Food Blogger Medan : Lengkong Kecil Street Food Bandung


Udah lama rasanya nggak ngebolang sendirian. Padahal pengen banget bisa menjelajah suatu tempat sendiri dan menikmati suasananya. Eh, tetiba dapat kesempatan ke kota Bandung walaupun cuma sehari.



Hmm.. ke Bandung udah beberapa kali. Tapi belum pernah ke tempat-tempat dalam kota yang katanya rame sambil jalan kaki dan pepotoan๐Ÿ˜†. Di kesempatan kali ini, saya mencoba sweet escape dan nggak ikut rombongan rekan sekantor. Saya pengen eksplor kota Bandung di malam hari dan hunting berbagai makanan.

Awalnya bingung mau kemana. Coba cari inspirasi dari medsos dan tentu saja mbah gugel. Bandung memang nggak ada matinya soal kuliner dan fashion. Ke mal? Nggak dulu deh. Tiap ke Bandung dulu mainnya ke mal melulu.

Akhirnya saya tertarik untuk hunting makanan ke jalan Lengkong Kecil yang infonya di sepanjang jalannya penuh dengan pedagang makanan, atau yang dikenal dengan istilah Lengkong Kecil Street Food.

Karena memang niatnya menikmati suasana kota di malam hari, saya memesan ojek motor online dari hotel menuju lokasi.

Seru euy. Nggak pake macet kayak naik taksi. Angin malam kota Bandung yang sejuk begitu membuat saya nyaman. Lampu malam kota yang gemerlap, pengamen yang cukup tertib di pinggiran lampu merah dengan soundsystem dan musik yang apik, ditambah beberapa taman kota yang banyak dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka publik.

Bandung, kota yang bagi saya selalu punya daya tarik untuk dikunjungi. Suasananya bikin rindu. Kulinernya apa lagi, LOL

Sekitar lima belas menit perjalanan, melewati jalan Cihampelas yang membuat ngiler dengan mi kocok bandung, saya pun sampai di jalan yang kelihatan ramai dan banyak lampu serta pedagang di sisi kanan dan kiri jalan.

Ya, jalan Lengkong Kecil namanya. Pasca pandemi, jalan ini mulai banyak dikenal dengan street foodnya. Bagi yang bawa mobil, dijamin susah untuk cari parkiran, terutama saat malam weekend.

Ada apa aja di Jalan Lengkong Kecil ini?

Banyakkkk.. karena street food, pastinya makanan dong. Dari jajanan pasar jadul, kekinian, sampai makanan berat seperti nasi dan temen-temennya.

Ada beberapa tempat nge-grill dan shabu ala Korea. Harganya pun terjangkau buat yang mau rame bareng temen. Kalo sendiri kayak saya kemaren, jatuhnya jadi mahal sih. Dan nggak bakal abis semua. Yang namanya grill grill an mah emang cocoknya rame, kalo sendiri pasti ada yang kurang. Kurang ramah di kantong salah satunya๐Ÿ˜‚



Saya memutuskan untuk berjalan menyusuri jalan sebelum memilih makanan. Sekitar 500 meter sampai 1 kilometer lah kira-kira (lebayyyy๐Ÿ˜‚). Yang jelas target 5000 langkah sehari langsung tercapai dalam beberapa menit, LOL.

Saking banyaknya pilihan, saya sampai bolak balik dari satu tempat ke tempat lainnya. Akhirnya pilihan saya jatuh pada cumi bakar dengan saus lada hitam plus nasi putih. Pengen kerang-kerangan, tapi saya nggak mau perut saya penuh dengan hanya satu makanan. Masih banyak yang ingin saya cicipi di sepanjang jalan Lengkong Kecil tersebut.



Sepiring kecil isi cumi bakar yang bertekstur lembut berpadu dengan saus lada hitam cukup memanjakan lidah. Saya ingin lanjut ke makanan lain yang lebih ringan di perut.



Lagi-lagi menyusuri pedagang yang satu ke pedagang lainnya. Ahh.. rasanya saya pengen makan semuanya. Ada pisang ijo, takoyaki, okonomiyaki, ramen, pasta-pastaan, cimol, dimsum, sushi, pancake Jepang yang fluffy. Semuanya seakan melambai-lambai untuk saya datangi.

Saya pilih pancake yang kayaknya lembut menul menul. Harganya cuma 25ribu udah dapet dua rasa berbeda. Murceeeee... Saya pilih rasa tiramisu dan boba.


Pancake Jepang Fluffy


Niatnya mau untuk dimakan di hotel, jadi pengen hunting makanan lain. Ya Alloh,, mamak kalap ๐Ÿ˜‚. Udah pengen banget beli takoyaki, tapi kok takut nggak abis karena udah banyak makan.


Takoyaki dan Okonomiyaki

Takoyaki

Sosis Balut Roti


Ya udah lah, pengen pulang aja. Siap-siap mau pesen ojek online lagi. Tiba-tiba ngeliat ada gerobak wedang ronde tepat di samping saya berdiri. Auto cancel ojek, langsung pesen ronde๐Ÿ˜‚. Pasalnya saya emang lagi pengen ronde sampai pengen ke Jogja. Di Medan nggak ada euy. Pas banget kannn..


Wedang Ronde 


Saya pun duduk minum wedang ronde yang anget plus makan pancake yang saya beli sebelumnya. Pas banget makan ronde dengan suasana kota Bandung yang sejuk di malam hari.

Alhamdulillah.. Ronde habis, saya memutuskan untuk langsung kembali ke hotel dengan kembali memesan ojek online. Perut sudah kenyang, badan anget kena jahe si ronde, nikmat mana lagi yang saya dustakan? ๐Ÿ™ˆ

Ada beberapa kawasan street food di Bandung. Menurut saya jalan Lengkong Kecil ini patut untuk dicoba. Rame sepanjang jalan namun kendaraan tetap masih teratur.

Yang mau coba kesini, sebaiknya datang mulai jam 5 sore agar tidak terlalu padat dan macet. Terutama yang bawa mobil. Usahakan datang bersama teman agar bisa lebih leluasa mencoba banyak makanan yang ada.

Salam pecinta kuliner...๐Ÿ˜

Atasi Masalah Rambut dengan Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner

 Rambut rontok udah jadi masalah klasik saya sejak bertahun-tahun yang lalu. Tiap selesai menyisir rambut, saya selalu menyatukan rambut-rambut yang jatuh ke lantai atau ngikut di sisir. Biasanya saya puter-puter di atas kain sampai rambut tersebut menyatu menjadi gumpalan yang gampang dibersihkan.

Lelah? Awalnya iya. Tapi karena hingga sekarang belum menemukan solusi, ya udah saya santuy aja. Toh tidak ada tanda-tanda rambut saya menjadi tipis apalagi menuju kebotakan. Duh, amit-amit!

Masalah lain muncul karena belakangan cuaca kota Medan menjadi lebih panas dan gerah dari biasanya. Perubahan iklim global bisa jadi salah satu penyebab. Saya yang berhijab pun merasa sebentar-sebentar keringetan dari badan hingga rambut. Akibatnya rambut saya jadi sering lepek, berminyak dan terasa gatal. Padahal saya rutin keramas dua hari sekali.

