Sentuhan Lembut Bagi Bayi

Sentuhan Lembut Bagi Bayi

Setiap manusia memerlukan sentuhan. Sentuhan yang baik akan membuat jiwa dan fisik lebih rileks dan bahagia yang pada akhirnya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Seseorang yang jarang disentuh akan lebih gampang sakit karena mudah mengalami stres, depresi dan tidak adanya motivasi dan dukungan dari orang-orang di sekitar. Padahal saat pandemi kekebalan tubuh sangat dibutuhkan agar tidak gampang terinfeksi virus Covid-19.

Tak terkecuali bagi bayi, sentuhan sangat diperlukan untuk mengoptimalisasi tumbuh kembangnya. Jadi ingat beberapa tahun lalu, saya pernah mendengar bayi yang kondisinya sakit dapat berangsur-angsur sembuh dengan sentuhan dan pelukan yang intens dari ibunya. Saya pun selalu berusaha untuk tetap memeluk anak saya setiap hari sejak mereka bayi. Karena saya percaya akan banyak manfaat yang saya dan mereka dapat dari pelukan dan sentuhan tersebut. Sebegitu dahsyatnya kah pengaruh sentuhan? 

Manfaat Sentuhan bagi Tumbuh Kembang Bayi

Profesor Francis McGlone, seorang ahli neuroscience dari Universitas Liverpool, menemukan beberapa fakta tentang manfaat sentuhan bagi tumbuh kembang bayi. Menurutnya sentuhan yang lembut dapat mempengaruhi otak dan emosi melalui sebuah sistem saraf di dalam kulit bayi yang merespons sentuhan orangtuanya.

- Mendukung sistem kekebalan

Sentuhan terbukti dapat menurunkan hormon kortisol yang diketahui dapat menurunkan imunitas atau kekebalan tubuh. Hormon kortisol sendiri berperan dalam mengendalikan stres dan emosi. Bagi bayi, sentuhan memberikan kebahagiaan yang dapat menurunkan kadar hormon kortisol.

- Meningkatkan kemampuan fisik dan emosional

Berbagai riset menemukan bahwa sentuhan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, kemampuan berbahasa, kemampuan kognitif serta kompetensi sosial dan emosional.

- Mempengaruhi tumbuh kembang selanjutnya

Pengalaman sentuhan pertama kali pada bayi akan mempengaruhi tahapan pertumbuhan lanjutan selama hidupnya. Jadi sangat penting memberikan sentuhan yang lembut dan menenangkan untuk bayi agar kelak ia dapat lebih baik dalam perkembangannya termasuk mengendalikan stres.

- Meningkatkan bonding

Bayi yang sering disentuh oleh orangtua akan lebih terikat secara emosi (bonding) dan hubungan keduanya. Keterikatan emosi ini akan membuat bayi merasa dilindungi, aman, nyaman dan merasa diakui oleh orangtua.

Sentuhan Tepat untuk Manfaat Optimal

Berbicara tentang sentuhan, biasanya dilakukan dengan cara yang lembut sehingga dapat menenangkan si penerima sentuhan. Cara sentuhan yang kurang tepat berisiko pada tidak optimalnya efek positif yang dihasilkan. Penelitian juga membuktikan bahwa jaringan saraf (neurofibre) yang ada di seluruh tubuh kita akan memberikan respon lebih optimal melalui sentuhan lembut dan penuh kasih sayang. 

Coba deh bandingkan bayi yang disentuh dengan lembut dan dengan keras/dengan paksaan. Sentuhan lembut akan membuat bayi menjadi tenang dan senang, sedangkan sentuhan dengan paksaan akan membuat bayi takut dan stres. Jadi memang harus lebih berhati-hati dengan cara sentuhan yang diberikan orangtua pada bayi ya. Jangan sampai bayi menjadi stres dan menyebabkan pertumbuhannya menjadi tidak optimal.



