Bandrek ala Mertua Feat. Bubur Kacang Merah

June 15, 2020

Hola.... kali ini saya pengen nulis lagi. 

Masih ingat cerita saya tentang roadshow silaturahmi ke rumah tetangga di komplek sampai tanggal 15 Juni ini? Lumayan capek sebenernya tiap malam harus keluar rumah hingga jam setengah 10. Cukup mengorbankan waktu bermain dengan anak-anak yang baru malam hari bisa saya lakukan. Maklum saya di kantor dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore. Namun banyak hal yang saya dapat dari silaturahmi ini. Banyak tetangga yang baru saya kenal nama dan posisi rumahnya. Anak-anak pun masih bisa saya bawa untuk ikut bersama. 

Saat rumah saya ditunjuk oleh Ketua Perwiritan sebagai tujuan selanjutnya, saya sempat bingung menyajikan apa untuk para tamu. Sempat galau ingin memasak mie gomak seperti biasa. Namun karena masih di hari kerja, tidak mungkin saya menyuruh nenek yang jaga anak saya di rumah untuk memasak mie gomak sebanyak kurang lebih 60 porsi. 

Kok banyak banget? 

Percaya nggak percaya memang jumlah warga yang ikut kegiatan ini setiap hari mencapai 60 orang. Apalagi anak-anak yang tinggal di rumah tahfidz dalam komplek juga turut serta. Jadi nggak mungkin menyediakan makanan dan minuman dalam jumlah sedikit atau pas-pasan. Masih lebih baik berlebih karena bisa dibagikan ke satpam dan orang lain daripada ada tamu yang tidak kebagian. Allah menyuruh umatnya untuk memuliakan tamu yang datang, bukan?
 
Saya sempat minta tolong ke mertua untuk membuatkan bandrek sebagai sajian minuman dan nenek yang jaga di rumah membuat bubur kacang merah untuk makanannya.

Terus terang saya belum pernah membuat bandrek sendiri. Pertama kali saya meminum bandrek buatan mertua adalah saat acara unduh mantu di rumah mereka di kampung. Saat itulah saya mulai menikmati minuman ini. Seger, pedasnya pas dan hangat di badan. Cocok sekali untuk saya yang cukup capek menempuh perjalanan lebih kurang 10 jam menuju Padang Sidempuan kala itu.

Untuk makanan, saya menyediakan bika ambon dan buah-buahan sebagai pencuci mulut. Makanan utama yang awalnya terpikir mie gomak, saya ubah menjadi bubur kacang merah. Alasannya sederhana. Bikinnya gampang, bahannya pun nggak ribet untuk disiapkan. Nggak merepotkan berkali-kali lah jadinya. Modal belanja sendiri dan minta tolong orang soalnya, haha..

Berikut resep bandrek ala mertua dan bubur kacang merah.



BANDREK ALA MERTUA (utk porsi panci 8 liter)

Bahan :
- Jahe 2 ons (campur jahe merah dan jahe putih) 
- Sereh 1 ikat besar 
- Kencur 1 one
- Gula merah 1 kg
- Gula putih 1/4 kg
- Lada butir 5 bungkus kecil (1/2 ons)
- Garam secukupnya
- Kulit manis 2 potong besar
- Cengkeh 1 bungkus kecil (5 butir)
- Bunga lawang 1 bungkus kecil (3 buah)

Cara membuat :
- Cuci jahe, sereh, kencur hingga bersih. Lalu bakar sampai harum, geprek.
- Iris gula merah
- Masukkan jahe, sereh dan kencur yang sudah digeprek ke dalam panci. Masukkan juga semua bahan lainnya.
- Tambahkan air kurang lebih 5 liter ke dalam panci.
- Rebus di atas kompor hingga harum dan mendidih. Koreksi rasa.

