Tips Tetap Semangat Berbagi

October 21, 2020



Peluang Emas dari Allah

"Assalamu'alaykum Bu. Apa kabar ?"

"Wa'alaykumussalam Pak. Alhamdulillah sehat. Ada yang bisa saya bantu?"

"Lihat-lihat status ibu, mana tau ada rezeki kami butuh 50 eksemplar Al-Qur'an. Ibu bisa bantu? Saya dengar ibu koordinator sedekah Jum'at berkah di kantor."

"Maaf Pak saya cuma berusaha jadi kurir wakaf untuk menyampaikan sedekah orang yang berkenan. Kalau kurir wakaf Qur'an belum pernah, tapi insyaAllah saya coba tanyakan ke teman-teman. Nanti saya infokan lagi ya."


Itu percakapan saya beberapa minggu lalu dengan salah seorang teman kantor. Beliau tiba-tiba menghubungi saya via pesan whatsapp dan menanyakan perihal kebutuhan Al Qur'an untuk Rumah Tahfidz yang beliau kelola bersama beberapa teman di kampungnya.

Sudah sebulan saya meniatkan diri untuk jadi kurir wakaf buku-buku siroh Islam dari salah satu penerbit. Tujuannya lebih ke saya pribadi agar konsisten bersedekah terutama di hari Jum'at. Alhamdulillah sudah beberapa paket buku wakaf yang disalurkan dari dana sedekah teman-teman baik saya. Butuh waktu dan konsistensi dalam mensyiarkan sedekah untuk wakaf ini. Namun pelan tapi pasti Allah selalu memberikan jalan untuk bisa memenuhi niat saya. 

Saya sempat berpikir akan sulit mengumpulkan dana membeli Al Qur'an yang dibutuhkan teman saya tadi karena memang belum pernah mengusahakan hal seperti ini. Namun dengan semangat dan dukungan dari suami, saya mencoba untuk menawarkan "peluang emas" wakaf Qur'an ini ke teman-teman terdekat saya. "Allah menawarkan ibadah, nggak boleh kita sia-siakan", kata suami saya.

Alhamdulillah wa syukurillah, respon teman-teman sangat baik. Saya pun makin semangat mencari toko yang menjual Al Qur'an hafalan dengan harga miring. Hingga akhirnya 60 buah Al Qur'an dapat kami salurkan ke dua rumah tahfidz berbeda. MasyaAllah.. nggak ada yang nggak mungkin kalau Allah sudah meridhoi niat baik hamba-Nya.

Saat penyaluran ke rumah tahfidz dimaksud, Allah menyuguhkan pemandangan yang membuat saya malu. Rasanya menjadi kurir wakaf belum ada apa-apanya jika dibandingkan para pengurus dan pengajar disana. Para pemuda berwajah teduh dengan jubah sederhana yang tampak penuh keikhlasan membimbing masyarakat sekitar untuk belajar Al Qur'an.

Saya sempat berbincang dengan mereka tentang kegiatan di rumah tahfidz.

Rumah Tahfidz Sahabat Muslim, Pabatu

Rumah tahfidz ini sudah tiga tahun berdiri. Kegiatannya tidak hanya mengajar Al Qur'an bagi anak-anak. Namun juga memberikan bantuan beras atau sembako bagi anak dari keluarga yang tidak mampu. Murid tetap berjumlah 80 anak dan 40 diantaranya adalah yatim. Muridnya juga tidak terbatas pada anak-anak. Di pagi hari ada jadwal ibu-ibu belajar membaca Al Qur'an, di malam hari jadwal untuk bapak-bapak dengan agenda yang sama.

Kebetulan sekali saat itu jadwal pembagian beras yang selalu dilakukan di awal bulan. Di ruangan seluas sekitar 5 x 6 meter persegi itu dipenuhi dengan ibu dan anak-anak serta tumpukan beras yang akan dibagi.

Rumah Tahfidz Sahabat Muslim, Pabatu (dok.pribadi)

Dana membeli beras dan sembako diperoleh dari donatur tetap yang selalu menyisihkan rezekinya setiap bulan ke rumah tahfidz ini. Sebagian dana juga digunakan untuk kebutuhan operasional, termasuk biaya sewa tahunan rumah yang digunakan. Pengajar juga tidak digaji. Mereka ikhlas membaktikan diri agar tidak ada lagi masyarakat muslim yang buta Al Qur'an. Tidak hanya itu mereka juga membantu memenuhi urusan perut para murid rumah tahfiz.

Mereka tidak hanya mengajar dan mengelola rumah tahfidz ini. Ada beberapa rumah tahfidz lain dengan konsep sama di kampung berbeda tak jauh dari tempat itu. MasyaAllah, hati saya bak disiram embun sejuk melihat dedikasi para pemuda tersebut untuk membumikan Al Qur'an.


