Wisata Tangkahan (Part 2) : Ngapain Aja di Tangkahan?

August 25, 2020

Jembatan penyeberangan di Tangkahan (dok. pribadi)

Setelah saya cerita tentang perjalanan ke wisata Tangkahan (part 1) dan penginapan yang nyaman serta ramah di kantong, pada penasaran dong ngapain aja saya dan keluarga di Tangkahan? Kalo nggak penasaran, bisa stop baca disini. Tapi kalo iya, cuss lanjut baca tulisan di bawah, hehe...

Setelah bermain air di sore hari hingga lanjut makan malam bersama keluarga di penginapan, saya dan suami segera menemui bang Mega untuk mulai merencanakan aktivitas esok harinya. Hasil diskusinya adalah kami akan melakukan tubing, singgah ke penangkaran gajah, ke air terjun dan ke sumber air panas. Ada satu orang local guide yang akan memandu kami. Untuk keseluruhan aktivitas tersebut hanya dikenakan biaya Rp 60 ribu per orang. Murah banget euy!! 

1. Tubing
Tubing adalah aktivitas mengarungi aliran sungai (sering disebut river tubing). Alat yang biasa digunakan  adalah ban karet. Tubing beberapa orang dapat dilakukan dengan ban terpisah atau ban dirapatkan dengan tali agar bisa jalan berbarengan di air. Untuk medan sungai di Tangkahan yang jeramnya minimalis, aktivitas tubing relatif aman namun harus tetap berhati-hati.

Saya mengajak 6 orang anggota keluarga yang masih berusia muda untuk ikut dalam aktivitas ini, termasuk Raihan anak sulung saya yang berusia 10 tahun. Agak riskan sebenarnya karena tidak disediakan jaket pelampung. Namun karena aliran air sungai tidak deras dan dengan pengawasan kami orangtuanya, ia tetap ikut. Tubing yang dilakukan cukup seru dan mengesankan. Kami sempat menempuh perjalanan dari penginapan selama 10 menit ke arah atas bukit. Lalu turun menuju sungai dekat pemandian gajah. Sebelum tubing tak lupa kami berfoto sejenak di sungai yang terlihat jernih dan eksotis.



   
2. Penangkaran Gajah (Conservation Response Unit / CRU Tangkahan) 
Sebelum turun ke area tubing, kami menyempatkan diri melihat sekumpulan gajah yang hidup di area konservasi. Sayangnya sejak pandemi covid-19 akses untuk langsung berdekatan dengan hewan ini dibatasi dan tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Sebenarnya jembatan penyeberangan langsung dari tempat pemantauan gajah menjadi sarana utama penghubung Tangkahan dengan Taman Wisata Gunung Leuser dan masih digunakan oleh para pawang gajah. Namun saat kami datang masih tidak diijinkan untuk melewatinya. Jadi kami hanya dapat melihat gajah dari jauh saja.

Penangkaran Gajah, Tangkahan - Taman Nasional Gunung Leuser (dok.pribadi)

Tak disangka saat kami melakukan tubing, gajah-gajah di penangkaran tersebut dikeluarkan untuk mandi dan makan daun langsung dari tebing di tepi sungai. Seakan tak ingin melewatkan kesempatan kami langsung meminta local guide untuk berhenti sejenak agar kami dapat melihat gajah-gajah tersebut dari dekat dan menyaksikan aktivitas mandi para gajah. Kami jadi tau ada gajah yang bernama Theo, Sari, Khalid, dan dua gajah kecil diantara 7 gajah di penangkaran lahir di tempat itu.

Dalam sehari, gajah dikeluarkan dari dalam penangkaran ke arah sungai sebanyak dua kali. Yaitu pukul 10 pagi dan pukul 3 sore. Tepat sekali dengan jadwal tubing kami yang mendekati jam 10 pagi saat itu. Memang jalan menuju titik awal tubing yang kami lalui adalah Conservation Response Unit (CRU) untuk gajah di Tangkahan. Jadi memang pas banget sih ya. Alhamdulillah.. Kami bisa melihat gajah keluar satu per satu dari kandang dan berjalan ke arah sungai dari jarak yang dekat sekali. 