Sentuhan Lembut dan Wangi dengan Cussons Baby Powder

Adanya kebutuhan sentuhan lembut untuk bayi juga didukung oleh PZ Cussons Indonesia yang pada pertengahan Desember 2020 meluncurkan produk bedak bayi berkualitas tinggi yaitu Cussons Baby Powder dengan tiga wangi baru. Apa sih keistimewaan Cussons Baby Powder ini?

Jawabannya ada pada inovasi Moodscent™ untuk mendukung kenyamanan dan kesegaran pada bayi. Dalam hal ini Dr. Haryono Hartono, PhD selaku Head of Research and Development, APAC PZ Cussons mengatakan :

PZ Cussons Indonesia bekerjasama dengan para ahli perfumer memperkenalkan sebuah inovasi yang telah dipatenkan, yaitu Moodscent™Moodscent™ adalah pengembangan teknologi wewangian tertentu yang membantu meningkatkan emosi positif saat digunakan dan juga membantu meningkatkan ikatan yang lebih kuat antara bayi dan orangtua.


Terbukti bahwa PZ Cussons benar-benar memperhatikan kebutuhan konsumen dengan terus berinovasi melalui penelitian dan pengembangan produknya.

Lalu, wangi apa aja sih yang ditawarkan oleh Cussons Baby Powder terbaru ini?


- Moodscent Sakura, yang menghadirkan sensasi mood LOVE untuk membantu bayi merasakan sentuhan ibu yang penuh cinta

- Moodscent Vanilla, yang menghadirkan mood RELAX untuk membantu bayi lebih nyaman

- Moodscent Mixed Berry, yang menghadirkan mood JOY untuk membantu bayi lebih ceria.

Semua wewangian yang dikembangkan oleh Cussons telah dibuat sesuai standar International Fragrance Association (IFRA) di setiap fase perkembangan bayi dan terbukti aman dengan formulasi tepat dan teruji secara klinis. Hayo ibu,,, pilih yang mana yaaaa???

Satu hal yang perlu menjadi catatan adalah cara penggunaan bedak pada bayi sebaiknya tidak di sekitar alat genital dan wajah. Cara memakaikan bedak yang tepat adalah menuang bedak di telapak tangan ibu terlebih dahulu sebelum diberikan ke tubuh si kecil. Hal ini untuk mencegah bedak terhirup oleh bayi dan menumpuk di satu bagian lipatan tubuh.

Nah, dengan tekstur yang bedak lembut dari Cussons Baby Powder akan dapat menghidupkan lagi efek sentuhan lembut pada bayi. Aroma yang dihasilkan dan menyertai sentuhan juga membuat bayi dapat mengenal lagi hubungan positif dari sentuhan tersebut. Kombinasi sentuhan, tekstur lembut dan wewangian dari Cussons Baby Powder akan memberikan manfaat yang besar bagi bayi menuju perkembangan yang optimal dan selalu sehat.

Steam Ikan Kakap

Udah lama saya nggak share resep yang udah saya eksekusi disini. Bukannya pengen pamer karena pinter masak,,, tidaque sama sekali. Niatnya kalo pengen masak menu yang sama lagi bisa baca di blog sendiri, hehe.. Manatau bisa meningkatkan pageview dari klikan sendiri,, wakakakkk..

Ceritanya hari sabtu lalu saya belanja ke pasar. Pas ngeliat ikan kakap, kok tetiba pengen dimasak dengan gulai daun ubi. Buat orang luar Medan, daun ubi yang saya maksud adalah daun singkong. Biasanya saya makan menu masakan ini di salah satu warung makan dekat kantor saya bekerja. Namun setelah pandemi melanda negara api, udah hampir 2 tahun ini nggak pernah makan menu itu lagi.

Ternyata niat pun berbelok menjadi steam ikan kakap. Alasannya karena lebih disukai suami dan anak-anak. Apa daya mamak cenderung mengorbankan selera pribadi kalo di rumah. Biar anak dan suami senang dan punya cerita sendiri khusus ikan kakap masakan saya. Mumpung masih ramadhan, masak menu kesukaan keluarga itu lebih menyenangkan untuk saya.

