Belajar dengan Lagu dari Hoala & Koala

Masa kecil saya dulu adalah masa yang cukup membahagiakan. Salah satu hal paling berkesan yang saya ingat adalah banyaknya lagu anak-anak yang menemani keseharian. Sebut saja lagu dari Susan dan Kak Ria Enes, Trio Kwek Kwek, Enno Lerian, Tasya, Sherina, Joshua dan lagu anak lainnya ciptaan Papa T. Bob, Pak Kasur dan Ibu Sud. Lagu yang saking sering diputar di televisi, sadar atau tidak sadar langsung melekat di kepala saya.

Lagu anak saat itu seperti menjadi salah satu media untuk menanamkan karakter baik pada anak dan menambah wawasan anak. Contohnya saja lagu Trio Kwek Kwek yang berjudul Menabung. 

Bang bing bung, yok, kita ke bank

Bang bing bung, yok, kita nabung

Bang bing bung, hei, jangan dihitung

Tau tau kita nanti dapat untung

Dari judul dan liriknya saja sudah jelas lagu ini mengajarkan anak untuk rajin menabung. Awal saya meminta orangtua untuk membukakan tabungan di bank saat SD bisa jadi karena makna lagu ini sudah masuk ke alam bawah sadar seorang devi kecil kala itu. Saya jadi ingin tau bagaimana cara membuka tabungan di bank daerah yang letaknya tepat di seberang sekolah saya dan menabung uang jajan yang saya sisihkan selain memasukkannya ke celengan.

Ahh,, satu lagi lagu yang sampai saat ini masih saya ingat. Lagu berjudul Katanya yang juga dipopulerkan oleh Trio Kwek Kwek. Liriknya yang memberikan wawasan pengetahuan tentang luar negeri, membuat saya jadi tau kalau Australia itu negara penghasil wol, masyarakat aslinya bersuku Aborigin, bumerang senjata khas daerahnya, serta kangguru hewan yang berasal dari sana.

Bayangkan betapa dahsyatnya pengaruh musik dan lagu pada anak. Bahkan hingga saya dewasa masih mengingat lirik dan pesan yang ada di dalamnya. Mungkin karena saya termasuk orang yang menyukai musik. Tapi... sepertinya semua anak suka musik kan ya? Hanya jenis musiknya saja yang membedakan.

Cukup miris melihat musik anak-anak yang kurang diminati dan berkembang saat ini. Tenggelam oleh musik orang dewasa yang bahkan liriknya saja banyak yang tidak cocok untuk dikonsumsi anak kecil.

Pengaruh Lagu Terhadap Perkembangan Anak

Dari lirik lagu, anak dapat belajar banyak hal dalam tumbuh kembangnya. Lagu anak seperti menjadi elemen yang penting untuk mengikuti perkembangan teknologi. Semakin canggih teknologi idealnya menjadi media yang juga menunjang perkembangan lagu anak untuk memberikan pesan kebaikan di masa-masa awal kehidupan mereka. 

Lagu dan musik memiliki pengaruh terhadap perkembangan anak.

- Membentuk Karakter Anak

Jika dalam liriknya terselip pesan yang baik, lagu tidak hanya sekedar jadi hiburan. Lebih dari itu akan membantu pembentukan karakter anak di masa depan.

- Menjaga fitrah anak sesuai usia

Lagu juga berperan penting agar anak-anak tidak menjadi dewasa sebelum waktunya dengan mendengarkan lagu yang sesuai dengan usianya. Baik melalu jenis musik maupun lirik yang terkandung di dalam sebuah lagu. Maka berikanlah lagu dan musik sesuai dengan usia anak agar fitrah anak untuk belajar hal baik tetap terjaga.

- Membantu perkembangan motorik, bahasa dan sosial anak

Dr. Howard Gardner (1993) dalam penelitiannya membuktikan bahwa musik mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak pintar bersosialisasi. Lagu dan musik menjadi media yang efektif bagi anak-anak usia 0 - 6 tahun untuk belajar, tidak hanya di PAUD namun juga di rumah dengan bimbingan orangtua tentunya.

Hoala, Koala, dan Lagu Anak Indonesia



Hoala & Koala adalah sepasang sahabat yang gemar bernyanyi. Dua karakter animasi musikal tiga dimensi (3D) ini diciptakan pada akhir tahun 2020 sebagai bentuk keprihatinan CEO PT Amnar Awandi Kazoku, Rendyadi Amnar, atas lesunya industri musik anak di Indonesia.

Perkembangan lagu anak harus mengikuti perkembangan teknologi agar anak tetap memiliki ketertarikan pada lagu anak dibanding dengan konten lain yang tidak sesuai dengan usia mereka. Oleh karenanya animasi 3D Hoala dan Koala diharapkan tetap dapat menyediakan konten lagu sesuai usia anak dengan tetap menyajikan lagu berbahasa Indonesia. Terlebih lagi sejak pandemi interaksi anak dengan gadget cukup tinggi sehingga diperlukan konten positif yang dapat menjadi alternatif pilihan mereka.

Hoala adalah anak perempuan dari keluarga Awandi yang berusia 3 tahun. Meskipun masih kecil, Hoala tergolong anak yang sangat cerdas karena sudah mampu berbicara dengan lancar dan menyanyi dengan merdu.

Sedangkan Koala adalah sahabat Hoala yang bisa berbicara dan berasal dari negeri Mykonos, yang tak lain adalah dunia yang berada dalam buku cerita favorit Hoala.

Kedua karakter ini akan terus mengeluarkan banyak lagu ke depannya. Dengan bentuknya yang 3D karakter Hoala dan Koala akan menjadi karakter yang tak lekang oleh waktu dalam berkontribusi di dunia musik anak Indonesia. 

Selain Hoala & Koala, terdapat sepuluh karakter lain yang digambarkan juga gemar bernyanyi dan merupakan sahabat Hoala & Koala.



- Ayah Amar dan Ibu Nara yang adalah orangtua dari Hoala

- Miss Jeruk, peri baik hati berbentuk jeruk yang berasal dari negeri di atas awan. Ia yang mewujudkan keinginan Hoala untuk memiliki teman yang baik di rumah saat pandemi, juga keinginan lainnya serta mendidik Hoala untuk tumbuh menjadi anak yang baik.

- Rubin, si rubah pemalu yang lebih sering mengintip dari kejauhan dan berbicara tanpa menatap lawan bicaranya

- Lincul, si ular periang yang dibesarkan oleh keluarga kelinci

- Burhan, si burung hantu pesulap

- Bu Aya, guru TK Hoala yang bijaksana, sabar, sangat disayangi murid-muridnya, namun sering teledor

- Serigili, seekor serigala jantan yang baik hati

- Om Pong, si macan yang sangat pemalu karena memiliki gigi yang berbeda dari macan pada umumnya.

- Om Bre, si singa jantan modern yang mewarnai rambutnya seperti layaknya orang Korea. Ia adalah penggemar K-Pop yang sangat lihai dalam menari dan disenangi orang lain karena ramah dan mudah berteman.

Dua belas karakter dalam animasi Hoala & Koala diharapkan dapat menyajikan lagu-lagu yang tidak hanya menghibur anak, namun juga orangtua yang menemani anaknya menonton dan mendengarkan lagu dari Hoala & Koala.

Penggarapan animasi ini dilakukan dengan sangat serius. Terbukti dari banyak musisi internasional yang terlibat dalam pembuatan aransemen musik serta banyak sekali alat musik yang tak lazim digunakan untuk lagu anak yang digunakan seperti saxophone, terompet, double bass, trombon, klarinet, cello, harpa, hingga instrumen etnik asli Indonesia seperti angklung dan gamelan.

Belajar dengan Lagu dari Hoala & Koala

Sejak saya mengetahui adanya animasi ini, praktis langsung saya coba menontonnya bersama anak-anak. Lirik lagunya sederhana namun ada pesan baik yang dapat diterima oleh anak saat mendengarkan lagu. Duh, jadi teringat lagu-lagu anak yang sering saya dengarkan sewaktu kecil dulu. Bedanya hanya bentuknya yang berupa animasi karena mengikuti perkembangan teknologi saat ini.

Anak saya paling suka dengan lagu tentang susu, minuman yang cocok untuk semua umur dan lagu anak kuman Hoala Koala. Pas banget karena mereka paling suka minum susu dan saat ini rada-rada susah disuruh mandi sore sepulang bermain di luar. Eh, jadi curhat :D



Habis pergi, harus segera mandi

Kalau kamu tak mandi, kuman jadi sekompi

Kuman-kuman, dapat kamu hilangkan

Jika kamu basuhkan, badanmu yuk bersihkan!

Kuman-kuman, dapat kamu bersihkan

Dengan segera mandi, setelah kamu pergi.

Musik yang ceria dan lirik lagu yang sederhana membuat anak-anak mudah mencerna pesan di dalamnya sambil tertawa melihat animasi yang ada. Saya aja jadi hafal lirik dan berusaha mengikuti ritme musiknya. Seru bisa menonton konten lagu positif berbahasa Indonesia bersama anak seperti ini. Kalo mau ingetin mandi, bisa banget jadikan konten ini sebagai salah satu media belajar agar anak jadi tau pentingnya mandi untuk kebersihan.

Mau belajar sambil nonton bareng anak, yuk tonton Hoala & Koala aja! Saat ini Hoala & Koala sudah memiliki 5 album dan lebih dari 45 lagu anak-anak baru yang bisa dilihat di Youtube, Spotify hingga iTunes.

