Menjadi Guru yang Disayangi

Sumber : EISAU

Guru adalah profesi yang mulia. Mengajar murid mulai dari tidak tau menjadi tau, dari yang tidak paham menjadi paham dan mendidik generasi yang akan menjadi penerus peradaban. Dengan menjadi guru, ilmu bermanfaat yang diberikan kepada semua murid akan terus mengalirkan pahala walaupun sang guru telah meninggal dunia.

Begitu mulianya profesi guru, ternyata tidak berbanding lurus dengan jumlah anak yang bercita-cita menjadi guru. Hasil penelitian melalui angket yang dilakukan oleh Kemendikbud di tahun 2019, hanya 11% persen siswa yang bercita-cita menjadi guru. Dari 11% tersebut 80% nya adalah perempuan. Bahkan kebanyakan siswa memilih cita-cita yang lebih menjanjikan secara finansial seperti dokter, youtuber, dan pengusaha dibandingkan menjadi guru yang bisa mendidik generasi selanjutnya di masa depan.
Sedihnya lagi, siswa yang memilih cita-cita sebagai guru adalah siswa yang nilai akademisnya tergolong rendah. Sedangkan siswa dengan nilai akademis tinggi cenderung memilih cita-cita yang menjanjikan penghasilan finansial lebih baik seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Bayangkan jika yang mendidik anak cucu kita kelak adalah guru yang tidak pintar, tidak bisa memahami materi pelajaran dengan baik, tidak bisa menanamkan nilai karakter baik karena profesi gurunya hanya bertujuan “aman” secara finansial dengan kemampuannya yang pas-pasan??? Mau jadi apa generasi penerus bangsa ini nanti?
Saya teringat cerita suami saat ia masih kecil dan tinggal di kampung daerah Tapanuli Selatan. Guru yang mengajar mata pelajaran Fisika adalah guru lulusan pendidikan olahraga dikarenakan kurangnya tenaga pengajar di sekolahnya. Sang guru sering tidak paham materi yang akan diajarkan pada muridnya. Akhirnya mengikuti apa yang ada di buku teks yang malah membuat sebagian besar muridnya semakin tidak paham. Alhasil, saat duduk di bangku SMA, suami saya harus bekerja keras mengulang pelajaran Fisika SMP di saat teman-teman sekelas lain yang berasal dari SMP di kota lain sudah pernah memahami materi yang disampaikan. Mirisnya lagi, cerita yang sama masih saya dengar di sekolah lain beberapa waktu yang lalu.
Di era millenial yang semakin berkembang dan anak generasi Z yang  mulai mengenyam pendidikan formal, peran guru menjadi lebih luas. Tidak hanya dalam hal mata pelajaran di dalam buku teks, namun juga merambah ke pendidikan karakter sebagai penguat karakter yang telah dibangun di rumah.
Cara guru bersikap, mengajar dan berpakaian adalah salah satu penilaian yang saya lakukan saat memilih sekolah untuk anak-anak saya. Hal ini menjadi penting untuk menyamakan visi dan misi pendidikan yang diberikan di rumah dan di sekolah agar anak tidak bingung menentukan tujuan pendidikan bagi dirinya.
Tak hanya itu, guru juga harus bisa melakukan sesuatu yang membuat murid menyayanginya sehingga senang dan semangat dalam mengikuti pelajaran, baik pelajaran akademis maupun non-akademis seperti akhlak dan perilaku yang baik.

Lalu, bagaimana cara agar menjadi guru yang disayangi murid? Berikut tipsnya.

1. Memahami Karakter
Menjadi guru harus dapat memahami karakter masing-masing murid. Tiap murid itu spesial dan memiliki karakter khusus yang membedakan yang satu dengan yang lainnya. Tidak ada anak yang bodoh karena mereka memiliki kecerdasan masing-masing yang berkembang secara dominan. Menurut penelitian ada delapan tipe kecerdasan yang berkembang pada anak, namun hanya satu atau beberapa yang dominan tergantung stimulasi yang dilakukan orangtua dan lingkungannya.
Kecerdasan itu adalah kecerdasan linguistik, logika/matematis, interpersonal, intrapersonal, musikal, spasial/visual, kinestetik, dan naturalis. Guru yang baik akan memahami kecerdasan yang dominan pada anak muridnya. Sehingga akan menyesuaikan metode belajar antara anak satu dengan anak lainnya.

Lebih lengkap tentang kecerdasan anak dapat dibaca di tulisan lain tentang Mengenal Tipe Kecerdasan Anak.
Anak dengan kecerdasan visual dapat memahami pelajaran dengan duduk, diam dan memperhatikan. Namun hal ini tidak maksimal berlaku pada anak dengan kecerdasan kinestetik karena mereka lebih senang belajar sambil melakukan apa yang disuka, namun telinga mereka mendengarkan penjelasan yang diberikan guru.
Dengan memahami karakter belajar anak, maka anak akan lebih nyaman dengan sang guru dan belajar tanpa paksaan.
2. Menjadi Teman
Sepertinya udah nggak jaman lagi guru harus ditakuti muridnya. Guru yang bisa menjadi teman cerita atau teman curhat akan lebih disayangi. Guru dapat mendekati atau berkumpul dengan muridnya saat jam istirahat atau makan siang untuk bercengkerama. Guru sebagai teman dapat memotivasi murid untuk lebih semangat dalam belajar, membantu dan menguatkan murid saat sedang berada dalam masalah. Pasti butuh waktu agar dapat mengambil kepercayaan anak-anak. Namun jika guru sudah bisa menjadi teman bagi anak muridnya, maka sudah pasti si anak menyayangi guru tersebut.
3. Perhatian
Siapa yang nggak klepek-klepek kalo diberi perhatian? Perhatian nggak harus berlebihan, cukup dengan bertanya kabar, suasana hati, atau mengingatkan hal tertentu juga merupakan bentuk perhatian. Bahkan respon marah guru juga merupakan perhatian, namun tetap harus terarah dan terkendali. Guru yang memberi perhatian tulus dalam bentuk apapun bisa dipastikan akan memperoleh rasa sayang dari anak muridnya.
4. Ikhlas dan Tulus
Mendidik itu dengan hati. Agar apa yang diajarkan juga bisa sampai ke hati si penerima. Hati guru yang tulus dan ikhlas mendidik anak murid akan membuat murid merasa senang, nyaman dan mudah memahami pelajaran. Sebaliknya guru yang tidak tulus akan langsung terpancar aura negatif dari dalam dirinya yang akan membuat murid tidak nyaman dalam belajar.
5. Komunikasi dengan Orangtua
Pendidikan di rumah dan di sekolah harus selaras dalam visi dan misi. Dalam hal ini sangat penting adanya komunikasi yang baik antara guru dan orangtua murid mengenai perkembangan anak di sekolah, baik akademis maupun non akademis. Jaman gawai sekarang komunikasi bisa lebih mudah melalui grup di sosial media seperti whatsapp dan lainnya.
6. Mencontohkan Kebaikan
Selain mengajar sesuai buku teks pelajaran, seorang guru juga harus dapat mencontohkan hal-hal baik dalam kehidupan sehari-hari. Misal makan minum sambil duduk, menggunakan tangan kanan, tidak terlambat, memperbanyak sedekah dan berbagi di hari Jumat. Anak murid pun akan melihat langsung wujud nyata kebaikan yang telah diajarkan guru.


