Aceh, Impian Wisata Setelah Pandemi Corona

June 02, 2020

Udah tiga bulan nggak bisa jalan-jalan ke tempat wisata. Bosan banget rasanya hari-hari cuma di rumah aja. Siapa coba yang nggak bosan? Dari anak balita sampai kakek nenek pasti merasakan yang sama. Biasanya minimal seminggu sekali kami mengajak anak bermain ke taman rusa USU atau ke taman lainnya di kota Medan. Atau sesekali main ke mall dekat rumah sekedar cuci mata, haha..


Kalo urusan liburan, saya dan suami punya mazhab berbeda. Suami lebih suka ke mall atau makan di cafe, sedangkan saya lebih suka ke tempat-tempat wisata alam seperti danau, pegunungan, pantai sambil berpiknik ria sekeluarga. Beda itu biasa, yang penting kami bisa asik-asik aja tuh. Sejak dulu suami tinggal di kampung, jadi sudah biasa melihat pegunungan, hutan, sungai, pantai dan hal-hal berbau alam lainnya. Sedangkan saya yang sejak kecil hidup di kota, malah senang sekali kalo udah liat pemandangan sekitar kampung yang menurut saya indah luar biasa.


Sewaktu anak sulung kami masih kecil, kami pernah diajak mertua ke kebun mereka di daerah Tapanuli Selatan. Wajah saya langsung sumringah seketika melihat kebun yang luasnya tidak seberapa namun ada banyak pohon di dalamnya. Pohon durian, kelapa, kakao… Ada juga kandang bebek dan angsa yang terletak di bawah saung dekat dengan aliran sungai yang masih satu area kebun.


Jiwa petualang saya membuncah saat harus menyeberangi sungai hanya dengan menapaki dua potong bambu yang dijadikan jembatan. Mertua yang sudah biasa melewatinya tidak terlihat takut atau cemas sama sekali. Sedangkan saya harus mengumpulkan keberanian walaupun akhirnya memilih untuk menyeberangi sungai langsung melalui aliran airnya di bawah jembatan. Ahhh,, terasa bedanya ama masa muda dulu, wkwk.


Nggak heran dong selama masa pandemi yang mewajibkan kita untuk di rumah aja kecuali keluar untuk urusan penting seperti berbelanja atau bekerja, keinginan untuk jalan-jalan terpupuk dengan baik dan harus saya salurkan saat pandemi corona ini selesai.


Saya tuh sampai bilang ke anak-anak, kalau wak corona ini udah menghilang dan situasi aman, kami akan jalan-jalan ke pantai. Benar-benar pantai dengan pasir putih yang mereka bisa puas bermain dan berenang disana. Maklum, di sekitar Kota Medan tidak ada pantai dengan pemandangan air laut berwarna biru dan pasir putih tanpa sisa-sisa kerang yang menyakiti kaki.


Lalu, pantai terdekat mana yang bisa kami kunjungi nanti? Tujuan kami tiada lain adalah Provinsi Aceh. Keluarga dari papa saya masih tinggal disana. Ada yang di daerah Matang Glumpang II, Banda Aceh, dan Tapak Tuan. Kalau ingin dikunjungi semua sekali jalan, kami harus mengitari pantai timur dan pantai barat provinsi Aceh yang bisa berujung melewati daerah Kabanjahe dan Brastagi.



Terakhir kali saya berkunjung kesana sekitar sebelas tahun lalu, beberapa bulan sebelum saya menikah. Hanya berdua dengan adik, kami menghabiskan waktu untuk menginap di rumah uwak di kampung, lalu melanjutkan perjalanan ke kota Banda Aceh dan Pulau Sabang. Saya sungguh merindukan momen itu.


Pantai Gapang, Sabang
Saya dan adik setelah snorkeling di Pantai Gapang, Sabang 2009


Memangnya di Aceh ada apa aja sih? Kok segitunya pengen kesana lagi?


Sebenarnya lebih ke niat silaturahmi ke saudara yang ada disana. Saya percaya, jika niat kita tidak hanya memuaskan keinginan pribadi semata, Allah akan memudahkan jalan kita. Bahkan akan memberikan yang lebih dari ekspektasi awal. Terbukti dong tahun lalu niat silaturahmi kami berbonus jalan-jalan ke beberapa tempat indah di daerah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah.