Saya jadi kepo dengan hair treatment dari Scarlett. Menggadang produk Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner yang katanya bisa mengurangi rambut rontok dan mengatasi gatal di kulit kepala, akhirnya membuat saya penasaran dan ingin mencoba. FYI, saya masih menggunakan produk facecare dan bodycare Scarlett karena memang sesuka itu dengan sensasi keharumannya. Mudah-mudahan haircare nya juga nggak bikin kecewa.


Tentang Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner

Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner adalah dua produk andalan perawatan rambut dari Scarlett. Diklaim dapat melawan semua masalah rambut, produk ini memiliki banyak manfaat dari kandungan sea salt atau garam laut.

Dari referensi yang saya baca, fungsi dari kandungan sea salt yaitu :

- dapat menyerap minyak berlebih di kulit kepala

- membantu mengatasi penumpukan kotoran yang melekat di kulit

- membantu membuka kutikel rambut sehingga perawatan selanjutnya akan menyerap dengan baik

Manfaat

Dengan kandungan garam lautnya, Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner diklaim memiliki beberapa manfaat sebagai berikut :

- Mengontrol kadar minyak di kulit kepala agar rambut tidak mudah lepek

- Membersihkan kulit kepala dari sel kulit mati atau ketombe

- Menguatkan akar rambut agar rambut tidak mudah rontok

- Memberikan volume pada rambut agar tampak lebih tebal

- Mencegah rambut rontok dan bercabang dengan nutrisi yang diberikan

- Menyehatkan folikel rambut

- Membuat rambut lebih berkilau dan lebih terawat.

Varian, Tekstur dan Aroma

Rangkaian perawatan rambut dari Scarlett ini terdiri dari dua varian produk.

- Yordanian Sea Salt Shampoo dengan tekstur gel berwarna biru transparan. Shampo ini memiliki aroma magnolia yang keharumannya tahan lama. Busa yang dihasilkan juga tidak terlalu banyak sehingga tidak perlu waktu lama untuk membilasnya saat diaplikasikan ke rambut.


- Yordanian Sea Salt Conditioner dengan tekstur cairan yang lebih creamy berwarna pink. Aromanya lembut dan enak banget. Katanya sih wangi evening primrose (bunga sedap malam) yang saya sendiri belum pernah cium langsung si bunga itu. Cobain sendiri aja kalo mau, LOL.


Kemasan

Di awal kemunculannya, produk ini masih menggunakan kemasan berbentuk jar/tabung bulat. Jadi kelihatan cukup ribet harus colek sedikit-sedikit tiap mau pake, khawatir tumpah juga. Namun bukan Scarlett kalau tidak memperhatikan kebutuhan konsumen. Saat ini Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner dikemas dalam botol transparan berukuran 250ml. Tutup flip menjadikannya nggak mudah tumpah dan nyaman dibawa kemana aja.

Di luar kemasan ditempel stiker bertuliskan nama produk, logo khas Scarlett, cara pakai dan ingredientsnya. Tak lupa gambar QR code yang dapat discan untuk melihat kode keamanan dari BPOM di bagian belakang. Di salah satu sisi samping kemasan juga terdapat stiker hologram untuk mengecek keaslian produk serta tanggal produksi dan kadaluwarsa.


Cara Pemakaian

  • Yordanian Sea Salt Shampoo

- Tuangkan shampo secukupnya ke telapak tangan lalu aplikasikan ke akar rambut atau kulit kepala
- Pijat kulit kepala secara lembut dan perlahan
- Bilas hingga bersih.

  • Yordanian Sea Salt Shampoo

- Tuangkan conditioner secukupnya ke telapak tangan. Aplikasikan ke batang rambut
- Usap rata hingga ujung rambut. Hindari pemakaian di akar rambut/kulit kepala
- Diamkan selama beberapa menit hingga meresap (saya cukup 3-5 menit saja)
- Bilas hingga bersih.

Review Jujur Setelah Pemakaian

Saat pemakaian pertama kali, saya langsung suka dengan keharumannya. Kayaknya udah jadi ciri khas produk Scarlett deh masalah aroma ini. Harumnya enak, nggak menyengat. Hidung pun tetap nyaman. Busa yang dihasilkan dari shampo nggak mbleber tapi tetap kelihatan. Saya mencoba praktik ala-ala salon. Saya pijat lembut kulit kepala sendiri sambil menikmati keharuman shamponya. Cakep... jadi betah lama-lama di kamar mandi, LOL.

Setelah membilas rambut dari shampo, saya coba pakai conditioner Yordanian Sea Salt. Teksturnya yang creamy dan lembut di tangan membuat saya ingin main-main dulu, haha.. Pelan-pelan saya usapkan conditioner di telapak tangan ke batang rambut hingga ujung rambut sampai rata. Saya tunggu beberapa menit untuk merasakan kelembutannya meresap ke tiap helai rambut. Lalu saya bilas hingga bersih.

Saya lanjut dengan ide salon ala-ala yang saya buat. Ambil handuk, keringkan rambut, lalu keringkan lagi dengan hairdryer. Lengkap! LOL. 

Rambut saya benar-benar lebih lembut dari biasanya. Keliatan lebih berkilau saat dilihat di cermin dan tentu aja gampang disisir dan diatur. Kayak baru dari salon beneran. Sempat ada kekhawatiran keharuman di rambut yang saya rasakan akan hilang setelah rambut kering. Ternyata masih bertahan hingga 2-3 hari setelahnya.

Pas deket suami, ia juga nanya "Mama baru dari salon ya?". Iya, salon rumah ala Scarlett maksudnya, hehe..



Setelah pemakaian kedua, rambut terasa nggak gampang lepek dan berminyak. Padahal gerahnya hari masih tetap sama dengan sebelumnya. Pakai hijab seharian jadi tetap nyaman. Rambut rontok saya sepertinya juga agak berkurang. Mudah-mudahan bisa jadi solusi masalah rambut saya selama bertahun-tahun. Oiya, shampo dan conditioner ini aman untuk ibu hamil dan menyusui. Namun kurang cocok untuk anak-anak karena disarankan untuk usia di atas 13 tahun.

Belinya Dimana??

Nah, setelah review yang saya tulis, pasti pada penasaran pengen cobain juga Yordanian Sea Salt Shampoo and Conditioner dari Scarlett kan.... Tenang,, kedua produk udah bisa diorder melalui whatsapp dan shopee dengan harga yang cukup terjangkau. Cek aja langsung ke instagram @scarlett_whitening ya.


Belajar dari Film Ngeri Ngeri Sedap

Biasanya saya kurang tertarik menonton film Indonesia. Bukan karena tidak bagus, tapi ceritanya cenderung monoton dan kurang membuat saya tertarik. Itu versi saya ya, mungkin beda menurut orang lain.

Tapi saat saya menonton salah satu film tentang superhero Marvel bulan lalu bersama suami, entah kenapa kami tertarik dengan trailer film Indonesia yang berlatar pemandangan Danau Toba. Pemerannya pun bikin kami penasaran. Maklum, suami penggemar suci alias stand up comedy Indonesia. Jadi dia langsung familiar saat melihat Lolok, Boris Bokir dan Gita Bhebita yang muncul di layar di depan kami.