Menu Jum'at Berbagi dari Guru dan Beberapa Anak Bergiliran (dok. pribadi)
Nah, jika anda seorang guru dan ingin menjadi guru yang disayangi murid, tips di atas dapat dicoba ya. Semoga dengan banyak anak yang menyayangi gurunya, semakin banyak anak yang bercita-cita untuk menjadi guru. Bukan hanya karena faktor finansial tapi ketulusan mendidik anak-anak sebagai penerus peradaban.

Imunoterapi, Inovasi Kalahkan Kanker dengan Perkuat Imun

Masih cukup jelas dalam ingatan saya saat beberapa minggu lalu dokter mengatakan ada kemungkinan anak saya mengidap leukemia. Serasa disambar petir, saya pun harus menahan tangis yang hampir pecah di hadapan dokter dan anak saya yang sudah dirawat di rumah sakit selama beberapa hari. Hasil tes darah menunjukkan lonjakan jumlah sel darah putih yang mencapai 54 ribu, sedangkan normalnya 5 – 10 ribu.
Walaupun pada akhirnya anak saya dapat dipastikan negatif leukemia, pengalaman itu takkan pernah bisa saya lupakan. Leukemia, atau yang biasa disebut kanker darah. Kebanyakan orang awam ya tahu nya kalau sudah mengidap kanker, maka sedang berada di gerbang kematian. Sebelum melewati gerbang tersebut, berbagai rasa sakit dan proses pengobatan yang mahal dan jangka panjang pun harus dilalui.
Perjuangan melawan kanker dengan jelas saya lihat pada almarhumah nenek saya. Beliau mengidap kanker leher rahim (serviks) saat usianya memasuki 60 tahun. Berobat hingga ke rumah sakit di Penang dan Jakarta, dari medis hingga alternatif, terapi batu bata di rumah, obat herbal dan berbagai pengobatan lain pernah dijalani hingga akhirnya beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Beberapa kali menjalani kemoterapi, rambut nenek juga sempat mengalami kerontokan dan tubuhnya semakin kurus.

Apa itu Kanker?
Kanker adalah penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel tidak normal yang berkembang secara tidak terkendali. Sel ini dapat menembus dan masuk ke dalam jaringan normal dalam tubuh dan merusaknya. Sel kanker juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.
Kanker didata menjadi penyebab kematian kedua terbanyak di seluruh dunia. Bahkan di negara maju penyakit ini menjadi penyebab kematian pertama paling banyak. Sementara di Indonesia, kanker berada di urutan keempat penyebab kematian terbanyak setelah penyakit stroke, hipertensi, dan diabetes. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pada tahun 2018 diperkirakan 475 ribu-an orang mengidap kanker dari total hampir 264 juta populasi di Indonesia. Dan dari jumlah tersebut, diperkirakan 207 ribu-an orang meninggal akibat kanker tersebut.
Penyebab dan Gejala Kanker
Kanker merupakan penyakit tidak menular yang menjadi masalah utama di Indonesia. Penyebab utama munculnya sel kanker adalah perubahan (mutasi) genetik yang membuat sel menjadi tidak normal. Pada dasarnya tubuh memiliki sistem imunitas/kekebalan sendiri untuk melawan dan menghancurkan sel tidak normal ini. Namun jika sistem kekebalan tubuh kalah, sel kanker akan berkembang secara tidak terkendali.
Beberapa hal yang dapat memicu mutasi sel menjadi tidak normal antara lain :
-       Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit kanker
-       Merokok
-       Infeksi virus, misalnya hepatitis dan HPV
-       Terapi hormon dalam jangka panjang atau dosis tidak tepat
-       Terpapar radiasi, zat kimia atau sinar matahari
-       Menurunnya sistem kekebalan tubuh
Kanker pada awal kemunculannya di dalam tubuh biasanya tidak menimbulkan gejala yang langsung dapat dikenali. Malah kebanyakan orang baru mengetahui mengidap penyakit kanker setelah berada pada stadium lanjut. Gejala yang biasa muncul pada penyakit ini antara lain munculnya benjolan, menurunnya daya tahan tubuh, mudah lelah, gangguan saat buang air besar/buang air kecil, ataupun munculnya memar dan pendarahan secara spontan.
Jenis Kanker
Karena kanker adalah sel yang bermutasi, maka kanker dapat berkembang dan menyebar ke seluruh bagian tubuh dengan cepat. Maka itu kanker yang sering didengar selalu diiringi dengan kata lokasi sel kanker pertama berkembang. Misalnya kanker payudara, kanker usus, kanker leher rahim, dan lainnya. Hingga saat ini telah terdeteksi lebih dari 250 jenis kanker yang ada di dunia.

Insiden Kanker di Indonesia
Sumber : kalahkankanker.com
Dari banyaknya kasus kanker yang ada di Indonesia, jenis kanker payudara diikuti kanker serviks (leher rahim), kanker paru dan kanker usus (kolorektal) menempati empat posisi terbanyak dalam jumlah pengidapnya. Banyaknya kasus yang terjadi menuntut kita untuk lebih menjaga pola hidup dan menjauhi faktor pemicu munculnya sel kanker.
Pengobatan Kanker
Kanker merupakan penyakit yang selalu berkembang dan karena kondisinya yang kompleks memerlukan penanganan dengan inovasi untuk tes pendukung diagnosis. Pengobatan dan terapi penyembuhan untuk tiap jenis kanker juga bisa saja berbeda. Berbeda dengan di zaman dahulu dimana semua pasien kanker memperoleh terapi pengobatan yang sama.