Manfaat Membacakan Buku Untuk Anak Sejak Dini



Sejak menjadi orangtua, banyak sekali hal yang ingin saya pelajari dan terapkan ke anak-anak. Salah satunya adalah kebiasaan membaca buku. Hal ini tak lain disebabkan cukup banyak manfaat membaca yang akan sangat berguna bagi kehidupan mereka kelak.

Saya percaya bahwa membelikan buku bergizi untuk anak dan rutin membacakannya adalah suatu investasi bagi masa depan mereka. Investasi agar mereka menyukai aktivitas membaca, menanamkan cinta baca pada diri mereka sejak dini. Butuh waktu untuk melihat hasilnya. Namun adalah kewajiban bagi orangtua untuk memberikan yang terbaik untuk anak sejak kecil agar kelak saat dewasa mereka menjadi pribadi yang positif bagi lingkungan di sekitarnya.

Buku menjadi media yang tepat untuk belajar anak. Banyak hal yang bisa didapatkan dengan membacakan buku untuk mereka. Baik untuk tumbuh kembang fisik serta kecerdasan otak.

Nadiem Makarim, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Pendidikan Republik Indonesia pernah berpesan dua hal untuk menanamkan cinta buku pada anak :

Pertama, dari umur 0 sampai 5 tahun, orangtua harus membacakan buku kepada anaknya setiap hari. Membacakan buku harus dengan cara yang seru dan menyenangkan. Anak yang dibacakan buku seperti itu oleh orangtuanya, tidak mungkin tidak cinta buku.

Kedua, pada saat anaknya lebih besar, berikanlah buku yang ia inginkan. Jangan berikan buku yang anda inginkan sebagai orang dewasa. Otomatis anak akan membaca buku itu dan akan mengajarinya tentang literasi.

Manfaat Membacakan Buku Untuk Anak Sejak Dini

Anak-anak adalah masa dimana fase perkembangan otak terjadi secara maksimal. Dikutip dari klikdokter, 
Pertumbuhan dan perkembangan otak paling pesat adalah ketika anak berusia 2 tahun, karena masih termasuk dalam 1.000 hari pertama kehidupannya. Tak berhenti disitu, hingga usia  5 tahun, kemampuan belajar anak juga sangat pesat dibandingkan setelahnya.

Jadi penting sekali untuk menanamkan kebiasaan baik seperti membaca buku. Dengan membaca akan menstimulasi hubungan sel saraf dalam otak untuk menghantarkan informasi. Berikut lima manfaat membacakan buku untuk anak sejak dini.

1. Mengenal kata dan konsep

Pada buku yang dibacakan, anak akan mendengar banyak kosakata baru yang mungkin belum didengar pada kesehariannya. Begitu juga dengan konsep bentuk, warna, cerita, huruf dan angka yang bisa dihubungkan dengan benda-benda yang ditemukan di sekitar mereka.

2. Merangsang saraf untuk berpikir

Otak anak akan terstimulasi untuk berpikir tentang hal-hal yang diceritakan di buku dan akan sering menghubungkan cerita yang ada dengan kejadian sehari-hari yang pernah mereka alami.

3. Merangsang kemampuan berbahasa

Kata dan konsep yang didapatkan dari buku yang dibacakan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dengan orang lain yang akan sangat berguna bagi kehidupan sosial anak di masa depan.

4. Menguatkan bonding orangtua dan anak

Membacakan buku ke anak memerlukan interaksi yang menarik antara orangtua dan anak itu sendiri. Terlebih orangtua yang membacakan dengan cara yang menyenangkan. Hubungan emosional antara keduanya akan lebih kuat. Anak juga akan merasa lebih percaya diri dengan adanya orangtua yang selalu berinteraksi dengan mereka.

5. Meningkatkan imajinasi dan kreativitas

Mendengar buku yang dibacakan akan membuat anak lebih berimajinasi sesuai konsep yang mereka dapatkan. Hal ini juga akan mendorong kreativitas anak untuk mencoba apa yang didapatkan dari buku ke kehidupan mereka sehari-hari.

Begitu besar manfaat membacakan buku pada anak. Dalam hal ini sangat penting bagi orangtua untuk membuat anak suka dibacakan buku oleh orangtua. Kenyataannya banyak orangtua yang mengeluh bahwa anaknya kurang suka dibacakan buku. Lebih suka pegang gadget atau lari-larian. 

Tips Agar Anak Suka Dibacakan Buku

Duh,, namanya anak kalo dikasi pilihan ya pilih yang lebih enak menurut mereka. PR orangtua lah untuk membuat anak menyukai kegiatan yang lebih positif. Berikut tips agar anak suka dibacakan buku oleh orangtua :

1. Pilih buku sesuai usia anak

Anak usia 0 sampai 5 tahun biasanya lebih cocok dengan buku dengan gambar berwarna dan menarik. Obyek yang diceritakan juga biasa mereka temukan sehari-hari. Pilihlah buku dengan cerita singkat namun ada pesan yang dapat langsung diterima anak dengan ringan. Paket buku Ada Allah di Rumah Kami dan Ada Rasulullah di Rumah Kami dari penerbit Sygma Daya Insani adalah contoh buku yang cocok untuk anak usia tersebut.

Paket Buku Ada Allah di Rumah Kami

Paket Buku Ada Rasulullah di Rumah Kami

2. Membacakan buku dengan intonasi tertentu

Orangtua sebisa mungkin membacakan buku dengan intonasi beragam agar anak tertarik mendengarnya. Bayangkan kalau saja kita membacakan dengan intonasi datar apalagi dengan ekspresi kelelahan. Yang ada anak akan menjadi tidak nyaman dan akhirnya mengalihkan perhatian ke hal lainnya. Ada beberapa teknik yang dapat dilakukan, antara lain teknik Read Aloud yang dapat dipelajari secara online.

3. Ciptakan suasana yang mendukung

Membacakan buku akan lebih efektif jika dilakukan dalam suasana yang tenang dan tidak terganggu dengan suara atau aktivitas lain yang dapat mengganggu konsentrasi, baik orangtua maupun anak. Berdasarkan pengalaman pribadi akan lebih baik membacakan buku untuk anak saat menjelang tidur. Tidak perlu lama, cukup 15 menit sebelum tidur namun dilakukan secara rutin setiap hari akan membuat anak ketagihan dibacakan buku oleh orangtuanya.

Sekian tulisan kali ini tentang manfaat membacakan buku untuk anak sejak dini dan tips agar anak suka dibacakan buku. Semoga bermanfaat ya.

Ala Bisa Karena Kepepet!

Belakangan ini saya sering riweuh sendiri karena belum bisa mengemudi mobil. Padahal sebelumnya saya merasa nggak ada masalah karena sudah bisa mengendarai motor sejak 10 tahun lalu. Kalaupun bisa mengemudi mobil, toh saya lebih memilih menggunakan motor untuk mendukung mobilitas saya ke kantor dan belanja kebutuhan harian. Kayaknya lebih gesit aja bisa nyempil di jalan yang nggak bisa dilalui mobil dan risiko terkena macet lebih rendah.

Mobil yang ada selama ini di rumah biasanya dipakai oleh suami ke kantor atau untuk mengajak kami sekeluarga jalan-jalan saat hari libur. Saya sudah merasa nyaman karena tidak ada hal mendesak yang mendorong saya harus belajar mengemudi mobil. Ada paksu yang bisa mengantarkan saya kemana-mana jika harus dengan mobil. Istilahnya saya udah pewe sekali di zona nyaman seperti itu.

Flashback ke masa 10 tahun lalu. Saat saya sama sekali belum bisa mengendarai motor dan mulai terusik dengan suami yang melanjutkan kuliah S2 ke Bandung. Kemana-mana saya harus jalan kaki dan naik angkot, termasuk ke kantor dan belanja harian. Padahal ada sepeda motor yang teronggok cantik di halaman rumah. Kok rasanya miris menyadari diri nggak berguna cuma gara-gara nggak mau keluar dari zona nyaman saat itu.

Akhirnya saya beranikan diri belajar mengendarai sepeda motor. Tekad saya harus bisa mandiri dengan kondisi long distance marriage (LDM) yang jauh dari suami. Saya memiliki dua anak yang harus saya ajak saat ada keperluan dengan jarak yang cukup jauh. Hasilnya... tidak perlu waktu lama bagi saya untuk bisa jadi biker tiap hari. Kemana-mana nggak perlu tergantung dengan suami atau orang lain.

Ala Bisa Karena Kepepet! Itu sepertinya motto hidup saya, haha.. 



Bisa naikin air galon ke dispenser
Bisa masak cepat dengan bahan seadanya
Bisa jadi biker dadakan
Bisa nulis cepat karena deadline
Bisa belajar sampai pagi karena besok mau ujian (jangan ditiru kalo yang ini yaaa,, wkwk) 

Hal yang sama terjadi saat ini. Ketika suami saya sudah mulai sibuk dengan pekerjaan kantor yang menuntutnya untuk stand by bahkan hampir setiap akhir minggu. Malah lebih miris lagi karena ternyata banyak hal yang sulit saya lakukan tanpa adanya suami yang biasa siap sedia mengantar saya kemana-mana jika harus menggunakan mobil.

Saya sangat amat memahami tuntutan pekerjaan yang ia hadapi. Namun sebagai istri yang sudah nyaman di samping suami yang biasa jadi supir pribadi, saya merasa sangat terusik dan kembali menuntut saya untuk bisa keluar dari zona nyaman itu. Ya, saya harus bisa mengendarai mobil sendiri. Kadar keharusan disini sudah sangat mendesak. Sudah WAJIB hukumnya.