Akhirnya saat filmnya sudah tayang di bioskop, kami pun tak mau ketinggalan. Kami hanya berharap bisa ketawa sepanjang film ditayangkan. Tak lebih karena budaya dan latarnya mirip dengan tempat kami tinggal di Medan. Kayaknya orang Medan wajib nonton lah ini film.

Ternyata, realita saat menonton di luar ekspektasi. Ini bukan film biasa. Banyak pesan pengasuhan yang bisa kami ambil pelajaran sebagai orangtua. Apalagi suami dibesarkan di kampung yang budayanya tak jauh beda dari yang ada di film.

Ngeri Ngeri Sedap


Ngeri Ngeri Sedap

Film ini disutradarai oleh Bene Dion Rajagukguk. Bergenre komedi dan berlatar suku Batak di daerah Balige, Sumatera Utara. Pemerannya pun tak jauh-jauh dari orang Batak. Ada Arswendy Nasution sebagai Pak Domu, Tika Panggabean sebagai Mak Domu, Boris Bokir Manullang sebagai Domu, Gita Bhebita Butar-Butar sebagai Sarma, Lolox sebagai Gabe dan Indra Jegel sebagai Sahat.

Cerita diawali dengan Pak Domu dan Mak Domu yang ingin ketiga anak laki-lakinya pulang dari perantauan. Namun ketiganya menolak dengan alasan masing-masing. Pak Domu pun mempunyai ide agar anaknya mau pulang. Ia dan istrinya pura-pura akan bercerai.

Ketiga anak mau tak mau harus pulang agar hal itu tidak terjadi. Namun dari kepulangan ketiganya akhirnya penonton tau bahwa ada hubungan yang tidak harmonis antara ketiga anak laki-laki dengan bapaknya. Pun dengan anak boru (perempuan) satu-satunya yang terpaksa membuang cita-citanya dan menjadi PNS menuruti kemauan sang bapak.

Saya yang tinggal di Medan dan sedikit tau tentang budaya Batak, merasa tidak aneh dengan kondisi tersebut. Sudah sering saya dengar hal serupa, terutama di kampung dan kota kecil di Sumatera Utara.

Dalam film ini terlihat sekali adat yang ada di suku Batak. Misalnya ni ya :

- Anak laki-laki pertama adalah penerus marga. Jadi harus menikah dengan perempuan dari suku Batak juga agar adat tetap ada dalam keluarga.
- Anak laki-laki terakhir akan mewarisi rumah keluarga. Karena ia yang akan menjaga orangtuanya di masa tua.
- Anak harus menurut kata-kata bapak sebagai raja dalam keluarga.
- Anak perempuan nggak usah jauh-jauh dari orangtua. Cari kerja yang pasti-pasti aja. PNS pilihan paripurna.

Konflik yang muncul di film ini cukup klasik bagi orang Batak yang biasa tinggal di kampung. Jadi awal-awal banyak objek yang bisa jadi bahan ketawa. Tapi kalo nonton film ini sampai habis, baru terasa pesan yang ingin disampaikan sang sutradara dan bikin penonton asli meneteskan air mata. Saya nggak mau bikin spoiler ah, nonton sendiri aja ya, LOL.

Komedi Keluarga Sarat Pesan Pengasuhan

Beberapa adegan yang dimunculkan di film Ngeri Ngeri Sedap akhirnya menguak beberapa fakta terkait luka pengasuhan yang tertanam pada anak sejak kecil. Luka yang secara sadar ataupun tidak sudah ada karena tidak adanya figur seorang ayah yang berusaha dekat dengan anak laki-lakinya.

Luka pengasuhan ini jika tidak ditangani dengan baik akan terus diturunkan ke generasi selanjutnya. Secara fisik, anak mungkin sukses dengan karir masing-masing. Tapi mereka tidak mau pulang karena merasa lebih nyaman di perantauan.

Sedih banget saat Domu bilang ke adeknya, Sarma, bahwa dia nggak tau cara bersikap dengan adek laki-lakinya. Jadi ngomongnya ketus-ketus terus. Sedangkan ke Sarma dia bisa ngobrol dengan lembut. Itu semua karena bapaknya nggak pernah menunjukkan cara bersikap baik ke anak laki-lakinya. Berbeda dengan ke anak perempuannya.

Tambah sedih saat Sahat yang mengaku tidak menemukan sosok bapak yang mau mendengarkannya bercerita, memahami keinginannya. Alih-alih memaksakan kehendak pada semua anaknya. Setelah merantau ke Jawa, sosok bapak yang dia kagumi malah ada di Pak Pomo yang sama sekali tidak ada hubungan keluarga dengannya.

Begitu juga dengan Gabe yang tidak disukai bapak karena profesinya sebagai pelawak dan Sarma yang mengubur cita-citanya untuk meneruskan ke sekolah masak demi menuruti kata-kata bapaknya dan adat Batak untuk anak perempuan.

Dari konflik yang terjadi, orangtua terutama bapak diajak untuk belajar pengasuhan. Ego pribadi malah akan membuat anak termasuk istri menjauh dan berpotensi mengancam keutuhan keluarga.

Selama nonton film Ngeri Ngeri Sedap, saya banyak ketawa, trus nangis, trus akhirnya hati anget cem ricecooker pake mode warm. Kira-kira begini pesan yang saya bisa tangkap setelah selesai menonton filmnya.

- Anak-anak adalah harta paling berharga untuk orang Batak. Eh, suku lain juga lah pastinya.
- Jadi orangtua harus bisa mendampingi anak, mendengarkan mereka bercerita, dan memahami keinginan mereka. Jangan kayak tokoh Pak Domu yang lebih suka ke lappo tuak daripada membersamai anak-anaknya
- Jadi orangtua nggak boleh berhenti belajar. Zaman itu berkembang, beda pengasuhan dulu dengan pengasuhan zaman sekarang.
- Kalo salah, orangtua juga harus minta maaf walaupun ke anak. Nggak ada istilah orangtua selalu benar.
- Keluarga adalah tempat terbaik untuk kembali.

Sekian review dan belajar dari film Ngeri Ngeri Sedap versi saya. Pesan pengasuhannya bikin hati nyesss.. Apalagi buat orang Batak. Soundtracknya yang diaransemen oleh Viky Sianipar membuat emosi penonton juga makin menjadi. Saya pribadi jadi lebih menikmati lagu Batak yang telah diaransemen ulang oleh Bang Viky.
   


Travel Blogger Medan : Menikmati PSBB di Labuhan Haji

Libur lebaran tahun ini ibarat pelampiasan bagi banyak orang, khususnya di Indonesia. Eitss,, bukan pelampiasan yang berarti negatif. Melainkan pelampiasan untuk bisa menikmati suasana Idul Fitri bersama keluarga setelah sejak dua tahun sebelumnya aktivitas silaturahmi dibatasi. Yah.. demi mengurangi penyebaran virus Covid-19 kita jadi lebih banyak silaturahmi virtual. Karena PSBB, semuanya dibatasi. Kali ini saya dan keluarga ingin menikmati PSBB yang bisa bikin lebih happy dibanding PSBB akibat Covid-19. Hmm.. bingung kan?

Silaturahmi ke Aceh Selatan

Berawal dari percakapan random dengan salah seorang teman yang bingung akan menghabiskan libur lebaran dimana, tercetus daerah sekitar Tapak Tuan yang ternyata menyimpan banyak pesona alam yang dapat dinikmati. 