Nah, saya sudah bisa buat daftar tempat yang saya ingin kunjungi bersama keluarga. Walaupun masih belum jelas kapan pandemi corona ini berakhir dan semua orang bisa bernafas lega.


1.   Matang Glumpang II

Matang Glumpang II adalah kelurahan yang berada di Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Di desa ini papa saya lahir dan dibesarkan hingga lulus sekolah menengah atas. Hampir setiap tahun papa dan mama pulang kampung, walaupun kakek sudah meninggal dunia. Uwak dan saudara lainnya masih tinggal di kampung ini. Jadi ini menjadi salah satu tujuan wajib untuk kami datangi. Di sekitar rumah kakek masih banyak sawah yang ditanami padi dan bebek yang berenang di sungai kecil dekat sawah.

Desa ini juga terkenal dengan makanan Sate Matang. Sate daging sapi atau kambing yang disajikan dengan kuah mirip soto khas Aceh yang segar dan nikmat untuk disantap bersama nasi putih.


Tidak jauh dari pusat desa, ada juga pantai pasir putih yang bisa kami kunjungi. Kebetulan ada saudara yang masih tinggal di sekitar pantai tersebut. Bisa jadi “pemanasan” sebelum melihat pantai lebih indah di Banda Aceh tujuan kami berikutnya.

 

2.  Banda Aceh

Banda Aceh adalah wilayah paling ujung dari pulau Sumatera dan merupakan ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Kota ini sejak dulu sudah terkenal dengan pantainya yang mempesona dan lautnya yang berwarna biru. Sebut saja Pantai Lhok Nga dan Pantai Lampuuk. Ditambah lagi masjid besar yang menjadi ikon kota ini yang tak lain adalah Masjid Baiturrahman.


Namun menjadi lebih dikenal lagi sejak tragedi tsunami pada 26 Desember 2004 yang berhasil memporak-porandakan hampir seluruh kota, terutama yang berada di sekitar bibir pantai.


Saksi bisu kedahsyatan terjangan tsunami berupa kapal apung yang digeret arus air dari pantai hingga ke tengah kota menjadi salah satu tujuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Ada juga museum tsunami yang mencatat sejarah tsunami di Banda Aceh berikut dengan nama korban yang dicatat di dalamnya dan Pantai Ulee Lheu yang juga pelabuhan kapal menuju Pulau Weh.

Kapal Apung

Museum Tsunami (brilio.net)

Beberapa orang sepupu saya tinggal di kota ini. Niat silaturahmi bisa berbonus jalan-jalan lagi dong.

 

3.  Sabang

Kota Sabang terletak di Pulah Weh. Kota ini merupakan Zona Ekonomi Bebas yang juga adalah titik paling utara negara Indonesia. Jadi inget lagu dari Sabang sampai Merauke, hehe.. Karena merupakan zona ekonomi bebas, jangan heran jika saat berjalan-jalan di kota ini kita banyak melihat kendaraan bermerek terkenal dan mahal bersliweran. Bisa dibilang harganya lebih murah dari daerah lain di Indonesia karena bebas dari pajak kepabeanan. Tapi jangan harap kendaraan tersebut bisa dibawa keluar Pulau Weh. Siap-siap aja dengan pajak melejit yang dikenakan Pemerintah. Mungkin Pemerintah menjadikan kawasan ini zona ekonomi bebas karena diharapkan dapat mengembangkan potensi pariwisatanya yang cukup menarik.


Snorkeling (horesabang.co.id)

Tujuan wisata di sekitar Kota Sabang cukup banyak yang didominasi wisata pantai dan bawah laut dengan snorkeling dan menyelam. Pulau Rubiah adalah salah satu titik snorkeling terbaik untuk wisatawan yang menyenangi olahraga air ini.

 

4.  Tapak Tuan

Tapak Tuan adalah ibukota dan pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Selatan. Terkenal dengan sebutan Kota Naga, kota yang terletak di pinggir laut memiliki legenda yang mendasari namanya. Syekh Tuan Tapa yang menyelamatkan putrinya dari dua ekor naga.

Tapak Tuan (traveldetik)

Wisata di kota ini masih berbau pantai. Ada Pantai Lhok Nibong, Pantai Lhok Rukam, Air Terjun Tingkat Tujuh, Air Terjun Tangga Seribu, dan arung jeram Sungai Alas.