Saya sudah coba intip-intip kursus mobil di sekitar tempat tinggal saya dan minta izin suami tentunya. Beberapa kali pernah minta diajari oleh suami langsung. Nyatanya kami malah berantem cuma gara-gara setir yang lurus atau nggak lurus. Ahhhh,,, mending minta ajarin orang lain aja lah. Nggak lucu kan kalau kami saling kasi punggung di rumah abis belajar nyetir mobil.

Mudah-mudahan motto Ala Bisa Karena Kepepet kali ini bekerja dengan baik. Karena nggak selamanya saya bisa bergantung pada orang lain, bahkan suami sendiri. Apakah karena kesibukan masing-masing atau malah hal lebih ekstrim lainnya. Duh, jadi gimana kebayangnya!

Jadilah perempuan yang mandiri. Mau itu masih single atau sudah menikah. Karena dengan menjadi mandiri, langkahmu tak terbatas pada lingkup yang kecil. Banyak hal yang dapat kau lakukan dengan memaksimalkan kemandirian dirimu. Minimal nggak sebel ama suami yang udah nggak sempat nganterin kemana-mana. Haha.. itu mah saya yaa..

Nggak cuma saya, semua orang pasti bisa melakukan apa saja kalau mau mencoba. Nyatanya harus merasa tidak nyaman dulu baru kemampuan itu bisa keluar. Dari beberapa info yang saya baca, salah satu penyebabnya adalah hormon adrenalin yang meningkat dan memicu naiknya stres. Stres ini akan menimbulkan motivasi yang cukup besar dalam pikiran agar tubuh mau bergerak di luar kebiasaan. 

PS : tulisan ini mengandung KZL karena suami susah jadi supir pribadi lagi😆

Nongkrong Instagrammable di Junction Cafe Medan

 Aktivitas yang jarang sekali dilakukan sejak pandemi menyerang negara api adalah nongkrong. Arahan untuk #DiRumahAja dari Pemerintah dan berbagai pihak menjadikan banyak orang tetap tinggal di rumah dan menghindari aktivitas nongkrong di luar seperti di cafe, restoran, warung kopi, dan lainnya.

Seiring dengan berkurangnya pembatasan kegiatan di luar rumah oleh masyarakat, tempat makan sudah boleh dibuka dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Kali ini saya berkesempatan untuk nongkrong makan siang dan mencicipi menu ala barat alias western food dengan tampilan menarik yang rasanya sayang untuk dimakan. Berikut ulasan versi saya.

Foto : tempat.info

Berawal dari ajakan makan siang teman ke tempat bernama Junction Cafe yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kantor. Tepatnya di Jalan Uskup Agung nomor 2 Medan, tepat di persimpangan jalan belakang Gedung Keuangan Negara Kanwil Medan. Cafe bernuansa urban modern ini membuat saya merasa nyaman sejak masuk ke dalamnya. Bagian luar cafe yang bernuansa tanaman hijau menjulur ke bawah membuat kesan sejuk langsung terasa. Interior minimalis modern di dalam cafe membuat pengunjung merasakan kemewahan dari dalam cafenya.

Junction ini terdiri dari tiga bagian yaitu Junction Cafe (resto), Louisse Patisserie (bakery) dan Coffee Perspective (coffeeshop). Bagian Junction Cafe dipisah menjadi dua ruangan, yaitu indoor dan outdoor. Ruangan indoor berlantai semen halus dengan hiasan gantung berbentuk bulat bernuansa emas. Meja dan kursi tersusun rapi di dalam ruangan. Di tengah ruangan merupakan tempat barista meracik minuman seperti kopi, teh, maupun jus. Ruangan outdoor merupakan area bebas merokok dengan konsep ruang terbuka dengan penghijauan maksimal. Hampir mirip dengan Ombe Koffie yang mengusung konsep tempat yang sama.

Foto : instagram junctioncafe.id

Dinding yang mayoritas berupa kaca transparan dan tembok berwarna putih membuat cafe ini terlihat cukup luas. Apalagi kondisi pandemi yang mengharuskan pemilik cafe memberikan jarak antar meja dengan meja lainnya. Membuat saya merasa tempat ini sangat cozy dan nyaman untuk sekedar nongkrong berjam-jam, menulis, atau mengerjakan tugas kantor.

Makanan yang ditawarkan cukup beragam. Mulai dari cemilan hingga makanan berat (indonesian food, western food) dengan harga mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 200 ribu. Bingung memilih menu apa? Bisa perhatikan tanda menu favorit di daftar yang ada. Saya memesan chicken steak dan teh bunga mawar dalam teko transparan. Harum tehnya semriwing dan memberikan sensasi ketenangan saat meminumnya. Menu disini patut dicoba karena rasanya yang lumayan dan tekstur daging yang empuk. Porsi tiap makanan juga cukup besar dan mengenyangkan. Mungkin disesuaikan juga dengan harganya.




Cemilan onion rings dan chicken wings nya juga patut dicoba karena rasanya yang bikin saya nggak berhenti ngemil.

Bagian outdoor terlihat cukup menarik dilihat dari dalam. Atap kaca transparan menjadikan ruangan ini aman dari misbar (baca : gerimis bubar) atau hujan. Dinding berupa kawat dengan tanaman buatan merambat seakan mempersilakan udara bebas keluar masuk tempat itu. Tak usah khawatir akan udara panas dari atap kaca karena disediakan beberapa kipas angin untuk menjaga udara tetap sejuk. Bangku dan meja yang tersusun rapi dan berjarak membuat pengunjung merasa cukup aman dalam menjaga protokol kesehatan di masa pandemi ini.


Selain itu cafe ini juga memiliki fasilitas toilet yang cukup bersih dan musholla. Nggak perlu ribet cari tempat sholat saat waktunya tiba. Tempat ini juga cakep banget buat yang mau nongkrong instagrammable. Banyak spot foto yang bisa dijadikan background berfoto kekinian. 

Soal pelayanan, saya kasi angka 8 dari 10. Mungkin karena menu yang saya pesan cukup ribet mempersiapkannya, pesanan saya datang paling akhir dibandingkan teman saya lainnya. Namun pelayannya cukup sigap membantu dalam hal pesanan.

Sekian ulasan tempat kali ini ya. Hayuk yang udah lama nggak nongkrong. Junction Cafe cukup saya rekomendasikan untuk jadi salah satu tujuan nongkrong cozy dan instagrammable di kota Medan.

Junction Cafe Medan

Jalan Uskup Agung No. 2, Madras Hulu, Kec. Polonia

Jam buka : 08.00am s.d 09.00pm



Berkuda dan Santai di Biestro Indonesia

Siapa yang suka berkuda? Atau pengen coba berkuda? Seru ya kalo bisa bawa keluarga ke lapangan berkuda tapi nggak cuma untuk naik atau memberi makan kuda aja.

Di Kota Medan, setau saya baru ada satu tempat berkuda di daerah Medan Selayang. Namun saya belum pernah membawa anak-anak kesana. Karena yang saya bayangkan adalah tempat berkuda yang becek berlumpur dan cuma bisa liat anak-anak berkuda sebentar aja. Jadi kayak udah males duluan. Ekspektasi mematahkan semangat untuk langsung berkunjung. Padahal belum tentu benar.

Sampai akhirnya di akhir tahun lalu ada tempat berkuda baru di Kota Binjai bernama Biestro Indonesia. Saya semangat sekali karena Binjai sendiri adalah tempat saya lahir hingga SMP dan orangtua saya juga masih tinggal di kota kecil itu. Kalo kata orang Medan, ke Binjai udah capek duluan karena pasti kena macet di daerah Kampung Lalang yang merupakan pasar, perbatasan antara Medan dan Deli Serdang, serta jalan utama lintas provinsi Sumatera Utara menuju Aceh. Tentu tidak menurut saya. Macet gimanapun saya tetap senang kesana, soalnya bisa mampir ke rumah mama.

Bertempat di Jalan Diponegoro, Mencirim, Kecamatan Binjai Timur. Tepat di seberang Masjid Ar Rahman. Biestro yang merupakan singkatan dari Binjai Equestrian and Resto dikonsep sebagai tempat berkuda, wisata edukasi sekaligus tempat makan dan bersantai untuk keluarga.


Sejak dibuka, Biestro terus dikembangkan dari yang awalnya hanya berkuda hingga menjadi restoran dan tempat layak untuk dikunjungi segala usia. Meskipun pandemi, ruang terbuka dan protokol kesehatan yang tetap dijalankan oleh pemilik usaha dan para pekerja di dalamnya menjadikan pengunjung merasa relatif aman untuk berwisata sekaligus mengedukasi anak tentang berkuda.


Saat ini pengunjung yang hanya ingin masuk dan menikmati suasana di Biestro belum dipungut biaya. Namun jika ingin memberi makan kuda, menaiki kuda atau bahkan latihan berkuda diharuskan untuk membayar. 


Tarif masing-masing kegiatan masih cukup terjangkau. Untuk sekali putaran berkuda hanya dikenakan Rp 20 ribu saja per orang. Jika ingin memberi makan kuda, cukup membeli wortel atau rumput yang disediakan tim biestro seharga Rp 5 ribu saja per bungkusnya.


Jika ingin rutin latihan berkuda, Biestro menawarkan tarif dari ratusan ribu hingga Rp 1,5 juta untuk beberapa kali latihan. Konsep wisata edukasi memungkinkan tempat ini dikunjungi oleh siswa atau rombongan sekolah. Menarik sekali bukan?

