Belajar Parenting dari Abah Ihsan

Mak mak, devi pengen undang Abah Ihsan ke Binjai. 

Ih, siapa tu mak? Nggak pernah dengerlah aku.

Itu pakar parenting nasional, udah cukup terkenal sering isi seminar parenting dimana-mana. Ada channel yutub ama IG nya jugak lhoooo...

Aku pernah dengar Aisyah Dahlan, Elly Risman. Abah Ihsan baru ini denger dari kau.

------

Setidaknya itu sepenggal percakapan saya dengan beberapa orang teman di Kota Binjai. Kota tempat saya dilahirkan dan dibesarkan, kota tempat suami saya bekerja mencari nafkah sebagai aparatur sipil negara. Ingat video viral yang diakhiri dengan "Salam dari Binjai!" ? Ya, kira-kira Binjai itulah maksudnya, LOL.

Sejak tahun lalu, saya memang punya niat untuk sedikit berbagi ilmu, memberikan fasilitas belajar bagi anak-anak dan orangtua yang ada di sana. Pasalnya hati saya miris setelah mendengar kondisi banyak anak di Kota Binjai yang sudah terpapar narkoba, pacaran berujung seks di luar nikah, bullying dan pornografi. Bukan berarti saya sudah lebih baik dan pintar, minimal saya juga belajar peduli dan empati tentang kondisi yang terjadi di sekitar.

"Berbagi ilmu nggak harus nunggu pinter dulu, saat ada kesempatan langsung aja laksanakan."

Namun kesempatan itu tak kunjung datang dengan kesibukan yang saya lakoni sebagai ibu bekerja. Dimana hari libur masih saya maksimalkan untuk bercengkerama dengan anak-anak di rumah. Hingga akhirnya tim Mommies Project Medan menghubungi saya dan menginfokan Abah Ihsan akan roadshow keliling Sumut untuk berbagi ilmu.

Tawaran itu sebenarnya nggak datang gitu aja. Saya pernah bekerjasama dengan tim Mommies Project dalam event Pesantren Kilat Ramadhan bulan April lalu. Oiya, mungkin pada nanya tentang Mommies Project Medan. Itu adalah kumpulan emak-emak yang peduli pada pengasuhan anak dan selalu ingin berbagi. Niat berbagi ilmu sering dilakukan dengan cara membuat event untuk anak-anak. 

Salah satunya Kamus Kecil yang sering diagendakan setiap bulan. Anggotanya cuma 4 orang, tapi event yang mereka kerjakan sejauh ini bisa dikatakan cukup sukses dilaksanakan. Salah satunya PSPA, Program Sekolah Pengasuhan Anak yang mengundang Abah Ihsan ke Kota Medan.

Oke, balik ke tawaran buat event untuk roadshow. Awalnya tim Mommies Project menawarkan untuk diadakan di kantor tempat saya bekerja. Qadarulloh, kurang direspon oleh pengurus ikatan para istri karyawan. Mungkin karena sudah adanya agenda tertentu yang mereka jadwalkan.

Namun hati saya tetap ingin memfasilitasi banyak orangtua untuk belajar bareng Abah. Lalu saya teringat dengan niat saya tahun lalu. Mungkin ini saatnya saya realisasikan. Bismillah, saya putuskan untuk mengundang Abah dalam event yang saya gawangi bersama tim Dharma Wanita Badan Kepegawaian Daerah (DW BKD) Kota Binjai, kantor tempat suami saya mencari nafkah.


Tentang Abah Ihsan

Bernama lengkap Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari, pria yang sering dipanggil Abah Ihsan ini mulai dikenal setelah sering menjadi pembicara seminar parenting di lebih dari 100 kota di Indonesia. 

Beliau juga penulis 14 buku parenting dan pendidikan anak yang best seller. Saat ini menjabat sebagai Direktur Auladi Parenting School dan National Master Trainer Sekolah Orangtua PSPA (Program Sekolah Pengasuhan Anak) yang sering diadakan di berbagai kota.

Saya pribadi mulai tau tentang Abah Ihsan sudah cukup lama dari seringnya baca di website dan media sosial. Lalu pernah juga membeli salah satu buku parenting dan buku anak yang ditulis beliau. Beberapa tulisannya sering mengena dan jadi bahan pembelajaran saya dalam mendidik anak.