Sebelum pandemi, info yang kami dapat untuk menaiki gajah biasanya dikenakan biaya sebesar Rp 35 ribu per orang (wisatawan lokal). Sedangkan untuk memandikan gajah dikenakan biaya sebesar Rp 100 ribu per orang untuk wisatawan lokal dan Rp 250 ribu untuk wisawatan mancanegara. Tersedia juga fasilitas untuk menjelajah hutan bersama gajah yang dikenakan biaya kurang lebih Rp 1 juta per orang. Bagi yang ingin menikmati sensasi alam yang natural, biaya segitu worth it lah.



THEO, Gajah bergading di CRU Tangkahan

Pemandian Gajah (dok. pribadi)
Saat lanjut tubing pun kami sempat berpapasan dengan Theo yang sedang berjalan di sungai untuk mengambil makanan. Local guide sempat meminta pawang yang membawa Theo agar Theo dapat menyemprot kami dengan air dari belalainya yang panjang.

Ahhh,,, kami semua berteriak seru disemprot sang gajah. Sungguh pengalaman yang tak terlupakan.

3. Air Terjun
Tubing selesai di area pemandian tepat di bawah kamar penginapan kami. Local guide mengajak kami untuk berjalan menyusuri sungai ke arah air terjun kecil. Katanya babang Rangga suka sekali ke air terjun itu. Wajar sih, airnya yang jernih, segar dan debit airnya yang tidak terlalu deras memungkinkan siapa saja untuk dapat ke air terjun ini. 


Jalan ke Air Terjun Tangkahan (dok. pribadi)

Air Terjun di Tangkahan (dok. pribadi)

Terdapat satu air terjun lagi yang agak lebar. Namun medan jalan yang harus melewati bebatuan yang licin membuat kami memutuskan hanya ke air terjun yang lebih kecil ini saja. Semoga lain waktu dapat langsung menikmati keindahan air terjun tersebut.

Sumber : ceritajalan

4. Sumber Air Panas
Selesai menikmati air terjun, kami diajak ke titik trekking terakhir kali, yaitu ke sumber air panas yang letaknya tak jauh menyusuri sungai dari titik air terjun. Tak ada dokumentasi foto kami disini karena letaknya yang cukup tersembunyi di pinggir bebatuan besar dan berbentuk lubang atau goa kecil. Bau belerang pun sangat menyengat disini.

Mengesankan sekali liburan kali ini. Walaupun sempat bosan karena perjalanan dari kota yang cukup lama dan harus menyusuri perkebunan sawit yang panjang, namun rasa capek dan bosan langsung tergantikan oleh kepuasan menikmati keindahan alam yang sudah lama dirindukan.

Yuk ah segera diagendakan main ke wisata Tangkahan, Surga Tersembunyi di Sumatera Utara.




You Might Also Like

27 comments

  1. Bener2 indah pemandangannya, pengen deh ke sana bareng2 anak blogsum paling tidak 10an orang lah biar rame :)

    ReplyDelete
  2. Enak kali Mak.. bikin envy ah..
    Eh tubing sama arung jeram beda apa sama ya Mak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. tubing biasanya nganyut pake ban karet aja mak. Kalo arung jeram pake boat karet.

      Delete
    2. Oo.. bedanya cuma pake ban ya..

      Kalo liat Langkat memang teringat lah sama pengalaman masa kecil yang kemping ke hutan di gunung Leuser. Emang airnya cantik kali Mak.. ikannya banyak. Ikan jurung pula .

      Delete
  3. Senangnya jelong-jelong ke Tangkahan ya Dev...pasti leluasa menghirup oksigen sebanyak2nya ya... btw itu kayak "Rock Balancing Art" ya, yg batu disusun2 gitu... kereenn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seneng banget kak Mia. Biarpun lumayan bosen di jalan, tapi terbayar lah sampe lokasi. Coba motret ala2 fotografer kak, hehe..