Akhirnya H-3 lebaran, saya putuskan untuk bersilaturahmi ke daerah Tapak Tuan, Aceh Selatan. Sebenarnya bukan di kota Tapak Tuan, namun 1,5 jam lagi ke arah Meulaboh. Ada sebuah kecamatan bernama Labuhan Haji yang adalah tempat tinggal Cek Di, adik terakhir dari papah saya. Tak jauh dari sana, adik papah satu lagi yang bernama Cek Den juga bertempat tinggal di Kecamatan Manggeng. Keduanya masih termasuk dalam wilayah Aceh Selatan.

Perjalanan ke Aceh Selatan memakan waktu 10 hingga 12 jam. Dari Kota Medan mobil kami melaju ke arah Berastagi-Kabanjahe, lalu melewati daerah Merek, Sidikalang, Pakpak Barat yang daerahnya berliku. Tak jauh dari kota Subulussalam, bertemu jalanan menikung dengan tanjakan dan turunan yang cukup ekstrim. Namun perjalanan dapat dinikmati dengan pemandangan alam saat berada di salah satu puncak Bukit Barisan. Sangat memanjakan mata.

Setelah dua hingga tiga jam melalui jalur tersebut dan memasuki kota Tapak Tuan, mata kembali dimanjakan dengan pemandangan pantai barat Sumatera yang biru dengan deburan ombak yang cukup terdengar jelas. Mengingatkan saya dengan perjalanan ke Sibolga yang sudah lama tidak saya jalani.

Pantai Sawang Biduk Buruak


Pantai yang biasa disingkat masyarakat setempat dengan singkatan PSBB ini sejak awal sangat direkomendasikan oleh teman saya. Sebenarnya banyak tempat wisata yang ingin kami kunjungi. Namun terbatasnya waktu selama disana dan sambutan cuaca yang kurang memungkinkan akhirnya mengurungkan niat tersebut. Dipilihlah beberapa pantai yang tidak terlalu jauh dari Labuhan Haji dan Manggeng.

Tak salah kami memilih PSBB sebagai tujuan. PSBB terletak di Desa Padang Bakau, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Aceh Selatan. Pantai ini sangat tepat menjadi spot melihat matahari terbenam.  Pemandangan yang indah, tak terlalu jauh dari jalan utama, fasilitas yang cukup memadai dan ombak yang tak terlalu besar, membuat anak-anak aman untuk bisa bermain air di sekitar pantai.

Bagi saya yang hanya ingin menikmati aroma laut dan vitamin sea, suasana pantai cukup tenang dan bisa diabadikan dengan apik dari kamera ponsel tanpa filter maksimal, LOL.

Pasir berwarna coklat muda minim karang, bibir pantai yang terbentang sepanjang mata memandang. Ahh.. pantai barat Sumatera memang nggak ada lawan. Pemandangannya juarakkkk!

Fasilitas dan Tiket Masuk

Sebagai tempat wisata yang mulai dilirik, fasilitas di sekitar PSBB cukup memadai. Gubuk untuk disewa mulai banyak, kebersihan pantai cukup terjaga, toilet dan kamar mandi tersedia, hingga mushola kecil untuk sholat. Tiket masuk ke wilayah pantai hanya Rp 5 ribu per orang. Di dalamnya banyak penjual makanan dan minuman dengan harga terjangkau.

Anak ingin berenang di pantai? Nggak usah repot cari baju renang kalo memang lupa bawa dari rumah. Ada beberapa penjual baju untuk berenang, kacamata renang dan pelampung/balon bebek.


Pantai ini dibuka mulai jam 08.00 WIB hingga 18.00 WIB.

Sekitar 2 jam kami menikmati suasana PSBB, kami berencana melanjutkan perjalanan ke pemandian air terjun yang ada di sekitar Tapak Tuan. Nantikan ceritanya di tulisan selanjutnya ya.


Travel Blogger Medan : Trekking Hutan di Bukit Lawang

Bukit Lawang


Bukit Lawang, tempat wisata yang sudah lama tidak saya kunjungi. Sudah hampir 10 tahun sejak terakhir kali kesana bersama keluarga termasuk almarhum mertua yang memang doyan jalan-jalan. Saat kecil saya sering ke Bukit Lawang untuk menginap di hotel Rindu Alam yang cukup hits pada zamannya. Namun tidak pernah menginap lagi sejak bencana banjir bandang yang menghancurkan tempat wisata itu. Katanya oh katanya banyak suara tidak menyenangkan di malam hari sejak kejadian banjir tersebut. Hmm...

Begitulah kalau hutan tidak dijaga. Alam pun menunjukkan taringnya. Pembalakan liar hutan di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) yang menjadi habitat asli hewan-hewan hutan yang belum terjamah manusia. Masih satu wilayah dengan hutan di daerah Tangkahan yang jauh lebih "perawan" dibandingkan Bukit Lawang yang sudah lama menjadi tempat wisata.

Kejadian di akhir tahun 2003 yang meluluhlantakkan kawasan wisata Bahorok (Bukit Lawang dan sekitarnya), menjadi refleksi bagi manusia untuk lebih menjaga hutan. Air bah yang membawa material kayu gelondongan, pasir, lumpur dan bebatuan dari hulu sungai di TNGL menjadi semacam pertanda alam mulai terusik. Kurang lebih 150 orang menjadi korban, baik wisatawan lokal maupun asing.

Banjir Bandang di Bukit Lawang 2003 (sumber : kompasiana)

Kawasan wisata Bukit Lawang perlahan mulai bangkit. Mulai banyak aktivis lingkungan yang peduli pada keberlangsungan hutan untuk makhluk hidup. TNGL sebagai habitat asli sekitar 5 ribuan hewan di dalamnya semakin dijaga. Meskipun Sungai Landak yang terkenal dengan keindahannya dan berada di kawasan wisata Bukit Lawang sempat meluap di akhir tahun 2020, korban jiwa tidak sebanyak sebelumnya.

Saat liburan kemarin saya pun berkesempatan mengajak anak-anak melihat ke dalam hutan. Anggap saja sebagai wisata edukasi agar mereka paham pentingnya merawat hutan dan fungsi hutan bagi makhluk hidup di dalamnya.

Rute Binjai - Bukit Lawang

Bukit Lawang terletak di area Taman Nasional Gunung Leuser, tepatnya di desa perkebunan Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Kami berencana untuk tidak menginap mengingat jarak rumah orangtua saya ke Bukit Lawang kurang lebih hanya 2 jam saja. 

Berangkat jam setengah 8 pagi, kami menyusuri jalan dari kota Binjai ke arah Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat. Namun kami tidak melewati jalan utama yang sering dilalui mobil dan truk-truk besar karena info yang kami terima jalan tersebut rusak parah dan potensial untuk macet panjang. Tidak jauh dari simpang Selesai, kami belok kanan ke arah Tanjung Keriahen mengambil jalur alternatif.

Jalannya tidak terlalu besar, hanya cukup dilalui dua mobil saja. Namun medan jalan aspal yang cukup mulus (hanya beberapa ratus meter yang berbatu), membuat perjalanan kami terasa lancar dan menyenangkan. Melewati perkampungan, perkebunan kelapa sawit dan karet, ahhh... Sumatera sekali rasanya.