Steam Ikan Kakap

Kebetulan bahannya cukup sederhana. Kuncinya ada di ikan yang dikukus, jahe, kecap asin dan kecap ikan untuk saos/kuahnya. Namun saya mengganti kecap ikan dengan saos tiram karena kecap ikan yang ada di rumah ternyata udah kadaluwarsa, hufttt..

Langsung aja disimak resep steam ikan kakap yang diambil dari berbagai resep yang sama dan coba saya masak versi saya.

Bahan :

- Ikan kakap 1 ekor (saya beli 2 potong besar sekitar 900 gram)

- Garam secukupnya

- Jeruk nipis secukupnya

- Bawang putih 3 siung, cincang halus

- Jahe 6 cm, potong seukuran korek api

- Bawang bombai 1 buah

- Cabe rawit / cabe caplak 8-10 buah

- Daun bawang 1 batang, iris

- Kecap asin 3 sendok makan

- Kecap ikan 3 sendok makan (saya ganti saos tiram)

- Kaldu jamur (opsional)

- Merica bubuk

- Air secukupnya (sesuai selera)


Cara memasak :

- Bersihkan ikan, lalu lumuri dengan garam dan jeruk nipis

- Siapkan kukusan, kukus ikan selama 5 menit

- Keluarkan ikan dari kukusan, sisihkan

- Siapkan wajan, lalu tumis bawang putih dan bawang bombai hingga harum.

- Masukkan cabe rawit/cabe caplak

- Masukkan kecap asin dan kecap ikan (saya pake saos tiram), garam, merica serta kaldu jamur.

- Tambahkan air, lalu didihkan di atas api sedang.

- Masukkan ikan yang telah dikukus sebelumnya selama 2 menit, lalu matikan api.

Di beberapa resep, ikan tidak dimasukkan dalam tumisan saos, namun dikukus kembali dengan saos yang sudah jadi. Terserah aja mau pakai versi yang mana. Karena masak itu mudah dengan modifikasi masing-masing koki.

Hasilnya,, taraaa.... Ikan hampir sekilo habis dalam satu kali makan. Niatnya mau untuk sahur, eh sahur tinggal daging-daging ikan yang menempel di tulang. Alhamdulillah.. saya disuruh masak menu lain lagi buat sahur esok harinya.


Bolu Toba Medan, Oleh-Oleh Khas Medan

Bolu Toba Medan, Oleh-Oleh Khas Medan

"Dek, mau kakak beliin oleh-oleh apa buat pulang besok?"

"Orang rumah minta dibeliin Bolu Toba Medan kak. Nggak mau dia yang lain."

"Lah,, tau juga dia Bolu Toba. Ya udah nanti kakak mampir ke tokonya."

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Membawa oleh-oleh dari tempat yang dikunjungi adalah suatu budaya yang sudah mengakar di masyarakat. Pun membawakan oleh-oleh pada tamu atau saudara yang akan pulang setelah berkunjung ke rumah sebagai buah tangan untuk menyenangkan keluarga tercinta. Bagi kami kebiasaan ini sama sekali tidak merepotkan, malah kami senang karena bisa membuat orang lain senang menerima pemberian kami.

Kalo dari Medan, biasanya memang banyak yang bisa dijadikan oleh-oleh. Medan sudah cukup terkenal dengan makanan enaknya. Mulai dari kue, bolu, teri, sate kerang, hingga manisan jambu yang katanya juga khas kota Medan. Namun permintaan adik kami saat itu cukup membuat saya kaget karena istrinya minta dibawakan Bolu Toba Medan sebagai oleh-oleh.

Seenak itu kah Bolu Toba Medan?

Enak kalo menurut keluarga saya. Tanpa kedatangan si adik, kami pun sudah sering membeli Bolu Toba ini. Berawal dari saya yang penasaran dengan penampakan si bolu karena sering melewati depan tokonya, hingga akhirnya saya mampir di suatu sore sepulang dari kantor. Saya membeli satu varian rasa yaitu spikoe yang ternyata sangat disukai oleh suami dan anak-anak di rumah. 