SEMANGAT BERBAGI DI ERA BARU

Bulan Maret 2020 adalah awal dimana banyak orang terdampak akibat pandemi. Dampak yang terjadi terasa hampir di setiap lini, namun yang paling terasa adalah pada kehidupan sosial dan ekonomi.

Banyak karyawan dirumahkan, pedagang dan tukang ojek sepi pelanggan yang berujung pada melonjaknya jumlah pengangguran. Bisa dibayangkan semakin banyak peminta-minta di jalanan mengharapkan uluran tangan dari mereka yang masih berkecukupan.

Masyarakat dituntut untuk tetap menjalankan aktivitas ekonomi dengan protokol kesehatan di era kenormalan baru. Lalu apakah cara ini efektif ? Realita yang kita hadapi ternyata tidak sesederhana yang dipikirkan. Tingkat penyebaran virus malah semakin meluas.

Di sisi lain, masih banyak pekerja beruntung yang tidak harus mengalami pemotongan gaji atau terlambat digaji sebagai dampak pandemi.

Dengan fenomena seperti itu, tidakkah terbersit rasa bersalah di hati jika tidak saling membantu? Sama dengan rasa malu yang saya rasakan saat menyaksikan dedikasi dan keikhlasan pemuda di rumah tahfidz. Mereka yang bahkan tidak punya penghasilan tetap berusaha berbagi. Berbagi ilmu, berbagi tenaga untuk mendapatkan donasi agar bisa memberi beras dan sembako untuk anak tidak mampu.

Ada atau tidak pandemi, semangat mereka tak pernah padam untuk berbagi. Bukankah di era kenormalan baru ini harusnya kita lebih semangat lagi? Jujur, saya mulai tergerak untuk konsisten berbagi sejak pandemi. Saat saya melihat banyak orang di sekitar saya kehilangan pekerjaan sementara masih ada keluarga yang harus diberi makan.

Berbagi tidak harus menunggu banyak uang. Banyak cara yang bisa dilakukan. 

Berikut tips untuk tetap semangat berbagi ala saya.

1. Niatkan beribadah karena Allah

Berbagi atau bersedekah adalah salah satu ibadah. Ikhlaskan niat untuk mencari ridho Allah agar berbagi bisa menjadi kebiasaan yang memberi semangat setiap harinya. 

2. Harta adalah titipan

Harta tidak dimiliki, manusia hanya dititipkan untuk dapat memanfaatkan harta tersebut sebagai jalan beribadah kepada Allah. Dengan mengokohkan prinsip tersebut dalam hati, kita akan terus bersemangat untuk berbagi kebaikan melalui harta yang dititipkan. Yakin saja dengan janji Allah bahwa bersedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin, malah akan mendatangkan rezeki yang lebih berkah lagi.

3. Peka dengan lingkungan sekitar

Saat kita berpikir akan menghabiskan uang untuk liburan, coba perhatikan lingkungan sekitar. Adakah diantara mereka yang kesulitan makan? Sedih memikirkan perut anak-anaknya? Dengan lebih peka terhadap tetangga atau kerabat di sekitar kita, akan muncul semangat untuk sedikit menyisihkan uang agar dapat berbagi dan bersedekah.

4. Amal jariyah

Amal jariyah adalah amal yang tidak putus pahalanya walaupun orang yang beramal sudah meninggal dunia. Dengan mengejar amal jariyah kita akan lebih semangat lagi bersedekah untuk wakaf pembangunan masjid, wakaf buku pengetahuan Islam dan wakaf Al Qur'an.


Banyak media yang dapat digunakan untuk merealisasikan semangat berbagi. Salah satunya adalah yayasan <<< Laz UCare Indonesia >>> yang fokus kegiatannya adalah mengelola zakat, infaq, shodaqoh dan dana sosial lainnya.

Yayasan Laz UCare Indonesia telah tiga tahun berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi.



Dengan menyalurkan zakat, infaq dan shodaqoh ke Laz UCare kita diberi kemudahan tanpa harus datang langsung ke tempatnya. Cukup buka website Laz UCare Indonesia , pilih menu ZISWAF, klik tombol sesuai petunjuk, isi data pribadi, lalu transfer ke nomor rekening yang ditentukan. Gampang banget kan? InsyaAllah dana yang dititipkan akan disalurkan dengan baik dan tepat sasaran.

Yuk, kita bangkitkan lagi Semangat Berbagi di Era Baru ini. Semoga tips dari saya bermanfaat ya.

"Tulisan ini diikutsertakan dalam rangka Lomba Blog Laz UCare Indonesia 2020."


You Might Also Like

54 comments

  1. Masya Allah Mbak Devi, senangnya sudah bisa menajdi kurir wakaf Quran bagi mereka yang membutuhkan. Terima kasih untuk reminder agar selalu berbagi. Diantaranya melalui Yayasan Laz UCare Indonesia yang telah tiga tahun berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senengnya beda mbak, susah diucap dengan kata-kata.