Satu setengah jam perjalanan, kami sudah memasuki jalan setapak ke Bukit Lawang di Kecamatan Bahorok. Cuaca saat itu sangat cerah setelah sebelum-sebelumnya Binjai dan Medan diguyur hujan. Namun dari jembatan yang kami lalui, terlihat air sungai berwarna kecoklatan dengan aliran yang cukup deras. Pertanda kemungkinan malam sebelumnya terjadi hujan di daerah gunung dan perbukitan. Bismillah,, mudah-mudahan kondisi air cukup memungkinkan untuk dapat melakukan river tubing atau mengarungi sungai dengan ban.

Bukit Lawang


Akhirnya sekitar jam setengah 10 pagi kami sampai di tujuan. Awalnya kami ingin mengambil tempat di sekitar Ecolodge Bukit Lawang atau Hotel Rindu Alam. Namun karena parkiran mobil penuh saat itu, akhirnya kami menyeberangi jembatan dan mencari gubuk yang banyak disediakan di tepi sungai.



Tiket Masuk dan Sewa Gubuk

Tiket masuk ke daerah wisata Bukit Lawang cukup terjangkau bagi wisatawan lokal. Hanya Rp 5 ribu saja per orang dengan biaya parkir Rp 20 ribu per mobil. Jika ingin menyeberangi jembatan dikenakan biaya Rp 2 ribu lagi per orang. Nggak mahal kan ya?

Yang agak mahal tarif untuk wisatawan asing. Kabarnya dikenakan biaya masuk Rp 150 ribu hingga Rp 225 ribu per orang. Mungkin sekaligus jasa guide untuk memudahkan perjalanan mereka juga.

Tarif tersebut akan berbeda di hari libur, tapi nggak jauh kok bedanya.

Jika ingin menyewa ban untuk tubing di sungai, trekking hutan dan fasilitas lainnya akan dikenakan biaya tambahan.

Fasilitas

Fasilitas yang tersedia di sekitar gubuk cukup memadai. Ada toilet, musholla yang cukup bersih, dan beberapa pedagang makanan yang berjualan di sekitar. Wisawatan yang ingin menginap juga memiliki banyak pilihan penginapan sesuai kondisi kantong.



Trekking Hutan di Bukit Lawang

Sebagai mamak yang masih memiliki jiwa petualang, saya bertanya pada guide yang kami temui tentang jungle tracking atau trekking di dalam hutan. Sebenarnya ini keinginan yang lama terpendam mengingat kondisi dulu belum memungkinkan. Sekarang anak-anak sudah mulai besar dan saya yakin bisa diajak untuk bisa menikmati berjalan di hutan selama beberapa jam dan akhirnya kembali via jalur sungai menggunakan ban.

Dari hasil diskusi akhirnya saya dan suami setuju untuk ikut trekking di hutan dengan didampingi seorang ranger yang sudah biasa membawa wisatawan. Kami membawa serta anak pertama dan kedua kami yang berusia 12 tahun dan 9 tahun, papah dan adik ipar. Info yang kami terima dari ranger, hanya butuh waktu 20 menit untuk bisa sampai ke titik awal tubing dari hutan. Biayanya cukup terjangkau, sekitar Rp 160 ribu per orang. Itu sudah termasuk biaya masuk TNGL hingga tubing.  

Jalur trekking adalah jalan setapak yang biasa dilalui oleh ranger. Kami mulai dari gubuk sekitar jam 12 siang. Menyusuri jalan antara penginapan dan sungai selama kurang lebih 300 meter. Lalu mulai menanjak masuk ke jalur hutan. Dengan perlahan kami mengikuti ranger yang berjalan di depan, berjalan berurutan depan belakang. Anak-anak tetap kami utamakan karena ini pertama kali kami mengajak mereka berjalan di hutan yang medan tanahnya agak licin.

Sebelum berangkat kami sudah memberitahu anak aturan selama di dalam hutan. Mereka pun tidak mengeluh atau rewel selama berjalan. Padahal untuk melangkah naik, tak jarang harus berpegangan pada akar-akar pepohonan yang tinggi menjulang. Malah mereka senang mendapat pengalaman baru selama di hutan.

Sesekali kami berhenti mendengar penjelasan ranger tentang hutan di TNGL dan hewan-hewan yang ada di dalamnya. Kami pun cukup puas bertanya seputar hutan di Bukit Lawang serta flora dan fauna yang kami lihat sepanjang perjalanan. Terdapat 3 titik peristirahatan selama pendakian. Salah satunya tempat yang sering didatangi orang utan liar yang memang penghuni tetap hutan tersebut. 



Suara burung, serangga, orang utan jantan dan betina, siamang, dan banyak hewan lainnya terdengar selama kami berjalan. Buah-buahan hutan tampak berjatuhan berwarna pink keputihan kecil di tanah. Pohon-pohon hutan yang tumbang akibat usia ataupun alam, akar besar yang bisa jadi ayunan, rotan besar yang merambat juga damar yang sering dijadikan tongkat bagi para penyusur hutan. Sungai kecil dengan air yang jernih bak kaca berkilauan. Ahh,,, surga dunia bagi orang kota yang tidak pernah menjelajah hutan seperti kami.


Lalu muncul pertanyaan dari anak :

Ma, kok tinggi kali pohonnya?
Ma, ini buah apa?
Ma, itu suara apa?
Ma, orang utannya tinggal dimana?
Ihhh,,, lucu kali ya ma. Semutnya besar, kalah semut rangrang.
Ma, itu suara tonggeret kan ya?

Dari pertanyaan yang macam-macam hingga si gadis bilang :

Ma, kakak mau pipis? LOL

Bingung kan mau pipis dimana dalam hutan gitu. Akhirnya pipis di bawah pohon tapi ijin dulu, khawatir ada "penghuni" nya yang nggak mau terusik. Tak lupa kami siram dengan air agar tidak bau dan mengganggu, serta mengucapkan terima kasih. Tak masuk akal memang, tapi sebagai muslim saya percaya ada kehidupan lain di dalam hutan yang tetap harus kita hargai dengan tidak berbuat sembarangan.



Kami temui orang utan yang hampir mendekati, lalu naik lagi ke atas pohon. Dilanjutkan dengan anaknya yang muncul bergelantungan di dahan yang lebih tinggi. Sungguh pengalaman tak terlupakan. Akhirnya kami sadar kalau kami sudah berjalan cukup lama. Lebih dari satu jam namun sungai tak kunjung kelihatan. Ahhh... 20 menit si ranger ternyata 2 jam, LOL

Letih sudah melanda. Baju di badan sudah basah karena keringat. Anak-anak bertanya kapan bisa naik ban untuk tubing di sungai. Ahhh.. suara air mulai terdengar. Pertanda mata air su dekat, LOL. Eh, sungai yang kami tuju sudah tak jauh lagi. Namun langkah kami terhenti dengan kehadiran famili monyet berwarna hitam putih dan wajah yang sungguh menggemaskan. Ranger mengarahkan si kakak untuk memberi makanan. Kakak pun menyambut dengan kesenangan.



