Belajar Bisnis Lewat Drama Korea Start Up

November 23, 2020

Start Up


Saya udah jarang nonton drakor sebenernya. Tapi pas denger ada drakor baru berjudul Start Up saya agak sedikit penasaran. Ini drakor tentang apa ya? Hmm,, paling ceritanya kayak drakor biasanya.

Makin lama kok makin rame yang bahas. Rasa penasaran saya udah nggak bisa terbendung dan akhirnya memutuskan untuk nonton marathon drama ini dari episode 1 sampai episode 12 dalam waktu 4 hari. Lahhh,,, ini yang sebenernya ditakutin. Nggak bisa stop sampai selesai. Dan sampai saat ini si drama masih on going dan saya menunggu kelanjutannya.

Tentang Start Up

Start Up adalah drama bergenre bisnis, percintaan, komedi dan generasi millenial. Ditayangkan di TvN sejak tanggal 17 Oktober 2020 setiap hari Sabtu dan Minggu jam 9 malam waktu korea menggantikan drama sebelumnya Secret Forest season 2. Jadi hingga tulisan ini dibuat, drama Start Up sudah tayang sebanyak 12 episode.

Start Up berlatar Silicon Valley ala Korea yang disebut SandBox. Sandbox adalah tempat berkumpulnya para start up yang bermimpi untuk menjadi Google dan Amazon masa depan dimana kisah orang-orang di perusahaan start up dimulai.

Drama ini dibintangi oleh Suzy Bae sebagai Seo Dal Mi,  Nam Joo Hyuk  sebagai Nam Do San, Kim Kang Heun sebagai Han Ji Pyeong dan Nam Da Reum sebagai Won In Jae.

Pemeran pembantu lainnya juga nggak kalah oke. Wajahnya cukup familiar buat para pecinta drakor. Salah satunya si Stephanie Lee yang berperan sebagai Jung Sa Ha sebagai rekan satu tim Seo Dal Mi.

Sinopsis 

Cerita diawali dengan flashback ayah dan ibu Seo Dal Mi dan kakaknya Seo In Jae yang bertengkar karena rencana sang ayah untuk berhenti kerja dari kantornya saat itu. Sang ibu tidak setuju karena pasti kondisi ekonomi keluarga akan berantakan bahkan minta diceraikan jika rencana itu direalisasikan. 

Perceraian tersebut membuat kedua saudara perempuan itu berpisah. Dal Mi ikut sang ayah dan In Jae ikut sang ibu. Ayah pun berusaha untuk merintis usaha pemesanan makanan online yang ia yakin akan maju seiring dengan perkembangan teknologi. Ia tau tidak gampang namun ia harus terus bertahan agar dapat bersatu kembali dengan ibu Dal Mi dan In Jae.

Di masa sulit tersebut, nenek Dal Mi ingin menghibur cucu kesayangannya dengan meminta tolong Han Ji Pyeong menuliskan surat cinta untuk menemani Dal Mi. Karena rasa hutang budinya, Ji Pyeong pun menuruti permintaan nenek dan menulis surat yang diminta dengan nama Nam Do San yang dipilih karena kebetulan melihat ada di surat kabar. Jadi deh mereka surat-suratan sampai setahun hingga Ji Pyeong harus pergi meneruskan mimpinya dengan kuliah di kota Seoul.

Saat itu pula Dal Mi harus kehilangan sang ayah karena kecelakaan sekaligus harus berpisah dengan In Jae yang pergi ke Amerika mengikuti ayah baru dari pernikahan ibunya.

15 tahun kemudian Dal Mi berencana untuk merintis usaha Start Up seperti ayahnya dan akhirnya membawanya bertemu dengan In Jae, Ji Pyeong dan Nam Do San asli.

Gimana kelanjutannya? Tonton sendiri aja ya, hehe..

Lika Liku Merintis Usaha Start Up

Dari drama ini banyak hal positif yang bisa dipelajari terutama tentang lika liku merintis usaha start up bagi pemula. Banyak usaha start up yang tidak berkembang karena tidak dapat menarik investor sebagai penambah modal usaha. Yang namanya investor juga nggak mau rugi dong dengan investasi di sembarang perusahaan.