Belajar Parenting dari Abah Ihsan


Setelah persiapan selama kurang lebih sebulan, akhirnya tanggal 22 Juli 2022 seminar bertajuk Binjai Parenting Talkshow : Menjalin Kedekatan dengan Anak, Tantangan Pengasuhan di Era Digital dapat terlaksana. Target peserta sebanyak 50 orang pun alhamdulillah terlampaui, yang terdiri dari Ibu-Ibu Dharma Wanita BKD dan beberapa instansi pemerintah Kota Binjai, serta bapak ibu warga Binjai yang peduli pada pengasuhan anak dan semangat belajar.

Eh, ada bapak-bapak nya juga ternyata. Bapack hebat peduli pengasuhan anak, #eakkkk

Acara dimulai jam 9 pagi. Saya sempat ngobrol beberapa waktu dengan Abah sebelum acara dimulai dan curcol tentang anak saya yang gagal masuk pesantren. Beberapa nasihat, pendapat dan saran dari Abah cukup bisa membuat hati saya lebih lega bahkan bersyukur dengan kondisi yang ada. Semua yang terjadi jika kita ambil positifnya, insyaAllah yang datang hanya rasa syukur bukan?

Agak telat 10 menit, MC mulai membuka acara dengan lagu Indonesia Raya, sambutan dari perwakilan Kepala BKD Kota Binjai dan Ketua DW BKD Kota Binjai, serta doa agar acara berjalan lancar. Lalu tibalah saat Abah Ihsan mengambil alih panggung selama kurang lebih 3 jam ke depan.


Saya yang sudah tau kualitas Abah dalam menguasai panggung insyaAllah tidak khawatir dengan kondisi selama acara. Saya hanya berharap semua peserta yang hadir dapat mengambil banyak ilmu dari apa yang Abah sampaikan dan menerapkannya minimal di keluarga masing-masing. Sehingga mereka tidak menyesal telah mengeluarkan biaya dan menyisihkan waktu untuk belajar di acara tersebut.

Pesan Abah Ihsan pada Orangtua

Tiga jam mendengarkan dan berinteraksi dengan Abah Ihsan seakan nggak terasa. Tiba-tiba udah selesai aja. Abah hampir selalu mengajak orangtua aktif menjawab pertanyaan. Sepanjang Abah menjelaskan, yang ada banyak bikin peserta ketawa. Kadang ketawa miris, karena yang dibilang Abah adalah kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan orangtua kebanyakan saat ini. Ditampar tapi sambil ketawa, lah gimana ini? LOL.


Ketawa bukan sembarang ketawa. Apa yang dijelaskan Abah insyaAllah ada banyak pelajaran di dalamnya. Terutama pelajaran untuk jadi orangtua zaman now yang menghadapi tantangan digital saat ini.

Jadi orangtua nggak boleh jaim

Biasanya yang jaim itu sosok ayah. Banyak ayah yang nggak mau mengajak anak bermain dan ngobrol. Nggak membiasakan berinteraksi dengan anaknya. Istilah kerennya jaga image. Biasakan bermain dengan anak, walaupun ayah harus jadi kuda-kudaan, ayah harus pura-pura bermain peran. Anak akan merasa orangtua bisa jadi teman.

Ayah dan Ibu Terlibat

Menurut Abah, seharusnya ayah dan ibu sama-sama terlibat dalam mendidik anak. Jadi nggak ada cerita ayah cuma mencari nafkah tanpa mendidik anaknya juga. Malah dalam Al Qur'an, sosok ayah yang seharusnya lebih banyak mengajarkan anak tentang tauhid.

"Hai anakku, dirikanlah shalat dan (suruhlah) manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh) Allah." (QS Luqman : 17)

Capek dong, udah cari nafkah tapi mendidik anak juga?

Ya memang harus capek. Kalo nggak mau capek, ya nggak usah punya anak >> kata Abah. Mending capek sekarang daripada capeknya setelah anak dewasa. Mending nangis sekarang daripada nangisnya setelah anak sudah jauh dari kita. Orangtua wajib menyediakan waktu untuk anak, bukan menyisakan waktu. Orangtua yang cerdas akan memilih capek di depan saat anaknya masih kecil, bukan di belakang saat anak-anak sudah besar.

Disiplin Belajar

Orangtua harus terus belajar untuk mendidik anak. Salah satunya dengan ikut kelas parenting yang agak berbeda dari belajar dari mbah gugel. Takut informasi yang didapat sepotong-sepotong, akhirnya niat belajar bisa membuat orangtua demotivasi karena merasa nggak mampu jadi orangtua yang baik. 