Perkembangan Terapi Pengobatan Kanker (roche.co.id)
Sejak akhir abad ke-19 hingga saat ini, berbagai terapi pengobatan telah dilakukan untuk mengobati penyakit kanker. Terapi tersebut antara lain :
Operasi
Tindakan ini dilakukan dengan memotong dan mengangkat jaringan kanker yang ditemukan. Setelah operasi dilakukan, pasien biasanya tetap memerlukan terapi obat untuk memastikan sel kanker sudah tidak ada lagi.
Radioterapi
Tindakan radioterapi dilakukan dengan menggunakan paparan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker. Radioterapi terdiri dari dua jenis, yaitu radiasi dari mesin di luar tubuh (eksternal) dan radiasi dari alat yang dipasang di dalam tubuh (brakiterapi). Terapi ini tidak hanya membunuh sel kanker, tapi juga sel-sel yang normal sehingga memiliki efek samping pada tubuh pasien.
Kemoterapi
Kemoterapi dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang dapat merusak sel kanker. Sama halnya dengan radioterapi, penggunaan obat-obatan tidak hanya membunuh sel kanker. Banyak pasien yang menjalani kemoterapi mengalami kerontokan rambut dan efek lain dari obat yang diberikan.
Transplantasi
Transplantasi dilakukan dengan mengganti sumsum tulang dari pendonor sebagai penghasil sel baru yang dapat menghasilkan sel normal dan bebas dari kanker.
Imunoterapi
Pengobatan dengan imunoterapi adalah inovasi terbaru yang mengaktifkan kinerja imun dalam tubuh untuk mendeteksi kanker dan menghancurkan sel kanker yang ada.
Imunoterapi, Inovasi Pengobatan Kanker dari Sistem Imun
Kemoterapi yang selama ini terbukti dapat menyembuhkan kanker ternyata banyak menimbulkan efek samping pada tubuh pasien, seperti rambut rontok, mual dan muntah, tubuh melemah, dan berbagai efek lainnya. Oleh karena itu para ahli mencari alternatif pengobatan kanker yang lebih ramah untuk tubuh pasien.
Tubuh manusia pada dasarnya memiliki sistem pertahanan sendiri yang disebut sistem imun atau kekebalan tubuh. Sistem imun akan merespon dan bekerja melindungi tubuh jika mendeteksi suatu patogen seperti bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit dan menghancurkannya. Konsep imunoterapi merangsang sistem imun untuk secara spesifik melawan dan membunuh sel kanker yang ada dalam tubuh. Jadi tidak akan menghancurkan sel normal yang ada.
Sebelum imunoterapi untuk kanker ditemukan, sistem imun mengalami kesulitan dalam mengenali sel kanker karena adanya protein PD-L1 (programmed death-ligand 1) yang membuat sel kanker dapat berkamuflase dan mengelabui sistem imun. Selanjutnya sel kanker dapat terus tumbuh dan menyebar. Imunoterapi bertujuan agar sistem imun dapat mengenali sel kanker sejak dini sebelum berkembang dengan cepat, baik dengan cara menghilangkan penghalang deteksi dini (protein PD-L1) atau merangsang respon imun lebih baik lagi untuk selanjutnya menghancurkan sel kanker.
Sumber : roche.co.id
Penelitian membuktikan pengobatan imunoterapi pada penyakit kanker lebih efektif dari kemoterapi dan meminimalisir efek samping pengobatan pada tubuh pasien. Jika kemoterapi dapat meningkatkan harapan hidup pasien kanker selama 16,7 bulan, maka imunoterapi dapat meningkatkan harapan hidup hingga mencapai 30 bulan. Begitu juga minimalnya efek samping dari imunoterapi dapat membuat pasien kanker lebih nyaman dalam menjalani pengobatan.
Nah, sekarang udah pada tau kan tentang Imunoterapi, Inovasi Kalahkan Kanker dengan Perkuat Imun. Untuk yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal ini dapat langsung berkonsultasi dengan dokter yang lebih ahli.
Semoga bermanfaat dan kita semua sehat selalu.
Sumber bacaan :
https://www.roche.co.id/id/sekilas_tentang_roche/lingkup_usaha/farmasi/onkologi/imunoterapikanker/Mengenal-Imunoterapi-Kanker.html
https://kalahkankanker.com/imunoterapikanker/
https://nova.grid.id/read/051987936/diklaim-lebih-efektif-dari-kemoterapi-yuk-kenalan-dengan-pengobatan-imunoterapi-secercah-harapan-bagi-penyintas-kanker?page=all
https://www.alodokter.com/penyakit-kanker
https://lifestyle.bisnis.com/read/20190726/106/1129311/imunoterapi-inilah-obat-kanker-terbaru-di-indonesia-

Wishlisht Silaturahmi Berbonus Jalan-Jalan bersama Love OYO


“Ma, ayah pengen ketemu tiga orang yang cukup berarti dalam hidup ayah. Udah bertahun-tahun nggak silaturahmi ke mereka.”
“Ayok. Siapa aja yang mau ayah datengin?”
“Hariri, kawan kos 3 tahun di SMA; Abang, bapak kos waktu SMA; dan satu lagi Diki, kawan dekat ayah semasa di kampus dulu.”
“Berarti kita mau ke Sidempuan, Pandan, trus Siantar?”
“Boleh nya??”
“Mmm, kita berangkat pas libur Idul Adha aja ya. InsyaAllah ada rejeki dan kesempatan.”

💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗💗
Itu percakapan saya dan suami beberapa bulan lalu. Benar saja, dua hari sebelum Idul Adha kami berangkat menggunakan mobil pribadi dan full team sekeluarga. Malah ditambah mertua dan sepupu.
Idul Adha yang jatuh tepat di hari Minggu awalnya membuat kami khawatir sekolah anak-anak tidak libur di hari Senin dan Selasa esoknya. Karena jika dihitung-hitung dengan niat mengunjungi tiga orang di tiga kota yang berbeda, kami membutuhkan waktu sekitar lima hari. Itu juga sudah termasuk di perjalanan selama sehari pulang pergi.
Alhamdulillah, sepertinya niat kami dimudahkan. Anak-anak libur selama tiga hari tasyrik, artinya masih ada jeda satu hari untuk beristirahat di rumah setelah kembali ke Medan.
Persiapan telah kami lakukan sejak Kamis malam. Kebayang dong perjalanan dengan tiga bocah selama 12 jam. Kami harus menata mobil menjadi tempat yang nyaman untuk mereka selama di jalan. Kalau pun ada drama, kami sudah bersiap-siap dengan amunisi cemilan, buku gambar dan mewarnai, alat tulis serta beberapa mainan. Udah kayak mau pindahan aja rasanya.
Setelah sholat Jum’at esoknya, kami mulai berangkat dari rumah. Mulai masuk tol hingga keluar kota Tebing Tinggi, kami singgah sebentar menikmati segelas cendol panas penuh kenangan di pusat kota Siantar. Saya belum pernah menemukan cendol yang disajikan panas/hangat di kota lain yang pernah saya kunjungi. Kami tiba jam setengah 2 pagi di kota Padang Sidempuan dan menginap di rumah sepupu. Tidur pun tak terelakkan untuk melepas lelah di perjalanan.
Misi Silaturahmi
Esok pagi, kami mulai misi utama silaturahmi kami ke orang pertama.
Hariri, teman sekamar suami di kos saat SMA selama tiga tahun. Terakhir kali ketemu dengannya adalah saat resepsi pernikahan kami 10 tahun lalu. Ia tinggal dan menetap di kota ini karena amanah dari orangtua. Di samping pekerjaannya sebagai pegawai negeri sipil, ia ternyata mengembangkan usaha di bidang pertanian dan agrowisata. Senang sekali saat kami diajak ke kebun jambu air miliknya. Namanya Kebun Jambu Raisha. Tidak hanya kebun jambu, di tempat yang sama juga terdapat dua kolam ikan mas yang cukup luas dan pohon klengkeng. Saya serasa sedang berada di tempat wisata terkenal. Malah ini lebih bagus karena kami juga disuguhkan makan siang berupa makanan khas Mandailing. Rencananya tempat ini akan diperluas dan ditata untuk menjadi salah satu tempat agrowisata di kota Padang Sidempuan.