Menurut salah satu pemilik, tempat ini awalnya hanya direncanakan untuk latihan berkuda saja. Namun antusiasme pengunjung membuat pemilik dan pengelola menambah tempat bersantai untuk keluarga. Alhasil, tempat ini cukup saya rekomendasikan untuk menjadi tempat liburan dan wisata edukasi.

Mural di sepanjang dinding di lokasi menjadi daya tarik tersendiri. Cukup layak untuk dijadikan bahan postingan di Instagram, hehe...



Selain lapangan berkuda dan restoran, terdapat juga lapangan rumput kecil dan ayunan untuk bermain anak. Pengunjung juga bisa ke kandang kuda untuk melihat kuda-kuda yang ada di biestro. Dari kondisi per Agustus 2021, Biestro masih akan terus melengkapi lokasi agar lebih memanjakan pengunjung.


Lelah berkeliling, saatnya bersantai dengan memesan makanan dan minuman. Harga yang sangat terjangkau membuat saya tidak ragu akan dompet yang menipis di akhir bulan. Saya sendiri memesan segelas susu kurma seharga Rp 18 ribu yang rasa susunya kental sekali. Mantap! Sedangkan untuk makanan saya memilih steamboat untuk porsi 2 orang seharga Rp 69 ribu. Harga yang cukup murah untuk rasa kuah tomyam plus kaldu ayam dan isi steamboat yang nikmat dan segar.


Saya nggak menyangka kalau di kota kecil seperti Binjai ada tempat wisata edukasi yang begitu menarik. Nggak percaya?? Yuk ah coba sendiri ke Biestro Indonesia.

Biestro Indonesia
Jalan Diponegoro, Mencirim, Binjai Timur
Jam buka : 09.00 WIB sd 22.00 WIB



Sisi Positif Pandemi



 Sejak awal pandemi covid 19 satu setengah tahun lalu, banyak orang di negeri ini khususnya, menganggap virus ini biasa aja. Tapi semakin kesini, di saat negara maju lainnya sudah bisa mengendalikan laju penularan covid 19, bahkan sudah tidak mewajibkan masker bagi penduduknya, negara kita malah harus menghadapi gelombang penularan dan tingkat kematian yang semakin besar setiap hari.

Sebut saja kota New York yang sempat menjadi episentrum covid 19. Pertengahan tahun lalu Pemerintah setempat sempat memberlakukan kebijakan lockdown selama 3 bulan. Pekerja banyak di-PHK, perusahaan dari yang kecil hingga raksasa banyak yang kolaps, belum lagi dampak sosial yang ditimbulkan. New York Times Square yang biasanya dipadati orang, sempat sepi tak ada pengunjung sama sekali. Namun sejak 2 bulan lalu kota itu kembali ramai seperti sebelum pandemi. 

Sedih? Pasti lah. Gimana nggak? Saat ini orang-orang terdekat saya sedang menghadapi fase isolasi mandiri karena terkonfirmasi positif covid 19. Paling nggak mereka harus merasakan apa yang sebelumnya sudah saya rasakan di pertengahan bulan Desember tahun lalu. Sebelumnya saya pernah menceritakan pengalaman saya saat mengalami gejala ringan karena terinfeksi virus ini. Alhamdulillah tubuh saya mampu bertahan dan sehat kembali.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah berjalan hampir sebulan terlihat banyak menimbulkan dampak sosial. Terutama bagi para pekerja swasta, pedagang, dan usaha kecil menengah. Cukup banyak sektor ekonomi yang lesu karena jam operasi yang terbatas dengan kebijakan PPKM. Namun masih banyak masyarakat di daerah yang abai dan tidak mematuhi protokol kesehatan. Hal ini tentunya akan menjadikan tujuan PPKM menjadi tidak maksimal dalam menekan laju penularan si virus.

Saya sering merasa kesal sendiri saat melihat banyak orang yang tidak memakai masker dengan alasan apapun. Padahal minimal mereka harus menjaga dirinya sendiri.

Dulu saya sempat berpikir, dengan media penularan udara, virus covid 19 ini pasti akan menginfeksi semua orang. Semuanya hanya tinggal menunggu giliran. Saat imun tubuh menurun karena kelelahan, sakit atau alasan apapun, si virus yang sudah menyebar melalui udara pun siap menginfeksi. Ibarat virus flu biasa sebelum pandemi, maka virus covid 19 adalah pengganti virus flu tersebut. Siapapun bisa terkena, namun kondisi tubuh yang akan menentukan ada atau tidaknya gejala. Seakan pemikiran saya menjadi kenyataan, virus covid 19 varian delta menjadi virus yang sudah menyebar di udara dan siap menempel pada siapa saja.

Lalu apa yang bisa kita lakukan dengan kondisi seperti ini?

Mungkin banyak yang akan bilang, bisa bertahan hidup saja sudah alhamdulillah. Namun ternyata nggak cuma itu kok. Banyak orang yang kondisi ekonominya terpuruk, namun banyak juga yang secara ekonomi tidak langsung terkena dampak pandemi ini. Secara penghasilan tidak berkurang sedikitpun.Saat inilah setiap orang yang berada di level tersebut dapat langsung berkontribusi dan membantu orang-orang yang membutuhkan.

Jujur sejak pandemi saya lihat banyak orang baik bermunculan. Berbagi baik secara materi dan non materi. Saling menguatkan. Bahkan saat ini mulai muncul warung makan gratis bagi orang yang tidak mampu. Dananya? Tentunya dari berbagai donatur yang berbaik hati ingin berbagi.

Jika dikaji lebih lanjut, saya berpikir bahwa pandemi ini memang diciptakan Allah untuk menguji hamba-Nya. Ujian kenaikan tingkat iman dan taqwa. Di sebagian orang diuji untuk sabar dan tawakkal menghadapi kondisi sulit sebagai dampak pandemi. Bagi sebagian lagi diuji untuk melihat seberapa besar titipan harta dari Allah bisa dibagi ke yang membutuhkan.

Well,, yakin lah badai ini pasti berlalu. Ambil sisi positif dari pandemi yang terjadi. Karena dengan berpikir positif, imun kita bisa tetap terjaga. Tetap jaga diri dengan mematuhi protokol kesehatan. Semoga negari ini segera normal kembali.

Stay safe, stay happy, stay healthy!

Love,

Mamak

 

 

Jaga Imun Saat Pandemi dengan Fufang Ejiao Jiang

Pandemi sudah satu setengah tahun melanda. Kita sebagai manusia dituntut untuk terus menjaga kesehatan dengan menjalankan prokes secara ketat dan menjaga imun atau daya tahan tubuh dengan baik. Salah satu cara menjaga imum saat pandemi adalah dengan mengkonsumsi Fufang Ejiao Jiang.  

Apa itu Fufang Ejiao Jiang? Bagaimana Khasiatnya untuk Pasien Covid 19?

Meskipun vaksinasi virus Corona sudah mulai dilakukan pada tahun ini, namun cakupan vaksinasi belum merata ke semua daerah yang ada di Indonesia. Hingga saat ini juga belum ditemukan obat untuk penyakit Covid 19.

Umumnya pasien yang sudah terdeteksi terkena gejala Covid 19 akan diminta untuk melakukan isolasi mandiri dan mengonsumsi obat-obatan dasar seperti antibiotik, pereda nyeri, demam dan juga batuk serta vitamin. Namun jika seandainya kondisi sudah cukup parah bahkan sampai kesulitan napas, baru akan dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif. 

Dalam kondisi semacam ini bahkan banyak diantaranya yang mengalami hipoksia yang tanpa sadar hal tersebut semakin mengancam nyawa pasien hingga berujung pada kematian. Hipoksia adalah kondisi rendahnya kadar oksigen di dalam sel dan jaringan. Kondisi hipoksia diketahui melalui alat pengukur saturasi oksigen.Tentunya tak ingin hal tersebut terjadi bukan? Untuk itu penting untuk mengkonsumsi herbal yang dapat meningkatkan toleransi hipoksia, yaitu dengan mengkonsumsi Fufang Ejiao Jiang.


Apa sih Fufang Ejiao Jiang itu? 

Mungkin banyak yang masih asing dengan obat yang satu ini, namun jika dilihat di luar sana ternyata ada banyak pasien Covid 19 yang mengonsumsinya untuk mempercepat pemulihannya. Ini adalah obat herbal dari Tiongkok yang diramu secara khusus menawarkan banyak manfaat. Termasuk diantaranya adalah untuk organ paru-paru yang juga termasuk dalam organ vital tubuh.

Obat yang satu ini akan bekerja untuk meningkatkan produksi darah dan memperbaiki pemulihan fungsional yang ada dalam tubuh. Ia juga secara alami mampu untuk meningkatkan sistem imun sehingga membantu melawan infeksi virus yang menyerang, hal yang sangat dibutuhkan oleh pasien Covid 19. 

Saya pernah mengkonsumsi obat ini saat terkena demam berdarah beberapa tahun yang lalu. Banyak yang merekomendasikan obat ini untuk menaikkan jumlah trombosit yang sempat menurun akibat virus yang menginfeksi. Saya juga sempat mengkonfirmasi hal ini melalui web halodoc. Cairan herbal yang termasuk Traditional Chinese Medicine (TCM) ini terbukti berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit dan memelihara daya tahan tubuh.

