Belajar dengan Lagu dari Hoala & Koala

Masa kecil saya dulu adalah masa yang cukup membahagiakan. Salah satu hal paling berkesan yang saya ingat adalah banyaknya lagu anak-anak yang menemani keseharian. Sebut saja lagu dari Susan dan Kak Ria Enes, Trio Kwek Kwek, Enno Lerian, Tasya, Sherina, Joshua dan lagu anak lainnya ciptaan Papa T. Bob, Pak Kasur dan Ibu Sud. Lagu yang saking sering diputar di televisi, sadar atau tidak sadar langsung melekat di kepala saya.

Lagu anak saat itu seperti menjadi salah satu media untuk menanamkan karakter baik pada anak dan menambah wawasan anak. Contohnya saja lagu Trio Kwek Kwek yang berjudul Menabung. 

Bang bing bung, yok, kita ke bank

Bang bing bung, yok, kita nabung

Bang bing bung, hei, jangan dihitung

Tau tau kita nanti dapat untung

Dari judul dan liriknya saja sudah jelas lagu ini mengajarkan anak untuk rajin menabung. Awal saya meminta orangtua untuk membukakan tabungan di bank saat SD bisa jadi karena makna lagu ini sudah masuk ke alam bawah sadar seorang devi kecil kala itu. Saya jadi ingin tau bagaimana cara membuka tabungan di bank daerah yang letaknya tepat di seberang sekolah saya dan menabung uang jajan yang saya sisihkan selain memasukkannya ke celengan.

Ahh,, satu lagi lagu yang sampai saat ini masih saya ingat. Lagu berjudul Katanya yang juga dipopulerkan oleh Trio Kwek Kwek. Liriknya yang memberikan wawasan pengetahuan tentang luar negeri, membuat saya jadi tau kalau Australia itu negara penghasil wol, masyarakat aslinya bersuku Aborigin, bumerang senjata khas daerahnya, serta kangguru hewan yang berasal dari sana.

Bayangkan betapa dahsyatnya pengaruh musik dan lagu pada anak. Bahkan hingga saya dewasa masih mengingat lirik dan pesan yang ada di dalamnya. Mungkin karena saya termasuk orang yang menyukai musik. Tapi... sepertinya semua anak suka musik kan ya? Hanya jenis musiknya saja yang membedakan.

Cukup miris melihat musik anak-anak yang kurang diminati dan berkembang saat ini. Tenggelam oleh musik orang dewasa yang bahkan liriknya saja banyak yang tidak cocok untuk dikonsumsi anak kecil.

Pengaruh Lagu Terhadap Perkembangan Anak

Dari lirik lagu, anak dapat belajar banyak hal dalam tumbuh kembangnya. Lagu anak seperti menjadi elemen yang penting untuk mengikuti perkembangan teknologi. Semakin canggih teknologi idealnya menjadi media yang juga menunjang perkembangan lagu anak untuk memberikan pesan kebaikan di masa-masa awal kehidupan mereka. 

Lagu dan musik memiliki pengaruh terhadap perkembangan anak.

- Membentuk Karakter Anak

Jika dalam liriknya terselip pesan yang baik, lagu tidak hanya sekedar jadi hiburan. Lebih dari itu akan membantu pembentukan karakter anak di masa depan.

- Menjaga fitrah anak sesuai usia

Lagu juga berperan penting agar anak-anak tidak menjadi dewasa sebelum waktunya dengan mendengarkan lagu yang sesuai dengan usianya. Baik melalu jenis musik maupun lirik yang terkandung di dalam sebuah lagu. Maka berikanlah lagu dan musik sesuai dengan usia anak agar fitrah anak untuk belajar hal baik tetap terjaga.

- Membantu perkembangan motorik, bahasa dan sosial anak

Dr. Howard Gardner (1993) dalam penelitiannya membuktikan bahwa musik mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak dan bisa membuat anak pintar bersosialisasi. Lagu dan musik menjadi media yang efektif bagi anak-anak usia 0 - 6 tahun untuk belajar, tidak hanya di PAUD namun juga di rumah dengan bimbingan orangtua tentunya.

Hoala, Koala, dan Lagu Anak Indonesia



Hoala & Koala adalah sepasang sahabat yang gemar bernyanyi. Dua karakter animasi musikal tiga dimensi (3D) ini diciptakan pada akhir tahun 2020 sebagai bentuk keprihatinan CEO PT Amnar Awandi Kazoku, Rendyadi Amnar, atas lesunya industri musik anak di Indonesia.

Perkembangan lagu anak harus mengikuti perkembangan teknologi agar anak tetap memiliki ketertarikan pada lagu anak dibanding dengan konten lain yang tidak sesuai dengan usia mereka. Oleh karenanya animasi 3D Hoala dan Koala diharapkan tetap dapat menyediakan konten lagu sesuai usia anak dengan tetap menyajikan lagu berbahasa Indonesia. Terlebih lagi sejak pandemi interaksi anak dengan gadget cukup tinggi sehingga diperlukan konten positif yang dapat menjadi alternatif pilihan mereka.