Lalu, kenapa sih harus belajar parenting?

- Agar adaptif dengan perubahan zaman

Kalo dulu tahun 90an ke bawah anak dibiarkan menonton tv seharian, orangtua tidak terlalu khawatir. Paling cuma nonton TVRI yang isinya banyak mendidik. Kalopun ada drama luar negeri, paling adanya drama Oshin, LOL. Dimana semuanya tidak berbahaya untuk mental anak. Akses internet juga nggak ada, informasi untuk anak terbatas. Taunya ya cuma yang diajarkan orangtua aja, orangtua nggak punya kompetitor lain.

Zaman berkembang, internet berkembang dan membuka informasi seluas-luasnya untuk diakses siapa saja termasuk anak. Bayangkan kalo orangtua nggak mau belajar dan membiarkan anak mengikuti perkembangan zaman termasuk sisi negatifnya? Ambyar markonahhhh... Pendampingan orangtua sangat diperlukan pada zaman ini agar anak tidak bablas mengakses informasi yang belum sesuai dengan usianya.

- Agar nggak celaka

Orangtua yang nggak mau belajar, maka harus bersiap-siap untuk celaka. Bisa di dunia, bisa juga di akhirat. Contohnya memberi gadget pada anak yang diibaratkan membiarkan anak membawa kendaraan sendiri di usianya yang belum matang. Kemungkinannya cuma dua, anak yang celaka atau orang lain yang celaka. Dengan belajar, akan membantu orangtua mengarahkan anak mana yang baik dan sebaliknya.

Terapkan Program 1821

Program ini berarti orangtua dan anak harus memiliki waktu bersama dari jam 18.00 hingga jam 21.00. Kurang lebih 3 jam ini jika diterapkan setiap hari dan konsisten, maka hubungan orangtua dan anak akan lebih dekat. Interaksi dan komunikasi bisa dimaksimalkan. Kalo nggak bisa 3 jam, minimal 1 jam sudah cukup asal konsisten.

Ngapain aja 3 jam? Banyakkk.. bisa dirangkum menjadi 3B.

1. Bermain >> main apa aja. Bisa main kuda-kudaan, main peran, tebak-tebakan, sampai hal-hal lucu yang bisa dilakukan bersama. Inget ya, ayah nggak boleh jaim.

2. Bicara >> bahasa enaknya ngobrol. Ngobrol apa aja bisa. Yang nggak penting dan ringan malah bisa buat lebih nyaman. Hindari percakapan satu arah dan cenderung menasihati. Cobalah memahami apa yang disukai anak agar ngobrolnya enak.

3. Belajar >> sediakan majelis ilmu di rumah. Misalnya, orangtua bisa berkisah tentang Nabi untuk menguatkan tauhid, baca buku bersama, atau membersamai anak mengerjakan tugas sekolah.

Khusus untuk ibu yang bekerja di luar, seusai jam kerja harus sediakan waktu untuk membersamai anak. Urusan rumah dan beres-beres lebih baik diserahkan pada orang lain, misalnya ART untuk rumah atau abang gofut untuk urusan makanan.

Akhirnya waktu tiga jam bersama Abah Ihsan sambil ketawa-ketiwi penuh makna berakhir. Dari mimik para peserta insyaAllah terlihat senang sekali mengikuti seminar di hari itu. Beberapa testimoni saya dapatkan secara langsung melalui orang yang mendatangi saya dan via whatsapp. Bahkan ada yang bertanya bagaimana cara mengundang Abah ke Binjai lagi komunitasnya.

MasyaAllah,, alhamdulillah. Semoga belajar parenting dari Abah Ihsan kali ini bisa jadi wasilah banyak orangtua yang berusaha lebih baik mendidik anaknya. Agar generasi masa depan bangsa Indonesia menjadi kuat, tangguh, percaya diri dan bisa bermanfaat bagi generasi selanjutnya.


PS : tulisan ini semata-mata sebagai catatan pribadi untuk bisa dimuroja'ah kapan saja saya mau. Semoga ilmu yang saya dapat bisa bermanfaat juga bagi pembaca.



Pengalaman Tes STIFIn Anak

Keinginan mengikutkan anak tes STIFIn sebenarnya sudah ada sejak lama. Tujuan awalnya adalah mengetahui karakter yang ada pada anak kedua, yang sering saya sebut dengan si tengah. Si tengah yang sering membuat saya dan suami mengelus dada dengan tingkahnya. Sebentar kesal, marah, tapi sebentar kemudian bisa membuat kami tertawa bahkan bangga dengan pencapaian yang dilakukannya.