"Enak mak bolunya!", cetus si bungsu kala itu.

"Medan kali ah rasanya. Enak ni dimakan sambil minum kopi", ayah pun tak mau kalah mengomentari.

Sejak saat itu anak-anak sering minta dibelikan Bolu Toba. Biasanya saya memilih rasa spikoe atau coklat yang sudah bisa dipastikan akan kandas disantap dalam satu atau dua kali makan.

Bolu Toba Medan varian Spikoe

Tentang Bolu Toba Medan

Hadir di kota Medan sejak Februari 2018, Bolu Toba Medan adalah usaha kuliner yang diharapkan dapat menjadi oleh-oleh khas kota terluas ketiga di Indonesia ini. Pemiliknya bernama Bapak Ibnu Rianto yang juga adalah pemilik Batik Trusmi dari Cirebon.

Nama Bolu Toba sendiri diambil dari icon khas Sumatera Utara yaitu Danau Toba. Berlokasi di Jalan Wahid Hasyim No.55, Bolu Toba juga memiliki toko lain di Jl. Pangeran Diponegoro No.20B. Selain itu ada mobil keliling juga yang menjual Bolu Toba di jalan dalam kota Medan saat sore hari.

Store Bolu Toba Medan Jl. Wahid Hasyim

Bolu Toba Medan memiliki beberapa varian rasa yang bisa dipilih. Yaitu spikoe, Pancing Hazelnut Oreo, Japaris Durian, Titi Kuning Cheese, Kampung Keling Tiramisu, Coklat Padang Bulan, Banana Simpang Jodoh Coklat, Banana Simpang Jodoh Cheese, dan varian terbaru yaitu Bolu Gulung 3 Rasa yang memberikan sensasi tiga jenis rasa (coklat, keju, dan tiramisu) dalam satu kotak bolu Toba Medan.

Bolu Toba Medan varian Bolu Gulung 3 Rasa 

Kok serasa familiar ya dengan nama-namanya? Hmm,,, ternyata Bolu Toba sengaja menambahkan nama-nama daerah di Kota Medan di produknya dengan tujuan mengenalkan daerah tersebut ke para pembeli. Sebut saja daerah Pancing, Japaris, Titi Kuning, orang Medan pasti langsung ngeh dengan nama daerah itu. 

Bolu Toba Medan varian Japaris Durian

Uniknya lagi di toko Bolu Toba Medan juga menjual aksesoris seperti tas, sandal, clutch handmade dan beberapa cemilan dengan corak khas Medan. Saya yang belum sempat membelikan oleh-oleh lain untuk keponakan bisa langsung membeli barang yang bisa digunakannya tanpa perlu repot ke toko lain. Semua aksesoris yang dijual adalah hasil kerjasama dengan UMKM yang ada di Kota Medan dengan harga terjangkau. Saya senang sekali karena Bolu Toba Medan juga ikut berpartisipasi dalam memajukan pengusaha kecil dan menengah di Kota Medan ke para pelanggannya.

Clutch di Store Bolu Toba Medan


Saya pun membeli sandal dengan corak ukiran khas Batak Toba berukuran kecil untuk anak umur 4 tahun berwarna merah untuk dijadikan kado keponakan tercinta. Lengkap sudah oleh-oleh untuk dibawa adik yang akan pulang ke kampung setelah beberapa hari menginap di rumah kami.

Sandal Unik di Store Bolu Toba Medan

Review Bolu Toba Medan

Tekstur

Bolu Toba Medan memiliki tekstur yang cukup lembut dengan lapisan vla sesuai varian rasa. Bolu dan vla cukup menyatu dan terasa lumer di mulut. Tambahan topping coklat/keju/butiran gula menjadikan Bolu Toba terasa lebih menggugah selera. Anak saya selalu mencomot parutan keju dan coklat sejak saat kotak bolu dibuka.