Pelajaran banget buat yang niat merintis usaha start up supaya bikin usaha yang bisa menarik investor. Biasanya tuh investor akan melihat :

1. Produk yang dihasilkan punya model pendapatan yang jelas
Samsan Tech milik Nam Do San sudah dua tahun berdiri namun sama sekali belum bisa menghasilkan produk yang punya model pendapatan jelas. Ini kayak anak IPA yang suka bereksperimen tapi nggak tau gimana eksperimennya bisa menghasilkan uang. Disinilah butuh CEO dari anak IPS untuk perusahaannya yang dapat memikirkan darimana pendapatan dapat diperoleh atas produk yang dihasilkan oleh Samsan Tech, hehe..

2. Target bisnis harus jelas
Produk udah ada, model pendapatan juga udah. Selanjutnya pengusaha start up harus mengetahui target konsumen bisnis mereka. Karena target tersebut yang akan menggunakan produk yang akhirnya menghasilkan pendapatan bagi perusahaan.

3. Fokus pada pengembangan skala bisnis, baru keuntungan
Di episode 1 ada adegan ayah Dal Mi menjelaskan hal ini pada calon investor. Sebagai pengusaha start up harus bisa bersabar untuk bisa memperoleh keuntungan. Akan ada saatnya perusahaan dan produk dikenal banyak orang dan keuntungan yang akan mendatangi perusahaan melalui konsumen. Ibarat tersesat di tengah laut, mati karena kehausan atau bertahan hingga hujan turun. Pengusaha yang sukses tidak akan meminum air laut yang seakan-akan membuat bisa bertahan padahal malah akan semakin haus. Tapi mereka akan berusaha bertahan menunggu datangnya air hujan.

Jadi pengusaha itu nggak gampang, karena harus tahan banting menghadapi berbagai pandangan tidak percaya orang-orang dan harus punya modal yang lumayan. Jika jatuh, harus tetap semangat untuk bangkit kembali. Harus hati-hati juga dengan investor. Karena ini BISNIS yang menyangkut banyak uang dan sering nggak peduli ama perasaan.

Do San atau Ji Pyeong??

Namanya drakor kalo nggak ada bumbu percintaannya pasti kayak sayur yang nggak dikasi garam, hambarrr,, wkwk. Dari sekian banyak hal terkait bisnis start up, drama ini juga dibumbui kisah cinta Dal Mi, Do San, dan Ji Pyeong. 
Si Dalmi bingung antara kedua cogan ini. Dua-duanya masderah dan pintar. Bedanya yang satu udah langsung keliatan cerah, yang satu lagi masih merintis, terlalu naif dan harus banyak belajar. Yang satu cinta pertama masa lalu, yang satu lagi cinta saat ini. Yang satu anak IPS dan satu lagi anak IPA banget. 

Kalo saya disuruh milih, saya pilih yang pasti pasti aja udah berhasilnya. Makanya saya nggak cocok jadi Dal Mi, haha..

Kesimpulan

Drama Start Up cocok ditonton para anak muda yang berjiwa pengusaha. Minimal dapat sedikit ilmu yang bisa diterapkan untuk usaha start up yang akan dibangun. 

Belajar bisnis lewat drama Start Up mengajarkan bagaimana pengusaha harus belajar  terutama dari mentor yang senior dan pengalaman, pantang menyerah saat bisnis jatuh, menerima kritik dan menjadikannya cambuk untuk meningkatkan bisnis, dan banyak hal tentang investasi dari calon investor.

Penyampaian kritik investor dan mentor di drama ini nggak tanggung-tanggung cuy.. Pedessss dan nancep banget. Kalo nggak tahan mental bisa-bisa bunuh diri karena merasa usaha yang dilakukan gagal.

Udah ah,, nonton sendiri aja. Berasa bikin spoiler ni saya, haha..





You Might Also Like

0 comments

Instagram