      Delete
  2. Betul sekali ya Mba, harta adalah titipan, yang kadang juga ada titipan orang lain yang dititipkan ke kita.

    Senang banget ya bisa bersama Yayasan Laz Ucare ini, mencari keberkahan dengan meningkatkan kesejahteraan masyarakat :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang kita lupa untuk memberikan titipan harta ke orang lain yang membutuhkan ya mbak. Berusaha untuk selalu diingatkan sih saya.

      Delete
  3. Saya jadi kepo sama rumah tahfidznya de mba Devi.
    Di mana kah lokasinya? Kalo dekat boleh juga buat anak saya nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jauh kak vi,, lewat kota tebing tinggi sana. Ntar kita cari yang deket yaa, hehe..

      Delete
  4. Subhanallah... baca ini jadi malu saya. Diingatkan kembali untuk terus memupuk semangat bersedekah di masa pandemi ini. Sedekah juga tak melulu berupa harta, tapi bisa juga berupa tenaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saling mengingatkan untuk bersyukur kita mbak. Karena di luar sana banyak yang jauh lebih kekurangan daripada kita. Semoga kita tetap semangat berbagi.

      Delete
    2. Bener banget kak, kadang kita mengeluh kesulitan padahal masih banyak orang yang jauh lebih sulit hidupnya di zaman ini daripada kita.

      Delete
  5. Masyaallah artikel ini sebagai reminder yaa bahwa sebisa mungkin apapun kita bagikan apalagi hari ini hari Jumat. Jumu'ah mubarokah, berbagi buku, berbagi shodaqoh, insyaallah. Jazakillah tadzkirahnya ya Devi

    ReplyDelete
  6. Masya Allah mba Devi, semoga anak-anak rumah tahfidz sehat selalu. Insya Allah semangat berbaginya menular, agar kita semua bisa berlomba-lomba dalam kebaikan.

    ReplyDelete
  7. MasyaAllah, Barakallah kak. Jadi reminder pribadi saya. Mesti keadaan sulit untuk bisa terus berbagi.

    ReplyDelete
  8. Masya Allah.... salut dengan cara pandang mbak Devi dan suami. Apa yanh secara nyata terlihat sulit justru dipandang sebagai kesempatan emas untuk beribadah. .. Barakallah...

    ReplyDelete
  9. Era Baru. Saya lebih suka istilah ini daripada new normal atau terjemahannya.
    Masa ketika kita banyak beradaptasi.
    Meski masa sekarang menjadi masa sulit bagi sebagian orang, sudah seharusnya tetap mengingat konsep bahwa harta adalah titipan.
    Makasih sudah diingatkan

    ReplyDelete
  10. Terima kasih sharingnya mba, saya jadi ingat untuk lebih peka pada lingkungan sekitar dan termovitasi untuk berbagi dengan sesama.. Semoga saya dimampukan ya Mba..Aminn ^^

    ReplyDelete
  11. Dengan berbagi, kita gak akan pernah merugi. Malah Allah SWT akan mengganti atau memberi dengan sesuatu yang lebih banyak lagi, dari arah yang tidk pernah kita duga.

    ReplyDelete
  12. ya Allah aku senang banget kalau ada acara berbagi seperti ini Jadi lebih gimana gitu apalagi bisa meringankan beban sesama

    ReplyDelete
  13. salut sama Rumah Tahfizh yang masih saja terus bergerak dengan berbagai keterbatasan di zaman ini. Perlu mencontoh semangat berbagi para pengelolanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak. Iri dengan semangat mereka.

      Delete
  14. Masya Allah . . . saya terharu sekali membaca artikel ini, sekaligus merasa tertampar karena saya gak punya semangat seperti mbak Devi dan para pengurus rumah tahfidz itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah bisa lebih dari kami mas. Semoga dimudahkan ya.

      Delete
  15. Terimakasih sharingnya kak, sungguh berat berbagi di saat yang sulit ini. Semoga bisa ngikutin tipsnya ya.

    ReplyDelete
  16. Menyenangkan dan menenangkan sekali kalau melihat kegiatan semacam ini, hatta cuma membaca kisahnya di artikel ini. Semoga terus di-istiqomah-kan untuk berbuat baik, mbak. Sukses terus.

    ReplyDelete
  17. Berbagi saat berpunya pun kadang sulit dilakukan sebagian orang namun berbagi di saat kesulitan menjadi hal yang tak ternilai ya mak devi. Semoga kita selalu bisa semangat berbagi dalam kebaikan ya mak.