Misi silaturahmi selanjutnya kami lakukan ke rumah bapak kos suami dulu di kota Pandan, Tapanuli Tengah. Kota ini terletak di pesisir pantai barat Sumatera. Jaraknya sekitar 1,5 jam dari Padang Sidempuan. Kami berangkat setelah sholat Idul Adha dan sampai sebelum zuhur. Kami pun sempat mengunjungi SMA tempat kami menimba ilmu. Sekolah masa putih abu-abu yang penuh nostalgia dan kenangan. Tak banyak perubahan, masih tetap gagah dari luar. Cukup puas kami mengelilingi sekolah seluas 18 hektar itu.

Dok. Pribadi
Misi silaturahmi ketiga adalah ke rumah sahabat kental suami di masa kuliah. Sejak ia sakit dan pindah ke kota Siantar, kami sudah jarang bertemu. Alhamdulillah bisa mengunjungi ia dan keluarganya yang cukup membuat suami senang karena bisa bercengkerama setelah tidak bertemu bertahun-tahun. Singgah di kota ini kami lakukan di hari terakhir, yaitu saat perjalanan pulang menuju Medan.


Bonus Jalan-Jalan
Niat silaturahmi kami kali ini ternyata membuat kami bisa sekaligus jalan-jalan ke tempat wisata di sekitar daerah Tapanuli. Berikut tempat-tempat yang sempat kami  kunjungi di sela-sela niat awal silaturahmi kami.
Aek Sijorni
Sesuai namanya, Aek Sijorni adalah air yang jernih. Letaknya sekitar setengah jam dari pusat kota Padang Sidempuan, tepatnya di Kecamatan Sayur Matinggi, Tapanuli Selatan. Dikelilingi pohon kelapa, tempat wisata pemandian ini sebenarnya adalah air terjun yang memiliki 3 tingkat karena terdapat batu cadas berundak-undak. Yang paling tenang airnya tentu yang paling atas. Tapi lumayan capek juga mendaki hingga sampai ke lokasinya. Karena anak-anak ingin mencoba, pelan tapi pasti, kami bisa sampai juga. Lelah cukup terbayar dengan senangnya anak-anak bisa bermain di air yang sejuk, bersih tanpa ada pasir atau lumpur. Pemandangannya jangan ditanya. Sangat memanjakan mata.

Dok. Pribadi
Benteng Huraba

Dok. Pribadi
Benteng Huraba atau sering disingkat “Benhur” terletak di Kecamatan Batang Angkola, Tapanuli Selatan. Bangunan ini merupakan situs budaya dan sejarah yang merupakan tempat pertahanan rakyat sekitar saat terjadi Agresi Militer Belanda II. Di tempat ini terdapat meriam, benteng dan dinding relief yang menggambarkan perjuangan rakyat sekitar dalam melawan penjajah Belanda. Nama-nama korban saat itu pun tertulis di dinding.
Pantai Kalangan Indah
Pantai Kalangan terletak di kota Pandan, Tapanuli Tengah. Pantai ini cukup ramai dikunjungi karena ombaknya yang tidak terlalu besar sehingga aman untuk anak-anak bermain di tepi pantai. Airnya juga cukup jernih dan tidak terlalu berpasir. Pantai ini dikelilingi bukit hijau sehingga pemandangan yang disuguhkan cukup menarik hati. Kami sempat menghabiskan waktu menunggu anak-anak bermain air dengan menikmati keindahan matahari tenggelam di sore hari. Cantik sekali!

Dok. Pribadi
Pantai Pandan Carita
Pantai ini terletak di pusat kota Pandan. Pantai penuh kenangan bagi kami yang menjalani tiga tahun SMA di kota ini. Jarak sekolah kami pun cuma sekitar 500 meter dari pantai. Hampir setiap minggu pagi kami berjalan dari kos menuju pantai. Pemandangan khas dari pantai Pandan adalah Pulau Putri yang tampak di tengah laut. Masih teringat jaman alay dulu menulis keinginan di atas pasir dan menunggu ombak menghapusnya dengan harapan keinginan itu dikabulkan. Ahh,, kealayan masa lalu.

Dok. Pribadi
Sibio-bio Adventure Park
Kawasan adventure park ini baru dikenal sekitar 2-3 tahun belakangan. Terletak di Kabupaten Marancar, Sibio-bio sebenarnya adalah nama sebuah desa yang berada di daerah perbukitan. Dari pusat kota Sidempuan hanya diperlukan waktu 45 menit untuk sampai ke tempat ini. Awalnya saya tidak menyangka ada adventure park seru di tengah hutan. Banyak wahana yang dapat dinikmati anak-anak dan dewasa seperti ATV, jumper (trampolin), flying fox, bola air, sampan mini atau memberi makan kelinci. Anak-anak saya senang sekali bermain di tempat ini.  Lebih lengkapnya dapat dibaca di tulisan saya tentang Sibio-bio ya.

Bermain Trampolin di Adventure Park (dok. pribadi)
Aek Sabaon
Kawasan wisata ini letaknya tidak jauh dari Sibio-bio Adventure Park. Dengan tiket masuk 15 ribu rupiah per orang, tempat ini sangat saya rekomendasikan untuk dikunjungi jika ke Tapanuli Selatan. Saya merasa berada bukan di dalam negeri sendiri saat ke tempat ini. Desain tempat yang dibuat sangat apik, terdapat kolam yang besar di tengah kawasan, rumah ijuk yang berderet rapi, di tengah perbukitan hijau dan luas. Angin sore khas bukit membuat suasana semakin sejuk dan saya pun betah berlama-lama disini. Berbeda dari adventure park, Aek Sabaon lebih cocok untuk tempat bersantai menikmati keindahan alam perbukitan.

