilan bersama mereka. Beberapa kegiatan tersebut sudah pernah saya tuliskan di blog ini. 

Buat apa Nge-Blog?

Awalnya saya buat blog di tahun 2011 itu sebagai tempat cerita. Maklum dulu itu pernah LDR-an ama suami karena penempatan kerja di salah satu rumah sakit di daerah Simalungun. Anak masih bayi banget, cukup banyak waktu luang yang bisa dimanfaatkan. Tapi dengan masih banyak keterbatasan karena jauh dari kota, menulis adalah pilihan terbaik saya saat itu. Sebagai ibu baru saya butuh tempat untuk cerita apa saja terkait kehidupan saya. Uneg-uneg saya lumayan bisa keluar. Beberapa pengetahuan dan pengalaman tentang bayi dan pengasuhan yang pernah saya baca dan alami dapat saya tuliskan kembali di blog dengan bahasa saya sendiri.

Seiring dengan saya dipindahtugaskan ke dekat suami dan beban kerja yang semakin banyak, praktis membuat kegiatan menulis saya terhenti. Hingga di tahun 2019 saya merasa harus menulis lagi di blog sebagai sarana curhat saya kembali.

Beruntung sekali saya dipertemukan dengan komunitas Blogger Sumut yang akhirnya membuka wawasan bahwa dunia per-blogger-an itu cukup luas. Membuat saya memutuskan untuk lebih fokus nge-blog dan memiliki domain sendiri. Jadilah jendelamamak menjadi ruang pribadi yang bisa diakses banyak orang. Nggak cuma curhat ala mamak aja, tapi bisa bermanfaat untuk orang lain. Saya pasti mati, tapi karya saya akan terus bisa dibaca dan insyaAllah membawa manfaat.

Kata Allah, "Nikmat mana lagi yang Engkau dustakan?".

Dengan menulis di blog, jiwa saya bisa tenang, unge-uneg keluar, menebar manfaat dan kebaikan, eh malah dapat tambahan penghasilan. Mungkin nggak banyak, tapi dapet penghasilan dari hobi menulis di blog itu rasanya tak terkatakan, hehe..

Hari Blogger Nasional

Dengan berkembangnya aktivitas digital, profesi blogger mulai dilirik banyak orang. Para blogger dapat mengelola blog lebih serius dan profesional yang dapat menjadi peluang bisnis dan penghasilan. Melihat peluang ini Menteri Komunikasi dan Informatika tahun 2017, Bapak M. Nuh mencanangkan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional.

Udah 13 tahun aja ya. Semoga para blogger bisa tetap semangat menghasilkan karya yang bermanfaat bagi banyak orang.
Menulislah, karena dengannya kau bisa menemukan bahagiamu.


SELAMAT HARI BLOGGER NASIONAL !!!! 


Meng-aqil Baligh-kan Anak


Nggak terasa anak-anak saya udah mulai pada gede. Si sulung udah 10 tahun dan si tengah hampir 8 tahun. Dengan atau tanpa disadari, saya semakin tua,, hehe..

Bukann.. bukan itu fokusnya. Usia segitu saya harus udah mulai memikirkan pola yang tepat dalam membersamai masa jelang aqil baligh mereka. Kalau dulu saya pusing karena mereka nempel terus ama saya, sekarang saatnya saya yang mulai harap-harap cemas melepas mereka ke pergaulan dengan teman dan lingkungan. 

Salah satu persiapan saya adalah belajar untuk menghadapi aqil baligh dengan ikut kulgram parenting oleh Ustadz Adriano Rusfi, Psi.

Jadi apa aja sih persiapan yang harus dilakukan dalam meng-aqilbaligh-kan anak menurut ustad Adriano? Salah satunya adalah melibatkan anak dalam masalah.

Libatkan anak dalam masalah

Saya baru punya mobil usia 42 tahun. Rumah baru punya 2 tahun lalu, sebelumnya ngontrak. Dulu saat usia saya 28 tahun, teman-teman saya bilang, “Lu makanya yang fokus dong cari duit.”

Saya cuek saja, saya memilih fokus mendidik anak. Saya percaya dengan prinsip "Life begin at forty". Bagaimana pun waktu bersama dengan anak tidak akan bisa diulang saat anak2 sudah dewasa.

Kalau sekarang teman-teman saya kagum dan bilang, “Lu hebat banget sih?”

Saya sekarang bisa membalas, “Mungkin dulu lu kecepetan fokus sih.”

Karena setelah menikah dan mempunyai anak, saya memilih fokus untuk mendidik anak-anak saya.