BUBUR KACANG MERAH

Bahan :
- Kacang merah untuk bubur/es 1,5 kg
-  Gula merah 1 kg
-  Santan 800 ml (saya pakai kara 4 kotak kecil).
-  Daun pandan 3 lembar

Cara membuat :
- Cuci kacang merah hingga bersih, lalu rebus di atas kompor hingga cukup lembut.
Silakan tambah air jika belum lembut. Masukkan daun pandan saat merebus kacang.
- Iris gula merah dan masukkan ke panci berisi kacang merah.
- Masukkan santan sambil diaduk-aduk agar santan tidak pecah hingga mendidih.
- Koreksi rasa. Dapat ditambahkan gula putih jika suka.

Alhamdulillah banyak yang suka bandrek dan bubur kacang merah yang saya sajikan. Malah pada minta resep ke mertua. Saya jadi pengen bikin sendiri. Minum bandrek biasanya ditemenin ama roti manis. Makin mantap rasanya. Walaupun tanpa campuran susu kental manis atau krimer.

Untuk kacang merah, banyak juga yang nggak tau kalo kacang merah bisa dibuat bubur. Pada taunya dibuat campuran masak rendang. Padahal kacangnya beda lho.
Kacang merah untuk rendang ukurannya lebih besar dan teksturnya lebih keras. Sedangkan kacang merah untuk bubur atau es krim, ukurannya lebih kecil.

Eh, bandrek juga minuman yang menyehatkan. Minuman tradisional ini terbuat dari rempah seperti jahe merah, jahe putih, sereh, kencur dan lada yang terbukti dapat menghangatkan badan dan mengobati flu. Hal ini disebabkan rempah yang terkandung dalam bandrek kaya antioksidan.

Apalagi di masa pandemi begini. Kita harus bisa menjaga kesehatan supaya penyakit nggak gampang masuk ke tubuh.

Yuk yang mau coba. Bisa segera dieksekusi. Resep yang saya buat tadi untuk porsi sekitar 60 orang. Tinggal sesuaikan aja dengan porsi yang ingin kita konsumsi.

Kemaren malam saya ngerasa kurang enak badan. Udara dingin karena seharian turun hujan. Pengen minum yang anget dan bisa buat badan lebih seger. Teringat resep bandrek ini dan langsung buat sepanci kecil. Alhamdulillah... memang seger dan tenggorokan yang awalnya nggak nyaman jadi terasa hangat. Tidur pun bisa nyenyak.



Selamat mencoba ya. Salam sehat dari mamak.

You Might Also Like

11 comments

  1. Semenjak ada slow cooker jadi rajin buat bandrek ala kami Mak Dev. Tapi biasanya gak terlalu manis karena suami gak mau pake gula putih .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Slowcooker memang andalan ya mak. Lebih sehat katanya pake gula merah aja memang mak. Tergantung selera juga sih ya.

      Delete
  2. Kak, itu kacang merah kok bisa halus dan lembut gitu ya tekturnya, kalau aku buat masih keras kayak kurang matang gitu. Tipsnya apa kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pake metode 7 - 30 - 5 kak. 7 menit rebus, 30 menit diamkan di panci tertutup, lalu 5 menit rebus kembali. Cobain deh, mudah2an cepat lunak.

      Delete
  3. wow, pasti bandreknya bikin lega tenggorokan ya... kakak suka bandrek tp gak pake susu, pas kayak yg ditulis inilah. Minuman tradisional yang menyehatkan ya, ajiibbb

    ReplyDelete
  4. Resep mertua yang awak kangen itu masakan Mandailing mak. Anyang ayam. Ya Allah sampe sekarang awak ngences

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 org mandailing suami kita ya mak...haha..

      Delete
  5. Salah satu minuman kesukaan kami ini kak. Kalau aku suka pake jahe merah bikinnya. Karena wanginya dan pedesnya jadi lebih terasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih pedes memang kalo aple jahe merah aja kak. Tergantung selera jadi bebas2 aja 😉

      Delete
  6. sedap nyeeee....kakak pecinta bandrek...segala jenis bandrek dicobain.

    ReplyDelete

Instagram