Dok. pribadi
Kuliner Khas Tapanuli
Tak lengkap rasanya jika jalan-jalan ke kota lain tanpa menikmati kuliner khas daerah setempat. Apalagi saya yang doyan makan. Nggak travelling aja cari makanan, hehe..
Sop Holat Ikan Mas Bakar
Namanya sop, tapi penampakannya ikan mas bakar yang diberi kuah berwarna putih dan “berampas”. Bahan utama kuah sop adalah batang “balakka” yang pohonnya banyak tumbuh di atas padang rumput Tapanuli Selatan. Disajikan dengan potongan pakkat (rotan muda) di atasnya, makanan ini memadukan rasa kelat, asin, gurih yang bercampur dengan rasa ikan bakar yang maknyuss sekali.

Sop Holat Ikan Bakar (travelkompas)
Ikan Bakar Sambal Sibolga
Ikan bakar ini tampak seperti ikan bakar biasa. Namun karena daerah Tapanuli Tengah dan Sibolga yang berada dekat dengan laut, menjadikannya sangat mudah untuk mendapat ikan segar untuk segera dibakar. Yang membuat khas adalah sambalnya. Dibuat dari cabe yang diblender halus, potongan bawang merah dan tomat segar ala Sibolga asli. Cocok disantap bersama nasi putih hangat.

Sumber : javoindonesia
Sate Nauli
Sate nauli ini cukup terkenal di kota Padang Sidempuan. Letaknya di sekitar pasar utama dan sudah ada sejak dulu. Kuah sate bisa dipilih, apakah kuah padang atau kuah kacang. Kalau saya sih lebih suka kuah padang. Sate nauli biasa disantap dengan kerupuk kulit/jangek atau keripik singkong pedas yang menambah citarasa sendiri untuk sate ini. Sate yang dijual pun tidak hanya sate daging, ada juga sate lidah, hati, jantung dan kerang.

Sumber : usu.repository
Tempe Sambal Takar
Makanan ini saya temukan saat di Sibio-bio Adventure Park. Awalnya saya heran dengan sambal takar. Ternyata tempe disajikan seperti tempe goreng balur tepung, namun sambal kecap disajikan dengan wadah dari batok kelapa yang disebut takar. Penyajian sambal yang cukup unik khas Tapanuli Selatan selain kopi takar.

Tempe Sambal Takar (dok.pribadi)
Perjalanan selama 5 hari kami lalui dengan hati senang dan dapat menyegarkan pikiran kembali setelah rutinitas sehari-hari di kota Medan. Walaupun ada yang saya rasa masih kurang karena tidak sempat menginap di sekitar kota Sibolga atau kota Pandan. Hmm,,, saya bertekad harus bisa kesana lagi dan menginap tahun depan. Sebagai kota bersejarah bagi saya dan suami yang sempat mengenyam pendidikan tiga tahun disana, rasanya sehari tidak cukup untuk memuaskan kerinduan. Tapi,, di hotel mana saya dan keluarga akan menginap ya? Pastinya saya ingin penginapan yang bersih, nyaman, gampang diakses dan dipesan, serta ringan di kantong tentunya.

OYO, Solusi Penginapan Terbaik
Kebetulan saya melihat ada iklan OYO Hotels di sosial media saya.
OYO Hotels, atau biasa disebut OYO adalah jaringan pelayanan hotel hemat di India yang didirikan oleh Ritesh Agarwal pada tahun 2013. Hingga saat ini, OYO telah berkembang menjadi lebih dari 8.500 hotel di 230 kota di India, Malaysia, Nepal, Cina, dan Indonesia.

Iseng saya mencoba untuk mencari penginapan murah di sekitar kota Sibolga dan Tapanuli Tengah. Awalnya sempat ragu karena keduanya adalah kota kecil yang cukup jauh jaraknya dari kota Medan. Jarang banget kan aplikasi seperti ini menjangkau kota-kota kecil yang jauh dari kota besar, hmm...

Namun betapa bahagianya saya saat melihat ada dua penginapan yang terdaftar di aplikasi OYO dan letaknya di dekat pantai Pandan. Saya cukup mengetik kata "sibolga" di kolom pencarian di situs , dan langsung muncul penginapan atau Hotel Murah di Pandan-Sibolga  tersebut. 




Pilihan saya sepertinya jatuh pada OYO 1500 Mh Homestay yang saya lihat melalui web OYO. Dari gambarnya, kamarnya cukup bersih dan nyaman. Harganya juga cukup ringan di kantong.

Yeayyy,,,, kayaknya bakal jadi nih kesana lagi tahun depan. Untuk kembali mengukir cinta dengan saudara, teman dan kerabat nun jauh disana. Ahh... sebentuk cinta dari OYO Hotels yang memudahkan niat silaturahmi ke orang-orang yang kami cintai. Nggak perlu pusing cari penginapan, ternyata di OYO gampang banget untuk pemesanannya. Kuy langsung cek ke ig dan twitter nya.