Bolu lembut menyatu dengan vla spikoe

Rasa

Pada varian spikoe, coklat dan bolu gulung 3 rasa, menurut saya rasa manis pada bolu pas dan sesuai. Cocok di lidah orang yang tidak terlalu suka makanan manis. Namun pada varian japaris durian, manis bolu dan vla durian serta taburan gula sebagai topping membuat rasa manis semakin berlapis. Cocok sekali bagi penyuka makanan manis maksimal. Tinggal sesuaikan dengan selera masing-masing aja sih ya. Yang jelas dari rasanya, bisa langsung ditebak bahwa bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Bolu Toba adalah bahan berkualitas tinggi, termasuk topping keju dan coklatnya. Bukan kaleng-kaleng lah pokoknya.  

Harga

Harga Bolu Toba Medan berkisar antara 55 ribu hingga 65 ribu rupiah per kotak. Cukup sesuai dengan porsi dan rasa yang ditawarkan. Nggak bakal nyesel deh beli bolu ini sebagai oleh-oleh karena memberikan rasa yang cukup khas dan berbeda dari oleh-oleh lain dari Kota Medan.

Kemasan

Dikemas dalam kotak dominan berwarna putih dan hitam, corak khas Toba terlihat cukup mencerminkan bahwa Bolu Toba memang khas Medan dan gampang dibawa tanpa khawatir bolu akan rusak. Selain itu terdapat kertas roti pelapis antara bolu dan kotak sehingga lebih mudah diangkat ke piring saji.

Sekotak Bolu Toba Bolu Gulung 3 Rasa

Dari ulasan yang saya tulis di atas, saya bisa bilang kalo Bolu Toba Medan sangat direkomendasikan sebagai oleh-oleh dari Kota Medan.

Bolu Toba Medan, Horas Bolunya!!! 


Bagi yang mau mencicipi Bolu Toba Medan, silakan datang ke tokonya yaaa..

Bolu Toba Medan

📌 Jalan Wahid Hasyim No.55, Kelurahan Babura, Kecamatan Medan Baru

📌 Jalan Diponegoro No.20B, Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia

🕐 Jam Buka Toko : 08.00 WIB s.d 22.00 WIB

📌 Mobil Keliling beroperasi jam 15.00 s.d 17.00 WIB

Bisa juga pesen dari Grabfood dan Gofood

 

101 Vaksinasi : Kupas Tuntas Vaksinasi Anak

"Wahai Ibu, teruslah belajar karena kau adalah madrasah pertama anak-anakmu."

Menjadi ibu adalah awal mula petualangan baru dalam hidup. Proses yang dimulai dengan belajar, dijalani dengan belajar dan diakhiri pula dengan belajar. Paling tidak kalimat itu yang berhasil saya pahami sejak saya dikaruniai anak pertama sebelas tahun lalu.

Hal yang tak pernah saya lupa saat membawa anak vaksin untuk ketiga kalinya. Saat itu kami sedang tinggal di daerah yang cukup jauh dari kota. Karena beberapa hal, saya memutuskan untuk memvaksin anak saya dengan memanggil bidan yang bekerja di rumah sakit kecil tempat saya bekerja.

Dengan berbekal pengetahuan yang minim, saya hanya memberikan buku riwayat vaksin anak yang sebelumnya memang saya simpan dan mempercayakan semua ke bidan tersebut. Setelah anak saya disuntik dan mengalami demam yang saya tau normal setelah vaksin, saya baru membaca untuk memahami informasi yang ada di buku vaksin tersebut. Saya bandingkan catatan vaksinasi anak saya dengan jadwal yang berlaku saat itu.

Deggg!!! Saya cukup kaget saat tau bahwa vaksin yang disuntikkan si bidan tidak sesuai dengan jadwal yang tertera di buku. Padahal sudah jelas tertulis bahwa anak saya sudah divaksin polio I bulan lalu, harusnya vaksin polio II diberikan dua bulan setelahnya. 