      Delete
  4. Tangkahan emang indah..
    Insyaa Allah bisa kembali kesana..
    Terima kasih atas postingan indahnya

    ReplyDelete
  5. membayangkan bertemu babang niko pas ke tangkahan :" seru ya kak, mau liat foto tubingnya pdhl hehe tiap ke sana cm main2 dipinggir aja blm puas keknya blm tubing smpe ke air panas jg

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tubing pegang hape sendiri els.. Jadi susah ambil fotonya sambil di atas air. Next kali ya bisa bareng anak blogsum.

      Delete
  6. Nah, kemari masih dlm planing utk bawa oza soalnya masih kecil x kalo mau dikenali sama gajah hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tunggu oza agak gede aja kak. Biar dia tau, "Ooo.. ini gajah rupanya." haha..

      Delete
  7. Lihat tulisan ini, jadi mau ke Tangkahan juga. Apalagi setelah liat Theo. Kangen deh. Hehehe

    Ada juga Flying Fox di Tangkahan, lho. Harganya Rp 25 ribu. Lumayan memacu adrenaline kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya aja pengen kesana lagi bang. Kemaren tu nggak sempat naik flying fox, padahal udah rencana dari hari sebelumnya. InsyaAllah akan diagendakan ke Tangkahan selanjutnya ya bg.

      Delete
    2. Saya suka flying fox.
      Saya kurang suka nyemplung ke sungai, danau, paling main di pinggir pinggir saja.
      Saya penakut hiks.. .

      Delete
  8. MasyaAllah ... Pemandangannya cantiiik. Lihat foto-fotonya, aku berasa kepengen masuk ke laptop terus tahu-tahu udah sampai di air terjun, hahaha ... Dingin airnya tuh berasa sampai ke kulit gitu. Ahahahay, lebay nggak sih iniii?

    Tapi trekking alam gini memang menyenangkan loh. Ini tuh jadi sarana berwisata iya, mempererat bonding sama keluarga iya, mentafakuri alam iya. Paket komplit deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebay yang terasa nyata mbak, hehe.. Serunya kalo liburan ke alam gini ya karena bisa lebih tafakkur alam mbak. Serasa diri nggak ada apa-apanya dibandingkan ciptaan Allah lainnya.

      Delete
  9. Tangkahan bagus sekali ya. Ada air terjun, jembatan uji nyali, dan bisa bertemu gajah juga. Wah, saya senang sekali membaca ini.Keseruannya terbaca dengan jelas

    ReplyDelete
  10. Ya ampun seru bener lihat pemandangan dan aktivitas di sana. Segerrrr. Kalau baca tentang Tangkahan gini, langsung keingat sama Nicholas Saputra wkwkwk.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak... Kemaren cari2 info sewa villa nya babang Nico, tapi karena agak ribet nggak jadi kesana.

      Delete
  11. Seger bener air terjun dan sungainya, Mbak
    Sepadan dengan perjalanannya ya..sama bisa kenalan pula dengan Babang Theo dan kawan-kawan. Ya ampun bikin seger pikiran ini lihat ijo-ijo begini
    Seru tubing di Tangkahan, semoga nanti juga dipikirkan keselamatan dengan disediakan jaket pelampung ya oleh pengelola

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, itu poin penting yang harus dipikirkan. Semoga keamanan dan keselamatan pengunjung tetap diutamakan.

      Delete
  12. Duhh beneran hidden paradise ya Wisata Tangkahan ini, mupeng deh Dev pingin jelong2 ke sana bareng keluarga, asyiikk tuh

    ReplyDelete
  13. Ya ampun. LEngkap ya jenis wisata di Tangkahan. bisa lihat gajah, air terjun, bahkan air panas.

    ReplyDelete
  14. Ya Allah, ini tempat wisatanya lengkap banget ya, mulai dari jembatannya saja sudah menarik, apalagi yang lainnya.

    ReplyDelete

Instagram