Terima kasih OYO,, saya jadi punya cinta yang baru, cinta kamuuuuuu!!!!💗💗💗





Pakkat, Si Kelat dari Hutan Belantara

Menikah dengan suami bersuku Mandailing yang cukup lama tinggal di daerah Padang Sidempuan, Tapanuli Selatan memberi saya banyak pengalaman baru. Kebiasaan, lingkungan, hingga makanan adalah hal yang paling membuat tertarik karena saya belum pernah menemukan hal tersebut di keluarga saya sebelumnya.
Ia sering bercerita tentang kehidupan masa kecilnya yang penuh perjuangan untuk pendidikan. Saat SMP ia harus melewati hutan dan perkebunan karet dengan jarak sekitar 3 kilometer yang ditempuh dengan berjalan kaki. Tak jarang sepatunya sering penuh lumpur sesampainya di sekolah jika hujan baru saja turun. Namun hal itu tak menghentikan semangatnya untuk bersekolah.
Masih banyaknya lahan hutan yang belum dimanfaatkan untuk pemukiman dan perkebunan membuat masyarakat di sekitar tempat tinggal suami dulu sering memanfaatkan berbagai produksi dan tanaman hutan untuk keperluan sehari-hari. Sebut saja madu hutan, cemplukan, jarak, merica, salak, nira, dan masih banyak lagi tanaman lainnya.
Setelah melahirkan anak pertama pun mertua melakukan kebiasaan di kampung dengan “mangasapi” saya. Mangasapi yang dimaksud bukan seperti kebiasaan memberi asap dari bawah tempat tidur saya dan bayi saya. Namun hanya sekedar memberi asap ke arah bekas jahitan dan seluruh tubuh saya agar luka bekas jahitan melahirkan segera kering dan badan saya menjadi lebih segar karena berkeringat. Asap dibuat sendiri dengan membakar beberapa macam daun seperti daun kunyit, daun lengkuas, daun sereh dan daun jeruk. Setelah menjadi asap, saya berdiri di atas asap dengan menutupi tubuh saya dengan kain sarung. Rasanya seperti sauna, bedanya kali ini bukan dengan uap air tapi dengan asap daun rempah.
>> Hutan Sumber Makanan <<
Masyarakat sekitar rumah suami masih banyak yang mencari nafkah dengan memanfaatkan hasil hutan di daerah Tapanuli Selatan. Wilayah hutan yang masih cukup luas memungkinkan warga untuk mengambil hasil hutan yang dapat dijual, terutama sebagai sumber makanan.
Apa saja hasil hutan sebagai sumber makanan yang sampai saat ini masih banyak dicari oleh masyarakat Tapanuli Selatan?
1. Madu Hutan
Madu hutan adalah salah satu hasil hutan yang masih banyak ditemukan di hutan Tapanuli Selatan. Madu asli tersebut dapat dijual dengan harga yang cukup mahal per botolnya. Tak perlu diragukan khasiat madu untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
2. Air Nira
Nira adalah air yang disadap dari bunga jantan pohon aren. Menyadap pohon aren cukup mudah namun membutuhkan keterampilan dan kesabaran ekstra. Beberapa warga menjual langsung air nira segar atau mengolahnya menjadi gula aren (gula merah). Hingga saat ini air nira segar adalah salah satu minuman favorit suami yang untungnya masih kami temukan di pinggir jalan di kota Medan. Selain memberikan kesegaran pada tubuh, ternyata gula aren memiliki kandungan zat yang cukup lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, kalsium, zat besi, fosfor, vitamin B3 (niasin) dan vitamin C. Kandungan serat pada gula aren juga sangat bagus untuk melancarkan pencernaan.
3. Rotan
Tanaman rotan biasanya tumbuh di hutan dan cukup dikenal oleh masyarakat. Rotan dapat digunakan sebagai bahan baku industri meubel dan barang perlengkapan rumah tangga. Para petani rotan biasanya mengumpulkan rotan secara tradisional dan turun temurun dari dalam hutan. Rotan yang sifatnya merambat membuat tanaman ini sangat bergantung pada kondisi pohon besar sebagai inangnya. Di Indonesia sendiri terdapat kurang lebih 306 jenis tanaman rotan yang tersebar di beberapa pulau. Namun hanya 128 jenis rotan memiliki sifat dan memenuhi syarat serta kualitas baik dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.
Dari data yang diperoleh, Indonesia menjadi negara pengekspor rotan terbesar di dunia. Indonesia menyuplai 80% kebutuhan rotan dunia dan sekitar 90% rotan dihasilkan dari hutan tropis di pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Sisanya dihasilkan dari budidaya rotan oleh petani.


Selain diekspor, rotan menjadi bahan baku industri meubel nasional yang menghasilkan produk seperti meja, kursi, keranjang, tempat parsel, dan berbagai kerajinan meubel lainnya.
Hmm.. barang-barang berbahan baku rotan tersebut pasti sudah sering ditemukan di sekitar kita. Tapi tahukah kamu bahwa rotan juga dapat menjadi bahan pangan dengan rasa khas pembangkit nafsu makan?

Pucuk rotan dibakar hingga lunak (youtube.com/Deligeistproduction)
Adalah pakkat namanya, makanan khas Mandailing, Tapanuli Selatan. Makanan yang berasal dari rotan muda atau pucuk rotan yang tumbuh di hutan belantara ini dikonsumsi sebagai lalapan ataupun bahan tambahan masakan yang dimakan bersama nasi. Rasanya yang pahit dan kelat membuatnya disukai banyak orang, apalagi disajikan dengan sambal bawang khas Batak.
Pakkat dibuat dari pucuk rotan sepanjang kurang lebih satu meter yang dibakar di atas bara api batok kelapa atau arang yang dibakar di dalam tong selama kurang lebih 15 menit atau sampai pucuknya melunak. Lalu kulit rotan dikupas dengan pisau. Daging rotan berwarna putih di dalamnya lah yang disebut pakkat. Pakkat ini siap disantap sebagai lalapan atau sebagai bahan pelengkap sop ikan holat. 

Sop ikan holat juga menu favorit saya yang bahan utamanya dari kulit kayu balakka yang banyak ditemui di daerah Tapanuli, dengan potongan/irisan pakkat di atasnya. Citarasa Indonesia asli dengan berbahan dasar dari alam Tapanuli. Rasanya juara!!! 
Sebelum disantap pakkat dipotong kecil-kecil sepanjang 3-5 cm.

Potongan Pakkat disajikan dengan Cabe Giling dan Bawang (medanbisnisdaily)
Sop Ikan Holat (travelkompas)
Di Tapanuli Selatan, pakkat cukup banyak dijual. Namun di kota Medan sendiri pakkat dijual musiman. Biasanya di bulan Ramadhan sebagai hidangan untuk berbuka puasa dan sering juga disajikan pada upacara adat Mandailing. Harga pakkat saat bulan puasa sekitar 5 ribu rupiah per batang. Akan terasa lebih sedap menyantapnya dengan cabe merah giling, potongan bawang merah, perasan jeruk nipis dan kecap asin. Apalagi ditambah ikan mas bakar. Mantap sekali!!!
>> Manfaat Pakkat <<
Menurut orang-orang yang rutin mengkonsumsi pakkat, beberapa manfaat makanan tersebut antara lain :
1.    Penambah nafsu makan
2.    Menghilangkan rasa haus
3.    Menghilangkan masuk angin
4.    Menyembuhkan maag
5.    Sebagai obat malaria dan membersihkan ginjal
Untuk penyuka makanan kelat atau pahit, pakkat patut untuk dicoba. Rasanya yang khas bisa jadi membuat ketagihan. Bagi suku Mandailing, tak lengkap rasanya jika tidak ada pakkat selama bulan puasa.
Ternyata banyak makanan dari hutan yang dapat dikonsumsi dan dimanfaatkan. Dengan bahan yang bersumber dari hutan yang masih cukup luas di Indonesia, diharapkan masyarakat tidak kekurangan sumber pangan yang dapat diolah dengan berbagai cara, rasa dan tampilan yang menarik. Cara mengolah yang relatif mudah dan sederhana pun dapat dilakukan, seperti pakkat tersebut.
Hutan sebagai lingkungan hidup harus dijaga kelestariannya sebagai sumber kehidupan masyarakat. Dalam hal ini Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) menjadi organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar yang secara aktif mendorong upaya penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia.
Pemanfaatan hutan sebagai sumber makanan pasti memerlukan bantuan dari banyak pihak. Masyarakat di sekitar hutan akan mulai terbuka dengan daerah diluar hutan dan meningkatkan kualitas kehidupan mereka. Pengumpul bahan dari hutan, pengolah bahan tersebut menjadi makanan dan penyalur produk makanan akhir dapat menjadikan kegiatan ini sebagai sumber pundi ekonomi yang diharapkan berujung pada ketahanan pangan masyarakat Indonesia di tahun-tahun ke depan.