Pikiran saya pun melayang. Dengan berbagai prasangka tanpa ilmu sama sekali, saya berpikir anak saya akan overdosis vaksin polio. Allah... betapa bodohnya saya sebagai ibu yang tidak mau belajar sebelumnya tentang vaksin dan segala hal tentangnya. Bagaimana kalau kaki anak saya kelak bermasalah? Bagaimana kalo ada yang tidak normal dengan tumbuh kembangnya akibat salah vaksin? Semalaman saya menangis memikirkan berbagai kemungkinan negatif yang akan terjadi. Tak sabar menunggu pagi untuk bertanya langsung ke dokter yang lebih ahli.

Saya mencoba mencari informasi seadanya di internet dan media sosial yang saya ikuti. Akhirnya saya sampai pada satu grup yang digawangi oleh para dokter anak dan mulai menemukan pro kontra vaksin yang sedang merebak kala itu.

Dari segala informasi dan argumentasi yang ada, saya memantapkan diri untuk tetap memvaksin anak-anak saya sebagai ikhtiar untuk menjaga kesehatan. Tidak hanya untuk anak saya, namun untuk anak dan keluarga lainnya. Sejak saat itu saya pun meniatkan diri untuk terus belajar menjadi ibu yang lebih peduli dengan kesehatan anak.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dalam rangka memperingati Pekan Imunisasi Dunia 2021 (World Immunization Week 2021) yang dilakukan pada tanggal 24 - 30 April 2021, kenapa harus vaksin bekerjasama dengan the Asianparent Indonesia mengadakan webinar "101 Vaksinasi : Kupas Tuntas Vaksinasi Anak" yang dibawakan oleh Sissy Prescilia dan dr. Attila Dewanti, SpA(K) sebagai narasumber. Dengan hashtag #LindungikuLindungimu memberi arti bahwa vaksinasi tidak hanya memberikan perlindungan untuk orang yang divaksinasi, tapi juga memberikan perlindungan orang lain yang ada di sekitarnya.


Pengertian Vaksin

Vaksin adalah suatu zat atau senyawa yang berfungsi merangsang pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit tertentu. Vaksin biasanya diberikan sejak anak baru lahir dan bertahap hingga dewasa sebagai bentuk pencegahan terhadap efek berbahaya dari suatu penyakit. Vaksin terdiri dari banyak jenis sesuai dengan penyakit yang ingin dicegah.  

Kenapa Harus Vaksin?

Banyak yang belum paham tentang alasan kenapa vaksin harus dilakukan. Sedangkan di masa pandemi covid-19 yang masih belum berakhir, banyak orang termasuk Pemerintah menganjurkan untuk dilakukan vaksinasi covid-19 pada semua orang agar pandemi ini segera dapat diatasi.

Perlu diketahui bahwa sejak jaman dahulu vaksin telah terbukti dapat menyelamatkan banyak jiwa dari penyakit berbahaya. Hingga saat ini di beberapa negara maju telah mengklaim seluruh warganya telah bebas dari penyakit yang sempat mewabah seperti cacar, difteri, pertusis, polio dan wabah penyakit  lain karena luasnya cakupan imunisasi dan vaksinasi di negara tersebut.

dr. Attila menjelaskan beberapa alasan kenapa vaksin harus dilakukan.

- Mencegah kematian

Dari hasil penelitian, sekitar 2-3 juta kematian dapat dicegah dengan imunisasi. Hal ini disebabkan kekebalan tubuh yang terbentuk dengan adanya vaksin membuat efek yang ditimbulkan oleh penyakit pada orang yang telah divaksin menjadi tidak terlalu berbahaya hingga menyebabkan kematian.

- Mencegah penyakit

Lebih dari 26 penyakit dapat dicegah dengan vaksin. Misalnya saja cacar, polio, dan difteri yang saat ini sudah jarang terjadi.