Saya percaya tidak ada anak yang dilahirkan nakal. Tidak ada anak yang dilahirkan bodoh. Yang ada adalah orangtua yang kurang paham. Anak ibarat kertas putih yang tergantung orangtuanya mau menulis apa di atasnya. Jika diajarkan yang baik, maka anak akan ikut baik. Sebaliknya, jika diajarkan hal tidak baik, anak pun akan ikut tidak baik.

Namun anak juga dilahirkan dengan sifat, karakter dan bakat tertentu. Bawaan gen katanya. Tugas dan tanggung jawab orangtua untuk mengarahkan karakter dan bakat mereka agar sesuai dengan fitrahnya dan memaksimalkan peran yang ada pada diri mereka masing-masing.

Bagaimana jika orangtua merasa sudah mendidik dengan baik namun masih belum bisa klop dengan anak? Lagi-lagi orangtua harus belajar.

Setidaknya hal itu yang akhirnya membuat saya membuat saya melakukan tes STIFin pada ketiga anak saya. Disclaimer, beberapa pakar parenting berpendapat tes ini tidak perlu dilakukan. Jika pun dilakukan, hasilnya tidak bisa jadi patokan 100% dalam menentukan pola terbaik mengasuh anak.

Tentang Tes STIFIn



Dari websitenya disebutkan tes STIFIn adalah sebuah konsep yang digunakan untuk mengidentifikasi mesin kecerdasan (MK) manusia berdasarkan sistem operasi otak yang dominan dan dapat diketahui dengan memindai sidik jari.

Metode STIFIn sendiri disusun dari berbagai teori psikologi, neurosains, dan ilmu sumber daya manusia yang dapat membantu mengenali dan memahami karakter dan kepribadian setiap manusia. Metode ini diperkenalkan oleh Farid Poniman, seorang Master Trainer dan Senior Consultant dalam pengembangan Sumber Daya Manusia yang juga adalah salah satu penulis buku Kubik Leadership.

Sesuai dengan namanya, terdapat lima mesin kecerdasan pada manusia, yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling dan Insting. Setiap karakter kepribadian dapat dibagi menjadi dua kemudi kecerdasan (motivasi) yaitu introvert dan extrovert, kecuali insting. Mesin kecerdasan yang dikombinasikan dengan kemudi kecerdasan disebut sebagai personality genetik yang terdiri dari Si, Se, Ti, Te, Ii, Fi, Fe, dan In.

Strata Genetik STIFIn


Menurut metode STIFIn, tingkatan faktor genetik yang mempengaruhi kepribadian seseorang bisa diurutkan menjadi :

1. Jenis Kelamin : laki-laki dan perempuan

2. Mesin Kecerdasan : dibagi menjadi 5 bagian belahan otak, yaitu Sensing (limbik kiri), Thinking (neokorteks kiri), Intuiting (neokorteks kanan), Feeling (limbik kanan), dan Insting (otak bagian tengah).

3. Kemudi Kecerdasan : lapisan otak yang mengemudikan respon dari tiap MK (introvert dan extrovert).

4. Kapasitas Otak : dari hasil tes IQ

5. Golongan Darah : O, A, AB, B

Lebih lanjut tentang STIFIn bisa dibaca di webnya langsung. Di tulisan ini saya hanya ingin menuliskan pengalaman pribadi mengikutkan anak saya tes ini dan penjelasan terkait mesin kecerdasan pada ketiga anak saya.

Hasil Tes STIFIn  Rainami

Biar nggak penasaran, saya mengikutkan ketiga anak saya untuk tes STIFIn. Kebetulan tes dilakukan di TK si sulung yang jaraknya cukup dekat dengan rumah kami. Biayanya cukup menguras isi dompet, Rp 500ribu per orang. Tapi karena memang sudah niat dan anggap saja ditabung selama 10 tahun sejak niat tes STIFIn muncul, bismillah semoga bisa jadi salah satu ikhtiar saya dalam mengarahkan anak-anak sesuai kecerdasan dominan yang ada di diri masing-masing.

Hasilnya, Raihan memiliki tipe kecerdasan Se (Sensing Extrovert), Nada dan Silmi memiliki tipe kecerdasan Ti (Thinking Introvert). Saya diberi penjelasan tentang arti dari masing-masing hasil tes. Raihan yang memang jago dalam menghafal dan cenderung boros, insyaAllah cocok diarahkan ke sekolah yang banyak hafalan.