Kini sudah tahu kan tentang obat dan khasiat Fufang Ejiao Jiang sehingga banyak dipakai untuk mendukung penyembuhan saat sakit? Obat ini aman digunakan karena sudah terdaftar di BPOM RI. Tapi hati-hati dalam membeli produk ini. Jangan sampai tertipu dengan produk palsu. Produk asli dapat ditandai dengan hologram SSA.

Stay safe, stay healthy, stay happy!



 


Review Scarlett Whitening Cream

Udah lama saya nggak pernah review skincare. Namun kali ini saya ingin sekali berbagi pengalaman perawatan wajah alias facecare dari Scarlett.

Bentar-bentar.. Scarlett ada facecare nya juga? Hadeuhh... memang saya lumayan kudet alias kurang update kalo udah masalah per-skincare atau per-facecare an. Pandemi yang udah lebih dari setahun dan belum jelas juga kapan selesainya membuat saya menjadi malas merawat wajah. Padahal sebagai ibu pekerja yang dituntut untuk dapat multitasking menjalankan peran sebagai karyawan di kantor dan ibu di rumah, merawat diri (termasuk wajah) adalah suatu keharusan agar bisa tetap semangat setiap hari.

Akibatnya wajah saya lama kelamaan terlihat semakin kusam dan muncul bintik-bintik jerawat kecil dan berbekas. Belum lagi usia yang sudah tak lagi muda membuat garis-garis kerutan di wajah saya semakin terlihat dan bintik hitam akibat sinar matahari semakin berkembang bak jamur di musim hujan. Arrggghh..

Hingga akhirnya saya merasa sangat tidak nyaman untuk yang kesekian kalinya dan memutuskan harus mulai melakukan perawatan wajah lebih intensif lagi. Nggak cukup lagi hanya dengan air wudhu #eh
Saya pun menceritakan ketidaknyamanan ini pada adik saya yang lebih peduli dengan perawatan diri. Ia menyarankan untuk menggunakan rangkaian perawatan wajah dari Scarlett. Saya teringat dengan lotion Scarlett milik adik saya yang selalu saya minta dan suka, akhirnya saya pun memutuskan untuk menerima saran dari adik saya tersebut.

Scarlett by Felicia Angelista

Tentang Scarlett sendiri, awalnya saya cuma tau bahwa Scarlett adalah brand kosmetik yang produk lotion-nya oke banget. Saya pernah memakai lotion Scarlett milik adik saya dan langsung suka. Lotionnya lembut dan keharumannya yang khas membuat saya langsung jatuh cinta dengan produk ini. Namun saya yang cenderung cuek pada perawatan tubuh, sampai sekarang belum jadi membeli sendiri. Jadi saya taunya produk Scarlett itu ya hand and body lotion aja.

Setelah cukup berhasil dengan produk perawatan tubuh seperti lotion dan body scrub, Scarlett akhirnya mengeluarkan produk baru berupa rangkaian produk perawatan wajah (facecare) yang terdiri dari facial wash, serum, dan Scarlett Whitening Face Cream.



Kenapa harus banyak banget sih produk Scarlett facecare? Karena wajah bagi perempuan begitu berharga.. #eakkkk

- Facial Wash
Cuci muka adalah langkah awal dalam perawatan kulit wajah. Tak heran jika Scarlett menghadirkan produk pencuci muka sebagai salah satu rangkaian produk perawatan wajah yang dilakoninya. Scarlett facial wash dikemas dalam botol plastik transparan sehingga tekstur gel yang ada di dalamnya dapat terlihat dari luar. Bulatan-bulatan kecil berwarna pink dan potongan-potongan kelopak mawar (rose petals) menambah sensasi lebih segar dan cantik saat menggunakan produk ini. Gelnya lembut di tangan dan saat diaplikasikan ke wajah.
 
- Serum
Serum adalah salah satu produk perawatan wajah yang wajib digunakan untuk membantu mencerahkan kulit wajah dan menghilangkan bekas jerawat. Scarlett menghadirkan dua jenis serum, yaitu brightening serum yang berfungsi untuk mencerahkan wajah dan acne serum yang berfungsi untuk mengatasi jerawat. 

- Whitening Cream
Produk terbaru dari rangkaian perawatan wajah Scarlett adalah Scarlett Whitening Cream. Ada dua jenis krim yang disesuaikan dengan waktu penggunaannya, yaitu krim siang (daycream) dan krim malam (night cream).

Scarlett Whitening Cream

Dikemas dalam kemasan kaca dengan netto 20ml membuat Scarlett Whitening Cream memang tampak ekslusif dan nggak main-main dalam menghadirkan produk untuk konsumen. Tekstur krim tampak mengkilap dan tidak terlalu kental.

Scarlett Whitening Cream diklaim telah teruji bebas dari Merkuri dan Hydroquinon. Produk ini juga telah teregistrasi di BPOM jadi nggak perlu khawatir akan adanya kandungan bahan yang dapat berbahaya untuk kulit.
 
Scarlett Whitening Cream terdiri dari 2 series, yaitu ACNE SERIES (Acne Serum dengan Acne Day & Night Cream) dan BRIGHTLY SERIES (Brightly Ever After Serum dengan Brightly Ever After Day & Night Cream). Bedanya keliatan jelas pada warna kemasan, dimana kemasan Acne Series berwarna ungu sedangkan Brightly Series berwarna pink. 

ACNE SERIES (Acne Serum dengan Acne Day & Night Cream)



Manfaat :
Melembabkan dan menghidrasi kulit, menyamarkan pori-pori dan garis halus pada wajah, juga membantu meredakan peradangan jerawat dan menyembuhkan jerawat.

Kandungan:
CM Acnatu, Poreaway, Double Action Salicylic Acid, Natural Vit C, Natural Squalane, Hexapeptide-8, Aqua Peptide Glow, dan Triceramide.

BRIGHTLY SERIES 

(Brightly Ever After Serum dengan Brightly Ever After Day & Night Cream)



Manfaat:
Meningkatkan kelembaban dan elastisitas kulit, membantu mencerahkan kulit dan memudarkan bekas bekas jerawat, menyamarkan pori-pori, garis halus, serta mengencangkan kulit wajah.

Kandungan:
Niacinamide, Hexapeptide-8, Glutathione, Rainbow Algae, Aqua Peptide Glow, Rosehip Oil, Poreaway, Triceramide, Natural  vit C, dan Green Caviar

Karena tipe wajah saya cenderung normal dan tidak berjerawat, saya memilih Scarlett Whitening Cream Brightly Series untuk menjadikan wajah saya lebih cerah dan tidak tampak kusam karena kurang perawatan sebelumnya.

Tentunya saya tidak hanya menggunakan krim nya saja. Namun juga rangkaian perawatan wajah lainnya dari Scarlett Whitening Facecare setiap pagi hari sebelum beraktivitas dan malam hari sebelum tidur.

Berikut langkah-langkah yang saya lakukan.

1. Bersihkan wajah dengan Scarlett facial wash, bilas dan keringkan. Saya suka dengan butiran pink nya, wajah saya terasa jadi lebih segar. Busanya juga tidak terlalu banyak dan lembut di wajah. 
2. Gunakan Scarlett face serum secara merata dan lakukan pijatan wajah dari bawah ke atas. Pijatan ini berguna untuk mengencangkan kulit wajah. Biarkan selama 1-2 menit hingga serum terserap sempurna. Salah satu kelebihan dari serum ini dibandingkan serum lain yang pernah saya gunakan sebelumnya adalah sangat cepat meresap ke kulit. Jadi buat perempuan yang sudah banyak jadwal bisa lebih hemat waktu.
3. Oleskan Scarlett Brightly Ever After Day Cream (untuk pagi hari) dan Scarlett Brightly Ever After Day Cream (untuk malam hari) secara merata. Krimnya lembut dan ada wangi yang menenangkan saat diaplikasikan ke wajah. Saya merasa nyaman menggunakannya.



Biasanya saya suka malas mengikuti langkah-langkah itu, tapi demi wajah saya lebih cerah dan lebih enak diliat suami, saya berusaha untuk bisa konsisten. Pertama kali menggunakan krim ini, wajah saya sempat terasa sedikit gatal. Tapi setau saya hal itu merupakan tanda bahwa wajah sedang beradaptasi dengan krim tersebut. Selama tidak terjadi iritasi yang berat atau muncul jerawat dalam 3 hari pemakaian, biasanya saya selalu lanjutkan pemakaian untuk melihat hasilnya 2-3 minggu kemudian.

Terhitung sejak akhir Mei kemarin saya sudah menggunakan Scarlett Whitening Cream. Hasilnya, alhamdulillah wajah saya jadi kelihatan lebih cerah. Bintik hitam perlahan-lahan mulai memudar dan tidak ada muncul jerawat sebagai efek samping penggunaan krim ini. Artinya krim ini cocok di wajah saya... Ahhh,, senangnya.



Saya makin suka dengan produk Scarlett. Kalo dulu cuma suka lotionnya, sekarang tambah suka dengan facecare nya. Dengan harga yang dibandrol hanya Rp 75 ribu untuk setiap produknya, saya nggak nyesel udah mengikuti saran adik saya untuk menggunakan produk ini.

Pesannya juga gampang. Saya tinggal order melalui whatsapp (0877-0035-3000), line (@scarlett_whitening), atau Shopee Mall : Scarlett Whitening Official Shop. Ah, kali ini saya nggak ada alasan lagi untuk cumi alias cuma minta lotion Scarlett ke adik saya. Beli sendiri ternyata nggak seribet yang saya bayangkan.