Tapak Tuan juga menjadi salah satu tujuan wajib karena om saya berdomisili di kota ini.


Dengan segala keindahan alam provinsi Aceh, nggak salah dong saya ingin mewujudkan impian wisata bersama keluarga kesana? Saya benar-benar nggak sabar merealisasikan niat saya ini. Semoga menjadi pembuka jalan silaturahmi sekalian jalan-jalan keluarga kami untuk bisa keliling Aceh. Mari berdoa agar pandemi ini segera berakhir.


Kalau kalian punya rencana berwisata kemana sih setelah pandemi selesai nanti? 

You Might Also Like

40 comments

  1. Aku punya teman orang Aceh. Kenalnya udah puluhan tahun lalu, hihihi ... Dan dia itu nggak ada bosannya cerita kalau Aceh itu indah. Aku jangan sampai melewatkan wisata di pulau-pulau dan pantainya. Ternyata betul, ya. Aduh, jadi gatal nih kaki kepengen angkat ransel atau geret koper.

    Mau wisata kemana ya seusai pandemi? Hmmm ... Terlalu banyak yang dipengenin. Tapi kalau paling simpel sih mau kemping bertiga bareng anak-anak. Kami belum pernah mendaki gunung bertiga. Pasti seru, jadi mereka punya petualangan mendaki juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget kalo bisa kemping mbak. Saya belum pernah.

      Delete
  2. Wuihh Dev...kakak dan keluarga terakhir ke Aceh tahun 2016 udah 4 tahun aja ya, berkesan kali krn sekalian wisata edukatif ke anak2 ke Museum Tsunami, Museum Kapal Apung dan next post-pandemic pingin juga ke obwis2 yg Devi tulis ini. Tfs yaa

    ReplyDelete
  3. Saya baca tempat-tempat wisata antimainstrem dari blog kakilasak itu sampai kebawa-kebawa mimpi pengen ke sana. Aceh negeri impian banget ya mba. Semoga saya juga bisa nyusul nih datang ke sana, khususnya Sabang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya, saya juga mupeng kalo baca tulisan tempat2 wisata aceh di blog itu mbak.

      Delete
  4. Aaarg... Sama mbak. Aceh itu salah satu tempat yang mau aku datengin setelah pandemik ini berakhir. Apalagi adikku sedang bertugas di sana, jadi aja pengen ke sana. Mau nyobain kuliner khas dan lihat bangunan2 kerennya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah,,, semoga bisa kesana ya mas. DIjamin nggak nyesel.

      Delete
  5. Kujuga pengen ke Aceeh.

    BTW, itu melewati jembatan bambu duh, langsung berimajinasi kalau saya mungkin bakal merangkak kalo dipaksa lewat situ wkwkwk.

    ReplyDelete
  6. Jujur saja, nih, Mbak Devi. Kaki saya itu sudah gatal pengin ngebolang lagi. Dan salah satu impian saya ke Aceh juga. Soalnya saya belum pernah ke kota Serambi Mekkah itu.
    Tapi sedikit terhibur tulisan, Mbak Devi. setidaknya, saya bisa ada bayangan wisata dan kuliner apa saja kalau nanti ke Aceh.

    Semoga pandemi segera berlalu ya, Mbak. dan kita bisa jalan-jalan lagi. Aamiin.

    ReplyDelete
  7. Kakak iparku tinggal di aceh tamiang kalau ga salah. Pengen banget kesana tapi biayanya cukup besar juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo dari Jawa lumayan harus merogoh kocek dalem ya mbak. Bisalah nabung dulu, hehe..

      Delete
  8. Terakhir ke banda aceh tahun 2017 gak puas banget liburannya cuman 3 hari, next pengen liburan ke pulau weh juga mau coba snorkling hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak Id, belum pernah juga cobain snorkeling di rubiah

      Delete
  9. ya ampun kangen Banda Aceh..kapal Apung dan lainnya. Tinggal di perbatasan Sumut Aceh dulu sering cuma nyebrang doang sampai Langsa dan Aceh Tamiang. Sekalinya pernah ke Banda Aceh setahun setelah tsunami. Masih PR ke sana. Bulan Januari lalu suami ada dinas ke Banda Aceh dan nawari apa mau dia nambah hari dan kami nyusul sekalian jalan. Lah, anak-anak baru masuk sekolah masak mau bolos...hh, belum rejeki ke Aceh lagi hihihi

    ReplyDelete
  10. Wah seru ya Aceh itu tujuan destinasi sy dari dulu...semoga pandemi ini cepat berlalu dan bisa terlaksana impian sy jelajah Aceh..btw Sabang itu yg ada titik kilometer nol bkn mbak? keren ya Aceh ini bnyk destinasi wisata nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, di Sabang ada tugu nol kilometer. Itu ada foto saya disitu, tapi seberangnya, hehe..