Nada dan Silmi yang lebih logis namun sosialnya lebih tinggi daripada si abang. Namun karena mesin kecerdasan yang sama berpadu dengan jenis kelamin yang sama-sama perempuan, membuat secara hasil tes mereka tidak bisa didekatkan. Apalagi jika ada yang membandingkan, maka salah satu dari mereka akan sangat terusik dan berpotensi yang satu akan mendominasi yang lain (seolah-olah ada protagonis dan antagonis).

Saya cuma bisa manggut-manggut mendengar semua penjelasan tersebut. 95% nya benar saya hadapi di rumah dan menjadi tantangan saya setiap hari. PR besar saya adalah mengoptimalkan bakat dan minat yang tampak dari hasil tes STIFIn agar anak lebih semangat dan sukses menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Sejak saat itu saya berusaha untuk lebih menyesuaikan pola didik saya di masing-masing anak. Pun lebih mencoba memahami si kakak yang sering membuat saya mengelus dada. Tidak ada anak yang dilahirkan untuk membuat orangtuanya kesel. Yang ada orangtua yang kurang paham bahwa itulah cara mereka meminta perhatian.

Me Time ala Mamak dengan Face Mask Scarlett Whitening

Menjalani keseharian sebagai ibu bekerja tentunya memiliki tantangan tersendiri untuk saya. Apalagi di tahun ajaran sekolah yang mulai bulan Juli ini, saya memiliki dua anak yang baru menginjakkan jenjang SD dan SMP.

Pola hidup saya mulai berubah. Kalau dulu setelah sholat Subuh masih bisa leyeh-leyeh cantik di kamar, sekarang saya harus langsung menyiapkan bekal dan bersiap untuk mengantar anak ke sekolah sebelum menuju kantor.

Capek? Tentu saja. Rempong? Nggak usah ditanya. Tapi karena semuanya dijalani dengan ikhlas sebagai ibu, jadi semua terasa hepi-hepi aja. Lalu bagaimana cara saya tetap merawat rasa bahagia menjalani berbagai peran walau rasa letih sering melanda?

Tips Agar Tetap Bahagia

Gampang sih sebenernya agar kita sebagai manusia tetap bahagia.

1. Bersyukur
Hidup yang dijalani dengan penuh rasa syukur akan mendatangkan kebahagiaan. Masih diberi kesempatan untuk bernafas, masih bisa makan dan minum dengan layak, masih bisa mengantar anak ke sekolah, direpotkan dengan tingkah laku mereka, dan menikmati segala hal di sekitar adalah beberapa contoh nikmat kehidupan yang harus kita syukuri. Sederhana tapi hati menjadi bahagia dengan mengingat nikmat sekecil apapun.

2. Bersabar
Dalam hidup, manusia seringkali diberi cobaan. Saat cobaan yang diberikan tidak sesuai dengan harapan, sabar menjadi kunci utama agar kita tetap bahagia. Anak yang nggak bisa diam, lari kesana kemari hingga membuat kita capek, sering menyulut emosi dan kemarahan. Menahan diri dengan sabar akan membuat kita menjadi tetap "waras".

3. Jadi diri sendiri dan terus belajar
Lingkungan sekitar seringkali membuat kita insecure dan tidak nyaman. Apalagi lingkungan tersebut menuntut hal-hal yang nggak kita banget. Tetap jadi sendiri membuat kita lebih bahagia tanpa menyinggung orang lain. Kita juga bisa terus belajar berbagai hal yang membuat kita menjadi manusia lebih baik lagi.

Selain ketiga tips tersebut, memiliki Me Time khusus adalah cara ampuh untuk saya bisa menjaga hati saya agar tetap bahagia. Me Time nggak perlu mahal, merawat diri di rumah juga sudah cukup. Saya sendiri mempercayakan Me Time seperti ini pada produk Scarlett. Terbukti dari berbagai produk perawatan wajah, perawatan kulit badan dan perawatan rambut dari Scarlett, saya bisa me time minimal seminggu sekali di rumah tapi ala ala salon, LOL.

Face Mask Scarlett

Masker wajah adalah produk Scarlett yang membuat me time saya makin sempurna rasanya. Bersantai di rumah menggunakan masker memberikan efek dingin pada kulit wajah. Ada dua jenis masker yang ditujukan untuk jenis kulit yang berbeda.



Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask



Adalah masker yang cocok untuk jenis kulit kering, kusam, iritasi dan sensitif. Fungsi utamanya adalah untuk menghidrasi/melembabkan kulit dan membuatnya menjadi lebih lembut.

Tekstur dan Aroma
Dari namanya aja udah bisa ditebak jika Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask memiliki tekstur gel namun tidak lengket saat diaplikasikan ke wajah. Warnanya seperti cola (oranye gelap) dan di dalamnya ada sesuatu berbentuk potongan kecil-kecil dengan warna sedikit lebih gelap. Saya juga kurang tau itu apa. 



Aroma masker gel ini seperti buah berry-berryan dan anggur yang segar namun tidak menyengat. Bisa jadi karena sesuai dengan kandungan yang ada di dalamnya. 

Kandungan dan Manfaat
Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask mengandung niacinamide, vitamin C, grape fruit water, seven berry extract, ginseng extract, centella asiatica, rose flower water dan allantoin. Mirip dengan kandungan toner Scarlett juga kalo diinget-inget.

Dengan berbagai kandungan tersebut, masker ini memiliki banyak manfaat untuk kulit, yaitu :

- Niacinamide yang dapat membuat kulit tampak lebih cerah
- Vitamin C dapat meningkatkan produksi kolagen
- Grape fruit water membantu menjaga lapisan luar kulit agar tetap terhidrasi
- Seven berry extract berfungsi sebagai antioksidan yang dapat melawan radikal bebas penyebab penuaan dini seperti kerutan, kulit kusam dan warna kulit tidak merata.
- Ginseng extract membantu menyamarkan kerutan secara nyata. 
- Centella asiatica yang juga bermanfaat sebagai antioksidan
- Rose flower water berfungsi mengurangi kemerahan dan bengkak pada kulit
- Allantoin berfungsi menjaga kelembaban kulit dan membuatnya lebih lembut.

Kemasan
Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask dikemas dalam jar dari plastik transparan yang tampak eksklusif dari luar. Isi netto dalam kemasan 100 gram. Bentuk dan ukurannya membuat masker ini gampang dibawa kemana-mana tanpa khawatir isinya tumpah. Kemasan didominasi warna pink dan putih, terdapat label nama produk, cara pemakaian dan manfaat produk sebagai informasi ke konsumen. Tentu saja juga ada barcode yang mencantumkan keamanan produk dari BPOM.



Tutup kemasan berbentuk ulir. Saat memutar tutup untuk membuka kemasan, terlihat penutup bagian dalam dengan tulisan Scarlett yang timbul (emboss) dan tersedia juga mini spatula untuk memudahkan mengambil masker dari dalam kemasan.   

Herbalism Mugwort Mask



Masker jenis ini digunakan untuk memberikan perawatan pada kulit berminyak dengan pori-pori besar dan berkomedo. Jenis kulit seperti berminyak sangat berpotensi untuk munculnya jerawat. 

Tekstur dan Aroma
Berbeda dari varian sebelumnya, Herbalism Mugwort Mask memiliki tekstur creamy lembut seperti lumpur berwarna hijau gelap. Aroma campuran herbal dan green tea sangat terasa saat menggunakan masker.



Kandungan dan Manfaat
Herbalism mugwort mask mengandung Mugwort Extract, vitamin C, glutathione, niacinamide, bamboo charcoal, allantoin, chlorophyllin dan green tea powder.

Dengan kandungan berbagai zat tersebut, Herbalism Mugwort Mask memiliki banyak manfaat bagi kulit wajah, antara lain :

- Mugwort Exctract mempunyai efek menenangkan kulit
- Vitamin C membantu meningkatkan produksi kolagen
- Glutathione dan Niacinamide membantu menyamarkan noda pada kulit dan membuat kulit tampak lebih cerah
- Bamboo charcoal berfungsi membuat kulit lebih bersih
- Allantoin dapat menjaga kelembaban kulit dan membuatnya lebih lembut
- Chlorophyllin dan green tea powder berfungsi sebagai antioksidan yang baik dan anti aging.

Kemasan
Herbalism Mugwort Mask memiliki kemasan berbetuk jar yang terbuat dari plastik transparan. Hal ini memungkinkan warna isi di dalamnya dapat terlihat. Sama dengan varian sebelumnya, isi netto dalam kemasan 100 gram. 