Pertusis, Kasus Langka yang Dikira Leukemia

Masih ingat dengan cerita kedua anak perempuan saya yang batuknya tak kunjung reda selama seminggu plus demam yang menghantui lewat si adek?
Hayo lo hayo lo… Yang lupa atau kepo, bisa baca di batuk pada anak. #mamaksokdikepoin

Sumber : Wikipedia
Setelah diperiksa dan konsultasi ke dokter, adek diminta untuk cek darah karena demamnya yang sudah 8 hari. Sedangkan si kakak didiagnosa pertusis dilihat dari cara batuknya dan dokter memberikan resep antibiotik jenis erytromicin dan menyarankan untuk memperkuat imunitas tubuhnya dengan minum propolis dan sari kurma.
Darah diambil jam setengah 7 malam dan kami akan diinfokan melalui telpon untuk hasilnya agar kami bisa pulang tanpa menunggu.
Saat itu demam adek mencapai 39 derajat celcius dan mulai keliatan nggak nyaman. Setibanya di rumah saya memberikan sanmol untuk meredakan demamnya. Alhamdulillah masih mau makan dan minum. Namun demam yang dirasa membuat adek langsung minta tidur di kamar. Saya pun bisa agak leluasa ke apotek untuk membeli suplemen si kakak.
Jam setengah 10 malam, saya dihubungi pihak rumah sakit yang menyarankan adek untuk langsung dirawat inap. Kaget… karena saya melihat adek yang cenderung masih aktif walaupun demam dan batuk. Saya pun meminta untuk besok saja membawa si adek ke rumah sakit dan mengambil hasil labnya.
Besok paginya, saya dan suami langsung minta cuti dari kantor demi membawa adek ke rumah sakit. Hati mamak mana yang sanggup melihat anaknya diopname dengan kondisi yang masih aktif dan cukup ceria???? Saya pun agak galau dan mencari second opinion ke teman yang berprofesi sebagai dokter.
Dia cukup kaget melihat hasil cek darah anak saya menunjukkan jumlah leukosit 36 ribu-an walaupun dari penjelasan bahwa anak saya cukup aktif dan tidak ada gejala berat, dengan berat hati dia tetap menyarankan opname.
Galauuuu, saya kembali ke rumah untuk menyiapkan segala keperluan kami di rumah sakit. Harapan saya dalam 3 hari ke depan kami bisa pulang setelah leukositnya turun.
Cek darah 3 hari kemudian, saya sudah senang karena besok paginya kami pasti sudah bisa pulang. Kondisi anak saya pun tetap aktif walau dengan infus di tangannya yang sudah 2 kali dipindah karena jarum terlepas dan darah mbleber kemana-mana. Yah,, mamak sedih tapi kalau saya aja sedih, gimana nanti anak saya?? Harus sok tegar dan senyum dong di depan anak.
Betapa kagetnya saat hasil cek darah keluar. Leukositnya bukan menurun, malah naik lagi menjadi 54 ribu ditambah trombosit yang juga mulai meningkat. Kalo di Iron Man ada kalimat “I Love U 3 thousands”, saya saat itu malah mau bilang “I hate you 54 ribu!!”.
Perawat aja sampai berlari ke ruangan anak saya untuk memastikan tidak ada keluhan berarti selain demam dan batuk yang lumayan parah. Tidak ada sesak nafas, lebam, atau gusi berdarah.
Apa ini???? Anak saya sakit apa? Pertanyaan ini yang berputar di kepala saya.
Dokter teman saya sebelumnya pun bingung. Kondisi leukosit segitu harusnya udah tergolong sepsis atau infeksi berat. Sedangkan informasi yang saya berikan, anak saya masih bisa lomba lari dan manjat tempat tidur dengan infus di tangannya.
Begitu juga dengan dokter spesialis anak yang menangani si adek. Dia bingung memberikan diagnosanya. Kondisi fisik/klinis si adek bertolak belakang dengan hasil lab. Antibiotik sebelumnya yang diberikan (ampicillin dan gentamicin) diganti dengan jenis ceftriaxone dan dokter meminta saya untuk mengijinkan anak saya kembali diambil darah karena khawatir adanya error alat yang digunakan untuk cek darah sebelumnya.
Ternyata hasilnya nggak jauh beda, 49 ribuan. Ditambah lagi hasil cek darah terakhir menunjukkan peningkatan jumlah trombosit yang mencapai 978 ribu yang normalnya di bawah 400ribu. Dokter mengatakan pada dua kemungkinan, infeksi atau kelainan haematologi (darah) yang mengarah ke leukemia. 
Saya udah mau pingsan denger kata LEUKEMIA. 
Leukosit Tinggi, Apa Maksudnya?
Leukosit atau sel darah putih adalah sel yang membentuk komponen darah dan berfungsi sebagai tentara tubuh untuk melawan penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem imunitas/kekebalan tubuh. Jumlah leukosit yang normal adalah 3.500 – 10.500 sel per mikroliter darah.
Secara umum, terjadinya peningkatan dalam jumlah leukosit (leukositosis) menandakan ada sesuatu yang sedang dilawan oleh sistem kekebalan tubuh, apakah itu bakteri, virus atau alergen lain. Namun dalam hal tertentu tingginya leukosit disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh, reaksi terhadap obat tertentu atau penyakit sumsum tulang belakang. Lebih lanjut lagi dapat dilihat melalui jumlah komponen leukosit.
Gejala leukositosis umumnya dapat terlihat. Misalnya demam, lemas, pusing, sulit bernafas dan tidak nafsu makan. Namun ada juga gejala yang tidak terlihat.
Tingginya leukosit juga memberi indikasi adanya sepsis atau komplikasi berbahaya akibat infeksi yang menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh yang tidak terkendali untuk melawan infeksi penyakit.
Prof. Gino Tann
Setelah 8 hari dirawat di rumah sakit tanpa adanya diagnosa yang tegak, saya memutuskan untuk meminta si adek dirawat jalan. Hal ini saya lakukan karena saya melihat adanya penurunan mental yang dialami adek dan rumah adalah tempat terbaik untuk mengembalikan semangatnya sambil merencanakan perjalanan ke rumah sakit di Penang untuk mencari tahu penyakit yang dialami.