Kami tak berani berlama-lama karena kawanan monyet lain mulai berdatangan. Sungai pun jadi pelampiasan atas letih yang dirasakan selama berjalan. Ahh... segarnyaaaa... Kami berenang sembari menunggu ban disiapkan. Dapat bonus dua ekor pacat yang menempel di kaki dan tangan suami, untungnya tak sempat mengisap darah saat kami sadari.



Tak lama kami mengarungi sungai dengan ban yang biasa disebut dengan river tubing. Dari segi keamanan, saya nilai masih kurang karena tidak disediakan pelampung untuk dikenakan. Semoga ke depan bisa menjadi perhatian bagi para penyedia jasa tubing agar lebih memperhatikan alat keselamatan.



Lima belas menit di tubing di air terasa menyenangkan. Jeram tidak terlalu terasa karena debit air yang cukup banyak dan menutupi bebatuan. Mungkin lain kali kami bisa mencoba yang lebih menantang, LOL.

Tips Trekking Hutan dengan Anak

- Pakai sepatu gunung (recommended) atau sandal gunung yang nyaman dan tidak licin karena kontur tanah di hutan naik turun 
- Bawa persediaan air yang cukup dan cemilan untuk berjaga-jaga saat anak haus/lapar.
- Bawa pisau/parang untuk memotong dahan/batang pohon yang menghalangi jalan (biasanya ranger selalu sedia ini)
- Pakaian anak sebaiknya cukup tertutup untuk menghindari gigitan serangga hutan
- Ajarkan anak untuk tidak membuang sampah plastik sembarangan
- Ajarkan anak untuk mematuhi aturan dari pemimpin kelompok trekking/ranger selama di hutan.  

Bagi yang suka trekking di hutan, kawasan Bukit Lawang dengan jajaran lahan Taman Nasional Gunung Leuser sangat sayang untuk dilewatkan. Sensasinya sedikit berbeda dari Tangkahan namun tetap menyenangkan. Yok, tunggu apalagi :)

Tips Mengelola THR Anak



Lebaran terbukti membuat dompet mamak tipis. Sebaliknya dompet anak-anak menebal setebal lapisan wafer tango, LOL. Dulu zaman saya masih kecil, THR yang dibagi-bagi paling berupa uang receh seribu, lima ribu, hingga sepuluh ribu rupiah. Itu juga udah senengnya bukan main. Padahal belum tau juga mau dipake buat apa.

Budaya berbagi THR sudah menjadi kebiasaan sejak dulu. Seiring berkembangnya zaman THR pun nilainya semakin besar. Per anak minimal lima belas ribu. Belum lagi yang agak besar bisa mencapai lima puluh dan seratus ribu rupiah. Mamak dan ayah sering terkaget-kaget setelah membantu anak-anak menghitung duit THR mereka.

Jujur,, tahun-tahun sebelumnya THR anak yang disimpan ke saya yang notabene mamak mereka, biasa digunakan untuk membeli sesuatu yang mereka inginkan. Sebagian saya arahkan untuk sedekah dan sisanya untuk bantu uang belanja rumah. Itu saat mereka belum mengerti uang dan peruntukannya. Sekarang mereka udah mulai paham soal uang. Mamaknya nggak bisa sembarangan lagi pake uang THR yang memang hak mereka sepenuhnya untuk menambah uang belanja lagi.

Belakangan muncul meme yang menyebutkan bahwa menyimpan THR ke orangtua adalah investasi bodong. Saya mah senyum aja bacanya. Tapi sebagian orangtua menanggapi dengan cukup serius dan merasa nggak terima. Yah... namanya juga meme. Apa aja bisa dibuat. Kalo dipikirin banget bisa sakit kepala dan sakit hati jadinya, wkwk.

Sebenarnya momen seperti ini bisa dimanfaatkan untuk mengajarkan anak dalam mengelola uang. Anggap aja sebagai literasi finansial sejak kecil agar mereka kelak terbiasa menggunakan uang dengan lebih bijak.

Tips Mengelola THR Anak

Seringnya THR anak serasa menguap entah kemana jika tidak dikelola dengan baik. Apalagi kalo udah dititipkan ke orangtua. Padahal nilai yang cukup lumayan bisa dijadikan tabungan atau aset yang berbentuk dan nilainya pun bisa berkembang.

Agar THR anak bisa awet dan lebih bermanfaat, yuk baca tips mengelola THR anak di bawah ini dengan baik.

1. Beritahu anak mengenai fungsi uang

Uang berfungsi sebagai alat tukar. Jadi uang memang harus dibelanjakan, bukan cuma disimpan dalam kotak kesayangan. Tugas orangtua mengajarkan cara membelanjakan uang THR anak untuk hal yang bermanfaat. 

2. Pisahkan uang THR anak dengan uang belanja keluarga

Kebayang kan kalo uang THR tercampur ama uang belanja, duh bisa bablas menguap tak bersisa. Bagi keluarga yang memang keuangan pas-pasan atau kekurangan ya sah sah saja. Toh untuk kebutuhan anak juga. Namun bagi keluarga yang keuangannya mencukupi, THR anak bisa digunakan murni untuk ditabung atau investasi yang dapat digunakan anak di masa depan.

3. Arahkan untuk membaginya ke beberapa pos utama

Agar lebih terasa manfaat THR sekaligus mengajarkan anak cara bijak untuk mengelola uang yang dimiliki, ajarkan anak untuk menggunakannya ke beberapa pos pengeluaran. 

Pos-pos yang dapat digunakan antara lain :

Pertama, gunakan untuk membeli kebutuhan. Misalnya buku, tas, alat tulis atau sepatu untuk kebutuhan sekolah.

Kedua, gunakan untuk sedekah. Berikan pemahaman pada anak bahwa dalam tiap rejeki yang dikasi Allah (lewat THR salah satunya), ada hak orang lain yang harus disalurkan melalui sedekah.

Ketiga, masukkan ke dalam tabungan. Bisa rekening di bank, celengan, atau belikan emas. Saya pribadi lebih memilih dibelikan emas biar mamak ini nggak khilaf pake uang anak, wkwk. Emas juga nilainya akan naik terus dan kelak dapat dijual untuk kebutuhan sekolah anak.

Kecil-kecil udah diajarkan literasi finansial, mudah-mudahan nanti pas besar udah lebih bijak lagi dalam mengelola keuangan. Ahhh,, mantap!! Nggak bakal ada lagi tuh istilah investasi bodong kalo menitipkan THR ke orangtua, wkwk. Sekian tips mengelola THR anak biar manfaatnya dapat lebih dirasakan dalam jangka panjang.


5 Sajian Khas Saat Lebaran

Lebaran telah usai. Eh, Ramadhannya kapan? Udah duluan dong selesainya. Dan maafkan saya sudah hampir dua bulan tak menyapa di blog ini. Kangen kalian.... (pelukkkkk,,, LOL). Kali ini saya mau berbagi tulisan tentang sajian khas saat lebaran.

Bisa jadi di tiap daerah berbeda. Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu jua (halahhh.... :D) Beberapa kali menjadi anak perantauan, menu yang disajikan saat lebaran ternyata banyak yang sama. Mungkin untuk daerah timur Indonesia agak beda. Namun berhubung saya belum pernah berlebaran disana, bingung juga menuliskannya. Jadi anggap saja tulisan ini berdasarkan pengalaman saya di beberapa tempat yang pernah saya singgahi saat lebaran.