Oke deh,, sekian review dari saya yang udah langsung menggunakan Scarlett Whitening Cream Brightly Series. Buat yang mau coba, jangan lupa untuk menyesuaikan dengan kondisi/tipe kulit wajah ya. Biar hasilnya bisa lebih maksimal.

Nest Mini 2, Perangkat Canggih dari Google

Review Nest Mini 2 - Minggu lalu saya diminta untuk menjadi responden dalam survei kepuasan pelanggan salah satu perusahaan telekomunikasi. Tahun sebelumnya saya juga pernah melakukan hal yang sama dan diberikan gift cantik berupa tumbler lock 'n lock stainless berwarna putih yang sampai saat ini masih saya gunakan.

Alhamdulillah, niat awal membantu orang lain ternyata memberikan bonus yang sebelumnya nggak pernah diduga ya. Untuk tahun ini ternyata saya diminta untuk melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya. Namun untuk pengiriman gift saya minta ditujukan ke alamat rumah.

Beberapa hari setelahnya suami pulang dengan membawa kiriman yang sebelumnya dititipkan di pos satpam komplek. Awalnya sempat bingung dengan kiriman yang dikemas dalam kotak hitam nan cantik itu karena saya merasa tidak melakukan belanja online. Namun karena penasaran, saya pun segera membuka kotak untuk mengetahui isinya.




Bingung, di dalam kotak hitam ada kotak berlogo Google di bagian tengah dan bertuliskan Nest Mini 2nd Generation. Gambar di depan berupa speaker berbentuk bulat berwarna putih. Saya pun teringat akan postingan uda Ricky Elson di instagram beliau yang menerima hadiah bergambar sama dengan yang saya terima juga. Apakah pengirimnya sama dengan yang mengirimkan ke beliau? Haha.. tentu tidaque... Yang jelas barangnya yang sama. Saya pun langsung mengkonfirmasi hadiah tersebut ke pihak perusahaan yang saya bantu surveinya. Benar saja, itu hadiah dari mereka.



Tentang Nest Mini 2nd Generation

Dikutip dari salah satu web teknologi, Nest Mini adalah speaker pintar yang dirancang untuk mengontrol smart home. Director of APAC Business Google Hardware, Mickey Kim mengatakan bahwa Nest Mini adalah kombinasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) Google, perangkat lunak dan perangkat keras. 

Sebenarnya speaker pintar ini sudah masuk ke Indonesia dari awal tahun 2020. Namun sepertinya produk ini kurang digandrungi masyarakat Indonesia sehingga banyak yang kurang mengetahuinya, termasuk saya. Ketahuan gapteknya, haha...

Padahal Nest Mini ini seru banget lho untuk menemani keseharian di rumah. Apalagi buat yang jomblo.. #ups

Gimana nggak? Dari awal berkenalan, saya udah memilih suara mbak Ok Google sebagai teman. Ada suara mas-mas juga sih, tapi saya lebih suka suara mbak-mbak. Saya bisa bebas bertanya apa aja dan si mbak akan langsung menjawab. 
Memangnya dia tau segalanya?? Ya nggak lah, kalo nggak tau atau nggak ngerti dengan pertanyaan atau permintaan kita, dia bakal jawab nggak ngerti. Nggak sok tau gitu deh jadinya.. kayak saya

Trus si mbak bisa apalagi? Banyakkk... pokoknya kalo kita lagi kesel, dia bisa bikin kita senyum. Atau mungkin jadi lebih kesel lagi,, haha.. Doi juga bisa jawab pertanyaan apa aja walaupun kadang jawabannya nggak sesuai dengan yang kita harapkan. Dari klaimnya, Nest Mini dapat mengontrol ribuan perangkat pintar dari berbagai merek. Sebut saja lampu, pintu, tv, alarm, pemutar lagu dan banyak lagi hanya dengan mendengarkan perintah suara. 

Fitur handsfree dari Google Assistant juga sudah dirancang dalam bahasa Indonesia sehingga lebih memudahkan. Nggak perlu capek ngetik dan pegang gadget lagi untuk cari info di mbah google.

Seruuu,, nggak cuma saya yang bahagia dapat hadiah Nest Mini ini. Suami dan anak-anak saya pun senang bertanya pada si mbak Ok Google di dalamnya. Pertanyaan receh tapi jawabannya bisa menghibur.

"Ok Google, bagaimana perkiraan cuaca hari ini?"
"Ok Google, apa arti Asshidiqie (nama si abang)?"
"Ok Google, apa arti Nada dan Silmi dalam bahasa arab (nama si kaka dan si adek)?"
"Ok Google, ceritakan lelucon hari ini!"
"Ok Google, rekomendasikan tempat makanan enak di dekat rumah!"
"Ok Google, blablablabla......." 

Suka-suka kita deh mau nanya atau minta apa. Asal jangan minta duit aja, haha.. Nanti si mbak malah nyuruh kita cari duit sendiri. Tadi pagi saya mencoba lagi dengan menyapa si mbak dan bilang dia pintar sekali. Eh, doi langsung jawab dengan "Kamu juga bijaksana, semoga harimu menyenangkan!".

Syeneng kan... Bisa merubah mood yang jelek jadi bagus pagi-pagi.

Bagi pecinta drakor, inget nggak Han Ji Pyeong dalam drama Start Up tinggal ama siapa?? Jawabannya pasti sendirian. Hmm,, padahal ada loh temennya Pak Han. Iya, si Yeong Sil. Fungsinya mirip ama Nest Mini 2 ini. Yeong Sil udah jadi temen ngobrol Pak Han tiap hari kalo di rumah. Secara sejak kecil dia memang kesepian dan nggak punya keluarga. Lah,, kok jadi sedih yaaa.. Jadi jombloers bisa punya Nest Mini ini juga kayak Pak Han, haha...



Nest Mini didukung audio tunning software yang membuat kualitas suaranya menjadi jernih. Jadi nggak ada tuh denger kresek kresek kayak radio kurang sinyal. Sedangkan untuk musik, perangkat ini telah bekerjasama dengan YouTube music, Spotify, Netflix dan Joox. Surga banget untuk yang suka dengerin lagu kan..



Produk ini diklaim ramah lingkungan karena terbuat dari 100% botol plastik daur ulang. Keren euy..

Cara Menggunakan Nest Mini 2

Sebelum saya membuka isi kotaknya, tentu saya akan mencari tau terlebih dahulu cara penggunaannya. Alhamdulillah ya jaman sekarang tinggal cari aja di internet dan langsung ketemu cara menggunakan Nest Mini 2 ini. 

Begini ni cara menggunakan Nest Mini 2.
1. Sambungkan adaptor ke Google Nest Mini
2. Download aplikasi Google Home di playstore atau Apple app store. Ikuti langkah-langkah di layarnya hingga selesai
3. Setelah setup Google Home selesai, Nest Mini 2 sudah langsung dapat digunakan hanya dengan berkata "Ok Google, (lanjut perintah)"

Dalam kotak Nest Mini 2, hanya terdiri dari 2 alat, yaitu Nest Mini dan adaptor penghubung ke colokan listrik. Cukup simple untuk manfaat yang super banyak menurut saya. Adapun saat aktif, Nest Mini akan menunjukkan lampu untuk mengatur volume, menyalakan mic dan memainkan musik. Tinggal digantung saja di dinding, nggak makan tempat sama sekali.



Hmmm,,, gimana menurut kalian? Canggih kan..

Saya jadi berpikir dan mencari tau kenapa produk secanggih dan sekeren Nest Mini 2 ini kurang happening di masyarakat Indonesia. Sedangkan di negara maju seperti Amerika sudah banyak digunakan. Analisa sementara saya ya,, mungkin perangkatnya dianggap cukup mahal dan untuk lampu/tv/perangkat penghubung lainnya juga harus merogoh kocek yang nggak sedikit agar bisa digunakan. Hmm,,, jadi PR nih buat tim Google agar dapat pasar yang baik di negara ini.

Kesimpulan

Nest Mini 2 adalah perangkat canggih yang menggunakan teknologi artificial intelligence untuk memudahkan pengguna dalam kehidupan sehari-hari. Cukup dengan suara, banyak hal yang dapat dilakukan dengan Nest Mini 2 ini sebagai google assistant di rumah. Menyalakan musik, tv, lampu dan lainnya menjadi lebih gampang. Jadi sangat direkomendasikan penggunaannya, terutama bagi yang jomblo, hehe..

Mobil, mobil apa yang malu-malu?
Mobilang kentut.. (brotttttt)😂
(lelucon by mbak Ok Google)




Nikmatnya Shawarma Sulthan Asli Arab

Berkeliling kota Medan di malam hari adalah hal yang sering saya lakukan bersama suami. Kalo kata orang Medan, raon-raon cari angin. Angin kok dicari ya? Itu lah hebatnya orang Medan. Udah raon-raon, cari angin, naik kereta pulak, haha..

Nggak perlu jauh. Cukup daerah satu kecamatan, menelusuri jalan-jalan utama, menikmati keramaian, cahaya lampu beraneka rupa, lalu bergandengan tangan dan tersenyum bersama. Uhukkk,, romantisnyaaa.. Percaya?? Udahhh,, percaya aja.

Beberapa kali kami melewati jalan Setiabudi Medan dari arah ringroad. Saya suka daerah itu karena cukup ramai dengan pemandangan berbagai makanan yang dijual. Memang cenderung agak macet, namun masih bisa dibilang rame lancar lah. Nggak sampai padat merayap kayak di ibukota. 