Bedanya kemasan didominasi warna hijau dan putih. Label nama produk, cara penggunaan, manfaat produk serta barcode keamanan produk dari BPOM juga bisa dilihat pada kemasan.

Tutup kemasan juga sama dengan varian sebelumnya yang juga ada mini spatula.

Cara Pemakaian

Karena pada Herbalism Mugwort Mask terdapat beberapa bahan yang bersifat herbal, reaksi pada tiap kulit bisa berbeda. Sehingga disarankan untuk terlebih dahulu melakukan tes pada kulit selama 10 - 15 menit dengan mengaplikasikan masker ke kulit belakang telinga atau siku bagian dalam. Jika aman, bisa lanjut tahapan selanjutnya ya gaes... hehe..

Kalo saya nih ya. Pertama, saya ambil masker dengan mini spatula secukupnya. Lalu langsung saya aplikasikan masker dan saya ratakan ke seluruh wajah dengan jari-jari. Saya diamkan selama 15-20 menit. Bisa sambil tiduran, membaca, atau mengerjakan pekerjaan lainnya. Akhirnya saya bilas dan lanjutkan perawatan dengan produk toner, serum dan krim wajah yang tentu aja dari Scarlett juga.

Review Pemakaian Face Mask Scarlett

Menyesuaikan dengan jenis kulit wajah saya yang normal tapi kadang berminyak, saya pun mencoba varian Herbalism Mugwort Mask.

Kebetulan sekali saat saya menggunakan masker tersebut, beberapa jerawat sedang muncul di wajah saya karena perubahan hormon. Efek sejuk dan dingin di kulit wajah langsung terasa. Sempat terasa perih pada bekas jerawat yang baru pecah, namun tidak terlalu masalah sehingga saya tetap melanjutkan pemakaian. Perlahan-lahan masker mulai mengering dan kulit wajah terasa sedikit lebih kencang.

Sensasi segar sangat terasa setelah saya membilas dan mencuci bekas masker di wajah. Perlu beberapa waktu dan beberapa kali pemakaian untuk melihat hasilnya lebih jauh. Namun untuk pemakaian pertama kali, saya bisa kasi nilai 8,5/10 lah.

Ada adegan lucu saat saya memakai masker Scarlett. Suami saya kepo dan ingin mencoba juga. Akhirnya saya berikan varian Seriously Soothing & Hydrating Gel Mask agar kulitnya tidak kering. Doi mah seneng kalo pake masker wajah. Wajah jadi terasa adem katanya, trus doi jadi ngantuk dan ketiduran, hehe..

Me Time yang sederhana, nggak mahal tapi menyenangkan kayak saya juga bisa kalian coba sendiri di rumah. Caranya pesan produk Scarlett dulu aja di salah satu official store Scarlett_Whitening lalu coba sendiri dan rasakan sensasi perawatan ala salon di rumah.





Food Blogger Medan : Lengkong Kecil Street Food Bandung


Udah lama rasanya nggak ngebolang sendirian. Padahal pengen banget bisa menjelajah suatu tempat sendiri dan menikmati suasananya. Eh, tetiba dapat kesempatan ke kota Bandung walaupun cuma sehari.



Hmm.. ke Bandung udah beberapa kali. Tapi belum pernah ke tempat-tempat dalam kota yang katanya rame sambil jalan kaki dan pepotoan😆. Di kesempatan kali ini, saya mencoba sweet escape dan nggak ikut rombongan rekan sekantor. Saya pengen eksplor kota Bandung di malam hari dan hunting berbagai makanan.

Awalnya bingung mau kemana. Coba cari inspirasi dari medsos dan tentu saja mbah gugel. Bandung memang nggak ada matinya soal kuliner dan fashion. Ke mal? Nggak dulu deh. Tiap ke Bandung dulu mainnya ke mal melulu.

Akhirnya saya tertarik untuk hunting makanan ke jalan Lengkong Kecil yang infonya di sepanjang jalannya penuh dengan pedagang makanan, atau yang dikenal dengan istilah Lengkong Kecil Street Food.

Karena memang niatnya menikmati suasana kota di malam hari, saya memesan ojek motor online dari hotel menuju lokasi.

Seru euy. Nggak pake macet kayak naik taksi. Angin malam kota Bandung yang sejuk begitu membuat saya nyaman. Lampu malam kota yang gemerlap, pengamen yang cukup tertib di pinggiran lampu merah dengan soundsystem dan musik yang apik, ditambah beberapa taman kota yang banyak dimanfaatkan warga sebagai ruang terbuka publik.