1. Ketupat

Kurang afdhol rasanya kalo lebaran nggak ada ketupat. Bahkan pernak-pernik hiasan lebaran juga berbentuk sarang ketupat. Makanan ketupat terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda berbentuk segi empat. Selanjutnya ketupat dikukus hingga berasnya empuk seperti lontong.
Sumber : travel kompas


Selain beras, ada juga ketupat ketan. Rasanya sedikit berbeda karena ketupat ketan sudah dicampur dengan garam dan ketan telah direndam dengan santan sehingga terasa lebih gurih.

2. Lontong

Makanan khas Indonesia yang satu ini sepertinya menu yang wajib ada juga saat lebaran. Biasanya lontong disajikan dengan kuah sayur lodeh dan berbagai printilannya. Namun bisa juga disajikan dengan kuah kacang atau kuah sate padang. Soal rasa jangan ditanya. Pasti tergantung dengan kuah yang digunakan. Saya pribadi suka semuanya karena memang citarasa masing-masing cukup khas dan unik.
Sumber : kompas


Lontong dan ketupat dengan isian beras memiliki hasil yang sama dari segi tekstur dan rasa. Perbedaan hanya terdapat pada bentuk, dimana lontong biasanya berbentuk tabung sedangkan ketupat berbentuk segi empat.

Lontong sayur khas Medan memiliki printilan yang paling lengkap dari kasta per-lontong-an. Biasanya selain kuah sayur, berbagai menu lain diletakkan di piring yang sudah berisi lontong sebelum disiram kuah. Sebut saja sambal teri kacang, sambal telur, rendang daging/ayam goreng, tauco, kerupuk dan serundeng (semacam kelapa parut goreng yang rasanya manis). Lumayan ribet mempersiapkannya, tapi hasilnya cukup membuat yang masak dan yang makan puas dan kenyang tentunya.

Sumber : aneka resep masakan

3. Rendang

Masakan yang berasal dari Minangkabau ini disebut-sebut sebagai salah satu makanan paling enak di dunia. Terbukti pada tahun 2011 rendang pernah dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama daftar World's 50 Most Delicious Food versi CNN International. Proses memasak yang cukup lama agar daging empuk dan bumbu meresap hingga ke dalam, membuat rendang dapat bertahan selama berminggu-minggu. Jangan heran jika selama satu hingga dua minggu lebaran, rumah masih penuh dengan kehangatan karena masih banyak rendang yang dipanaskan selama berhari-hari. LOL.
Sumber : travistory

4. Opor

Opor biasanya juga dikenal dengan sebutan gulai. Masakan yang khas dengan kuah santan kental berwarna kuning atau putih ini cukup sering disajikan sebagai menu lebaran. Rempah yang digunakan semakin menambah kenikmatan opor ayam atau sapi dengan citarasa khas Indonesia.

Sumber : piknikdong

5. Roti Jala

Sajian satu ini dikenal di masyarakat Riau. Namun juga terkenal di kota tempat tinggal saya, Medan. Terbuat dari adonan tepung terigu, dengan atau tanpa telur, dan dimasak di atas teflon berbentuk jaring seperti jala lalu dilipat. Sekilas mirip adonan pancake tipis. Roti jala sangat lezat dimakan dengan kuah kari ayam atau kari sapi. Kalo anak saya lebih suka makan roti jala dengan taburan gula pasir yang manis.

Sumber : kompas


Lima sajian tersebut mungkin tersedia saat hari biasa. Namun lebaran tanpa salah satu atau salah duanya pasti akan terasa kurang. Yuk yuk cerita, lebaran kamu ada makanan apa aja?

Food Blogger Medan : Bolu Charcoal Pertama Medan


Bagi penyuka berbagai makanan seperti saya, pasti akan selalu tertarik jika mendengar atau melihat tempat makan atau toko makanan baru. Ingin hati langsung mencicipi dan menilai makanan yang ditawarkan. Apalagi jika produknya spesifik seperti bolu atau cake yang bisa menjadi oleh-oleh untuk dibawa saat mengunjungi kerabat.

Persis minggu lalu saat saya pulang dari kantor menuju rumah. Seperti biasa saya melewati jalan sekitar daerah Babura, Medan. Tepatnya di Jalan K.H. Wahid Hasyim No.46, pandangan saya jatuh pada papan bertuliskan Bolu Charcoal Medan di atas sebuah rumah yang tampaknya dijadikan toko baru. Istilah charcoal mengingatkan saya pada produk pembersih wajah, LOL.

Setau saya kata charcoal jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia artinya arang. Cemana pulak arang dijadikan makanan, ya kan? Keluar medan saya jadinya. LOL

Charcoal dan Manfaatnya

Bubuk arang (charcoal powder) selama ini cukup sering digunakan sebagai bahan alami untuk memberikan warna hitam pada berbagai produk makanan seperti bolu, mie, es krim dan lainnya. Biasanya arang ini terbuat dari bambu, kayu, dan kulit gandum. Bubuk arang tidak mempengaruhi rasa, tekstur dan aroma makanan. Namun untuk warna hitam pekat bisa jadi lebih menarik bagi para food lovers untuk mencicipi makanannya.

Dari hasil penelusuran saya di beberapa artikel, berikut manfaat charcoal bagi kesehatan :

- sebagai penawar racun yang masuk dalam tubuh

- mengatasi diare

- mengatasi perut kembung

- menurunkan kadar kolesterol

- melancarkan peredaran darah

- melancarkan saluran pencernaan

Akhirnya setelah beberapa lama saya bisa menemukan bolu arang pertama di kota Medan. Pantas rasanya jika dikatakan kota Medan tak mau ketinggalan untuk tetap mempertahankan brandingnya sebagai salah satu kota kuliner terbesar di Indonesia.

Bolu Charcoal Medan, Bolu Arang Pertama di Kota Medan

Penasaran dengan bolu arang, saya pun mampir ke tokonya. Ternyata baru akan soft opening tanggal 26 Maret 2022. Jadi belum terlalu rame isi tokonya. Meski begitu tetap ada enam varian rasa bolu yang bisa saya pilih berdasarkan topping dan filling di dalamnya. Dasar bolu adalah bolu vanilla lembut yang dicampur bubuk charcoal. Semua varian memiliki topping melimpah. Berikut varian Bolu Charcoal Medan.


1. Chocolate Sweetie Roll dengan topping parutan coklat yang melimpah ruah dan filling coklat crunchy.

2. Cheese Gold Premium dengan topping keju parut premium dan filling keju yang super lumer. 

3. Chocomaltine Crunchy dengan topping ceres dan filling chocomaltine crunchy.

4. Srikaya Sweet Jam dengan topping keju yang melimpah dan filling srikaya premium yang lumer

5. Hazelnut Roasted dengan topping hazelnut dengan citarasa unik dan topping crackers.

6. Blueberry Tropical dengan topping keju dan blueberry dan filling blueberry yang manis.

Dengan tekstur lembut, rasa yang enak dan manfaat yang baik untuk kesehatan, bolu charcoal medan menjadi oleh-oleh tepat untuk dibawa saat mengunjungi keluarga. Dibandrol dengan harga Rp 50 ribu - Rp 55 ribu, bolu ini se-worthed itu untuk dicicipi bersama.  