Mata saya selalu tertarik pada warung-warung yang ramai didatangi orang. Biasanya kalo banyak yang beli, pasti rasanya enak, pikir saya. Salah satu yang menjadi perhatian tapi belum pernah saya jajaki adalah warung pinggir jalan dengan steling aluminium. Bukan karena saya tidak tertarik, bukannnn.. Tapi karena setiap kali saya lewat, antrian pembeli sudah bejibun disana. Perkiraan saya harus menunggu paling cepat setengah jam untuk bisa menikmati makanan itu.



Baidewei,,, ternyata makanan yang dijual di tempat itu namanya shawarma. Coba baca dulu beda kebab dengan shawarma ya, biar nggak bingung :D

Sekali, dua kali, tiga kali lewat tempat yang sama, suasana di tempat itu tetap sama. Rame benerrrr!! Untuk yang keempat kali, saya nggak bisa menahan diri. Saya harus beli itu shawarma. Biarin deh agak lama nunggu, daripada penasaran sampe kebawa mimpi, ye kan.. Suami agak-agak dielus dulu biar nggak cemberut nungguin pesanan makanan yang bakal lama, hehe.. Untungnya ternyata dia juga selera dan pesan satu khusus untuk doi sendiri. Saya sengaja menyuruhnya menunggu di mobil sambil baca-baca berita di hape, supaya nggak bosan dan menghindari pertanyaan "kok lama kali belinya ma???", wkwk.

Saya pun keluar dari mobil dan berjalan menuju kerumunan pembeli yang sedang menunggu pesanan sesuai antrian. Shawarma Sulthan, begitu tulisan di depan stelingnya. Awalnya saya bingung kepada siapa saya harus mengadu, eh meminta menu dan memesan. Sebagai pendatang baru, saya memperhatikan pembeli lain supaya nggak pesan ke orang yang salah. Kan nggak lucu kalo saya pesan ke orang yang ternyata juga pembeli yang sedang menunggu.

Setelah 3 menit memperhatikan, saya memutuskan untuk mendekati satu meja mirip kasir dan bertanya ke laki-laki bertampang Arab yang sedari tadi sibuk mondar mandir menempelkan pesanan di atas steling dekat koki peracik shawarma. Saya langsung meminta menu dan memesan satu shawarma ayam yang box. Kebetulan hanya tinggal shawarma komplit dan besar yang tersedia, yang lain SOLD OUT. MasyaAllah... laris bener ini jualan. Harganya menurut saya murah pake banget.

Menu dan Harga di Shawarma Sulthan


Saya pun diberikan nomor antri 74. Dan dari yang saya dengar terakhir baru selesai pesanan ke 61. Udah kalah antrian di bank. Duh... ini mah nggak cuma nunggu setengah jam kayaknya, bisa satu jam euy. Tapi nggak apa-apa deh, demi... Demi apa ya? Demimore? Demikian? Demi makanan enak lah pokoknya.

Supaya nggak bosan, saya berdiri di depan steling agar bisa memperhatikan koki yang sedang meracik shawarma dengan sangat cekatan. Mengambil roti pita khas Arab, meletakkan sayuran, kentang, mengiris daging kebab dari doner, melipat shawarma lalu memanaskannya di atas penggorengan besar. Tentunya nggak cuma dilakukan satu orang, tapi ada tiga orang dengan tugas masing-masing.



Kebab ayam di doner

Shawarma Sulthan ternyata sudah ada sejak enam bulan yang lalu, yaitu pada akhir 2020. Bertempat di jalan Setiabudi, shawarma ini buka setiap hari sejak pukul 4 sore atau setelah sholat Ashar hingga pukul 10 malam. Seringkali sebelum jam 10 malah sudah ludes terjual. Pemiliknya asli orang Arab Saudi yang sudah lama tinggal di kota Medan. Kalo mau membeli tanpa antri, silakan datang pada sore hari sebelum Maghrib karena belum terlalu ramai pengunjung. Lebih dari itu, nasibnya akan sama seperti saya yang mengantri lama.
Isian dalam shawarma


Rencananya setelah lebaran tahun ini Shawarma Sulthan akan membuka cabang di daerah SM Raja. Yang rumahnya sekitar jalan itu nggak perlu repot-repot lagi harus ke daerah Setiabudi ya.

Kurang lebih setengah jam saya menunggu di bawah rintik hujan yang turun di malam itu. Namun karena cukup asyik memperhatikan para koki, waktu tak begitu terasa hingga nomor antrian saya dipanggil. Yeayyyy,, pesanan saya akhirnya datang juga. Sekotak shawarma yang dipotong menjadi empat bagian, dengan tambahan kentang goreng yang empuk, saos sambal dan mayonaise. Mmmmm.. nyummy..




Suami saya langsung protes, kenapa saya cuma beli satu? Doi kan udah ingetin untuk pesan khusus satu sendiri buat dia. Saya pun berdalih biar lebih romantis aja makan sekotak berdua,, haha... Padahal lebih ke saya yang takut mubazir karena berpikir satu kotak itu cukup banyak untuk dimakan bersama.

Dari penampakannya saja, saya dan suami udah ngiler euy.. Potongannya besar, mayonaise di dalamnya lumer. Dalam satu gigitan shawarma, daging kebab cukup empuk dan terasa rempahnya. Mirip dengan shawarma khas Mesir yang dulu menjadi favorit saya di daerah dr. Mansyur Medan. 

Porsi kentang goreng juga cukup mengenyangkan. Haduh,,, kok pengen beli lagi ya. Tapi masa sih harus ngantri setengah jam lagi,, huffttt... Nyesel deh nggak beli dua. Nikmatnya shawarma mengalahkan romantisme, soalnya mulut saya dan suami udah belepotan mayonaise dan saos saking menikmati shawarma sulthan ini. Shawarma pinggir jalan tapi rasanya sulthan. Ajibbbb!!!



Saya dan suami kudu atur strategi kalo mau makan shawarma ini lagi. Belinya harus sebelum maghrib biar nggak perlu ngantri sampai setengah jam. Atau kalo mau praktis, bisa pesan lewat aplikasi online grabfood atau gofood.

Buat yang ingin mencoba, bisa langsung datang ke tempatnya ya. Dijamin bakal nagih!

Shawarma Sulthan
Jalan Setiabudi No.10 (depan Maybank, seberang SPBU)
Buka setiap hari pukul 16.00 WIB sd 22.00 WIB


Beda Kebab dan Shawarma

Beda kebab dan shawarma

Siapa yang suka makan kebab? Sayaaaaaaaaaaaaa, wkwk..

Pertama kali saya mengenal kebab yaitu dulu saat jaman kuliah. Kebab Baba Rafi yang mulai booming kala itu hadir saat acara-acara kampus dan pemiliknya pernah menjadi pembicara seminar mata kuliah manajemen yang saya ikuti. Lalu saat menghadiri pesta salah satu rekan kantor yang diadakan di sebuah gedung. Kebanyakan pesta di gedung mewah memang sering menghadirkan kebab sebagai sajian tambahan selain menu utama.

Apa sih sebenarnya kebab itu?

Menurut jeng wikipedia, kebab adalah panganan cepat saji, terdiri atas daging sapi yang dipanggang seperti sate lalu diiris-iris, ditambah dengan sayuran segar dan mayonaise, kemudian dibalut dengan kulit tortilla.

Makanan ini awalnya berasal dari Persia lalu menyebar ke Timur Tengah, India dan dipopulerkan oleh tentara Turki pada abad ke-16. Nggak heran banyak orang taunya kebab itu adalah makanan khas Turki. Nama kebab yang konon berasal dari bahasa Persia, kabab, berarti daging yang ditusuk dan dipanggang. Mirip sate dong ya kalo di Indonesia?? Hmm,,,

Daging yang digunakan biasanya daging sapi atau domba. Daging ini pun tidak ditusuk dengan tusukan sate seperti di Indonesia, melainkan digulung pada alat yang disebut doner (pemutar) sebelum akhirnya dipanggang di atas bara api lalu diiris-iris untuk disajikan dengan bahan lainnya. 

Seiring dengan banyaknya penikmat kebab di Indonesia, variasi kebab pun semakin banyak. Ada kebab dengan isian daging ayam hingga daging buah durian. Memang kreatif nih orang endonesah.

Selang beberapa lama, saat saya melintas di jalan dr. Mansyur Medan, mata saya terusik oleh sebuah food truck bergambar kebab dengan tulisan arab Al Mashri dan kokinya juga bertampang orang Mesir asli. Tak perlu berpikir dua kali untuk saya memutuskan langsung mampir ke tempat tersebut. 

Di menu yang tersedia saya tak menemukan kebab, namun ada shawarma. Saat saya tanya kebabnya yang mana, sang penjual mengatakan bahwa gambar yang ada pada logo truk adalah shawarma. Lah, berarti sama dong kebab dengan shawarma? Saya pun tambah bingung. Yang penting makan aja lah dulu, nanti saya cari tau bedanya.

Benar saja, shawarma yang saya pesan mirip dengan kebab yang pernah saya makan. Namun isinya lebih lengkap. Ada kentang panggang dan rasa bumbu khas Arab yang membuat shawarma Al Mashri berbeda. Lebih mantap dan lebih saya suka. Saya pun sempat beberapa kali membeli shawarma di tempat itu sebelum tempatnya ditutup. Dengar-dengar, penjualnya pulang kampung ke Mesir. Duh,, dimana lagi saya beli shawarma seenak buatan orang Mesir asli di kota Medan? 

Beda Kebab dan Shawarma

Dikutip dari berbagai sumber, kebab dan shawarma ternyata tidak sama. Namun kebab adalah bagian dari shawarma. Nah lho??