Bandung, kota yang bagi saya selalu punya daya tarik untuk dikunjungi. Suasananya bikin rindu. Kulinernya apa lagi, LOL

Sekitar lima belas menit perjalanan, melewati jalan Cihampelas yang membuat ngiler dengan mi kocok bandung, saya pun sampai di jalan yang kelihatan ramai dan banyak lampu serta pedagang di sisi kanan dan kiri jalan.

Ya, jalan Lengkong Kecil namanya. Pasca pandemi, jalan ini mulai banyak dikenal dengan street foodnya. Bagi yang bawa mobil, dijamin susah untuk cari parkiran, terutama saat malam weekend.

Ada apa aja di Jalan Lengkong Kecil ini?

Banyakkkk.. karena street food, pastinya makanan dong. Dari jajanan pasar jadul, kekinian, sampai makanan berat seperti nasi dan temen-temennya.

Ada beberapa tempat nge-grill dan shabu ala Korea. Harganya pun terjangkau buat yang mau rame bareng temen. Kalo sendiri kayak saya kemaren, jatuhnya jadi mahal sih. Dan nggak bakal abis semua. Yang namanya grill grill an mah emang cocoknya rame, kalo sendiri pasti ada yang kurang. Kurang ramah di kantong salah satunya😂



Saya memutuskan untuk berjalan menyusuri jalan sebelum memilih makanan. Sekitar 500 meter sampai 1 kilometer lah kira-kira (lebayyyy😂). Yang jelas target 5000 langkah sehari langsung tercapai dalam beberapa menit, LOL.

Saking banyaknya pilihan, saya sampai bolak balik dari satu tempat ke tempat lainnya. Akhirnya pilihan saya jatuh pada cumi bakar dengan saus lada hitam plus nasi putih. Pengen kerang-kerangan, tapi saya nggak mau perut saya penuh dengan hanya satu makanan. Masih banyak yang ingin saya cicipi di sepanjang jalan Lengkong Kecil tersebut.



Sepiring kecil isi cumi bakar yang bertekstur lembut berpadu dengan saus lada hitam cukup memanjakan lidah. Saya ingin lanjut ke makanan lain yang lebih ringan di perut.



Lagi-lagi menyusuri pedagang yang satu ke pedagang lainnya. Ahh.. rasanya saya pengen makan semuanya. Ada pisang ijo, takoyaki, okonomiyaki, ramen, pasta-pastaan, cimol, dimsum, sushi, pancake Jepang yang fluffy. Semuanya seakan melambai-lambai untuk saya datangi.

Saya pilih pancake yang kayaknya lembut menul menul. Harganya cuma 25ribu udah dapet dua rasa berbeda. Murceeeee... Saya pilih rasa tiramisu dan boba.


Pancake Jepang Fluffy


Niatnya mau untuk dimakan di hotel, jadi pengen hunting makanan lain. Ya Alloh,, mamak kalap 😂. Udah pengen banget beli takoyaki, tapi kok takut nggak abis karena udah banyak makan.


Takoyaki dan Okonomiyaki

Takoyaki

Sosis Balut Roti


Ya udah lah, pengen pulang aja. Siap-siap mau pesen ojek online lagi. Tiba-tiba ngeliat ada gerobak wedang ronde tepat di samping saya berdiri. Auto cancel ojek, langsung pesen ronde😂. Pasalnya saya emang lagi pengen ronde sampai pengen ke Jogja. Di Medan nggak ada euy. Pas banget kannn..


Wedang Ronde 


Saya pun duduk minum wedang ronde yang anget plus makan pancake yang saya beli sebelumnya. Pas banget makan ronde dengan suasana kota Bandung yang sejuk di malam hari.

Alhamdulillah.. Ronde habis, saya memutuskan untuk langsung kembali ke hotel dengan kembali memesan ojek online. Perut sudah kenyang, badan anget kena jahe si ronde, nikmat mana lagi yang saya dustakan? 🙈

Ada beberapa kawasan street food di Bandung. Menurut saya jalan Lengkong Kecil ini patut untuk dicoba. Rame sepanjang jalan namun kendaraan tetap masih teratur.

Yang mau coba kesini, sebaiknya datang mulai jam 5 sore agar tidak terlalu padat dan macet. Terutama yang bawa mobil. Usahakan datang bersama teman agar bisa lebih leluasa mencoba banyak makanan yang ada.

Salam pecinta kuliner...😁