Buat foodlovers yang ingin mencoba bolu arang pertama di Medan, udah bisa langsung ke outlet Bolu Charcoal Medan ya. Bisa pesen lewat Go-Food dan Grabfood juga. Untuk promo atau varian yang ada bisa intip di instagram @bolucharcoalmedan.

Bolu Charcoal Medan

๐Ÿ“Œ Jalan Wahid Hasyim No.46 (simpang Sei Petani)

๐Ÿ• Jam Buka Toko : 10.00 WIB s.d 20.00 WIB

Review Scarlett Brightly Essence Toner

 Minggu lalu saya bertemu dengan teman jadul sejak kerja sebagai auditor dulu. Kurang lebih 13 tahun tidak bertemu, kami ngobrol cukup panjang ngalor ngidul. Mulai dari pekerjaan, keluarga, dan perasaan lainnya.

Hingga pada satu waktu dia nanya :

"Dev, muka lu kok putihan sih?"

"Masa sih?" (trus langsung mesem-mesem :D)

"Iya beneran lho. Dulu muka lu kusam dan jerawatan." ๐Ÿ˜

Saya langsung mikir. Saya yang hampir nggak pernah pake make up bisa dapet pujian kayak gitu tu rasanya gimanaaaa banget. Nggak mungkin kan saya jawab "Cuma pake air wudhu kok..." (langsung ditimpuk netijen, LOL). Dulu saya akui nggak pernah merawat wajah. Cuci muka pun cuma pakai sabun mandi. Kebayang kan kulit wajah saya yang kayaknya pengen teriak minta diperhatikan. Sampai pernah muncul jerawat kecil di hampir seluruh bagian wajah saya hingga membuat saya sangat tidak nyaman.

Akhirnya saya lebih memperhatikan perawatan wajah. Karena saya memang kurang suka make up, saya memilih untuk merawat kulit wajah agar tetap enak dilihat. Nggak perlu putih banget karena kulit saya dasarnya cukup eksotis (a.k.a sawo matang), jadi saya lebih suka memilih produk yang dapat menyesuaikan tone kulit saya sebenarnya.

Rangkaian produk Scarlett menjadi salah satu pendukung wajah saya terlihat lebih cerah dan sehat. Saya sudah beberapa kali membuat review produk skincare dan face care dari Scarlett. Dengan pemakaian rutin dan kulit saya yang cenderung tidak sensitif, hasilnya pelan-pelan mulai terlihat dan saya cukup puas. 

Kali ini, saya akan kembali me-review produk Scarlett yang sudah saya coba juga. Tepatnya Brightly Essence Toner. Sekilas saya berpikir essence dan serum itu sama saja. Ternyata fungsinya berbeda dan sebaiknya kedua produk ini diaplikasikan untuk memperoleh hasil yang maksimal.


Beda Essence dan Serum

Walaupun essence dan serum sama-sama berbahan dasar air dan dapat melembabkan, menghaluskan dan meratakan warna kulit wajah, namun ternyata keduanya berbeda lho. Apa aja sih bedanya?

- Tekstur : essence bertekstur lebih encer dan ringan sedangkan serum lebih kental dan pekat. Essence bisa dibilang adalah gabungan toner dengan serum.

- Fungsi : Essence memiliki fungsi utama untuk membantu penyerapan produk skincare yang dipakai setelahnya. Sedangkan serum berfungsi untuk mengatasi masalah kulit yang terjadi, misalnya kulit kering atau warna tone kulit yang tidak rata. Essence dapat digunakan sebelum menggunakan serum agar serum dapat terserap dengan baik hingga ke dalam lapisan kulit.

- Cara pakai : Beberapa produsen produk kecantikan menganjurkan untuk menggunakan essence terlebih dahulu. Setelah meresap ke dalam kulit lalu saatnya serum digunakan.

Essence toner dari Scarlett dibedakan menjadi dua sesuai dengan jenis kulit pengguna. Acne Essence Toner dengan kemasan berwarna ungu dan Brightly Essence Toner dengan kemasan berwarna pink. Dari namanya tentu saja kita langsung bisa tau bahwa yang ungu untuk jenis kulit berjerawat sedangkan yang pink untuk jenis kulit normal.



Review Scarlett Brightly Essence Toner

1. Kemasan

Brightly Essence Toner dari Scarlett dikemas dalam kotak berwarna putih di sisi depan dan belakang serta pink di sisi kanan dan kirinya. Setiap sisi berisi informasi terkait produk seperti kandungan (ingredients), cara penggunaan, hologram tanda keaslian dan nomor registrasi BPOM.


Dalam kotak terdapat botol transparan berisi cairan essence sebanyak 100ml dengan butiran kecil yang infonya adalah niacinamide. Jika biasanya saya agak takut menuang toner karena takut kebanyakan, hal ini tidak terjadi saat saya menggunakan produk ini. Kemasan botol Brightly Essence Toner dengan tutup plastik yang juga transparan dan pump di bagian kepala, memudahkan saya untuk menuang cairan di dalamnya. Nggak perlu takut tumpah dan kebanyakan. Gampang juga untuk dibawa kemana aja.


2. Tekstur/aroma

Seperti essence pada umumnya, Scarlett Brightly Essence Toner memiliki tekstur yang encer dan ringan. Mirip seperti cairan toner. Essence ini juga memiliki aroma anggur yang cukup terasa namun tidak terlalu menyengat. Sepertinya berasal dari kandungan air anggur yang ada di dalamnya. 


3. Kandungan

Essence ini mengandung beberapa bahan aktif utama, yaitu vitamin C alami, glutathione, witch hazel extract, jeju propolis extract, allantoin, niacinamide dan grape water.

4. Manfaat

Kandungan bahan aktif utama yang ada dalam Scarlett Brightly Essence Toner diklaim memiliki manfaat antara lain :

- Vitamin C : dapat meningkatkan produksi kolagen

- Glutathione : berfungsi untuk membuat kulit tampak lebih cerah

- Witch hazel extract : berfungsi membantu meredakan peradangan dan mengencangkan pori-pori

- Jeju propolis extract : berfungsi untuk meregenerasi kulit dan membuat tekstur kulit menjadi lebih halus dan kenyal

- Allantoin : berfungsi untuk melembabkan, menenangkan dan memiliki sifat anti iritasi

- Niacinamide : membantu meminimalkan pori-pori yang membesar

- Grape water : berfungsi melembabkan, menenangkan dan menyegarkan kulit.

Cara Pemakaian

Gampang banget ini mah. Tinggal tekan pump untuk mengeluarkan cairan essence dari dalam botol. Pemakaian essence disarankan secukupnya saja untuk mempercepat dan mempermudah penyerapan bahan-bahan aktif yang terkandung di dalamnya ke lapisan kulit terdalam.

Ada juga yang menggunakan kapas sebelum diaplikasikan ke wajah. Namun saya pribadi lebih suka menuang essence ke telapak tangan dan menepuk-nepuknya langsung ke wajah secara perlahan. Rasanya lebih segar gimanaaa gitu, hehe..

Kalian mau coba juga? Udah banyak dijual sih produk Scarlett ini di pasaran. Tapi untuk menjamin keaslian produk, saya sarankan untuk langsung order melalui link official shop Scarlett. Kita juga nggak perlu khawatir pada keamanan dalam pengemasan dan pengiriman.