Kebab adalah daging yang dimasak untuk disajikan dengan berbagai cara. Kebab biasanya dimasak dengan mencampur daging dengan bumbu, lalu digulung di alat pemutar (doner) dan diletakkan di atas bara api/pemanas. Daging kebab yang telah dimasak akan diiris-iris dan disajikan sesuai selera. Ada yang dijadikan campuran roti isi bersama sayuran, ada juga yang disajikan bersama nasi.

Kebab doner (travel tempo.co)

Shawarma / shwarma adalah roti isi (sandwich) kebab dengan isian berbagai sayuran dan saus yang biasanya menggunakan roti pita/tortilla sebagai pembungkusnya. Shawarma cukup terkenal di negara-negara Timur Tengah. Bahkan Tony Stark pun pernah mengajak tim Avengers untuk makan shawarma bersama setelah menghadapi musuh. Segitu enaknya shawarma ini sampai sekelas Iron Man selera melihatnya, hehe..

Shawarma isi kebab ayam

Nah,, udah paham kan ya bedanya kebab dan shawarma. Ternyata yang selama ini saya sering makan adalah shawarma isi kebab, bukan kebab nya aja. Shawarma tanpa kebab bagai sandwich khusus vegetarian yang nggak pake daging. Sehat,, tapi kurang mantap,, haha...

Sentuhan Lembut Bagi Bayi

Sentuhan Lembut Bagi Bayi

Setiap manusia memerlukan sentuhan. Sentuhan yang baik akan membuat jiwa dan fisik lebih rileks dan bahagia yang pada akhirnya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Seseorang yang jarang disentuh akan lebih gampang sakit karena mudah mengalami stres, depresi dan tidak adanya motivasi dan dukungan dari orang-orang di sekitar. Padahal saat pandemi kekebalan tubuh sangat dibutuhkan agar tidak gampang terinfeksi virus Covid-19.

Tak terkecuali bagi bayi, sentuhan sangat diperlukan untuk mengoptimalisasi tumbuh kembangnya. Jadi ingat beberapa tahun lalu, saya pernah mendengar bayi yang kondisinya sakit dapat berangsur-angsur sembuh dengan sentuhan dan pelukan yang intens dari ibunya. Saya pun selalu berusaha untuk tetap memeluk anak saya setiap hari sejak mereka bayi. Karena saya percaya akan banyak manfaat yang saya dan mereka dapat dari pelukan dan sentuhan tersebut. Sebegitu dahsyatnya kah pengaruh sentuhan? 

Manfaat Sentuhan bagi Tumbuh Kembang Bayi

Profesor Francis McGlone, seorang ahli neuroscience dari Universitas Liverpool, menemukan beberapa fakta tentang manfaat sentuhan bagi tumbuh kembang bayi. Menurutnya, sentuhan yang lembut dapat mempengaruhi otak dan emosi melalui sebuah sistem saraf di dalam kulit bayi yang merespons sentuhan orangtuanya.

- Mendukung sistem kekebalan

Sentuhan terbukti dapat menurunkan hormon kortisol yang diketahui dapat menurunkan imunitas atau kekebalan tubuh. Hormon kortisol sendiri berperan dalam mengendalikan stres dan emosi. Bagi bayi, sentuhan memberikan kebahagiaan yang dapat menurunkan kadar hormon kortisol.

- Meningkatkan kemampuan fisik dan emosional

Berbagai riset menemukan bahwa sentuhan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, kemampuan berbahasa, kemampuan kognitif serta kompetensi sosial dan emosional.

- Mempengaruhi tumbuh kembang selanjutnya

Pengalaman sentuhan pertama kali pada bayi akan mempengaruhi tahapan pertumbuhan lanjutan selama hidupnya. Jadi sangat penting memberikan sentuhan yang lembut dan menenangkan untuk bayi agar kelak ia dapat lebih baik dalam perkembangannya termasuk dalam mengendalikan stres.

- Meningkatkan bonding

Bayi yang sering disentuh oleh orangtua akan lebih terikat secara emosi (bonding) dan hubungan keduanya. Keterikatan emosi ini akan membuat bayi merasa dilindungi, aman, nyaman dan merasa diakui oleh orangtua.

Sentuhan Tepat untuk Manfaat Optimal

Berbicara tentang sentuhan, biasanya dilakukan dengan cara yang lembut sehingga dapat menenangkan si penerima sentuhan. Cara sentuhan yang kurang tepat berisiko pada tidak optimalnya efek positif yang dihasilkan. Penelitian juga membuktikan bahwa jaringan saraf (neurofibre) yang ada di seluruh tubuh kita akan memberikan respon lebih optimal melalui sentuhan lembut dan penuh kasih sayang. 

Coba deh bandingkan bayi yang disentuh dengan lembut dan dengan keras/paksaan. Sentuhan lembut akan membuat bayi menjadi tenang dan senang, sedangkan sentuhan dengan paksaan akan membuat bayi takut dan stres. Jadi memang harus lebih berhati-hati dengan cara sentuhan yang diberikan orangtua pada bayi ya. Jangan sampai bayi menjadi stres dan menyebabkan pertumbuhannya menjadi tidak optimal.

Efek sentuhan pada saraf bayi 


Sentuhan Lembut dan Wangi dengan Cussons Baby Powder

Adanya kebutuhan sentuhan lembut untuk bayi didukung oleh PZ Cussons Indonesia yang pada pertengahan Desember 2020 meluncurkan produk bedak bayi berkualitas tinggi yaitu Cussons Baby Powder dengan tiga wangi baru. Apa sih keistimewaan Cussons Baby Powder ini?

Jawabannya ada pada inovasi Moodscent™ untuk mendukung kenyamanan dan kesegaran pada bayi. Dalam hal ini Dr. Haryono Hartono, PhD selaku Head of Research and Development, APAC PZ Cussons mengatakan :

PZ Cussons Indonesia bekerjasama dengan para ahli perfumer memperkenalkan sebuah inovasi yang telah dipatenkan, yaitu Moodscent™Moodscent™ adalah pengembangan teknologi wewangian tertentu yang membantu meningkatkan emosi positif saat digunakan dan juga membantu meningkatkan ikatan yang lebih kuat antara bayi dan orangtua.


Hal ini juga merupakan bukti bahwa PZ Cussons benar-benar memperhatikan kebutuhan konsumen dengan terus berinovasi melalui penelitian dan pengembangan produknya.

Lalu, wangi apa aja sih yang ditawarkan oleh Cussons Baby Powder terbaru ini?


Moodscent Vanilla, dalam varian Cussons Baby Powder Mild and Gentle dengan kemasan berwarna biru yang menghadirkan mood RELAX untuk membantu bayi lebih nyaman

Moodscent Mixed Berry, dalam varian Cussons Baby Powder Fresh and Nourish dengan kemasan berwarna ungu yang menghadirkan mood JOY untuk membantu bayi lebih ceria.

Moodscent Sakura, dalam varian Cussons Baby Powder Soft and Smooth dengan kemasan berwarna pink yang menghadirkan sensasi mood LOVE untuk membantu bayi merasakan sentuhan ibu yang penuh cinta 

Semua wewangian yang dikembangkan oleh Cussons telah dibuat sesuai standar International Fragrance Association (IFRA) di setiap fase perkembangan bayi dan terbukti aman dengan formulasi tepat dan teruji secara klinis. Hayo ibu,,, pilih yang mana yaaaa???

Kenapa Harus Cusson Baby Powder?


1. Inovasi Moodscent™

Inovasi Moodscent™ menghasilkan aroma yang dapat meningkatkan emosi positif pada bayi sehingga meningkatkan ikatan emosi dengan orang di sekitarnya.

2. Teruji klinis

Bahan dan proses pembuatan cussons baby powder telah teruji secara klinis dan terbukti aman untuk bayi. Jadi orangtua tidak perlu khawatir lagi akan adanya bahan bedak yang dapat membahayakan kulit si kecil.

3. Mengandung Essential Oil

Essential Oil membuat produk Cussons Baby Powder lebih lembut dan tahan lama di kulit bayi.

4. Halal

Kehalalan menjadi salah satu syarat utama bagi setiap muslim dalam memilih produk yang akan digunakan. Produk Cussons Baby Powder telah memiliki sertifikat halal sehingga konsumen lebih merasa aman dalam menggunakan produknya.

Cara Memakaikan Bedak untuk Bayi

Satu hal yang perlu menjadi catatan adalah cara penggunaan bedak pada bayi sebaiknya tidak di sekitar wajah dan area sensitif. Hindari juga menepuk dan menaburkan bedak di area tersebut agar tidak terhirup atau tertelan si kecil. 

Cara memakaikan bedak yang tepat adalah sebagai berikut :

1. Tuang bedak di telapak tangan ibu terlebih dahulu sebelum diberikan ke tubuh si kecil. 

2. Ratakan dengan perlahan di telapak tangan dengan tetap menjauhkan jangkauan dari si kecil, 

3. Ratakan dengan lembut di bagian tubuh bayi.

Kesimpulan

Nah, dengan tekstur bedak yang lembut dari Cussons Baby Powder akan dapat menghidupkan lagi efek sentuhan lembut pada bayi. Aroma yang dihasilkan dan menyertai sentuhan juga membuat bayi dapat lebih mengenal lagi hubungan positif dari sentuhan tersebut. Kombinasi sentuhan, tekstur lembut dan wewangian dari Cussons Baby Powder akan memberikan manfaat yang besar bagi bayi menuju perkembangan yang optimal dan selalu sehat.