Hoala adalah anak perempuan dari keluarga Awandi yang berusia 3 tahun. Meskipun masih kecil, Hoala tergolong anak yang sangat cerdas karena sudah mampu berbicara dengan lancar dan menyanyi dengan merdu.

Sedangkan Koala adalah sahabat Hoala yang bisa berbicara dan berasal dari negeri Mykonos, yang tak lain adalah dunia yang berada dalam buku cerita favorit Hoala.

Kedua karakter ini akan terus mengeluarkan banyak lagu ke depannya. Dengan bentuknya yang 3D karakter Hoala dan Koala akan menjadi karakter yang tak lekang oleh waktu dalam berkontribusi di dunia musik anak Indonesia. 

Selain Hoala & Koala, terdapat sepuluh karakter lain yang digambarkan juga gemar bernyanyi dan merupakan sahabat Hoala & Koala.



- Ayah Amar dan Ibu Nara yang adalah orangtua dari Hoala

- Miss Jeruk, peri baik hati berbentuk jeruk yang berasal dari negeri di atas awan. Ia yang mewujudkan keinginan Hoala untuk memiliki teman yang baik di rumah saat pandemi, juga keinginan lainnya serta mendidik Hoala untuk tumbuh menjadi anak yang baik.

- Rubin, si rubah pemalu yang lebih sering mengintip dari kejauhan dan berbicara tanpa menatap lawan bicaranya

- Lincul, si ular periang yang dibesarkan oleh keluarga kelinci

- Burhan, si burung hantu pesulap

- Bu Aya, guru TK Hoala yang bijaksana, sabar, sangat disayangi murid-muridnya, namun sering teledor

- Serigili, seekor serigala jantan yang baik hati

- Om Pong, si macan yang sangat pemalu karena memiliki gigi yang berbeda dari macan pada umumnya.

- Om Bre, si singa jantan modern yang mewarnai rambutnya seperti layaknya orang Korea. Ia adalah penggemar K-Pop yang sangat lihai dalam menari dan disenangi orang lain karena ramah dan mudah berteman.

Dua belas karakter dalam animasi Hoala & Koala diharapkan dapat menyajikan lagu-lagu yang tidak hanya menghibur anak, namun juga orangtua yang menemani anaknya menonton dan mendengarkan lagu dari Hoala & Koala.

Penggarapan animasi ini dilakukan dengan sangat serius. Terbukti dari banyak musisi internasional yang terlibat dalam pembuatan aransemen musik serta banyak sekali alat musik yang tak lazim digunakan untuk lagu anak yang digunakan seperti saxophone, terompet, double bass, trombon, klarinet, cello, harpa, hingga instrumen etnik asli Indonesia seperti angklung dan gamelan.

Belajar dengan Lagu dari Hoala & Koala

Sejak saya mengetahui adanya animasi ini, praktis langsung saya coba menontonnya bersama anak-anak. Lirik lagunya sederhana namun ada pesan baik yang dapat diterima oleh anak saat mendengarkan lagu. Duh, jadi teringat lagu-lagu anak yang sering saya dengarkan sewaktu kecil dulu. Bedanya hanya bentuknya yang berupa animasi karena mengikuti perkembangan teknologi saat ini.

Anak saya paling suka dengan lagu tentang susu, minuman yang cocok untuk semua umur dan lagu anak kuman Hoala Koala. Pas banget karena mereka paling suka minum susu dan saat ini rada-rada susah disuruh mandi sore sepulang bermain di luar. Eh, jadi curhat :D



Habis pergi, harus segera mandi

Kalau kamu tak mandi, kuman jadi sekompi

Kuman-kuman, dapat kamu hilangkan

Jika kamu basuhkan, badanmu yuk bersihkan!

Kuman-kuman, dapat kamu bersihkan

Dengan segera mandi, setelah kamu pergi.

Musik yang ceria dan lirik lagu yang sederhana membuat anak-anak mudah mencerna pesan di dalamnya sambil tertawa melihat animasi yang ada. Saya aja jadi hafal lirik dan berusaha mengikuti ritme musiknya. Seru bisa menonton konten lagu positif berbahasa Indonesia bersama anak seperti ini. Kalo mau ingetin mandi, bisa banget jadikan konten ini sebagai salah satu media belajar agar anak jadi tau pentingnya mandi untuk kebersihan.

Mau belajar sambil nonton bareng anak, yuk tonton Hoala & Koala aja! Saat ini Hoala & Koala sudah memiliki 5 album dan lebih dari 45 lagu anak-anak baru yang bisa dilihat di Youtube, Spotify hingga iTunes.