Qadarulloh, ada teman yang bertanya via pesan whatsapp mengenai kabar anak saya. Dan saya memberitahukan rencana saya untuk berobat ke Penang. Namun ia memberi saran untuk ke ahli haematologi yang buka praktek di Medan. Rejeki silaturahmi dengan komunitas Blogger Sumut. Walaupun dokternya sering bolak balik ke Singapura, mudah-mudahan beliau sedang ada di Medan saat itu. Bisa dibilang salah satu ahli darah terhebat di kota Medan. Sudah ada kasus leukemia dan thalasemia yang berhasil sembuh melalui tangan beliau.

Prof. Gino Tann adalah profesor lulusan Inggris, spesialis patologi dan haematologi. Gampangnya beliau adalah ahli penyakit darah. Infonya dokter di Penang dan Singapura pun akan merekomendasikan beliau bagi pasien dengan kelainan darah yang berasal dari kota Medan. Jadi untuk apa saya jauh-jauh ke Penang jika ada ahli yang dekat. Walaupun usianya sudah tua (mungkin sekitar 80-an tahun), cara beliau berdiskusi dan menerima konsultasi sangat membuat saya dan suami nyaman. 

Jam setengah 8 pagi saya sudah berada di praktek dokter tersebut. Untungnya letaknya tidak terlalu jauh dari rumah. Tak lama menunggu giliran, kami pun dipanggil untuk langsung diperiksa. Saya menceritakan keluhan dan riwayat membawa si adek ke tempat itu. Beliau menyuruh untuk langsung cek darah di tempat itu dan kembali lagi jam 3 sore.
Tak sampai setengah hari kami menunggu hingga memperoleh diagnosa yang tegak untuk penyakit si adek.

“Bukan leukemia, tapi pertusis. Anaknya divaksin kan?”

Itu kalimat yang keluar dari mulut sang profesor dan cukup membuat kami lega untuk dua kata pertamanya
Apa itu Pertusis?
Diambil dari berbagai sumber, pertusis atau batuk rejan atau batuk 100 hari (whooping cough) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis pada paru-paru. Pada remaja dan dewasa, penyakit ini seperti batuk biasa namun cukup lama sembuh. Dapat mencapai 100 hari atau 3 bulan lamanya. Namun pada bayi dan balita yang belum mendapat vaksin serta lansia, efeknya akan cukup berat dan dapat menyebabkan komplikasi di organ lainnya dan berujung pada kematian.
Batuk rejan biasanya dapat dikenali dengan tarikan nafas panjang lewat mulut di awal dan batuk selama 4-5 kali tarikan nafas diakhiri seperti akan muntah. Batuk ini dapat menyebabkan komplikasi ke organ lain dalam tubuh seperti pneumonia. Penyebaran melalui batuk atau bersin menyebabkan penyakit ini dianggap salah satu penyakit yang sangat menular. Maka sangat disarankan pada orang yang mengalami batuk untuk menutup mulut atau menggunakan masker untuk mencegah penularan ke orang lain.
Pertusis saat ini sudah cukup langka pada anak-anak karena telah banyak anak yang terlindungi dari imunisasi. Ingat kan dengan vaksin DPT yang diberikan ke anak sejak usia 2 bulan dan dilakukan beberapa kali pengulangan hingga usia anak 12 bulan? Cek lagi kartu imunisasi anak kalo lupa ya. Hasil penelitian menunjukkan setelah Pemerintah di berbagai negara menyarankan imunisasi untuk mencegah pertusis, tingkat kematian bayi dan balita akibat penyakit ini mulai berkurang. Oleh karena itu, dokter muda jaman sekarang bisa jadi kurang dapat mendiagnosa penyakit ini karena belum pernah menemukan kasus serupa.
Hal inilah yang terjadi pada si adek. Usianya yang baru 3,5 tahun, tertular dari kakaknya yang sudah 7 tahun, menyebabkan efek komplikasi ke adek lebih berat daripada kakak. Walaupun sudah pernah divaksin DPT hingga usianya setahun, mereka masih dapat tertular penyakit ini. Yang masih membuat saya agak tenang, saya percaya tentara di tubuh mereka pasti masih mencoba melawan bakteri pertusis berbekal pengalaman vaksin yang telah mereka terima sebelumnya.
Apa aja komplikasi yang dapat disebabkan oleh pertusis?
-       Sesak nafas berat
-       Dehidrasi dan penurunan berat badan secara signifikan akibat muntah berlebihan
-       Pneumonia
-       Kejang
Dari komplikasi tersebut, adek menunjukkan penurunan berat badan hingga di bawah normal dan bronchopneumonia.
Hasil Penelitian FKUI
Hasil cek darah yang dilakukan, terjadi peningkatan leukosit (leukositosis) dan trombosit (trombositosis). Hal ini yang sering membingungkan dokter yang belum pernah menemukan kasus pertusis sebelumnya. Ini juga yang menyebabkan dokter spesialis anak yang menangani anak saya bingung dalam menegakkan diagnosa. Malah mengarahkan ke leukemia yang bikin saya galau setengah mati, arggghhhhh….
Yang cukup membuat saya sedih adalah penjelasan Prof. Gino akan antibiotik yang selama 8 hari mengalir ke tubuh anak saya ternyata tidak memberikan efek apa-apa ke bakteri pertusis. Ampicillin, gentamicin dan ceftriaxone tidak berpengaruh sama sekali untuk membunuh bakteri tersebut. Berdasarkan hasil penelitian kuman pertusis hanya akan bereaksi dengan antibiotik jenis azithromicin, erythromicin, dan klaritomisin. Cukup menjadi pelajaran untuk saya dan suami untuk memberikan antibiotik sesuai dengan jenis bakteri yang menyebabkan penyakit.

Pengobatan Pertusis pada Anak
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, anak yang terkena pertusis akan mengalami batuk panjang, bisa sampai 3 bulan lamanya. Yang dapat dilakukan adalah memberikan antibiotik yang sesuai untuk melawan bakteri dan memberikan obat untuk mengurangi gatal tenggorokan akibat lendir yang diakibatkan oleh infeksi seperti ambroxol.
Selain itu hindari makanan yang dapat memicu lendir di tenggrokan seperti susu dan buah yang terlalu masam atau terlalu manis, serta meningkatkan kekebalan tubuh dengan vitamin, cukup makan dan minum.
Anak saya yang memiliki komplikasi terhadap peningkatan trombositnya juga harus mendapatkan obat untuk menurunkan jumlah trombosit (trombo-reduction).
Seminggu lebih telah berlalu setelah hasil dari Prof. Gino. Kondisi anak saya sudah semakin membaik walaupun batuknya masih sering terdengar. Perjalanan yang cukup panjang selama 2 minggu hingga tegak diagnosa, 6 hari di RS swasta, jam setengah 2 pagi dirujuk ke RS Adam Malik  dengan ambulans karena dokter tidak bisa mendiagnosa, 3 kali infus karena bolak balik terlepas, melihat berbagai penyakit di RS Adam Malik, dan pengalaman tak terlupa lainnya.