- Mengurangi resistensi antibiotik

Penyakit yang dapat diobati dengan antibiotik menyebabkan penderita harus mengkonsumsi berbagai antibiotik untuk dapat membunuh penyakit tersebut. Adanya vaksinasi membuat tubuh menggunakan kekebalan (imun) yang terbentuk untuk melawan penyakit dan membatasi/mengurangi efek resistensi tubuh karena mencegah penyakit pada tahap awal.

- Menyelamatkan orang

Meningkatkan imunisasi secara global dapat menyelamatkan 1,5 juta orang setiap tahunnya. 

Vaksin sangat dibutuhkan untuk menciptakan Herd Immunity. Herd immunity adalah kekebalan kelompok yang dapat dicapai dengan meningkatkan cakupan imunisasi di seluruh wilayah. Suatu sasaran populasi yang kebal terhadap penyakit tertentu secara tidak langsung akan turut memberikan perlindungan bagi kelompok usia lainnya. Sehingga jika ada satu atau sejumlah kasus Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I) di masyarakat, maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah dapat dicegah.

Berkurangnya cakupan imunisasi dapat meningkatkan risiko KLB penyakit seperti difteri yang terjadi beberapa tahun lalu di suatu daerah di Indonesia.

Pentingnya Vaksin Pada Anak

Vaksin sangat diperlukan untuk bayi dan balita. Sejak lahir, bayi harus mendapatkan vaksin. Selanjutnya hampir setiap bulan hingga usianya 18 bulan, vaksin tetap dijadwalkan. Bahkan pada usia tertentu vaksin tertentu pun harus diulangi karena efektivitasnya menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Kenapa ya masih kecil kok harus divaksin? Ini nih 5 alasannya menurut dr. Attila.


 

Saya semakin paham mengapa bayi dan balita sangat membutuhkan vaksinasi. Fungsi kekebalan tubuh yang masih belum sempurna memerlukan rangsangan untuk mengenali dan melawan kuman penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh. Imun tubuh yang kuat dari vaksinasi menjadikan si kecil terhindar dari penularan penyakit berbahaya yang pada akhirnya juga akan melindungi orang di sekitarnya dari penyakit tersebut. Anak yang sehat juga akan menghemat biaya pengobatan yang harus dikeluarkan.

Saya dulu taunya vaksin cuma perlu sampai umur 9 bulan aja yang biasanya disebut dengan imunisasi dasar lengkap. Termasuk di dalamnya adalah satu dosis vaksin hepatitis B, satu dosis BCG, tiga dosis DPT - Hepatitis B, empat dosis polio dan satu dosis campak. Namun ternyata vaksin untuk balita (termasuk bayi sebelum 12 bulan) masih perlu diberikan, apakah untuk booster/ulangan ataupun vaksin tambahan.

Vaksin booster pada balita adalah vaksin yang sebelumnya sudah pernah diberikan pada saat bayi. Namun memerlukan pengulangan di usia balita agar efektivitas dan kinerja vaksin pada imun tubuh tetap terjaga. Vaksin booster biasanya dilakukan saat anak berusia 12 - 24 bulan.

Vaksin tambahan adalah vaksin yang direkomendasikan oleh dokter selain vaksin dari imunisasi dasar lengkap. Termasuk di dalamnya adalah vaksin PCV, rotavirus, vaksin influenza, MMR, varisela, japanese enchepalitis (JE), Hib, hepatitis A dan tifoid. 

Banyak banget ya ternyata kebutuhan vaksin ini. Supaya sobat mamak nggak lupa, bisa cek jadwal vaksin / imunisasi yang sudah direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) di bawah ini yaaa. Jadwal ini harus secara aktif dicek oleh ibu dan dikonsultasikan dengan dokter anak agar imunisasi anak dapat maksimal.


Vaksin Aman

Banyak orang yang meragukan keamanan vaksin. Hal ini disebabkan beberapa kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) serta efek yang muncul pasca vaksinasi. Saya termasuk orang yang harus ekstra cek kondisi kesehatan anak sebelum membawa mereka vaksin. Hal ini semata-mata untuk mengurangi kekhawatiran akan efek yang muncul setelah vaksin dilakukan.