    ReplyDelete
  18. makasih mba sudah diingatkan, emang ya sedakah dan amal jariyah tuh salah satu amal yang akan terus berjalan dan membantu kehidupan kita kelak yaa

    ReplyDelete
  19. Duh, aku sekarang Jujur jarang sedekah nih mba, jadi malu sama mba deh. Semoga Aku juga bisa istiqomah untuk sedeqah dan wakafnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih jarang mbak. Saya mulai paksakan diri sejal 2 bulan ini. Semoga kita semua dimudahkan ya.

      Delete
    2. Saya juga baru bbrp bulan ini rutin sodaqoh jumat. Itupun nebeng ibunda saya yang selalu kirim makanan ke masjid masjid yang sholat jumat. Semoga saya juga istiqomah..

      Kok jd mendoakan diri sendiri ya di sini 😢😢😢

      Delete
  20. MasyaAllah kak enggak ada yang enggak mungkin bagi Allah kalau kita Ikhlas Berbagi ya, insya Allah akan dipertemukan dengan orang-orang yang Ikhlas Berbagi juga jadi semacam1 lingkaran yang didalamnya hanya ada orang-orang baik dan yang ikhlas saling berbagi demi harapkan Ridho dari Allah swt

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya inget janji Allah mbak. Kita akan didekatkan dengan orang-orang yang sevisi dengan kita. Jika kita berusaha untuk menjadi baik, maka Allah akan mempertemukan kita dengan orang-orang baik pula.

      Delete
  21. Masya Allah..
    inspiratif mbak, memang kalau kita ingin berbuat baik Insya Allah senantiasa dimudahkan walaupun kalau difikirkan sepertinya berat sekali.
    tapi kalau kita berusaha, sangat bayak pertolongan yang kita dapatkan.
    terima kasih sudah berbagi inspirasi mbak..

    ReplyDelete
  22. Alhamdulillah sekarang progam berbagi di setiap komunitas sudah banyak sekali. Di beberapa Mesjid ada juga yang jadi tempat langganan berbagi sedekah Jumat dan lain-lain.
    .
    Bahagia nya berbagi dengan santri penghafal Al-Qur'an rasanya karena kita memberikan makanan buat orang2 yang lisannya melafalkan ayat-ayat Allah ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah udah banyak kak. Semoga semakin banyak orang-orang yang meringankan hartanya untuk disedekahkan.

      Delete
  23. Baca ini sebenarnya bikin aku teringat janji sama seorang sahabat yang pernah menitipkan pesan untuk mengelola rumah Qur'an
    Tapi belum kesampaian. Huhu.
    Moga bisa segera menunaikan amanah akunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat kak. InsyaAllag dimudahkan. Salah satu cita-cita itu..

      Delete
  24. Alhamdulillah pernah merasakan gimana rasanya jadi kurir sedekah. Rasanya ikut bahagia padahal kita cuma penyampai saja.
    Semoga di masa pandemi ini semakin banyak orang yang sadar untuk berbagi ya Mak..

    ReplyDelete
  25. Harus selalu semangat berbagi ya kak mesti di saat sulit sekalipun. Salut untuk donatur tetap yang selalu menyisihkan rezekinya ke rumah tahfidz.

    ReplyDelete
  26. Berarti bs menyalurkan ZISWaf melalui aplikasi LazUcare ya Devi... masyaallah mulia sekali Devi turut berpartisipasi wakaf quran dan buku2 sirah Islam ke rumah tahfizh di Pabatu ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa kak Mia. Tinggal klik-klik aja untuk bisa sedekah.

      Delete
  27. Hebat sekali, bisa berbagi di masa yang berat. Waqaf Al-Quran tentu bisa menjadi ladang pahala nanti di akhirat. Semoga kita semua selalu senantiasa dilimpahi rezeki untuk berbagi

    ReplyDelete
  28. Semangat berbagi harus senantiasa disyiarkan ya karena kita dihadirkan Tuhan untuk menjadi mahluk sosial dan saling melengkapi dalam hal tolong menolong dengan sesama. Salut nih donatur setia rumah tahfidz. Semoga amal jariyah donatur mendapat balasan setimpal. Amin YRA

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, bisa rutin sedekah untuk anak2 yatim penghafal Qur'an.

      Delete
  29. masyaAllah mbak semangat era baru di Pandemi ini memang harus dipakai kebaikan...laz u care bisa jadi salah satu solusinya ya

    ReplyDelete
  30. berbagi secara tidak sadar juga bisa memberikan energi positif kok untuk kita, jadi tidak ada salahnya untuk berbagi. minimal kita bisa merasa bahagia ketika melihat orang lain bahagia

    ReplyDelete
  31. Semoga saja banyak tumbuh rumah tahfidz-rumah tahfidz yang lain yang terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar maupun anak-anak.

    ReplyDelete
  32. Saya jadi minder baca ini. Selama ini menjadi manusia yang kurang memberi manfaat pada sesama. Mbak benar-benar luar biasa.

    ReplyDelete

Instagram