Supaya beban finansial saya cepat beres, saya fokus meng-aqilbaligh-kan anak-anak.


Anak saya dari usia SMP sudah menjadi loper koran, membuka jasa servis tamiya, membantu scoring lembar psikotest.

Saya memberikan syarat jika anak meminta sesuatu, maka 10% haruslah memakai uangnya sendiri. Sehingga setiap permintaan anak saya akan dimulai dengan pertanyaan: “Abi ada duit nggak?”

Ketika anak saya ingin sepeda motor, saya katakan, “Bebas boleh pilih yang mana saja, asal 10% uang sendiri.”

Anak saya jadi berpikir juga. Yang 16 juta, harus ada 1,6 juta. Akhirnya anak saya memilih yang 9 juta saja, karena merasa mampu menyediakan 10%-nya. Abi nya senang, anak senang.

Ketika anak meminta barang baru sementara barang yang lama masih bisa dipakai, saya hanya katakan, "Harusnya kamu bersyukur abi sudah belikan yang itu dan kamu masih bisa gunakan itu."

Salah satu cara mendidik anak menjadi Aqil Baligh adalah dengan tidak menyembunyikan masalah dari anak. Rem masa baligh anak dengan membantu orang tua menyelesaikan masalahnya.


Jadi kurang tepat juga ketika mengatakan, “Biar Ayah saja yang menderita, kamu belajar saja yang rajin.”

Itu adalah kalimat kurang ajar. Bukti bahwa si Ayah Egois. Mengapa si ayah tidak mengijinkan anaknya mengikuti jalan suksesnya? Tidak ada sejarahnya orang sukses hanya dari gelimangan kemudahan.

Konglomerat Tionghoa itu sadis-sadis sama anaknya. Kalau anak mereka minta macam-macam, jawabnya “Sudah bagus Bapak kasih segitu.”

Kita saja yang Melayu ini suka memanjakan anak. Ada tetangga saya Tionghoa yang pengusaha kaya raya. Ketika hujan, ia memberikan payung buat anaknya supaya jadi ojek payung.

Ketika anak saya sudah memasuki usia aqil baligh, anak saya beritahu. “Kamu ini sebenarnya sudah bisa abi suruh pindah, tapi sekarang masih boleh tinggal dirumah. Hanya kami statusnya numpang. Numpang makan, numpang tidur. Jadi tahu diri ya sebagai penumpang. Baik-baik sama tuan rumah.”

Maka anak pun akan berusaha mematuhi tata tertib untuk tidak pulang malam, dll.


Hadapkan anak dengan berbagai masalah dan harus mencari solusinya sendiri adalah bagian dari upaya meng-aqilbaligh-kan anak kita. Ajari anak cari uang, ajari anak berorganisasi. Libatkan anak dengan masalah.

Anak mulai bisa diajarkan kemandirian saat usia di atas 7 tahun. Itu sudah fitrahnya. Didik anak dengan penuh optimis, tidak perlu rekayasa. Dan jangan lupa untuk meminta kepada Allah melengkapi kekurangan kita dalam mendidik anak-anak.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kalimat life began at forty ini relay banget ama saya. Saya yang menikah di usia yang relatif muda (sebelum 23 tahun) dengan lelaki yang seusia. Dengan masih terbayang mimpi bekerja di perusahaan multinasional, bisa travelling kesana kemari, bisa S2 ambil beasiswa ke luar negeri, tapi harus saya coba ikhlaskan untuk memendam semua mimpi tersebut demi menyempurnakan separuh agama.

Berkali-kali impian itu terbayang, suami selalu mengingatkan untuk bersabar. Menurutnya ada masanya untuk kembali mengejar mimpi-mimpi tersebut hingga bisa bermanfaat bagi orang lain. Saat ini cukup fokus untuk mendidik dan membangun fondasi kuat pada ketiga anak kami.

Suami selalu menceritakan Nabi Muhammad yang baru diangkat menjadi Rasulullah pada usia 40 tahun. Hal itu bisa menjadi contoh untuk saya kembali membangun mimpi saya di usia itu saat anak ketiga saya sudah masuk usia aqil baligh dan masuk SMP. InsyaAllah telah menjadi cambuk pribadi untuk saya fokus ke keluarga dan menomorsekiankan passion, karir dan cita-cita.

Semoga saya bisa mempersiapkan anak-anak saya dengan baik saat masa itu tiba dan kembali membangun mimpi dan cita-cita saya agar lebih bermanfaat bagi orang lain. Amin.