      Delete
  11. Destinasi wisata nya bagus bagus banget mbak huhu. Aku sama sekali belum pernah ke Aceh. Pengen bgt ke Aceh atau Sabang gtu deh.. punya temen udah lama bgt orang Aceh. Dia pernah nyamperin aku ke Jakarta tapi akunya belum pernah main ke Aceh ke tempat dia hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa diagendakan nyamperin temen mbak setelah corona nih.

      Delete
  12. Saya mau ke banda dan sabang juga.
    Bisbtu ke brastagi, siantar, parapat alias danau toba.

    Dan saya juga dah rindu tawaf di mall

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah 3 bulan ya kak nggak kemana2. jadi pengen puas-puasin nanti.

      Delete
  13. Betul mbak klo aceh termaksud rekomen skli tempat wisata yg wajib dikunjungi setelah pandemik soalnya keindahan aceh taada duanya bisa dibilng provinsi tempat keluarga kedua sy la di aceh, bnyak sahabat2 kawan lama wktu kos dimedan org aceh๐Ÿ˜‚ terakhir ke aceh thn 2017 klo gk slh, keliling NAD sampai ke sabang tiga hri diajak kwn2 kos itupun hrus korbankan wktu kuliah sy main2 ke aceh dri medan๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seru banget kalo masih muda bisa keliling Aceh bang. Nge bolang aja bisa.

      Delete
  14. saya juga pengin ke Aceh
    pengin sholat di mesjid rayanya
    mengunjungi museum tsunami
    dan makan mie aceh di daerah asalnya
    pasti seru tuh sambil silaturahim dengan teman yang tinggal di sana

    ReplyDelete
  15. Paling pengen ke Sabang Mak.. btw baru tau tapak tuan ada spot gambar tapak kaki begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Awak juga baru tau. Haha. .
      Gede banget yak..

      Delete
    2. Baru tau juga mak.. Liat di google, haha..

      Delete
  16. aku salfok sama soto khas acehnya ni mba, belom pernah makan, kayaknya enak bangeet. Semoga kesampean juga aku bisa ke Aceh:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. namanya sate matang. Semoga nanti bisa mencoba.

      Delete
  17. aduuh kak, bener lah, aceh dan sabang itu uwooowww klo kata aku ya. hehehe. klo jdi kesana jgn gk ke lampook kak. pantainya aduhai lah. makanan variasi ikannya jg enak2. ya allah...ku juga pengen melalak. hheejeh. nice share kak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengen ke Lampuuk juga kak. Pantai paling bagus katanya.

      Delete
  18. Iss mupeeenng liat Masjid Baiturrahman yg baru sekarang ya Dev, pas kk ke sana dulu masih ditutupi seng-seng, tahap renovasinya. Nice share ini

    ReplyDelete
  19. Yeayy Aceh emang membuat rindu. Sate matangggg aduh jd pengen, ayam tangkap juga, mie kocok nya enak... Trus kuah belangong, asam keung, pliek U .... walahhhhhh

    ReplyDelete
  20. Ah, baca ini jadi kangen Aceh kan. Emang Aceh itu impian banget untuk dijadikan tujuan wisata kita ya kak. Apalagi pantainya.. duh..duh.. ciamik banget.

    ReplyDelete
  21. Kam dev. Nanti klo kami ke aceh kami numpang runah sodara kaka hahahaha jelong2 hemat. Seriusan dimedan mah gk nemu. Tp klo dibatam masih nemu hahahaa

    ReplyDelete
  22. Aceh ini salah satu travel wishlistku yang belum kesampaian, pengen sekali menjejakkan kaki di sabang, titik nol Indonesia lalu menikmati keindahan bawah lautnya

    ReplyDelete

Instagram