Dari webinar ini ada beberapa hal lain yang sering menjadi kekhawatiran para ibu seperti saya, terutama di masa pandemi seperti sekarang. Dalam hal ini dr. Attila memberikan jawaban yang cukup memuaskan dan saya pun semakin yakin bahwa vaksin aman untuk diberikan pada anak.

Berikut beberapa pertanyaan dan jawaban dr.Attila terkait kekhawatiran pada vaksinasi.

Q : Apa yang terjadi bila bayi/balita tidak mendapatkan vaksinasi lengkap?

A : Banyak penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa bayi dan balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak mempunyai kekebalan. Mereka akan mudah tertular penyakit, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak cacat dan kematian.

Q : Bagaimana bila imunisasi terlambat / tidak teratur?

A : Segera lanjutkan imunisasi yang tertunda sesuai jadwal. Bila ragu atau lupa, dapat dianggap belum pernah dan segera diberikan vaksinasi. Interval (jarak waktu) vaksin tidak berubah. Jika ternyata vaksin sudah pernah diberikan sebelumnya dan diberikan kembali, tidak ada bukti pemberian vaksin yang dobel akan merugikan si penerima vaksin yang sudah imun.

Q : Anak sakit, bolehkah menerima vaksin?

A : Anak sakit dengan gejala ringan masih tetap dapat menerima vaksinasi. Misalnya demam yang tidak tinggi, gejala selesma (batuk/pilek) dan diare. Dalam hal ini vaksinasi tidak akan memperparah penyakit anak. Bahkan anak yang sedang minum antibiotik pun tetap dapat divaksin.

Q : Mengapa dapat timbul demam setelah imunisasi?

A : Demam setelah imunisasi adalah reaksi normal. Gejala demam menunjukkan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh dan membentuk antibodi. Pada umumnya reaksi demam akan menghilang dalam 24 - 36 jam. Adapun vaksin dengan risiko demam tinggi yaitu DTwP (difteri, tetanus, whole cell pertusis)  dan campak. Namun pemberian ASI dapat menurunkan risiko demam ini.

Q : Apakah boleh memberikan lebih dari 1 vaksin dalam waktu yang bersamaan?

A : Boleh, dengan melakukan imunisasi di bagian tubuh yang berbeda (misalnya paha / lengan kiri dan kanan) menggunakan alat suntik yang berlainan.

Selain jawaban atas pertanyaan di atas, dr. Attila juga memberikan beberapa tips terkait imunisasi si kecil. Check this out.



Di masa pandemi gini, pastinya agak was was membawa anak untuk divaksin. dr. Attila memaparkan juga hal-hal yang mesti disiapkan saat akan melakukan vaksinasi ke anak. InsyaAllah ibu akan lebih merasa aman membawa anak vaksin.




Untuk meningkatkan cakupan imunisasi, Kemenkes menganjurkan untuk melakukan catch up immunization (imunisasi kejar) dan multiple injection (imunisasi ganda) serta menggunakan vaksin kombinasi.





Kesimpulan

Vaksin sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. Vaksinasi sebagai tanda sayang, tidak hanya pada anak kita namun juga pada lingkungan sekitar. Anak memerlukan imunisasi dasar lengkap, booster dan imunisasi tambahan agar tubuh dapat maksimal terlindungi. Jangan khawatir dengan keamanan vaksin karena sudah teruji dan direkomendasi oleh dokter yang ahli di bidangnya. Segala kekhawatiran terkait dengan pemberian vaksin pada anak dapat dikonsultasikan dengan dokter.

Mengikuti webinar ini semakin memperluas pengetahuan tentang serba serbi vaksin. Jadi besok-besok bisa menginfokan ke ibu-ibu lain yang membutuhkan. Semoga dengan tingginya cakupan vaksinasi, masyarakat semakin terlindungi dari wabah penyakit berbahaya.